<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852</id><updated>2012-01-01T07:31:32.782-08:00</updated><category term='Ceritaku'/><category term='Catatan Harianku'/><category term='Bersyukur'/><category term='Ucapanku'/><category term='Ada Apa Dengan Aku'/><category term='Kata-kata Bijak'/><category term='Semua Tentang Cantik'/><category term='Diaryku'/><category term='My Favorite Songs'/><category term='Kebiasaanku'/><category term='Goresanku'/><category term='Curahan Hatiku'/><category term='Astrologiku'/><category term='Dibuang Sayang'/><category term='Sahabatku'/><category term='Cerpen'/><category term='Kisah Inspirasional'/><category term='Kenanganku'/><category term='Akupun Ingin Tau'/><category term='Kata-kata Indah'/><category term='Aku dan Mamaku'/><title type='text'>Perjalanan Hidupku Curahan Hatiku</title><subtitle type='html'>Blog ini terinspirasi dari ketulusan untuk terbiasa mencurahkan isi hati tanpa menutup-nutupi kelemahan atau masalah. Itulah sesungguhnya kekuatan besar yang akan menjadikan kita tegar. Pandai saja tak pernah cukup untuk membuat kita tegak menghadapi masalah dalam hidup.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>101</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-8202264657273835230</id><published>2011-05-17T01:50:00.000-07:00</published><updated>2011-05-17T01:58:39.295-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Inspirasional'/><title type='text'>RAHASIA MILIUNER</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-UKOJF6p91DQ/TdI4g_3pq6I/AAAAAAAAA4I/hBk0M873tCc/s1600/d0d7069281_0000056b.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-UKOJF6p91DQ/TdI4g_3pq6I/AAAAAAAAA4I/hBk0M873tCc/s200/d0d7069281_0000056b.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607606625581509538" /&gt;&lt;/a&gt;Alkisah, suatu hari, seorang pria yang menganggur melamar jadi office boy di kantor Microsoft. Sesudah diwawancarai manajer HRD, pria itu disuruh pel lantai sambil diawasi si manajer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Anda diterima, katanya. “Beri saya alamat e-mail anda dan saya akan kirim formulir lamaran untuk diisi dan tanggal anda mulai bekerja,” tambahnya.&lt;br /&gt;“Saya tak punya computer. Juga tak punya e-mail,” sahut si pria. &lt;br /&gt;“Maaf, jika anda tak punya e-mail, berarti anda tidak eksis. Siapa yang tidak eksis, tidak bisa punya pekerjaan,” kata manajer HR.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu pergi dengan rasa sedih dan kecewa. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan, sementara uang yang ada di sakunya tinggal 50 ribu. Ia lalu pergi ke supermarket dan beli 10 kg tomat. Sesudah itu ia menjual tomat itu dari pintu ke pintu. Dalam 2 jam, modalnya  meningkat 2 kali lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu melakukan hal yang sama sampai 3 kali dan pulang dengan mengantongi 300 ribu. Pria ini sadar, dia bisa bertahan hidup dengan cara seperti ini. Keesokkan harinya, dia berangkat dari rumah lebih pagi dan pulang sore. Uangnya meningkat dari hari ke hari. Tak lama kemudian, bisa beli gerobak, lalu beli truk untuk mengirim pesanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima tahun kemudian, pria ini buka toko ritel makanan terbesar di kotanya. Ia lalu merencanakan masa depan keluarganya dan memutuskan beli asuransi jiwa.&lt;br /&gt;Ia lalu memanggil pialang asuransi dan memilih program perlindungan yang diinginkannya. Sesudah terjadi kesepakatan, pialang itu menanyakan e-mail-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Saya tak punya e-mail,” jawab pria itu.&lt;br /&gt;Pialang asuransi itu heran.&lt;br /&gt;“Bapak tak punya e-mail tapi berhasil membangun kerajaan bisnis? Coba bayangkan, apa jadinya Bapak jika Bapak punya e-mail,” kata si pialang.&lt;br /&gt;Pria itu berpikir sejenak dan berkata, “Ya, saya akan jadi office boy di Microsoft.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dalam hidup ini, internet bukan segalanya. Kendati tidak punya internet, tak punya e-mail, jika kerja keras, anda tetap bisa jadi milliuner.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-8202264657273835230?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/8202264657273835230/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2011/05/rahasia-miliuner.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/8202264657273835230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/8202264657273835230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2011/05/rahasia-miliuner.html' title='RAHASIA MILIUNER'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-UKOJF6p91DQ/TdI4g_3pq6I/AAAAAAAAA4I/hBk0M873tCc/s72-c/d0d7069281_0000056b.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-7402008977293568729</id><published>2011-03-27T02:14:00.000-07:00</published><updated>2011-03-27T03:16:49.498-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diaryku'/><title type='text'>Jika Sekarang Saya Kembali Mengingatnya....!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-fiAblC9tSKc/TY8JTuY_FFI/AAAAAAAAA3Y/d9oEePv3AFc/s1600/Ranting.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-fiAblC9tSKc/TY8JTuY_FFI/AAAAAAAAA3Y/d9oEePv3AFc/s200/Ranting.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5588695897065067602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dear Diary,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apa yang akan kau katakan jika kebaikanmu dibalas dengan kejahatan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Allah meridhoi niat saya ini, akhirnya tertulis juga coretan hati ini di sini. Dan Allah juga membolehkan saya untuk sebentar saja &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"menyombongkan diri"&lt;/span&gt;, walau pada dasarnya saya bukanlah manusia seperti itu. Di samping itu saya sadar, saya hanyalah manusia biasa yang mempunyai keinginan dan harapan-harapan yang luar biasa. Keangkuhan hati saya tersentuh walau sebenarnya saya tidak harus ikut-ikutan angkuh dan kasar, tapi kenyataan hidup yang saya hadapi "memaksa" saya harus berlaku seperti ini.... terhadap manusia yang sengaja menutup nuraninya. Walau beberapa teman mengatakan....&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Relakan saja, nanti Allah akan membalas segala perbuatan manusia karena segala sesuatu baik atau buruknya suatu perbuatan manusia...akan ada balasannya!....tapi tidak untuk urusan ini!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Diary.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sebenarnya sudah tidak lagi mempersoalkan peristiwa buruk yang terjadi pada saya beberapa bulan yang lalu. Tapi saya tidak pernah menyangka jika kebaikan saya diputar balikkan oleh seseorang yang pernah hadir dalam kehidupan saya. Segala pembelaan  dan usaha saya sia-sia..... saya diabaikan, dicampakkan, bahkan tidak dianggap sama sekali. Pantaskah saya diperlakukan seperti ini??? Dan bagaimana jika dia sendiri diperlakukan seperti ini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berlalu...untuk sesaat saya bisa melupakan kejadian-kejadian yang saya alami di akhir tahun 2010 yang menyakitkan. Tadinya saya akan mengingatnya sebagai sebuah kenangan indah, nyatanya hanyalah mimpi buruk. Dan orang yang saya anggap orang terbaik kedua diantara kesekian banyak laki-laki yang pernah hadir dalam kehidupan saya, nyata-nyata....dia adalah laki-laki terburuk dan terjahat kedua yang telah memanfaatkan kebaikan saya. Kebaikan saya dibalas dengan kepahitan dan kenyataan diputar balikan tanpa saya bisa membela diri dan membuktikannya. Seakan-akan sayalah orang yang tidak baik itu, karena tidak jujur, tidak menyenangkan, tidak perhatian, dan penilaian-penilaian sepihak lainnya yang memojokkan saya berdasarkan fakta yang tampak dalam beberapa hari saja bersama. Sehingga dengan gampangnya dia mengabaikan perasaan cinta saya yang sangat dalam saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dia menutup mata hatinya untuk tidak mau peduli bahwa kepribadian manusia tidak terbentuk dalam 1-2 hari saja. Perlu perjuangan bertahun-tahun untuk merubah diri menjadi orang yang lebih baik dari waktu ke waktu. Kecuali saat itu dia memang sedang berhadapan dengan penjahat perang, pelacur ataupun wanita jalang yang materialistis yang hanya mengincar hartanya saja!!! Lain ceritanya dia bisa memperlakukan perempuan seperti itu layaknya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"sampah"!&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Diary.....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-JSkTDIH4bYI/TY8JhJ_WyyI/AAAAAAAAA3g/b6Ca7RIg7fg/s1600/SLUNCE2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-JSkTDIH4bYI/TY8JhJ_WyyI/AAAAAAAAA3g/b6Ca7RIg7fg/s200/SLUNCE2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5588696127812061986" /&gt;&lt;/a&gt;Seandainya dia tahu yang sesungguhnya..... Saya justru berpura-pura saat itu. Menutup-nutupi apa yang sedang berkecamuk di dalam diri melawan dilema antara menerima atau tidak, antara yakin dan tidak karena dia sendiri tidak menunjukkan pribadi yang baik hanya menuntut orang lain yang lebih baik. Saya berpura-pura nyaman di dekatnya, saya menutupi ketersiksaan saya diperlakukan kasar tapi berusaha memahami kekasarannya tapi sebenarnya batin saya tidak bisa menerimanya karena keluarga saya saja tidak pernah kasar terhadap saya, walau saya tau niat dan maksudnya. Padahal dia berasal dari suku yang terkenal ramah dan tepo seliro, yang saya kira penuh tata krama...nyatanya to the point tanpa tedeng aling-aling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu bulan kenal secara dekat, saya justru tidak mengenal diri saya sendiri. Di awal jumpa saya menyesal tidak mengikuti intuisi saya bahwa saya akan sulit masuk dalam kehidupannya yang cenderung &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"bebas".&lt;/span&gt; Saya menyesal sekali sudah menyalahi kehendak Allah, memaksakan kehendak saya sendiri, mengabaikan nasehat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Habib"&lt;/span&gt; saya tapi saya terus berjuang untuk mendapatkan simpatinya kembali yang tidak terwujud juga. Inilah jawaban Allah dan hukuman buat saya, lagi-lagi....saya salah menilai manusia! Saya salah memperjuangkan cinta saya pada orang yang tidak patut saya perjuangkan. Saya sungguh-sungguh menyesal, ini pengalaman terburuk seumur hidup saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Diary.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sekarang saya kembali mengingatnya....bukan karena kekecewaan tidak mendapatkan dia, tidak lagi!!!! Semata-mata karena saya selalu dihantui perasaan bersalah terhadap diri sendiri, merasa sudah hancur dan terhina diperlakukan sama seperti sampah. Batin saya menjerit, tapi saya tidak berdaya karena saya berjuang sendiri dan justru kesendirian saya di manfaatkan oleh kelicikkannya. Mungkin dia bisa tertawa puas sudah membodohi saya.... tidak apa-apa, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;segala sesuatu ada masanya dan roda selalu berputar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-9i8VQrm72XA/TY8J92em87I/AAAAAAAAA3o/HwkPMCJstvQ/s1600/Lampu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-9i8VQrm72XA/TY8J92em87I/AAAAAAAAA3o/HwkPMCJstvQ/s200/Lampu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5588696620790641586" /&gt;&lt;/a&gt;Selain Allah...hanya waktu obat dari segala masalah. Saya akhirnya menyadari, kenapa dulu Allah mempersulit usaha saya untuk bersatu dengan dia dan sulitnya saya untuk menarik simpatinya kembali. Termasuk ketidakjujuran saya yang saya lakukan sebagai bentuk kesungguhan saya untuk membahagiakannya semata. Ternyata tidak juga dihargai, saya cuma dianggap sebagai barang dagangannya saja. Inilah jawaban Allah....Sesungguhnya Allah membantu saya melepaskan dia dari ketersiksaan batin saya atas penerimaan saya tentang dia yang saya paksakan. Saya sendiri bingung dengan diri saya sendiri saat itu, saya bertindak di luar kontrol diri saya sendiri, saya sepertti dikendalikan, mau saja bertindak atas perintah-perintahnya. Walaupun saya buruk di matanya, Tapi Allah maha Tahu. Jika diberi dua opsi ini, saya lebih memilih, saya lebih baik buruk di mata manusia tapi tidak di mata Allah. Apapun yang saya lakukan terhadap manusia manapun karena ketulusan dan kebaikan saya yang sejujurnya. Lantas kenapa bukan saya yang memilih saat itu, karena saya bukan perempuan sembarangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika setelah itu hati saya melunak dan berbalik sangat mencintainya tapi kemudian ternyata kami tidak berjodoh, lalu kami berpisah, saya baru menyadari, Allah sungguh Maha Bijaksana. Allah justru meridhoi saya menerima keputusan menyerah dengan kondisi saat itu antara cinta dan keluarga. Saya terima dengan ikhlas berpisah secara baik-baik dengan dia dan menerima dikritik tapi tidak mampu melawan bahwa apa yang dipikirkannya....itu bukanlah saya yang sesungguhnya. Tapi akhirnya menyadari.... inilah jawaban Allah bahwa bukan dia laki-laki yang Allah tunjuk untuk saya karena bukan laki-laki seperti itu yang saya butuhkan!!! Saya salah jika mengabaikan keluarga yang sangat memperhatikan saya, karena hanya keluarga tempat saya kembali, dan keluarga tidak pernah meninggalkan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Diary....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-iZ1v2_MvOwc/TY8Myw1nl3I/AAAAAAAAA4A/UfA0I1U1Nas/s1600/ph10013.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-iZ1v2_MvOwc/TY8Myw1nl3I/AAAAAAAAA4A/UfA0I1U1Nas/s200/ph10013.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5588699728832862066" /&gt;&lt;/a&gt;Jika sekarang saya kembali ingin menulis, karena saya sedang membela diri saya. Saya layak mengatakan bahwa saya bukan perempuan buruk seperti yang ada dalam pikirannnya. Jika pun saya tidak bisa membuktikan kepadanya saya yang sesungguhnya, artinya bukan untuk dia segala bentuk perhatian, kasih sayang dan cinta saya yang tulus, dan pengorbanan saya yang besar itu. Makanya dulu saya sempat percaya diri mengatakan kepadanya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"bahwa dia seharusnya beruntung mendapatkan saya"&lt;/span&gt;. Yach.... kebaikan, ketulusan, perhatian dan pengorbanan saya bukan untuk dia! Tapi untuk laki-laki baik yang sepadan dengan kapasitas diri saya yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun sudah tidak peduli jika dia pun akan selalu punya senjata dan cara-cara untuk membantah argumen dia tentang saya karena yang tau saya ya diri saya sendiri dan saya pun percaya diri dan tidak harus takut untuk menyatakan kebenaran.&lt;br /&gt;Dia manusia biasa seperti saya, apalagi dia bukan TUHAN! yang tau banyak hal, yang tau segala, jadi gak ada alasan bagi saya untuk takut mengatakan ini. Yang saya takutkan hanya ALLAH, yang saya percaya hanya Allah....&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Segala sesuatu di dunia ini tidak akan terjadi tanpa seijin-Nya."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Diary....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sekarang saya kembali, saya berharap ini adalah yang terakhir. Itu karena uneg-uneg  saya sudah tersampaikan. Saya juga bisa angkuh, saya juga bisa kasar dan saya juga bisa cuek, itu jika nurani saya tersentuh oleh orang yang tidak punya hati. Dan sebaliknya, saya sesungguhnya justru adalah orang yang sangat memahami orang lain, bahkan saya pun sanggup mengabaikan kebahagiaan diri sendiri demi kebahagiaan orang-orang yang saya cintai dan mencintai saya. Dan saya banyak belajar dari sikap saya ini, sangat mulia saya memberikan pengorbanan kebahagiaan diri sendiri, asal untuk orang yang tepat yang pantas saya berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika sekarang saya keluar dari konsep diri saya yang sebenarnya. Saya mengabaikan diri saya yang sesungguhnya dan memposisikan diri saya layaknya orang lain yang memperlakukan saya tanpa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"perasaan”&lt;/span&gt;, semata-mata didorong oleh keinginan untuk cepat-cepat menuntaskan uneg-uneg saya ini segera. Saya tahu dia pasti sangat puas dan berbahagia di atas kebodohan saya selama ini, namun saya menyadari, pada akhirnya ....urusan ini akan menjadi urusan Allah juga, karena &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Segala bentuk perbuatan baik atau buruknya perbuatan itu, pasti akan ada balasannya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And just it!!! Saya capek dengan penantian selama ini. Saya berjanji tidak mau lagi dan tidak akan mau lagi berinteraksi dengan orang yang hanya memanfaatkan kebaikan saya. Yaitu orang yang munafik, yang banyak omong, sok bijak...nyatanya cuma pembohong! Menganggap dirinya saja yang hebat, benar dan sempurna, serta mengharapkan orang lain yang perfect, nyata-nyata dia sendiri, tidak ada apa-apanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Diary.....&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-NrJ0G5Ujr7M/TY8KS9LZjVI/AAAAAAAAA3w/Xyk_FkfzZcE/s1600/31848.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-NrJ0G5Ujr7M/TY8KS9LZjVI/AAAAAAAAA3w/Xyk_FkfzZcE/s200/31848.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5588696983366372690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Jika sekarang saya berubah..... Yaa memang seharusnya saya berubah menjadi lebih baik, lebih kuat, lebih tegar dan lebih bijaksana menyikapi hidup. Bahkan menjadi orang yang lebih baik dari orang yang sudah menzholimi saya, menyakiti perasaan saya karena telah mengabaikan niat baik saya. Saya tidak mau gengsi mengakui jika tanpa sengaja perbuatan buruk orang lain telah merubah diri saya. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dia justru mengajari saya untuk mau belajar, untuk tidak menjadi manusia ajaib yang gampang membenci sesaat setelah mengatakan sayang, tidak gampang melupakan kebaikan dan tidak gampang meninggalkan.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk perbuatan untuk berterima kasih, membalas kebaikan dan memaafkan kesalahan orang lain, serta tetap menjalin silaturahmi.... Ups....!!! Mungkin tidak untuk pernyataan saya yang terakhir. Saya tidak mau menjalin hubungan silaturahmi dengan orang yang jelas-jelas menolak bersilaturahmi dengan sesama manusia terutama perempuan. Karena dia beranggapan, bahwa perempuan yang layak dia jadikan teman....hanyalah istrinya kelak. Ehm.... naif sekali kedengarannya.....manusia...manusia......cuma bisa menilai orang lain tapi tidak bisa menilai diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak apa-apa. Saya juga malas berdebat tentang hakekat silaturahmi yang sesungguhnya. Saya tahu saya pasti akan kalah dan saya tidak mau sok tau walau sebenarnya saya tau! Cuma malas aja!!! Tapi intinya, saya tidak mau lagi mengemis-ngemis untuk bersilaturahmi dengan orang yang salah untuk saya perjuangkan mati-matian. Cukup sudah....itu pelajaran yang sangat berharga bagi saya. Saya cukup sekali jatuh dan terpuruk. Sekarang saya sudah bangkit, dan kuat dengan kondisi apapun karena Allah selalu bersama saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Diary....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika sekarang saya cukupkan dulu tulisan ini, karena tangan saya benar-benar sudah capek. Udah achh... saya takut jika Allah marah sama saya karena saya kebablasan berubah menjadi orang lain, bukan diri saya yang sebenarnya. Saya cukupkan dulu sampai di sini. Besok-besok saya akan menulis lagi, lagi dan lagi, selagi saya mampu menulis dan apa yang ingin saya sampaikan tersalurkan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-atTv8OEzhn8/TY8LhibzcPI/AAAAAAAAA34/QN-SaVDuPFY/s1600/Bayangan%2BWanita.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-atTv8OEzhn8/TY8LhibzcPI/AAAAAAAAA34/QN-SaVDuPFY/s200/Bayangan%2BWanita.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5588698333397086450" /&gt;&lt;/a&gt;Dan jika sekarang saya masih mengucapkan kata terima kasih banyak atas waktunya yang dengan sengaja membaca &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"celotehan indah" &lt;/span&gt;saya ini, karena saya tetap berkeyakinan walau tidak sepenuhnya terhadap kepribadian dia, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Bahwa pada dasarnya semua makhluk baik, tapi kondisilah yang membuat manusia menjadi baik benaran atau menjadi jahat sesungguhnya."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Saya tidak menyesali pengalaman saya dengan siapapun. Memang perlu waktu untuk melupakan, itu adalah bagian dari siapa saya saat ini dan membuat saya menjadi orang yang lebih kuat...Karena, orang yang melakukan kesalahan lebih menarik dibandingkan orang yang tampak sempurna.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-7402008977293568729?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/7402008977293568729/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2011/03/jika-sekarang-saya-kembali-mengingatnya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/7402008977293568729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/7402008977293568729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2011/03/jika-sekarang-saya-kembali-mengingatnya.html' title='Jika Sekarang Saya Kembali Mengingatnya....!'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-fiAblC9tSKc/TY8JTuY_FFI/AAAAAAAAA3Y/d9oEePv3AFc/s72-c/Ranting.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-5036611371643713018</id><published>2011-03-20T03:21:00.000-07:00</published><updated>2011-03-20T03:27:17.811-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harianku'/><title type='text'>BELAJAR DAN BELAJARLAH!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/--7HXpEvCE5o/TYXVhaKdaYI/AAAAAAAAA3Q/0j8OPVRHe20/s1600/hoshinavi1800.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/--7HXpEvCE5o/TYXVhaKdaYI/AAAAAAAAA3Q/0j8OPVRHe20/s320/hoshinavi1800.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5586105682758560130" /&gt;&lt;/a&gt;Manusia bisa belajar darimanapun dan dari siapapun. Kita bisa mengetahui banyak hal dengan mengamati, mendengar atau merasakan apa yang terjadi di sekitar kita atau belajar dari pengalaman orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini kita hanya mempertimbangkan nasehat dari orang-orang yang kita anggap pintar atau mereka yang lebih berpengalaman. Kita sering meremehkan orang-orang yang tidak menunjukkan kepandaian secara akademis atau mereka yang masih muda karena menganggap pengalaman mereka belum banyak. Padahal tak jarang mereka bisa berpikir lebih bijaksana dibanding orang-orang yang lebih tua atau yang lebih tinggi pendidikan akademinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buat setiap hari bermakna. Hargai setiap saat dan nikmati segala sesuatu yang kita raih atau alami. Kemungkinan kita tak pernah bisa mengalaminya lagi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-5036611371643713018?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/5036611371643713018/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2011/03/belajar-dan-belajarlah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/5036611371643713018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/5036611371643713018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2011/03/belajar-dan-belajarlah.html' title='BELAJAR DAN BELAJARLAH!!!'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/--7HXpEvCE5o/TYXVhaKdaYI/AAAAAAAAA3Q/0j8OPVRHe20/s72-c/hoshinavi1800.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-2900243127743939147</id><published>2011-03-05T02:02:00.000-08:00</published><updated>2011-03-05T02:14:35.713-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Inspirasional'/><title type='text'>FILTER BIJAK SOCRATES</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-YgggQ2iXj6Y/TXIMIuo1RVI/AAAAAAAAA3A/EUs_tlVI5NY/s1600/Dragons%2B-%2BSea%2BMoon%2BDragon.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 224px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-YgggQ2iXj6Y/TXIMIuo1RVI/AAAAAAAAA3A/EUs_tlVI5NY/s320/Dragons%2B-%2BSea%2BMoon%2BDragon.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5580536232363246930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Socrates&lt;/span&gt;, Filsuf besar yang hidup di Yunani Kuno anatara 469 – 399 SM, terkenal dengan kebijakannya. Suatu hari, Socrates bertemu dengan seorang kenalan yang bersemangat tinggi mengatakan, baru saja mendengar sesuatu tentang salah satu muridnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Mau tahu apa yang saya dengar?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Tunggu dulu. Anda boleh cerita sesudah lulus tes yang saya berikan. Namanya filter rangkap tiga, “kata Socrates.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar,” jawab Socrates, lalu melanjutkan, “Sebelum Anda cerita tentang murid saya, mari kita saring dulu apa yang akan Anda katakan. Itu sebabnya, tes ini saya namakan tes filter rangkap tiga. Yang pertama namanya filter kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah Anda benar-benar yakin, apa yang akan Anda katakan kepada saya itu benar?” tanya Socrates. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak. Saya tak thu apakah itu benar. Saya hanya mendengarnya dan sekarang ingin cerita kepada Bapak,” kata orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah,” kata Socrates. “Jadi Anda tidak tahu persis apakah cerita itu benar atau tidak. Sekarang, kita coba filter kedua. Namanya filter kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah yang akan Anda ceritakan kepada saya tentang murid saya itu sesuatu yang baik?” tanya Socrates.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan sesuatu yang baik,tapi justru kebalikannnya,”kata orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi,”lanjut Socrates,”Anda ingin menceritakan sesuatu yang buruk tentang murid saya itu kendati pun Anda tidak tahu persis apakah itu benar?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu kaget dan merasa malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Sekarang kita sampai ke tes ketiga.Namanya tes filter manfaat.Apakah yang Akan anda ceritakan  kepada saya tentang murid saya itu berguna untuk saya?”tanya  Socrates.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sama sekali,”jawab pria itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi yang ingin Anda katakan kepada saya itu tidak benar,tidak baik, dan juga tidak berguna.Buat apa Anda cerita kepada saya?”tanya Socrates.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu malu dan segera berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-6-H1FeHDqkw/TXIMU9CaDNI/AAAAAAAAA3I/bA-SxwDX2QE/s1600/A%2BDragons%2BLand.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-6-H1FeHDqkw/TXIMU9CaDNI/AAAAAAAAA3I/bA-SxwDX2QE/s200/A%2BDragons%2BLand.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5580536442387041490" /&gt;&lt;/a&gt;Kisah ini merupakan salah satu contoh sikap Socrates yang menjunjung tinggi kebenaran.itu sebabnya, Socrates menjadi filsuf besar yang sangat dihargai dan dihormati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Moral cerita :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Jika ingin menceritakan atau menyampaikan sesuatu yang anda dengar, selalu uji dulu dengan 3 filter ini: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;kebenaran,kebaikan, dan manfaat atau kegunaan.&lt;/span&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-2900243127743939147?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/2900243127743939147/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2011/03/filter-bijak-socrates.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/2900243127743939147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/2900243127743939147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2011/03/filter-bijak-socrates.html' title='FILTER BIJAK SOCRATES'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-YgggQ2iXj6Y/TXIMIuo1RVI/AAAAAAAAA3A/EUs_tlVI5NY/s72-c/Dragons%2B-%2BSea%2BMoon%2BDragon.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-3306086386638431964</id><published>2011-02-20T01:57:00.000-08:00</published><updated>2011-02-20T02:20:24.625-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curahan Hatiku'/><title type='text'>ALLAH SAJALAH YANG MEMILIHKAN UNTUK KU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-8UzmHfYDZfY/TWDpvsgTVlI/AAAAAAAAA2o/ABtyVl6O7y4/s1600/Prast%2B90.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 229px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-8UzmHfYDZfY/TWDpvsgTVlI/AAAAAAAAA2o/ABtyVl6O7y4/s320/Prast%2B90.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5575713344294442578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Ada maksud Allah dalam setiap proses. Karenanya setiap hal yang menghampiri mata kepala adalah tasbih yang menjadi pengingat-Nya.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku layak menyebut duniaku kala itu sebagai abu-abu. Dunia tanpa sekat, tanpa batasan. Aku merasa berada dalam kemunduran titik nadir sebuah keimanan. Didorong oleh kondisi diri dan ketika usia mulai merambat naik, lalu tersadar akan kebutuhan seorang teman hidup, aku pun mulai menyadari dan jujur mengakui bahwa jodoh harus dicari. Namun, pencarian melalui biro jodoh dan membina hubungan jarak jauh, bukanlah cita-cita dalam hidupku. Tapi jika kenyataan itu akhirnya menghampiriku dan menjadi bagian dari setapak kehidupan yang harus aku jalani, bagaimana aku kuasa menolaknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BERMULA DARI INTERNET&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini semua tak lepas dari keakrabanku di dunia internet. Teknologi yang menyuguhkan sebuah dunia baru, dunia maya yang terkadang terasa sangat nyata di depan mata. Salah satunya dalam situs perjodohan dan jaringan pertemanan online inilah, aku menemukan sebuah komunitas dunia maya yang nyaman dan menyenangkan. Disini pula aku menemukan sosok laki-laki yang mendekati kriteria calon suami yang aku harapkan. Mas Yusuf, begitu aku memanggilnya waktu itu. Pertama kali mengenalnya, kupastikan bahwa dia bisa menjadi pelabuhan terakhirku. Walau pada awalnya, aku tidak terlalu “ngeh” dengan kehadirannya di dalam situs pencarian jodoh walau dia sering melihat profilku dan mengirimkan salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau perkenalan kami melalui internet, selanjutnya komunikasi kami lakukan melalui telepon. Saat itu kami berkenalan, saling menjajaki, mengetes dan menimbang-menimbang. Aku terkesan dan menaruh respek kepadanya karena di awal pembicaraan memang sudah serius ke arah pernikahan, jadi bukan sekedar untuk main-main atau sekedar iseng saja. Mas Yusuf adalah sosok yang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“unik”&lt;/span&gt; karena pemikirannya berbeda dengan kebanyakan laki-laki pada umumnya. Di mataku, dia punya kesan tersendiri karena pola pikirnya yang maju dan perfeksionis sehingga terkesan arogan. Dia sangat menikmati hidupnya dan kariernya bagus sebagai seorang pengusaha. Secara umum aku bisa menyelami pemikiran dan sikapnya dalam memandang hidup melalui pembicaraan panjang lebar. Terkadang muncul banyak perbedaan pandangan antara aku dan dia dalam menilai pasangan hidup. Baginya wajar jika kita harus selektif dan mempunyai kriteria ini dan itu. Sayangnya, kehidupannya hanya untuk bekerja dan bersenang-senang. Anehnya, aku bisa menerimanya, padahal aku tahu bahwa itu adalah kekurangannya yang sebenarnya tidak bisa aku terima seutuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Mas Yusuf dengan mudah bisa menelusuri sejauh mana kehidupanku, kepribadianku melalui tulisan di blogku  dan update statusku di jaringan pertemanan online. Aku ibarat buku terbuka, setiap orang yang membacanya akan mudah menangkap sosok bayanganku. Tapi lain dengan Mas Yusuf, bahkan “penampakannya” pun sulit aku lihat langsung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butuh waktu kurang lebih 4 bulan, akhirnya kami memutuskan untuk bertemu. Namun sebelumnya, tentu saja aku tidak serta merta mengiyakan ajakannya karena aku merasa belum ada keberanian saat itu, apalagi keluargaku pasti tidak akan mengijinkan aku menemui seorang laki-laki seorang diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah komunikasi yang terjalin semakin akrab dan hangat, muncul keinginan di hati yang begitu besar untuk segera bertemu. Bahkan, aku langsung saja menerima ajakannya, sesuai dengan tanggal yang sudah ditetapkannya. Padahal aku menyadari bahwa ajakan itu sedikit  bernada ancaman, jika aku tidak segera menemuinya, dia tidak akan bersedia menemuiku kapan pun. Aku dilema, apalagi keluargaku, tentu saja tidak bisa melepas kepergiaanku sendiri hanya untuk menemui seorang laki-laki. Akhirnya pertahananku jebol juga, hatiku mengatakan, bahwa kita harus segera bertemu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-BtOT6lGfO_M/TWDp6WI7PzI/AAAAAAAAA2w/6_D3DnDx_cQ/s1600/love022.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-BtOT6lGfO_M/TWDp6WI7PzI/AAAAAAAAA2w/6_D3DnDx_cQ/s320/love022.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5575713527269375794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KE JAKARTA MENJEMPUT CINTA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada September 2010, Bandara Soekarno Hatta menjadi saksi pertemuan pertama kami. Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam dari kotaku, akhirnya aku pun menginjakkan kaki di Jakarta. Mas Yusuf menjemputku,&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Duh, seperti apakah wujud nyata calon suamiku?”&lt;/span&gt; Jantungku berdebar-debar tak karuan. Hatiku pun masih diliputi kegundahan saat sms kukirim memberitahukan kedatanganku. Setelah antri mengambil bagasi, memastikan tidak ada yang tertinggal dan melewati custom chek, aku langsung menuju pintu keluar. Di luar pintu kedatangan, kulihat sosok laki-laki berkaos putih dan bercelana pendek menghampiriku. Dia segera mengenali kemunculanku dan tampak tersenyum dari kejauhan. Ah, rasa kikuk, malu dan deg-degan yang mendera sedari tadi langsung meleleh. Pelan dan pasti berubah menjadi rasa lega. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Alhamdulillah&lt;/span&gt;...akhirnya bisa bertemu dengan laki-laki yang beberapa bulan terakhir penasaran ingin aku temui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sepanjang perjalanan, sambil menyetir mobil, kami saling bercerita tentang latar belakang kehidupan, pekerjaan, keinginan, dan harapan ke depan. Sejauh itu komunikasi kami lancar-lancar saja, semuanya nyambung, nyaman dan mengalir. Sehingga kami menemukan kecocokan, lalu berkomitmen untuk melanjutkan pertemuan ini ke tahap yang lebih serius. Hanya dalam hitungan jam, aku bisa langsung jatuh cinta dengan sosok yang baru aku kenal itu, dan aku pun bisa merasakan hal yang sama terjadi pada dirinya. Mas Yusuf punya kesan tersendiri di pikiranku, laki-laki ini sungguh beda dengan kebanyakan laki-laki yang pernah aku kenal. Walau sisi hatiku yang lain mengatakan, mampukah aku mengimbangi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“keunikan”&lt;/span&gt; pribadinya yang terlihat egois, keras kepala, dan arogan itu? Tapi bagiku, justru karena  keunikannya itulah dia bisa meraih apa yang dia impikan selama hidupnya. Kerasnya kehidupan dia di masa lalu, memotivasi dirinya untuk menjadi orang sukses yang dihargai. Mungkin wajar menurutnya jika dia bisa percaya diri dengan apa yang dimilikinya sekarang karena dia bisa memberikan masa depan yang menjanjikan untuk orang yang dicintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;HAMPIR SAJA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kondisi lalu lintas ibukota yang tidak asing lagi tersohor dengan kemacetannya, membuat perjalanan kami terasa lama. Namun, tidak demikian dengan hati kami yang sedang kasmaran saat itu. Perasaan kami mengatakan bahwa, seharusnya kami bisa berlama-lama menikmati perjalanan ini sampai ke rumah.&lt;br /&gt;Rasa rindu yang sekian lama kami pendam, hampir saja menggiringku pada perbuatan nista. Entah apa yang sedang bergejolak di hati Mas Yusuf malam itu, tanpa sepengetahuanku, dia memarkirkan mobilnya di sebuah hotel mewah yang terletak di sudut kota Jakarta. Aku tidak sanggup bertanya. Tampak keletihan di wajahnya sehingga muncul keraguan, antara menolak usulannya untuk tidak beristirahat di hotel, atau mengiyakan tuntutan naluri untuk menghabiskan malam bersamanya, lalu menerima ajakannya untuk beristirahat sejenak? Kondisi ini membuat aku tidak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat mama....&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;”Kebodohan seorang perempuan manakala dia tidak bisa menjaga kehormatannya.”&lt;/span&gt; Itulah sebuah pesan mamaku terutama kepada anak gadisnya saat pertama mendapat haid. Mama begitu wanti-wanti mengingatkan kami anak-anak gadisnya untuk tetap menjaga kehormatan. Aku pun berujar, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Astaghfirullahal’adziim... Ya Allah, aku telah salah menilai dia. Aku tidak bisa menerima cara-cara seperti ini, tapi lidah begitu kelu menyampaikan!”&lt;/span&gt; Itulah doa yang aku ucapkan di kalbu sepanjang perjalanan dari tempat parkir hingga masuk ke dalam kamar hotel yang menggugah gairah. Aku yang belum pernah berada di dalam kamar hotel hanya bersama seorang laki-laki dewasa, baru belakangan ini kuketahui, laki-laki yang bersamaku malam itu, ternyata biasa hidup bebas, sudah terbiasa melakukan perbuatan nista dengan kekasih-kekasihnya terdahulu. Hampir saja membuatku terlena dan lupa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-cWzNWxs34pk/TWDqS4_nl1I/AAAAAAAAA24/_Kmz7QAe9Js/s1600/rose005.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-cWzNWxs34pk/TWDqS4_nl1I/AAAAAAAAA24/_Kmz7QAe9Js/s320/rose005.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5575713948942440274" /&gt;&lt;/a&gt;Lalu kekuatan datang padaku, aku pun mampu menolak ajakannya dan dia bisa menerima walau dengan entengnya dia berujar, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Jika kamu terbebani dengan kondisi ini, jangan pernah lagi bermimpi kita akan naik ke pelaminan, karena aku sudah terhina ditolak seperti malam ini!”&lt;/span&gt; Semandiri atau semodern apapun, sebagai wanita, aku terhenyak dengan sikapnya. Aku merasa dibuang, diabaikan, dan direndahkan. Rasa sakitlah yang membuat aku terhenyak karena sama sekali tidak menyangka rencana indah yang sedari tadi dirangkai, porak-poranda dalam waktu sekejap. Laki-laki itu sungguh keterlaluan, mengabaikan cinta tulusku hanya karena emosi sesaat yang tidak tersalurkan. Dia seperti cuci tangan dari semua janji-janji dan mimpi-mimpi tentang sebuah pernikahan yang suci yang sudah kami bahas sepanjang perjalanan itu. Aku tidak bisa merasakan apapun, semua seperti mimpi. Bahkan aku pun tidak bisa meneteskan airmata padahal begitu dalamnya kekecewaan yang aku rasakan. Laki-laki yang sudah 4 bulan kukenal dan baru saja kutemui, ternyata laki-laki yang tidak punya hati dan hanya mementingkan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bisa berlindung di balik sebuah kata permakluman....&lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Untung dia tidak berhasil merenggut milikku yang paling berharga!”&lt;/span&gt; Meski agak malu mengakui tapi selalu bersyukur karena Allah jua lah yang akhirnya menyelamatkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TAMPARAN DARI SANG RABB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, manusia boleh berencana, tapi Allah jua yang menentukan. Tiba-tiba aku seperti terbangun dari tidur panjang, lebih tepatnya tersentil keras. Kebodohan terus memayungi langkahku walau tidak sempat terjadi hal buruk pada diriku. Pengalaman-pengalaman buruk masa lalu, masih tergambar jelas di batok kepala. Seperti rekaman sebuah slide show yang diputar perlahan-lahan. Menyegarkan rasa takut dan sakit hati yang menggelegak bersemayam di dalam jiwaku. Aku mengadu sepuasnya pada-Nya. Aku berlinangan air mata saat bersimpuh pasrah di hadapan-Nya. Aku juga memohon ampun atas segala khilafku dan khilafnya. Aku tahu, Allah Maha Pengampun. Masya Allah, aku telah salah jika hanya mengharapkan kebahagian ragawi dan duniawi semata dari seorang manusia. Aku pun menyadari, justru perpisahan dengan laki-laki seperti Mas Yusuf itulah kebahagiaan yang sesungguhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Astaghfirullahal’adziim&lt;/span&gt;.... ini yang kesekian kalinya aku alami. Aku gagal lagi menilai seorang laki-laki yang bakal menjadi pasangan hidupku. Aku juga gagal memberikan kado terindah buat mama akan seorang calon mantu yang baik, beriman, sayang kepadaku dan juga keluargaku. Betapa besar harapan mama, agar aku segera menemukan calon pendamping dan secepatnya menikah. Agar mama sempat merasakan kebahagiaan seperti yang aku rasakan. Hidup bahagia bersama suami yang mencintaiku dan kucintai, lalu membina rumah tangga yang diidam-idamkan semua orang, yaitu rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warrahmah. Amin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah menegurku bahwa laki-laki itu bukanlah calon suami yang dikirimkan Allah untukku. Kuminta dengan sangat terperinci calon suami yang aku harapkan. Dan aku juga meminta agar Allah mengisi hatiku dengan keyakinan yang mantap ketika pria itu datang. Agar aku tahu dan yakin bahwa dialah jodoh yang Allah kirimkan untukku. Mungkin aku tidak pintar memilih, maka biar Allah sajalah yang memilihkan untukku. Bahwa cinta yang datang karena Allah. Bukan nafsu! Dan jodoh yang Allah kirimkan sudah pasti yang terbaik untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-UvTwMQb8jjk/TWDpdT_8q_I/AAAAAAAAA2g/oH5cB3YSHwE/s1600/Prast%2B89.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 235px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-UvTwMQb8jjk/TWDpdT_8q_I/AAAAAAAAA2g/oH5cB3YSHwE/s320/Prast%2B89.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5575713028478643186" /&gt;&lt;/a&gt;Namun aku selalu belajar dari pengalaman. Benar, pengalaman adalah guru terbaik. Bahwa segala sesuatu di dalam hidup terjadi karena alasan tertentu, bukan karena kebetulan atau akibat nasib baik atau nasib buruk. Dan hidup di dunia akan selalu ditempa oleh kesulitan, kekayaan, kehilangan sesuatu yang berarti, kebodohan, penderitaan, kekayaan, dan keterpurukan, silih berganti. Dan manusia diuji dengan semua itu. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Fainna ma’al ‘usri yusraa&lt;/span&gt;....Setelah kesulitan akan ada kemudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamparan Allah yang disampaikan dengan cara yang santun itu membuatku tersadar. Aku tercenung.... teringat akan sebuah kalimat bijak yang mengatakan, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Hati-hati, jangan mencintai manusia secara berlebihan. Cinta yang utama hanya kepada Allah SWT. Cinta kepada manusia tidak boleh melebihi cinta kepada Allah SWT.”&lt;/span&gt; Sabar dan tawakal kepada-Nya sajalah penghiburku. Bukankah jika Allah menghendaki seseorang baik, maka Allah akan memberinya ujian?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-3306086386638431964?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/3306086386638431964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2011/02/allah-sajalah-yang-memilihkan-untuk-ku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/3306086386638431964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/3306086386638431964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2011/02/allah-sajalah-yang-memilihkan-untuk-ku.html' title='ALLAH SAJALAH YANG MEMILIHKAN UNTUK KU'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-8UzmHfYDZfY/TWDpvsgTVlI/AAAAAAAAA2o/ABtyVl6O7y4/s72-c/Prast%2B90.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-1188436225090799597</id><published>2011-02-12T00:21:00.000-08:00</published><updated>2011-02-12T01:04:55.244-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Inspirasional'/><title type='text'>MENGUNDANG CINTA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-xvDQVtjkKFI/TVZMYKbYIUI/AAAAAAAAA2Q/qhrxVETX6R0/s1600/roseb017.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-xvDQVtjkKFI/TVZMYKbYIUI/AAAAAAAAA2Q/qhrxVETX6R0/s320/roseb017.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5572725566917321026" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu hari, seorang ibu yang hidup di suatu mas melihat tiga kakek berjenggot putih duduk di pekarangan rumahnya. Karena merasa tidak mengenal ketiga kakek itu, ibu tersebut lalu berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Rasanya saya tidak mengenal kalian. Tapi, kalian pasti lapar. Mari masuk dan makan apa adanya."&lt;br /&gt;"Apakah ada pria di dalam rumah?" tanya mereka.&lt;br /&gt;"Tidak. Mereka belum pulang dari bekerja," jawabnya.&lt;br /&gt;"Kalau begitu, kami tidak bisa masuk," sahut mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di malam hari, ketika suami dan anak laki-lakinya pulang, ibu itu lalu bercerita tentang apa yang terjadi.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Sana, bilang sama mereka saya sudah pulang. Undang mereka untuk makan bersama," kata suaminya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu itu lalu keluar dan mengundang ketiga kakek itu ke dalam rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Kami tak bisa masuk ke rumah ibu bersama-sama," kata mereka serentak.&lt;br /&gt;"Mengapa?" tanya ibu itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dari kakek itu menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Namanya adalah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kekayaan&lt;/span&gt;," katanya sambil menunjuk salah satu dari temannya. Sesudah itu, lalu menunjuk ke temannya yang lain, "Dia adalah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sukses&lt;/span&gt;, dan saya adalah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cinta&lt;/span&gt;. Sekarang diskusikan dengan suami ibu, siapa diantara kami yang akan diundang makan bersama," tambahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu itu lalu masuk ke dalam dan menceritakan hal ini kepada suaminya. Sesudah mendengar itu. suaminya sangat senang dan berkata,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Bagus sekali!" katanya.&lt;br /&gt;"Kalau begitu, mari kita undang Kekayaan. Ajak dia masuk dan biarkan dia mengisi rumah kita dengan kekayaan."&lt;br /&gt;Ibu tidak setuju.&lt;br /&gt;"Sayangku, mengapa kita tidak mengundang Sukses saja?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menantu perempuan yang ikut mendengarkan pembicaraan ayah dan ibu mertuanya mengajukan usul lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Apakah tidak lebih baik jika kita mengundang Cinta saja? Rumah kita akan dipenuhi dengan cinta!" katanya.&lt;br /&gt;"Benar juga menantu kita. Kalau begitu, kita undang Cinta sebagai tamu kita," kata si suami.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu itu lalu keluar dan bertanya kepada ketiga kakek itu, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Yang mana yang namanya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cinta&lt;/span&gt;? Mari masuk dan menjadi tamu kami."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cinta&lt;/span&gt; lalu berdiri dan mulai berjalan mengikuti ibu itu ke rumahnya. Kedua temannya juga berdiri dan berjalan mengikutinya. Melihat itu, si ibu kaget dan berkata, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Saya hanya mengundang &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cinta&lt;/span&gt;. Mengapa kalian berdua ikut? Katanya hanya salah satu yang boleh masuk?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-9oCLFnLSdaQ/TVZMjDyr5GI/AAAAAAAAA2Y/QeLDEf8vP1U/s1600/roseb013.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-9oCLFnLSdaQ/TVZMjDyr5GI/AAAAAAAAA2Y/QeLDEf8vP1U/s320/roseb013.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5572725754114597986" /&gt;&lt;/a&gt;Ketiga kakek itu menjawab serentak,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Jika ibu mengundang &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kekayaan&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sukses &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cinta&lt;/span&gt; tak bisa masuk. Jika ibu mengundang &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sukses&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kekayaan &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cinta&lt;/span&gt; tak bisa masuk. Tapi karena ibu mengundang &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cinta&lt;/span&gt;, kemanapun dia pergi, kami selalu bersamanya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dimana ada Cinta, di sana juga ada Kekayaan dan Sukses."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-1188436225090799597?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/1188436225090799597/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2011/02/mengundang-cinta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/1188436225090799597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/1188436225090799597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2011/02/mengundang-cinta.html' title='MENGUNDANG CINTA'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-xvDQVtjkKFI/TVZMYKbYIUI/AAAAAAAAA2Q/qhrxVETX6R0/s72-c/roseb017.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-1988628968614561231</id><published>2011-01-24T23:10:00.000-08:00</published><updated>2011-01-25T00:20:49.741-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ada Apa Dengan Aku'/><title type='text'>JANGAN BELI KUCING DALAM KARUNG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TT6FzbN2kCI/AAAAAAAAA1c/ta86_uhRgDs/s1600/Prast%2B48.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 211px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TT6FzbN2kCI/AAAAAAAAA1c/ta86_uhRgDs/s320/Prast%2B48.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566033308002193442" /&gt;&lt;/a&gt;Tidak pernah terpikirkan sebelumnya olehku bahwa aku akan menjalani kehidupan perjodohan seperti ini. Didorong oleh kondisi diri dan ketika usia mulai merambat naik, lalu tersadar akan kebutuhan seorang teman hidup, aku pun mulai menyadari dan jujur mengakui...&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Bahwa jodoh memang harus dicari!"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalimat ini sering kita dengar, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"bahwa jodoh Allah yang menentukan"&lt;/span&gt;. Bila Allah sudah menentukan, di tengah gelombang laut jawa pun, jodoh bisa bertaut. Cepat atau lambat, jodoh adalah masalah takdir dan rejeki, Allah yang menentukan, bukan manusia. Tapi manusia mempunyai pilihan dalam menjalani kehidupannya. Pilihan antara yang baik dan buruk. Setiap pilihan mempunyai konsekwensi masing-masing. Begitu juga Allah menentukan jodoh manusia, namun jalan dan caranya tergantung kepada manusia itu sendiri, karena Allah sudah menjanjikan antara surga dan neraka. Nah, kita mau memilih yang mana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebesar apapun usaha kita, jika belum waktunya Allah memberi restu, pasti tidak akan terwujud karena segala sesuatu pasti ada saat dan waktunya juga. Tapi Allah suka kepada umatnya yang berusaha/berikhtiar, bukan sekedar doa dan harapan semata. Dan bila tidak berikhtiar, mana mungkin pasangan bisa tiba-tiba datang ke pelukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhtiar yang dilakukan salah satunya melalui &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;kontak jodoh/Biro Jodoh di internet. &lt;/span&gt;Internet yang diciptakan di abad 20 ternyata menyumbangkan perubahan yang sangat signifikan atas pola hubungan saat ini. Begitu pula bagaimana sikap orang untuk memutuskan bergabung menjadi anggota di salah satu situs pencarian jodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga aku dalam menyikapi konsekwensi yang bakal terjadi saat aku terlibat di dalamnya. Banyak sekali masukan dari teman-teman lengkap dengan saran-saran, bahkan cerita-cerita yang terkesan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"menyeramkan",&lt;/span&gt; dengan tujuan agar aku waspada/hati-hati dalam mencari calon suami/laki-laki di dunia maya yang akan menjadi pasangan hidupku di dunia nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TT6GJxaMPkI/AAAAAAAAA1k/5qcZFgYVzC8/s1600/Prast%2B160.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 147px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TT6GJxaMPkI/AAAAAAAAA1k/5qcZFgYVzC8/s200/Prast%2B160.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566033691916648002" /&gt;&lt;/a&gt;Berjuta pertanyaan dan keraguan sempat muncul di awalnya. "Bagaimana mungkin bisa menerima seseorang yang tidak diketahui latar belakang dan kepribadiannya begitu saja? &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Begitu banyak kebohongan di dunia ini&lt;/span&gt;. Tidak sedikit kisah anak manusia yang berakhir bahagia menemukan belahan jiwanya di dunia maya, tapi banyak juga yang tertipu dan kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak mau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"menjudge"&lt;/span&gt; orang lain, apalagi menyamaratakan atas perbuatan buruk seseorang terhadap orang lain, dimana belum tentu semua orang mau dan atau mampu melakukannya. Terutama dalam urusan mencari jodoh, setiap orang pasti punya niat dan tujuan yang berbeda-beda. Kembali ke diri masing-masing, bagaimana menerima konsekwensi dari perbuatannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti pengalaman-pengalaman berikut yang aku dapati dari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"sharing" &lt;/span&gt;beberapa teman yang bergabung di dalam situs kontak jodoh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Laki-laki yang mendambakan istri yang sholeha, justru laki-laki yang tidak bersikap seorang laki-laki sholeh. Laki-laki yang diharapkan bisa menjadi imam di dalam keluarga, nyata-nyata &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;laki-laki munafik&lt;/span&gt; yang hanya mengharapkan kesenangan duniawi dengan cara-cara yang justru melecehkan kaum perempuan. Punya maksud-maksud dan intrik-intrik tertentu, padahal sang wanita tulus dan rela berbuat apapun demi membuktikan kesungguhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Laki-laki yang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"tidak punya hati"&lt;/span&gt;, hanya bermodalkan materi dan pundi-pundi duniawi serta dilandasi oleh kriteria ini itu yang tidak masuk akal, sehingga terkesan bahwa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"wanita bisa dibeli"&lt;/span&gt;. Menganggap cinta itu diibaratkan seperti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"proses jual-beli"....tidak cocok, ya...tidak jadi!"&lt;/span&gt; Sungguh menyakitkan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Laki-laki yang tutur katanya baik, bijaksana bak seorang nabi. Setelah berkomitmen sehidup semati dan berjanji akan menikahi sang pujaan hati, nyata-nyata mengingkari janji. Pergi begitu saja tanpa berita dan meninggalkan berjuta-juta tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Laki-laki yang mengaku di profil seorang duda, sudah lama hidup sendiri dan segera ingin mendapatkan pengganti, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;nyata-nyata masih mempunyai istri&lt;/span&gt; tapi hanya mencari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"mangsa"&lt;/span&gt;. Setelah mendapatkan "mangsa", berubah menjadi &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"KEONG RACUN'&lt;/span&gt; hanya ingin menikmati &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;CINTA SATU MALAM".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Laki-laki yang mempunyai profil bagus dan testimoni yang menarik, nyata-nayata cuma laki-laki iseng yang tidak berani berkomitmen, selalu menunda-nunda pertemuan tapi lebih doyan memilih &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"PHONESEX"&lt;/span&gt; dibandingkan berkomitmen untuk menuju seks yang halal dalam sebuah ikatan perkawinan yang halal pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang muncul pemikiran manusiawiku...."Apa sebenarnya yang diingini dari seorang laki-laki? Bukankah wadah ini merupakan jalan untuk mendapatkan pasangan hidup yang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"bener"&lt;/span&gt; bukan untuk satu atau dua hari saja? Bukan di sini tempatnya jika cuma ingin kenikmatan sesaat...Maaf jika aku harus katakan ini, walau tidak semua orang (siapapun dia), "Anda punya uang? Anda bisa beli perempuan yang juga mempunyai tujuan dan maksud-maksud yang sama! Sehingga tidak ada wanita yang tersakiti dan merugikan orang lain yang punya niat tulus mencari pasangan hidup yang bisa menjadi imam/pendamping dalam keluarga untuk mendapatkan ridho-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TT6Ghb7daOI/AAAAAAAAA1s/0pPBpR4_MMY/s1600/Prast%2B67.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 172px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TT6Ghb7daOI/AAAAAAAAA1s/0pPBpR4_MMY/s200/Prast%2B67.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566034098467465442" /&gt;&lt;/a&gt;Yah, begitulah kehidupan, terkadang sulit dimengerti dan dipahami. Terkadang muncul ego masing-masing dalam menyikapi hidup. Aku yakin semua ciptaan Allah itu baik dan bermanfaat. Tidak ada manusia yang sempurna dan setiap orang bisa berubah dan bijak rasanya jika tidak lagi mau terjatuh dalam kubangan yang sama. Rasanya juga tidak baik menilai orang terlalu cepat. Kita pikir seseorang hidupnya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"ngasal"&lt;/span&gt; ternyata hatinya tulus. Kita pikir seseorang sholeh/sholehah dan tutur kata yang super hebat bak seorang pemimpin yang bijaksana, nyatanya hatinya picik dan munafik. Kita tidak pernah tahu, karena mnusia tidak boleh dinilai dari penampilan luar, tapi dari dalam hatimya. Itulah pula sebabnya dalam mencari pasangan hidup, jangan melihat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"chasing-nya"&lt;/span&gt; saja, apalagi punya kriteria ini dan itu, sedangkan diri sendiri tidak pernah dan tidak mau mengoreksi diri sendiri. Terimalah apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya karena sesuatu yang kita anggap buruk belum tentu baik dan sesuatu yang kita anggap baik, belum tentu baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Jangan terjebak ekspektasi yang terlalu tinggi dan mengharap terlalu banyak, karena yang indah-indah itu terjadi kalau kita siap memberi."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku harus mengatakan, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Aku tidak sendiri, kita tidak sendiri!"&lt;/span&gt;. Tidak ada kata terlambat walau orang memandang wanita yang sudah berusia di atas 30 tahun belum juga menikah itu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"berat jodoh"&lt;/span&gt; atau dianggap terlalu pemilih atau terlalu mementingkan karir, namun mereka juga layak berusaha mencari yang terbaik menurut kapasitasnya. Pencarian cinta untuk mendapatkan pasangan hidup melalui kontak jodoh bukanlah sesuatu yang antik, aneh, salah atau pun yang sebenarnya terasa melecehkan ketika diucapkan oleh beberapa pihak yang tidak mengerti duduk perkara mengapa kami mesti menjalani perjodohan seperti ini. Sekali lagi, kembali ke diri masing-masing tiap-tiap orang. Bagiku, selagi jalan yang ditempuh lurus dan demi tujuan untuk mengharapkan ridho ALLAH SWT, Allah selalu membukakan jalan bagi umat-Nya yang meminta dengan ikhlas dan pasrah sesuai kaidah-kaidah-NYa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TT6HA7_m_RI/AAAAAAAAA10/ccU4mvdrJB4/s1600/Prast%2B145.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 189px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TT6HA7_m_RI/AAAAAAAAA10/ccU4mvdrJB4/s200/Prast%2B145.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566034639650749714" /&gt;&lt;/a&gt;Di sisi lain, aku pun harus tersadarkan, bahwa harus siap, kuat, dan tegar menerima sisi-sisi negatif dari hubungan yang (mungkin) sebagian orang menganggap tidak masuk akal. Termasuk menerima berjuta nasehat yang mengatakan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"MEMILIH JODOH JANGAN SEPERTI MEMBELI KUCING DALAM KARUNG!"&lt;/span&gt; Tapi aku yakin, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;seperti janji Allah, bahwa semua makhluk diciptakan berpasang-pasangan, artinya setiap manusia pun ada jodohnya apalagi bagi orang yang tiada putus berdoa dan berikhtiar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga jauh dari sempurna, jadi aku tidak pernah menuntut siapapun. Kecuali aku menginginkan ketulusan yang terlihat/tampak dari perbuatannya. Kita menuntut karena kita merasa memilikinya seutuhnya. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Prinsipku...Berjalan saja mengikuti alur. Luruskan niat baik, lalu jalankan niat itu dengan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin. Sisanya, serahkan semua urusan kepada Allah SWT. Dan yakin, bahwa semua tidak akan terjadi tanpa ijin Allah. Pada akhirnya, syukuri saja semua hal yang kita capai dalam hidup. It's simple!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-1988628968614561231?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/1988628968614561231/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2011/01/jangan-beli-kucing-dalam-karung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/1988628968614561231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/1988628968614561231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2011/01/jangan-beli-kucing-dalam-karung.html' title='JANGAN BELI KUCING DALAM KARUNG'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TT6FzbN2kCI/AAAAAAAAA1c/ta86_uhRgDs/s72-c/Prast%2B48.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-1634523135336957066</id><published>2011-01-13T23:04:00.000-08:00</published><updated>2011-01-14T00:18:15.017-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curahan Hatiku'/><title type='text'>HIKMAH YANG KUPETIK!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TTAEeHHcrmI/AAAAAAAAA00/igizwC-mcyc/s1600/KAGAYA060.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 197px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TTAEeHHcrmI/AAAAAAAAA00/igizwC-mcyc/s320/KAGAYA060.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561950455155437154" /&gt;&lt;/a&gt;Ternyata pengalaman waktu tidak akan pernah bisa ditahan. Begitu juga saat alam mengubah apa yang ada dalam diri manusia. Tuhan bisa melakukan apapun yang Dia kehendaki, kita hanya debu yang bisa terhembus kapanpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari ini aku mala meng-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;update &lt;/span&gt;blog ku ini. Lagi-lagi aku hanya bisa berlindung di balik kata-kata permakluman....&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Lagi sibuk, lagi malas, dan lagi tidak &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mood&lt;/span&gt;!"&lt;/span&gt; Tiga kata yang ternyata akhirnya menimbulkan kesan ketidak konsekwensian ku akan sebuah mimpi menjadi seorang penulis sejati. Tapi apa mau dikata jika ternyata cita-cita tersebut akan terwujud jika salah satu bahkan tidak ada sama sekali tiga kata itu melekat di hari-hari ku. Iya seharusnya, jangan ada kata malas, tidak &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mood&lt;/span&gt;, atau karena kesibukan. Sesibuk apapun, kejadian apapun yang disebabkan karena lagi malas, lagi sibuk, atau karena lagi tidak &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mood&lt;/span&gt;, justru bisa menjadi sebuah cerita. Dan aku harus profesional dan total!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang terjadi pada diriku beberapa bulan ke belakang. Kejadian-kejadian berlalu tanpa mampu aku uraikan tapi seperti selalu aku komitkan ke dalam diriku, bahwa aku selalu koreksi diri mencoba mengetahui apa yang salah pada diriku ketimbang harus menyalahkan orang lain, apalagi harus menyalahkan keadaan. Menyalahkan orang lain atas buruknya kehidupan, adalah reaksi alamiah orang yang malas memperbaiki kehidupannya sendiri. Aku pikir, kejadian-kejadian menyedihkan yang aku alami tahun kemaren adalah akhir dari segalanya, tapi ternyata justru awal dari proses kehidupanku selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin, tidak ada manusia yang sempurna dan setiap orang bisa berubah. Setiap orang punya kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri. Bijaksana rasanya jika mau belajar dan mengambil hikmah dari pengalaman masa lalu. Dan bodoh namanya, jika tidak mau merubah diri dan jatuh ke dalam kubangan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TTAE2YZS8OI/AAAAAAAAA1E/PJul5LiTpbA/s1600/KAGAYA007%2Bresized.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 207px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TTAE2YZS8OI/AAAAAAAAA1E/PJul5LiTpbA/s320/KAGAYA007%2Bresized.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561950872110559458" /&gt;&lt;/a&gt;Aku memandang hidup sebagai pilihan. Kemanapun kita berjalan dan pergi selalu dihadapkan dengan pilihan. Pilihan antara yang yang baik dan buruk. Pilihan yang terkadang tidak mudah mudah diputuskan. Setiap pilihan pasti punya konsekwensi sendiri. Setiap pilihan harus diperjuangkan, harus pintar-pintar dan hati-hati memilihnya. Jangan sampai salah dan keliru menentukan pilihan. Dan yang paling penting harus bisa mengelola pilihan dengan baik. Intinya, ambil hal-hal positif atau baik dari pilihan yang buruk, yang jelek atau jahat kita buang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia tidak boleh dinilai dari penampilan luar, tapi dari dalam dan hatinya. Yang terlihat baik dari luar, belum tentu baik dalamnya. Mungkin ada sesuatu yang disembunyikan, mungkin ada kepura-puraan.Tidak baik menilai orang lain. Kita pikir seseorang hodupnya "ngasal" ternyata hatinya tulus. Kita pikir seseorang taat dan hebat dalam bertutur kata, ternyata hatinya picik. Kita tidak akan pernah tau, yang terlihat baik di luar, belum tentu baik dalamnya. Mungkin ada sesuatu yang disembunyikan, mungkin ada kepura-puraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin semua ciptaan Allah itu baik dan bermanfaat, jadi jangan melihat fisiknya. Jangan punya kriteria ini dan itu. Yang terpenting adalah bisa mengerti dan menerima apa adanya. Terimalah apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku justru melihat sisi positif  dari kegagalanku kemaren. Terutama dalam percintaan. Kesannya perempuan itu lemah terhadap cinta, tidak berdaya. Aku tidak mau seperti itu. Aku ingin menjadi wanita yang tegar dan kuat terhadap cinta. Tidak cengeng begitu ditinggal kekasihnya dan tidak mengemis cinta. Dan aku menyadari, hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi. Memang tidak mudah memahami dan mengenali pasangan secara utuh. Terkadang muncul ego masing-masing dalam menyikapi masalah. Muncul konflik baru. Perlu berbagi kesabaran untuk saling mengerti dan saling memahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TTAFTwZNSAI/AAAAAAAAA1M/SxxQfiDahj4/s1600/KAGAYA037.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 199px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TTAFTwZNSAI/AAAAAAAAA1M/SxxQfiDahj4/s320/KAGAYA037.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561951376768845826" /&gt;&lt;/a&gt;Aku percaya pada proses. Proses yang baik akan menghasilkan hal yang baik juga. Dan proses itu butuh kesabaran dan waktu. Karena cepat atau lambat itu masalah takdir dan rejeki. Allah yang menentukan bukan manusia. Sebesar apapun usaha kita, jika belum waktunya, Allah belum memberi restu, pasti tidak akan terwujud. Karena segala seuatu pasti ada saat dan waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus selalu bersyukur sama Allah. Harus bersyukur dengan segala pemberian Allah. Ketika turun, pasti ada hikmah yang bisa dipetik. Sejauh mana perjuangan hidup kita, bisa bangkit kembali. Jangan terus-menerus di bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu di dalam hidup terjadi karena alasan tertentu, bukan karena kebetulan atau akibat nasib baik atau nasib buruk. Penyakit, cedera, cinta, kehilangan sesuatu yang berarti, dan kebodohan, semuanya terjadi untuk menguji kesabaran kita. Tanpa ujian-ujian kecil ini, hidup akan terasa datar, lurus dan tak ada tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang menyakiti kita, mengkhianati, atau membuat kita patah hati, maafkan mereka. Mereka membantu kita belajar tentang kepercayaan dan pentingnya sikap berhati-hati, kepada siapa kita membuka hati. Sebaliknya, jika seseorang mencintai kita, cintai balik secara tidak bersyarat, bukan hanya karena mereka mencintai kita, tapi karena mereka mengajari kita untuk mencintai dan membuka hati dan mata kita untuk hal-hal yang tak pernah akan kita lihat atau rasakan tanpa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berubah? Sesungguhnya yang terjadi sebelum ini adalah, justru aku berubah menjadi orang yang "kerdil", tidak berdaya karena kebodohanku sendiri, dan menentang kehendak Allah. Aku menyadari aku telah "bodoh". Tapi sesungguhnya pula aku bukan orang bodoh yang mau berlama-lama larut dalam kesengsaraan hati. Aku selalu berprinsip begini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Serahkanlah hatimu kepada kebaikan, karena hanya dengannya hatimu menjadi bening. Dan ketahuilah bahwa kebeningan hatimu menentukan kemampuanmu untuk melihat yang tidak bisa dilihat oleh mereka yang hatinya suram." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku ingin membuat setiap hari bermakna. Hargai setiap saat dan nikmati segala sesuatu yang kita raih atau alami. Kemungkinan kita tak pernah bisa mengalaminya lagi."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TTAFrFCWMHI/AAAAAAAAA1U/j0OJB1_EaVQ/s1600/KAGAYA001.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 199px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TTAFrFCWMHI/AAAAAAAAA1U/j0OJB1_EaVQ/s320/KAGAYA001.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561951777447096434" /&gt;&lt;/a&gt;Aku boleh saja bangga, aku tetap saja manusia biasa yang terkadang masih sering  lupa. Alhamdulillah....Aku selalu mengambil hikmah positif dari setiap peristiwa dan kejadian yang aku alami. Dan selalu berharap yang terbaik selalu menghampiri hidupku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tuhan tidak akan menaruh kita dalam keadaan yang kesulitannya lebih besar daripada kemampuan kita untuk mengatasinya.&lt;br /&gt;Kita tidak akan pernah mengenali kekuatan kita, sampai kita menemui kesulitan. Dan aku tidak pernah menyalahkan Allah untuk sesuatu yang bisa diperbaiki."&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-1634523135336957066?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/1634523135336957066/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2011/01/hikmah-yang-kupetik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/1634523135336957066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/1634523135336957066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2011/01/hikmah-yang-kupetik.html' title='HIKMAH YANG KUPETIK!'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TTAEeHHcrmI/AAAAAAAAA00/igizwC-mcyc/s72-c/KAGAYA060.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-2428057645422033234</id><published>2010-12-28T00:07:00.000-08:00</published><updated>2010-12-28T00:17:06.038-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Inspirasional'/><title type='text'>ADA KEMAUAN ADA JALAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TRmc5by_8eI/AAAAAAAAA0s/f4D0kZA6pz4/s1600/Natural%2B%2526%2BScenery%2B%252842%2529.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TRmc5by_8eI/AAAAAAAAA0s/f4D0kZA6pz4/s200/Natural%2B%2526%2BScenery%2B%252842%2529.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555644125866357218" /&gt;&lt;/a&gt;Al kisah, tersebutlah seorang pria tua yang hidup sendiri di sebuah desa. Suatu hari, ia ingin menanam kentang di kebun dibelakang rtumah tapi tak sanggup menggali tanah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak satu-satunya yang bisa membantunya sedang di penjarakan. Pria tua itu lalu menulis surat ke anaknya, menceritakan situasinya. Menyatakan kesedihannya tak bisa menanam kentang tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Saya sedih karena ibu mu selalu senang menanam. Saya sudah terlalu tua untuk menggali tanah yang keras. Kalau saja kamu ada di rumah, saya pasti bisa menanamnya. Saya tahu, kamu akan menggali dan membuat petak untuk tanam kentang. Sayangnya, saat ini kamu ada di penjara,” tulisnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, pria tua itu menerima surat dari anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Ayah, jangan gali kebun itu. Saya mengubur senapan di kebun itu,” begitu bunyinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokannya, serombongan polisi dan detektif datang ke rumah pria tua itu, lalu menggali seluruh kebun, tapi tidak menemukan senapan.&lt;br /&gt;Pria itu bingung dan kembali menulis surat kepada anaknya, menceritakan apa yang terjadi dan menanyakan apa yang harus dilakukannya selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Silahkan Ayah tanam kentang di tanah yang telah digali oleh mereka. Ayah, inilah yang terbaik, yang bisa saya lakukan untuk Ayah dari sini,” jawab anaknya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dimanapun kita berada di dunia ini, jika kita memutuskan mengerjakan sesuatu dari hati yang terdalam, kita pasti bisa melakukannya. Yang penting adalah kemauan dan mau memikirkan, bukan dimana kita atau dimana seseorang berada.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-2428057645422033234?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/2428057645422033234/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/12/ada-kemauan-ada-jalan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/2428057645422033234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/2428057645422033234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/12/ada-kemauan-ada-jalan.html' title='ADA KEMAUAN ADA JALAN'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TRmc5by_8eI/AAAAAAAAA0s/f4D0kZA6pz4/s72-c/Natural%2B%2526%2BScenery%2B%252842%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-3165729333719601108</id><published>2010-12-10T18:22:00.000-08:00</published><updated>2010-12-10T18:36:37.351-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Inspirasional'/><title type='text'>HIKMAH BUAH WALNUT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TQLjngKgEDI/AAAAAAAAA0g/nsu4wvm7CyA/s1600/lake1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TQLjngKgEDI/AAAAAAAAA0g/nsu4wvm7CyA/s200/lake1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549247958662254642" /&gt;&lt;/a&gt;Di suatu hari yang panas, Nasruddin mencari angin di bawah pohon walnut. Sambil berbaring, Nsruddin mengamati pohon walnut yang tinggi dengan buahnya yang kecil. Nasruddin heran, mengapa walnut yang sekecil itu tumbuh diatas pohon raksasa, sementara labu yang besar tumbuh pada batang merambat yang rapuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Allah Maha Besar, Allah Maha Tahu,” katanya, “tapi apa bijaksana pohon sebesar ini diciptakan hanya untuk menghasilkan walnut kecil sebagai buah? Pohonnya punya batang yang kokoh dan dahan yang kuat sehinga bisa dengan mudah menanggung labu yang besar, yang tumbuh pada batang kurus dan lemah, yang tidak bisa menanggung berat dari buahnya sendiri. Apakah tidak lebih baik walnut tumbuh pada batang yang lemah dan labu tumbuh pada batang pohon yang kokoh?” tanyanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah berkata begitu di dalam hati, Nasruddin tertidur. Ia terbangun ketika sebuah walnut jatuh dan menimpa dahinya. Melihat apa yang terjadi pada dirinya, Nasruddin langsung memuliakan Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Allah Maha Tinggi Allah Maha Besar!”&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kalau saja dunia ini diciptakan menurut pikiran saya yang sangat picik, kemungkinan labu yang akan jatuh dari pohon dan menimpa kepala saya. Kemungkinan nyawa saya melayang karenanya. Allah Maha Baik! Allah Maha Bijaksana!” katanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu Nasruddin tidak pernah lagi mempertanyakan kebijaksanaan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-3165729333719601108?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/3165729333719601108/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/12/hikmah-buah-walnut.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/3165729333719601108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/3165729333719601108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/12/hikmah-buah-walnut.html' title='HIKMAH BUAH WALNUT'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TQLjngKgEDI/AAAAAAAAA0g/nsu4wvm7CyA/s72-c/lake1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-1007787409046224860</id><published>2010-11-25T23:04:00.000-08:00</published><updated>2010-11-25T23:08:08.045-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sahabatku'/><title type='text'>MEMILIH SAHABAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TO9cttPgEiI/AAAAAAAAA0Q/imbLWuXVJCs/s1600/distro_238.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 270px; height: 269px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TO9cttPgEiI/AAAAAAAAA0Q/imbLWuXVJCs/s320/distro_238.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543751606624850466" /&gt;&lt;/a&gt;Pesanan al-Qamah (seorang sahabat Rasulullah saw) kepada anaknya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, pilihlah sahabat yang suka melindungi sahabatnya, dia adalah hiasan diri kita dan jika kita dalam kekurangan nafkah, dia suka mencukupi keperluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pilihlah seorang sahabat yang apabila engkau menghulurkan tangan untuk memberikan jasa baik atau bantuanmu, dia suka menerima dengan rasa terharu, jikalau ia melihat kebaikan yang ada pada dirimu, dia suka menghitung-hitungkan (menyebutnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pilihlah seorang sahabat yang apabila engkau menghulurkan tangan untuk memberikan jasa baik atau bantuanmu, ia suka menerima dengan rasa terharu dan dianggap sangat berguna, dan jika ia mengetahui mengenai keburukan dirimu ia suka menutupinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, pilihlah sahabat yang jikalau engkau meminta sesuatu daripadanya, pasti ia memberi, jikalau engkau diam, dia mula menyapamu dulu dan jika ada sesuatu kesukaran dan kesedihan yang menimpa dirimu, dia suka membantu dan meringankanmu serta menghiburkanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, sahabat yang jikalau engkau berkata, ia suka membenarkan ucapan dan bukan selalu mempercayainya saja. Jikalau engkau mengemukakan sesuatu persoalan yang berat dia suka mengusahakannya dan jika engkau berselisih dengannya, dia suka mengalah untuk kepentinganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber : Herizal Alwi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-1007787409046224860?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/1007787409046224860/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/11/memilih-sahabat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/1007787409046224860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/1007787409046224860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/11/memilih-sahabat.html' title='MEMILIH SAHABAT'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TO9cttPgEiI/AAAAAAAAA0Q/imbLWuXVJCs/s72-c/distro_238.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-7258860823136747667</id><published>2010-11-10T00:49:00.000-08:00</published><updated>2010-11-25T23:11:30.700-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sahabatku'/><title type='text'>FITUR SEORANG SAHABAT YANG BAIK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TO9dja52OFI/AAAAAAAAA0Y/7NzRAAOoKAQ/s1600/ilo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 104px; height: 81px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TO9dja52OFI/AAAAAAAAA0Y/7NzRAAOoKAQ/s320/ilo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543752529415125074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Seorang bijak berpesan kepada anaknya: "Wahai anakku, jika engkau merasa perlu untuk bersahabat dengan seseorang, maka hendaklah engkau memilih orang yang sifatnya seperti berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jika engkau berbakti kepadanya, dia akan melindungi kamu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jika engkau rapatkan persahabatan dengannya, dia akan membalas balik persahabatan kamu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jika engkau memerlu pertolongan daripadanya, dia akan membantu kamu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jika engkau mengulurkan sesuatu kebaikan kepadanya, dia akan menerimanya dengan baik;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jika dia mendapat sesuatu kebajikan (bantuan) dari kamu, dia akan menghargai atau menyebut kebaikan kamu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jika dia melihat sesuatu yang tidak baik dari kamu, dia akan menutupnya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Jika engkau meminta bantuan daripadanya, dia akan mengusahakannya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Jika engkau berdiam diri (karena malu hendak meminta), dia akan menanyakan kesusahan kamu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Jika datang sesuatu bencana menimpa dirimu, dia akan meringankan kesusahan kamu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Jika engkau berkata kepadanya, niscaya dia akan mengizinkan kamu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Jika engkau merencanakan sesuatu, niscaya dia akan membantu kamu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Jika kamu berdua berselisih faham, niscaya dia lebih senang mengalah untuk menjaga kepentingan persahabatan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Dia membantumu menunaikan tanggungjawab serta melarang melakukan hal buruk dan maksiat;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Dia mendorongmu mencapai kejayaan di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sebagai remaja (rasanya bukan cuma remaja) yang terlepas dari pandangan ayah ibu berhati-hatilah jika memilih kawan. Karena teman, kita bahagia tetapi kawan juga bisa merusak kita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Sumber : Herizal Alwi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-7258860823136747667?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/7258860823136747667/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/11/fitur-seorang-sahabat-yang-baik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/7258860823136747667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/7258860823136747667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/11/fitur-seorang-sahabat-yang-baik.html' title='FITUR SEORANG SAHABAT YANG BAIK'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TO9dja52OFI/AAAAAAAAA0Y/7NzRAAOoKAQ/s72-c/ilo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-4872507513484348679</id><published>2010-11-07T21:26:00.000-08:00</published><updated>2010-11-07T22:47:34.264-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ada Apa Dengan Aku'/><title type='text'>KAMAR TIDUR, TEMPAT TIDUR DAN TIDUR !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TNeU0C7fffI/AAAAAAAAAz4/q-nm119qzNk/s1600/06092010044.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TNeU0C7fffI/AAAAAAAAAz4/q-nm119qzNk/s200/06092010044.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5537057888735821298" /&gt;&lt;/a&gt;Aku sibak tirai jendela kamar. Aku pandangi suasana di luar, tampak hujan begitu deras membasahi apapun yang ada di bumi. Titik-titik air yang turun dari langit seolah-olah berkejaran dan siap menggenangi permukaan tanah yang beberapa hari tampak tandus karena hujan tidak jua datang menghampiri. Tanah pun mengeluarkan bau yang khas karena ketandusannya.&lt;br /&gt;Langit spontan berwarna abu-abu. Akh, mungkinkah sama warnanya dengan hatiku, abu-abu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan…tanpa bisa aku tahan. Bulir-bulir air mengalir di pipiku. Tak bisa lagi kubendung. Raut wajah bisa aku tutupi, tapi perasaan ini tidak bisa lagi diajak kompromi. Namun perasaan ini terasa sedikit terobati, justru kala aku mampu mengeluarkan seluruh isi hatiku melalui tetes demi tetes air mata yang jatuh. Ada kenikmatan dan sensasi tersendiri. Entahlah, mungkin ini cara yang terbaik, atau memang sudah saatnya sensasi seperti ini aku lakukan, hingga harus berulang-ulang  dan berulang kali dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah saat ini hatiku gundah gulana? Ah.....terpaksa mengakui. Walau jujur di dalam sanubari tidak pernah mampu mengelak dari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“kebiasaan takdir” &lt;/span&gt; harus selalu dengan cara-cara seperti ini. Menangis! Di kamar tidurku yang penuh kedamaian, dia atas sebuah tempat tidur aku tumpahkan segala kesedihanku. Hingga akhirnya nanti, aku menjadi lelah sendiri dan tertidur......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KAMAR TIDUR......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TNeLOO99vGI/AAAAAAAAAzo/LjCGMNqnOnU/s1600/IMG0108A.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 160px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TNeLOO99vGI/AAAAAAAAAzo/LjCGMNqnOnU/s200/IMG0108A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5537047343527738466" /&gt;&lt;/a&gt;Menyebut kata &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“kamar tidur”&lt;/span&gt;, tidak aneh memang. Yah....kamar tidur adalah salah satu ruangan di dalam rumah dimana di dalam ruangan ini segala aktifitas yang sifatnya pribadi bisa kita lakukan. Namanya juga kamar tidur, aktifitas sehari-hari  yang biasa dan lazim kita lakukan di kamar tidur,  salah satu bentuk kegiatan itu tak lain adalah tidur.  Kamar tidur jugalah yang merupakan tempat yang paling aku favoritkan diantara ruang-ruang lainnya di dalam rumahku. Aku lebih memilih berada di ruangan ini jika aku ingin mendapatkan kedamaian, dan melepaskan ketegangan dari rutinitas pekerjaan yang melelahkan. Nyaman aku rasakan. Segala keperluan aku lengkapi untuk menunjang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“rasa betah”&lt;/span&gt; yang aku ciptakan untuk diriku pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merapikan beberapa buku yang tidak lagi tersusun rapi di rak, mungkin karena tadi pagi aku buru-buru mengambilnya sehingga aku tidak sempat untuk mengembalikan kerapiannya seperti semula. Dan beberapa benda yang aku rasa tidak enak dipandang mata berada di tempat yang tidak seharusnya. Aku memang pembersih dan sangat memperhatikan kebersihan , terutama  kerapian kamarku.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menuju ke sudut kamar, aku  raih remote TV, lalu  menghidupkan tombol ON dan memilih program musik. Aku merasa perlu mendapatkan hiburan  untuk menentramkan hatiku yang masih galau. Walau aku tidak tau, aku bisa menikmatinya atau tidak. Aku  menuju ke sudut lainnya, dimana aku meletakkan beberapa perangkat alat elektronik seperti TV, Tape dan DVD. Namun aku sempat ragu,”apakah mungkin aku sebaiknya menghidupkan DVD atau tape saja untuk menghibur ku hari ini?" Akhirnya aku memutuskan, aku memilih memutar DVD yang menjadi  temanku hari ini. Seakan terbawa emosi dan perasaanku. Aku mengikuti alunan lagu ini.....&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;“JIka ada yang bilang ku berubah....Jangan Kau dengar.......&lt;br /&gt;Jika ada yang bilang kutak baik.....Jangan Kau dengar.......&lt;br /&gt;Banyak cinta yang datang mendekat..... kumenolak.......&lt;br /&gt;Semua itu karna......kucinta kau......”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahdu terdengar dan rasa nyaman mulai merayap ke sekujur tubuhku. Itulah sebabnya, mengapa aku lebih banyak menghabiskan waktu-waktu ku di kamar tidur. Di kamar tidurku pula merupakan saksi bisu terhadap semua hal yang telah, sedang, dan apa yang akan aku lakukan. Melakukan rutinitas harian, melepaskan keletihan dan menumpahkan segala kesedihan serta meng-istirahatkan badan......hingga aku terlelap. Semua itu aku lakukan di atas tempat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TEMPAT TIDUR.........&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TNeK2ZiczmI/AAAAAAAAAzg/Uiarflj2KAY/s1600/IMG0112A.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 160px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TNeK2ZiczmI/AAAAAAAAAzg/Uiarflj2KAY/s200/IMG0112A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5537046934048263778" /&gt;&lt;/a&gt;Apa yang terpikir jika menyebut kata-kata ini? Tempat di saat-saat kita melepaskan segala kepenatan.  Setelah seharian beraktifitas, walau hanya butuh beberapa waktu saja untuk menikmati nyamannya untuk merebahkan anggota tubuh dan merasakan kehangatannya. Wajar rasanya bila tempat ini disebut-sebut sebagai tempat tidur, yach.....tempat biasa kita merebahkan tubuh, melapaskan penat dan terlelap bersama mimpi-mimpi, apapun mimpi itu adalah mimpi indah atau malah mimpi buruk sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merebahkan tubuhku, ach....lega rasanya. Sejenak pikiran ku melayang akan kejadian-kejadian yang telah aku lewati hari ini. Sebenarnya aku malas untuk memikirkan kejadian yang sempat membuat aku tidak enak hati tapi, itu terpaksa harus terpikirkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun tersentak, tidak ada gunanya menyesali sesuatu yang sudah terjadi. Aku ikhlaskan saja dan akan aku jadikan pengalaman berharga dari semua kejadian itu. Lalu ku raih sebuah novel romantis untuk ku baca. Aku rasa lebih baik begini. Terasa syahdu, ditunjang dengan nyanyian lirih yang ku putar sedari tadi. Suasana ini berubah drastis menjadi kenyamanan yang tidak bisa aku beli di luar sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayup-sayup kudengar dengan perasaan, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tertatih-nya Kerispatih&lt;/span&gt;, sungguh-sungguh membangkitkan kenangan itu......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aku berjalan di dalam asing dunia&lt;br /&gt;Aku mencoba .... ingatmu... dan.....&lt;br /&gt;Aku tlah hancur lebih dari berkeping-keping&lt;br /&gt;Karna cintaku karna rasaku yang tulus padamu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu dalamnya aku terjatuh dalam  kesalahan rasa ini.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur aku tak sanggup, aku tak bisa&lt;br /&gt;Aku tak mampu dan aku tertatih&lt;br /&gt;Semua yang pernah kita lewati&lt;br /&gt;Tak mungkin dapat ku dustai meskipun harus tertatih......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu dalamnya.... aku terjatuh  dalam  kesalahan rasa ini......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak sanggup, aku tak bisa&lt;br /&gt;Aku tak mampu dan aku tertatih&lt;br /&gt;Semua yang pernah kita lewati&lt;br /&gt;Tak mungkin dapat ku dustai  meskipun harus tertatih&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TIDUR.......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TNeU-coQkZI/AAAAAAAAA0A/GRKDgJPpg1M/s1600/DSC02243.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 112px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TNeU-coQkZI/AAAAAAAAA0A/GRKDgJPpg1M/s200/DSC02243.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5537058067433165202" /&gt;&lt;/a&gt;Aku tidak tahu sudah berapa lama aku melewati hari-hariku di kamarku yang nyaman, di tempat tidurku yang empuk. Secara samar-samar aku tidak menyadari pikiranku melayang pada suatu kejadian beberapa bulan ke belakang. Rasanya  sebentar saja kukecap kebahagiaan bersamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ach....lagi-lagi aku terpaksa harus menuliskan juga kisah ini terutama kisah singkat yang sebenarnya ingin cepat-cepat aku hapuskan dari sejarah hidupku. Tapi aku tidak mampu dan tidak bisa mengingkari bahwa kisah itu pernah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jujur, aku memang sedih sekali. Karena cerita kita tidak berakhir seperti yang kita harapkan. Selama ini dikau juga tahu bahwa aku selalu krisis percaya diri menyangkut hubungan kita. Aku tidak yakin bahwa diriku cukup layak menerima semua perhatian, kasih sayang, pengertian dan cinta dari. Aku mungkin tidak percaya bahwa tersedia banyak stok dalam hatimu untuk memahami diriku. Aku ragu dengan diriku sendiri. Aku ditakuti oleh fikiranku sendiri, begitu dikau menilai aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan yang muncul saat ini begitu nyesak, lalu aku pengen nangis, tapi air mataku malah  tidak mau tumpah, aku ingin menuntaskan apa yang mengganjal di hatiku, tapi hatiku tidak mau meledak. Aku senewen, mungkin hanya dengan menuliskan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;messege &lt;/span&gt;inilah perasaanku bisa sedikit kudamaikan. Tapi terlepas dari semuanya. Dengan tulus dan jujur aku kembalikan padamu, sudah lama ingin aku katakan ini tapi aku masih menyayangimu dan aku tidak pernah sanggup hidup sendiri tanpa seseorang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Walau akhirnya, hatiku mengatakan.... seleksilah, tinjau ulang..... mungkin aku benar-benar bukan orang yang tepat menjadi partnermu meneruskan semua idealismemu, karena aku  mungkin tidak pernah benar-benar punya kemampuan untuk memahamimu seperti yang engkau lakukan terhadapku. Kita tidak &lt;span style="font-style:italic;"&gt;balance&lt;/span&gt;, aku tidak ingin dikau berkorban terlalu banyak untukku.....Aku tidak butuh dikasihani.....!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Maaafkan aku......Aku banyak dapat pelajaran berharga yang menuntun aku pada kemampuan untuk merubah mindset. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika bukan karena perasaan tersakiti dan takut dikatakan berputus asa, dan rasanya tidak sebanding dengan rahmat yang telah Tuhan berikan kepadaku selama hidupku, seandainya boleh mengatakan......Aku ingin terlelap selamanya. Maafkan aku Tuhan, aku berharap perasaan terluka seperti ini sebentar saja menghampiri hari-hariku. Itulah sebabnya pula, jika aku hanya bisa dan merasa tenang jika hanya melewati hari-hari hanya dengan berlama-lama di kamar, agar aku bisa melakukan apa saja di tempat tidur,termasuk menuliskan kisah ini..... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya, aku merasa.....mata ku pun sudah menunjukkan tanda-tanda meredup. Aku selalu berharap, semua masalahku ikut tertidur berganti dengan mimpi-mimpi indahku yang masih ingin kureguk untuk masa depanku bersama seseorang yang kucintai dan mencintaiku......apa adanya, tanpa syarat yang nyata-nyata mengabaikan rasa cinta dan sayang yang sesungguhnya..... selamanya. Amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-4872507513484348679?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/4872507513484348679/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/11/kamar-tidur-tempat-tidur-dan-tidur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/4872507513484348679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/4872507513484348679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/11/kamar-tidur-tempat-tidur-dan-tidur.html' title='KAMAR TIDUR, TEMPAT TIDUR DAN TIDUR !'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TNeU0C7fffI/AAAAAAAAAz4/q-nm119qzNk/s72-c/06092010044.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-5940691148682509991</id><published>2010-10-17T01:44:00.000-07:00</published><updated>2010-10-17T01:56:32.757-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Goresanku'/><title type='text'>RAHASIA HATI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TLq4znybWXI/AAAAAAAAAxo/AKVQlish07w/s1600/8.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 112px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TLq4znybWXI/AAAAAAAAAxo/AKVQlish07w/s200/8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528934689544034674" /&gt;&lt;/a&gt;Malam sudah larut, hari telah menjadi sunyi. Hanya suara detak jam dinding dan sesekali terdengar deru kendaraan yang melintas. Aku termangu di sudut tidurku. Lalu aku bangkit untuk duduk di dalam gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Aku menghela napas dalam-dalam. Ada perasaan sedih. Perasaan sebagai orang yang kalah. Rasanya sungguh tidak enak menjadi orang yang kalah. Benarkah aku telah pergi darimu? Kusadari ketololanku. Dimana kutinggalkan kau dengan sederetan tanya yang panjang. Dan membiarkanmu dalam keterlukaan, tenggelam dalam harapan-harapan. Ataukah sebaliknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kini, kau menghantuiku. Aku sering merasa kangen sekali. Seberapa aku baik-baik saja, aku merasa ada yang hampa sejak saat itu. Aku sangat kuat dulu. Bertahan dalam kesendirianku dan berbagi dengan orang lain tanpa harus membebaninya dengan sejumlah janji. Tapi tidak lagi setelah kutemukan engkau, dan kemudian diri kita saling berjanji. Namun, aku juga yang mengingkari sejumlah janji itu, lukaimu, sakitimu. Dalam sekian kealpaan ini, maukah kau bukakan kembali pintu jalan pulang ke hatimu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertahan dari detik ke detik, aku menyentuh urat nadiku selama berpuluh-puluh menit, bertanya-tanya, kenapa ia bisa bertahan dari detak ke detak? Aku bersumpah, aku akan menemukan cara dan tak ada orang lain yang bisa menghentikan cintaku padamu.&lt;br /&gt;Aku lelah bercakap sendiri, aku menginginkanmu, aku sekarat tak habis-habis. Bukakan aku jalan pulang kepadamu untuk saling berbagi lagi dan menjadikanku perempuan yang tidak bicara pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TLq48TMw6AI/AAAAAAAAAxw/AHICnsiJIKg/s1600/7.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 142px; height: 93px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TLq48TMw6AI/AAAAAAAAAxw/AHICnsiJIKg/s200/7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528934838636177410" /&gt;&lt;/a&gt;Cemas ini bangkit lagi, menggelembung memenuhi ruangku, penuh, padat, dan siap meledak. Aku merasa saat inilah kita menyelesaikan kisah yang mengambang. Kehadiranmu di pikiranku memberi ruang pada hatku untuk merasakan sakit dan kerinduan sekaligus. Sementara jasadku Cuma bisa terdiam merenungi hari-hari kemarin hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku begitu mengingatnya, ketika kau akan menyampaikan kejutan termanis. Masih kurasakan suasana hatiku saat itu, berbahagia atau sesungguhnya kecemasan yang seharusnya ada? Kedua hal itu silih berganti menghantui terus-menerus akhir-akhir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu kau akan menghamparkan permadani terindah lalu memintaku menapakinya bersama, menuju istanamu. Kumohon dalam hati agar jangan memintaku kala itu, karena aku masih seorang pengecut. Mengaku menjadi perempuan yang membutuhkan pasangan, sekaligus bersembunyi ketika jemarimu datang bersambut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terbentur-bentur oleh gemuruh itu. Tahulah kini aku bertempur dengan apa. Ketegangan lain mulai merambah perlahan ke seluruh sel-sel tubuhku. Aku bagaikan patung bernyawa. Ketika itu aku Cuma termangu. Aku takut kehilanganmu. Aku menyadari benar-benar membutuhkanmu justru ketika kau jauh dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau menatapku lekat, seakan kau tahu aku meragukan sesuatu. Tapi masih saja aku menyelinap ke dalam pupil matamu, berharap menemukan ketidaksungguhan di sana. Karena aku yakin sebesar kesungguhan itu sendiri, bahwa kau tidak sedang melontarkan gurauan segar di sore hari. Melihat geletar matamu, kau menyampaikan pesan untuk membuatku berani bicara. Untuk berani kehilanganmu juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasakan lunglai lengan ini dijatuhkan perlahan. Jemariku masih dalam genggamanmu, tapi ia terkulai disana. Seakan tidak bernyawa, tak ada  sel dan otot yang hidup di situ. Ia mati sebelum segalanya terjawab, sebelum pencabut  jiwa itu beranjak sambil mencengkeram hati yang telah menjadi kepingan dalam telapak tangan. Seperti dugaanku, karena ketololanku, tepat sama dengan skenario yang ada dalam benakku, tokoh lelakinya tidak menerima ketololan perempuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak seperih ini. Aku mungkin tak layak kau perlakukan seharum bunga, maka maki saja aku. Kenapa kau tidak bertanya kepadaku, bagaimana hal itu terjadi, atau apa saja, toh sudah kubuka pembalutnya, kuperlihatkan lubangnya yang menganga.&lt;br /&gt;Aku yakin takkan lagi kudengar suaramu, yang selalu membasahi kering hatiku. Sebesar keyakinanku bahwa kau pun akan pergi menjauh, menghilang seakan kau punya tempat yang jauh di bawah bumi, tak terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TLq5Ubl5e3I/AAAAAAAAAx4/iYj8oyS1LhU/s1600/12.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 113px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TLq5Ubl5e3I/AAAAAAAAAx4/iYj8oyS1LhU/s200/12.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528935253205941106" /&gt;&lt;/a&gt;Aku berharap kau tidak benar-benar pergi. Ingin kau tunjukkan lukamu padaku bahwa kau tersakiti lebih dalam dibanding aku? Maka aku akan  membiarkanmu terluka pula, tak ada yang harus aku balut. Ataukah harus dengan berlari mengejarmu dan memohon kau tetap tinggal di sisiku, memohon cintamu, menyodor-nyodorkan seribu satu kebaikanku sebagai seorang perempuan, kelebihanku sebagai istrimu kelak, lebih dari kebodohan-kebodohanku.&lt;br /&gt;Aku akan mengikuti caramu memperlakukan luka itu. Kadang rasa marah membuat seseorang menjadi kuat. Aku tidak pernah merasa sekuat ini sebelumnya. Kehilangan demi kehilangan adalah sebuah garis panjang yang melilit hidupku dan aku tidak ingin menambah panjang daftar ini lagi jika kau pun pergi seperti mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setajam apapun luka yang diberikan pada masa laluku, aku berusaha keras mendandani hatiku. Agar kelak ada hal lebih baik yang bisa kutawarkan pada diriku sendiri. Aku melihat waktu terbentang teramat panjang di depanku. Apakah keikhlasan yang akan menang atau kebencian, aku Cuma ingin salah satu dari dua kemungkinan itu saja. Namun aku tidak ingin melupakannnya, semua yang telah kita tempuhi bersama, sakit dan bahagia itu. Aku pun juga ingin utuh dan bulat, aku tidak ingin mati tanpa makna, toh sudah terlambat untuk surut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun aku mengobati lukaku dengan mencoba untuk tidak menyisakan dendam, tetapi menerima dengan penuh kebaikan atas luka-luka yang lain. Aku tidak membalut lukaku dengan erat, memberinya obat yang menimbulkan perih yang kemudian akan mengering. Tapi kubiarkan kuusap dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, seakan kupelihara luka itu dengan sangat baik untuk terus hidup dan tumbuh bersamaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kau melakukan banyak hal dalam diammu. Kau menampar mukaku untuk membuatku terbangun dari cengkeram ini. Kau membuatku punya rasa marah dan tidak terima atas penghinaan dari mana pun. Kau tahu bagaimana rasanya menjadi berarti. Aku tak lagi punya ketakutan, tak lagi merasa terbelah, aku merasakan keutuhanku dan bahagia di dekatmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh di atas pencapaian kebahagiaan itu adalah kesadaranku bahwa kau yang menemukanku. Maka aku ingin mengucapkan terima kasih padamu karena berbuat hal ini padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau bisa membayangkan apa jadinya bila kau tidak membuatku marah ketika itu. Maka aku akan menjadi perempuan yang paling nelangsa, menghabiskan waktuku dengan berurai air mata selama mungkin, bahkan mungkin memotong nadiku dan berubah menjadi hantu atau mungkin kunikmati saja sekalian ketidakutuhanku. Tapi bagaimana pun aku juga ingin selalu baik, walau aku punya alasan untuk menjadi sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TLq53i2bzII/AAAAAAAAAyA/En9KLeozG34/s1600/3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 145px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TLq53i2bzII/AAAAAAAAAyA/En9KLeozG34/s200/3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528935856449768578" /&gt;&lt;/a&gt;Kau melakukan hal yang benar, meninggalkan aku saja sekalian daripada menghiburku dengan kata-kata manis yang sebenarnya untuk dirimu sendiri. Setidaknya, sampai saat ini kita telah melakukan banyak kebaikan untuk hidup kita kelak, bahwa kita tak pernah membohongi sedikitpun yang ada pada hati kita. Inilah makna yang ketemui dari sebuah kejujuran yang paling hakiki, jujur pada diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunyi alarm yang terdengar nyaring menyadarkan lamunanku. Tak berdaya aku bangkit dari dudukku. Setelah ini aku tahu apa yang sebaiknya aku perbuat. &lt;br /&gt;Aku menarik napas lega. Aku yakin bahwa aku tidak sendiri. Kubasuh sebagian tubuhku, lalu mengadu kepada Zat yang Maha Tahu. Benarkah perasaan ini atau hanya Dia yang tahu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-5940691148682509991?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/5940691148682509991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/10/rahasia-hati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/5940691148682509991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/5940691148682509991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/10/rahasia-hati.html' title='RAHASIA HATI'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TLq4znybWXI/AAAAAAAAAxo/AKVQlish07w/s72-c/8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-3433455156585125111</id><published>2010-10-09T02:10:00.000-07:00</published><updated>2010-10-09T02:16:37.656-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harianku'/><title type='text'>K E T I K A</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TLAyxU9KQbI/AAAAAAAAAxg/vh6tTx7XoFA/s1600/Prast+85.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 148px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TLAyxU9KQbI/AAAAAAAAAxg/vh6tTx7XoFA/s200/Prast+85.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525972565803811250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketika aku memohon kekuatan, Allah memberi ku kesulitan agar aku menjadi kuat......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku memohon kebijaksanaan, Allah memberi ku masalah untuk kupecahkan........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku memohon kesejahteran, Allah memberi ku akal untuk berpikir..............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku memohon keberanian, Allah memberi ku kondisi bahaya untuk ku atasi......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku memohon bantuan, Allah memberi ku hambatan.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak pernah menerima apa yang kuminta, tapi aku menerima apa yang kubutuhkan...!!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-3433455156585125111?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/3433455156585125111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/10/k-e-t-i-k.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/3433455156585125111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/3433455156585125111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/10/k-e-t-i-k.html' title='K E T I K A'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TLAyxU9KQbI/AAAAAAAAAxg/vh6tTx7XoFA/s72-c/Prast+85.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-4841698670942404886</id><published>2010-10-05T20:46:00.000-07:00</published><updated>2010-10-05T21:24:46.135-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Inspirasional'/><title type='text'>CINTA SEJATI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TKvyq3UFEcI/AAAAAAAAAxQ/mknWtCdT3VA/s1600/distro_416.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 172px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TKvyq3UFEcI/AAAAAAAAAxQ/mknWtCdT3VA/s200/distro_416.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524776186116641218" /&gt;&lt;/a&gt;Alkisah, suatu hari, sepasang muda-mudi yang sedang menjalin kasih, mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Sesudah melaju beberapa saat, si perempuan berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Kurangi kecepatan. Saya takut!”&lt;br /&gt;Ternyata motor tetap saja melaju cepat. Perempuan itu kembali mengatakan hal yang sama. Kali ini, kekasih prianya menjawab,&lt;br /&gt;“Tenang saja. Ini yang namanya seru.”&lt;br /&gt;“Tolong, kurangi kecepatan. Ini tidak seru tapi menakutkan,” kata si perempuan.&lt;br /&gt;“Kalau begitu, bilang dulu, “I love you” dan saya akan kurangi kecepatan,” kata si pemuda.&lt;br /&gt;“Baiklah. I love you. Ayo, kurangi kecepatan!” ujar si perempuan.&lt;br /&gt;“Sekarang, peluk saya erat-erat,” pinta si pemuda. &lt;br /&gt;Perempuan itu menurut. Sesaat kemudian, si pemuda itu berkata, &lt;br /&gt;“Sekarang, tolong lepaskan helm saya. Coba pakai helmku.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TKvzrYy32oI/AAAAAAAAAxY/YB_m6qFTrfg/s1600/distro_53.GIF"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 149px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TKvzrYy32oI/AAAAAAAAAxY/YB_m6qFTrfg/s200/distro_53.GIF" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524777294615796354" /&gt;&lt;/a&gt;Keesokkan harinya muncul berita, sebuah sepeda motor menabrak sebuah gedung karena rem rusak. Pengemudi sepeda motor tewas, tapi yang dibonceng selamat.&lt;br /&gt;Ternyata si pemuda sadar, rem rusak ketika sepeda motor melaju cepat. Tapi tak mau mengatakan yang sebenarnya kepada kekasihnya. Karena tahu bahaya yang mengancam, ia lalu minta kekasihnya mengucapkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“I love you”&lt;/span&gt;, merasakan pelukan terakhirnya, menyuruhnya memakai helmnya agar selamat dan bisa hidup terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hidup itu misteri. Kita tak pernah tahu, esok apa yang akan terjadi. Mungkin kita tak bisa hidup untuk melihat hari esok. Kadang, kita harus mengatakan sesuatu kepada seseorang, tapi tak punya waktu untuk melakukannya. Jadi, luangkanlah waktu 5 menit untuk mengatakan kepada seseorang yang anda kasihi. Anda mencintainya karena kita tak pernah tahu, kapan hari terakhir hidup kita. Katakan sekarang dan jangan ditunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-4841698670942404886?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/4841698670942404886/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/10/cinta-sejati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/4841698670942404886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/4841698670942404886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/10/cinta-sejati.html' title='CINTA SEJATI'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TKvyq3UFEcI/AAAAAAAAAxQ/mknWtCdT3VA/s72-c/distro_416.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-6675333619813420039</id><published>2010-10-03T20:59:00.000-07:00</published><updated>2010-10-03T21:17:36.146-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akupun Ingin Tau'/><title type='text'>GAK ENAK BANGET !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TKlTXGkGtrI/AAAAAAAAAwo/Kr8qYzFnkJ4/s1600/distro_289.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 145px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TKlTXGkGtrI/AAAAAAAAAwo/Kr8qYzFnkJ4/s200/distro_289.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524038074310768306" /&gt;&lt;/a&gt;Rasanya tidak ada orang yang ingin menjadi seseorang yang dianggap mendatangkan masalah bagi orang lain dalam situasi apapun dan dimanapun.  Banyak situasi dalam hidup sehari-hari  yang membuat stress dan khawatir. Tekanan di tempat kerja, bertengkar dengan kekasih, berselisih paham dengan saudara atau teman dan daftar to do yang tidak ada habisnya. Kehidupan yang penuh liku terkadang membuat orang dipenuhi prasangka dan perasaan-perasaan buruk. Dan sikap buruk itu dapat memperngaruhi jiwa dan pikiran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang pernah merasa resah, panik, takut, atau tidak tenang pada satu saat dalam hidupnya. Tak  heran ada anjuran : always be positive thinking! Klise, tapi terbukti kebenarannya. Nah, inilah yang terjadi dan dampak dari bersikap dan berpikir negatif. Kemarahan yang dipendam berujung pada penyakit. Ketika orang yang marah memendam perasaan, bukan cuma tekanan darah yang meningkat tapi juga timbul perasaan-perasaan negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat kerja, dengan menjadi  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;penggosip, si tukang lelet, atau si manis mulut dan menjadi orang yang dihindari&lt;/span&gt;. Kesombongan, ketakutan, kekhawatiran dan kecemasan yang berlebihan, begitu juga kebencian dan iri hati. Yang paling buruk diantara semuanya adalah orang negatif.  Ciri-cirinya adalah membenci segalanya. Semua tugas dianggap terlalu rendah. Semua rapat dinilai lama. Semua rekan dianggap terlalu bodoh. Kata-kata yang meluncur dari mulutnya tak lepas dari sindiran tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TKlT9Olta5I/AAAAAAAAAxA/Ba7jdzJ4xBs/s1600/BaD+9irL.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 128px; height: 128px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TKlT9Olta5I/AAAAAAAAAxA/Ba7jdzJ4xBs/s200/BaD+9irL.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524038729300011922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negativitas yang jadi kebiasaan menimbulkan masalah karena bisa dengan cepat menjadi ciri khas dan menutupi prestasi kita yang lainnya. Jadi, Jika terasa diluar kesabaran dan tidak bisa dielakan lagi, untuk mengeluarkan uneg-uneg, lakukanlah sesekali saja dan jangan jadi kebiasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar rasanya sebagai manusia, suatu ketika merasa putus asa, walau putus asa adalah sesuatu yang sangat dibenci Tuhan, tapi suatu masa pula kita tidak bisa menghindarinya. Begitu juga di saat terjadi suatu kejadian yang tidak mengenakkan, Dari masalah pekerjaan, sampai masalah pribadi, sungguh  menyesakan dada  dan membuat pusing kepala. Benar-benar menyita pikiran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Ya Tuhan.....seandainya aku punya seribu hati, mungkin aku bisa memilih hati yang mana akan kukeluarkan hari ini, besok atau lusa, jam segini, menit ini, bahkkan detik ini.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sekelumit kata-kata yang diucapkan seandainya saja kita sebagai manusia mampu melupakan dalam sekejap masalah-masalah yang sedang dihadapi, mungkin kita tidak mungkin memikirkan masalah itu terlalu lama hinggap di pikiran kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aku yakin, tidak ada manusia yang sempurna dan setiap orang bisa berubah. Setiap orang punya kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri. Bijaksana rasanya jika mau belajar dan mengambil hikmah dari pengalaman masa lalu. Dan bodoh namanya, jika tidak mau merubah diri dan jatuh ke dalam kubangan yang sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TKlU-Or0dqI/AAAAAAAAAxI/5x-WA1W7zpw/s1600/distro_066.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 190px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TKlU-Or0dqI/AAAAAAAAAxI/5x-WA1W7zpw/s200/distro_066.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524039846017136290" /&gt;&lt;/a&gt;Kita mudah bersikap negatif dengan kesalahan-kesalahan dan ketidakbahagiaan masa lalu. Tapi jauh lebih sehat memandang diri kita dan masa lalu sebagai pengalaman, penerimaan, dan pertumbuhan. Kita menjalani pengalaman yang persis yang kita perlukan, untuk menjadi siapa kita hari ini. Maka, lepaskan pikiran negative yang kita pendam tentang keadaan masa lalu atau hubungan masa lalu dan terima dengan rasa syukur,  segala sesuatu yang membuat kita menjadi seperti hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kita juga tidak perlu menyesali setiap detik kejadian. Kita diberi akal dan rasa oleh Tuhan untuk bisa mengelola perasaan itu dengan bijak. Yach....sebuah kata bijak mengatakan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Tidak ada yang sia-sia, karena setiap kejadian dalam hidup membuahkan hikmah yang bisa dipetik untuk dijadikan pelajaran berharga.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Aku adalah pribadi yang bernilai dalam semangat-semangat besar ku, dan aku pribadi yg sama bernilai-nya bahkan dalam perasaan-perasaan lemah ku. Kerendahan hati dan  ucapan syukur kepada Pencipta akan melindungi dari perasaan yang paling mematikan.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-6675333619813420039?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/6675333619813420039/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/10/gak-enak-banget.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/6675333619813420039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/6675333619813420039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/10/gak-enak-banget.html' title='GAK ENAK BANGET !'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TKlTXGkGtrI/AAAAAAAAAwo/Kr8qYzFnkJ4/s72-c/distro_289.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-749026261545288140</id><published>2010-10-01T02:15:00.000-07:00</published><updated>2010-10-01T02:26:33.370-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Goresanku'/><title type='text'>M A L A S !!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TKWpM4BwsCI/AAAAAAAAAwY/y_3ecrbkmRA/s1600/111.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 129px; height: 105px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TKWpM4BwsCI/AAAAAAAAAwY/y_3ecrbkmRA/s200/111.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5523006556703076386" /&gt;&lt;/a&gt;Hmm........sudah beberapa hari ini aku malas menulis, malas meng-update blog ini. Perasaan yang muncul saat ini begitu nyesak, aku pengen nangis, tapi air mataku sudah gak mau tumpah.  Aku ingin menuntaskan apa yang mengganjal di hatiku, tapi gak mau meledak. Koq rasanya nyesak banget… tapi aku gak tau kenapa dan akibatnya juga jadi bingung menjelaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah beberapa hari ini kayaknya lagi males nulis di blog ini. Aku merasa bersalah karena udah jadi orang yang gak komit pada diri sendiri. Gimana aku bisa komit ke hal lain ya? Tapi aku gak pernah mau matahin semangatku. Segimananya juga orang lain mo kritik aku selalu pake cara yang paling halus. Sampe aku sedih sendiri, jangan-jangan orang lain kebanyakan ngalah hanya untuk nyenang-nyenangin hatiku, begitu gak kuat lagi meledak deh akumulasi kegelisahan yang dipendam-pendam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kadang aku berpikir, sesekali malas itu biasa, gak harus maksain diri nulis. Ato kalo takut merasa bersalah, tuliskan aja &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“announce” &lt;/span&gt;di blogmu dengan satu dua kalimat: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“lagi blank, ga ada ide!”, “Lagi sibuk”,&lt;/span&gt; atau apa aja. Jadi tetap punya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“self confidence” &lt;/span&gt; . Klo udah berusaha koq rasanya memenuhi kewajiban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi begitupun ada benarnya, mungkin tulisan hari ini gak jelas &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“juntrungan-“&lt;/span&gt;nya, aku hanya mau bilang, aku emang lagi malas nulis, dan yang kutulis ini juga terpaksa kulakukan, karena aku gak bisa berdamai dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“feeling guilty” &lt;/span&gt;karena sudah absent beberapa hari. Ah..... aku akan berusaha gak malas lagi besok-besok ya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-749026261545288140?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/749026261545288140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/10/m-l-s.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/749026261545288140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/749026261545288140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/10/m-l-s.html' title='M A L A S !!!'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TKWpM4BwsCI/AAAAAAAAAwY/y_3ecrbkmRA/s72-c/111.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-1508319959534322834</id><published>2010-09-23T00:10:00.000-07:00</published><updated>2010-09-23T00:40:29.648-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diaryku'/><title type='text'>AKU INGIN SEGERA MENEMUKANMU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TJsDcb7tfAI/AAAAAAAAAwQ/TRlKIesMZiw/s1600/9.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 94px; height: 123px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TJsDcb7tfAI/AAAAAAAAAwQ/TRlKIesMZiw/s320/9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5520009555342097410" /&gt;&lt;/a&gt;Diary......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sering merasa kangen sekali.....&lt;br /&gt;Seberapa aku baik-baik saja, aku merasa ada yang kurang.&lt;br /&gt;Orang lain gak akan bisa memasung isi kepala seseorang, sang belahan jiwa sekali pun. Aku tetaplah sebuah pribadi yang juga mempunyai mimpi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diary.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kerinduan terpendam akan sosok laki-laki dewasa yang memberi perlindungan dan cinta. Ada kecerdasan yang tampak di matanya. Ada jiwa kepemimpinan yang tersirat kuat, meskipun secara fisik penampilannya gak luar biasa.&lt;br /&gt;Bukan karena naik mobil mewah nan mengkilap dan di tubuhnya tercantel barang-barang bermerek. Yach... sosok yang bisa mempercayakan masa depan gemilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TJsDcb7tfAI/AAAAAAAAAwQ/TRlKIesMZiw/s1600/9.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 94px; height: 123px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TJsDcb7tfAI/AAAAAAAAAwQ/TRlKIesMZiw/s320/9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5520009555342097410" /&gt;&lt;/a&gt;Diary....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin segera menemukanmu....&lt;br /&gt;Sebagai nakhoda kapal pesiarku....&lt;br /&gt;Berangkat kita ke benua sakinah... lalu mampir ke rumah mawaddah....&lt;br /&gt;Sekalian, melihat kota warahmah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bawa aku ke duniamu.....&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kamu menjadi yang terakhir walaupun dalam waktu yang benar-benar singkat aku mengenalmu.....&lt;br /&gt;Sayangi aku...cintai aku...dan miliki aku sepenuhnya.....&lt;br /&gt;Begitu pum aku memperlakukanmu sebagai seorang raja yang bijaksana yang patut aku hormati dan aku hargai......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TJsChqhcE2I/AAAAAAAAAwA/v_ta6doVquI/s1600/Allah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TJsChqhcE2I/AAAAAAAAAwA/v_ta6doVquI/s320/Allah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5520008545646154594" /&gt;&lt;/a&gt;Diary......&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;"Aku mencintaimu karena sujudmu pada Tuhan-mu....&lt;br /&gt;Rukukmu pada Tuhan-mu...&lt;br /&gt;Dan baktimu pada orang tua mu....&lt;br /&gt;teruslah begitu dan jangan pernah berubah....agar cinta ini dapat terjaga karena juga tawadduh mu...."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-1508319959534322834?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/1508319959534322834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/09/aku-ingin-segera-menemukanmu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/1508319959534322834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/1508319959534322834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/09/aku-ingin-segera-menemukanmu.html' title='AKU INGIN SEGERA MENEMUKANMU'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TJsDcb7tfAI/AAAAAAAAAwQ/TRlKIesMZiw/s72-c/9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-1060266135866973529</id><published>2010-09-09T02:46:00.000-07:00</published><updated>2010-09-09T03:12:45.622-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ucapanku'/><title type='text'>SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TIizDOaS3tI/AAAAAAAAAv4/9XXvJDx9ldo/s1600/idulfitri8a-1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 228px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TIizDOaS3tI/AAAAAAAAAv4/9XXvJDx9ldo/s320/idulfitri8a-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514854611704536786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini&lt;br /&gt;Kemenangan akan kita gapai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi&lt;br /&gt;Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa&lt;br /&gt;Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghaturkan.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H&lt;br /&gt;Taqobalallahu minna wa minkum&lt;br /&gt;Mohon maaf lahir dan bathin&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-1060266135866973529?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/1060266135866973529/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1431-h.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/1060266135866973529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/1060266135866973529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1431-h.html' title='SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TIizDOaS3tI/AAAAAAAAAv4/9XXvJDx9ldo/s72-c/idulfitri8a-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-6394404722023526752</id><published>2010-08-24T06:33:00.000-07:00</published><updated>2010-08-28T02:19:05.100-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Inspirasional'/><title type='text'>KISAH BEBEK YANG MALANG</title><content type='html'>Di saat libur sekolah Jonny dan Sally ke rumah kakek neneknya. Jonny yang baru pertama kali mendapat ketapel dengan bersemangat menembak apa saja. Tapi tembakannya meleset semua. Saat bermain di kebun belakang rumah, Jonny melihat bebek peliharaan neneknya. Ia sengaja membuat bebek itu terbang, lalu menembak dengan ketapelnya. Di luar dugaan, batu yang ditembakkan dari ketapelnya kali ini tepat sasarannya. Bebek itu jatuh dan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jonny panik. Bebek itu satu-satunya dan juga kesayanagn neneknya. Jonny bingung dan putus asa. Lalu menyembunyikan bebek itu dalam tumpukan kayu bakar. Ternyata Sally memergoki perbuatan Jonny. Tapi Sally tidak mengadukan Jonny kepada neneknya.&lt;br /&gt;Siang itu, sesudah selesai makan, neneknya berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Sally, ayo, kita cuci piring.”&lt;br /&gt;“Jonny bilang sama saya, hari ini dia ingin bantu di dapur. Benar kan, Jonny?” kata Sally. Lalu menambahkan dengan berbisik, “Ingat bebek itu.”&lt;br /&gt;Jonny tak berdaya. Lalu membantu neneknya cuci piring di dapur.&lt;br /&gt;Keesokkannya, kakeknya bertanya, apakah Jonny dan Sally mau ikut mincing.&lt;br /&gt;“Saya perlu Sally untuk bantu memasak,” kata nenek.&lt;br /&gt;Sally tersenyum dan berkata,&lt;br /&gt;“Tenang, Nek. Jonny bilang ingin bantu nenek.” Sesudah itu, Sally kembali berbisik kepada Jonny, “Ingat bebek itu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jonny tinggal di rumah membantu neneknya sementara Sally memancing dengan kakeknya.&lt;br /&gt;Selama beberapa hari, Jonny mengerjakan tugasnya sendiri dan tugas Sally. Akhirnya Jonny tak tahan dan mengaku kepada neneknya, ia membunuh bebek kesayangan neneknya secara tak sengaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Nenek tahu, Jonny,” kata neneknya sambil memeluknya.&lt;br /&gt;“Nenek berdiri di jendela dan melihat semua kejadian itu. Nenek memaafkan kamu karena nenek sayang kepadamu. Dalam hati nenek bertanya-tanya, berapa lama kamu akan membiarkan Sally memperbudak kamu.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ternyata nenek memaafkan Jonny, bahkan sebelum Jonny minta maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/THjT0JGhbXI/AAAAAAAAAvo/t0QUDMi7jX8/s1600/resized_160320091718.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/THjT0JGhbXI/AAAAAAAAAvo/t0QUDMi7jX8/s200/resized_160320091718.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510387036837735794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pada dasarnya kita punya rasa bersalah. Sebelum mengakui kesalahan kita, rasa bersalah itu akan terus mengikuti dan memperbudak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengakui kesalahan lalu memperbaikinya, membuat kita lepas dari beban, menjalani hidup ini dengan lebih nyaman, dan meraih kegembiaraan lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang tak bisa bebas dari rasa bersalah dan merasa kebahagiaan hanya milik orang-orang yang lebih pantas dari mereka. Mereka tidak memahami makna kedamaian yang lebih dalam&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Tuhan Maha Tahu dan Maha Pengasih, Tuhan tahu semua perbuatan kita. Tak ada yang tersembunyi bagi-Nya. Dan Tuhan mengampuni dosa-dosa kita jika kita bertobat dan menyesalinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-6394404722023526752?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/6394404722023526752/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/08/blog-post.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/6394404722023526752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/6394404722023526752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/08/blog-post.html' title='KISAH BEBEK YANG MALANG'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/THjT0JGhbXI/AAAAAAAAAvo/t0QUDMi7jX8/s72-c/resized_160320091718.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-5418839068530983208</id><published>2010-08-19T21:11:00.000-07:00</published><updated>2010-08-28T01:34:40.455-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Goresanku'/><title type='text'>J O D O H  ???</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TG4HEoMyG8I/AAAAAAAAAvY/rxF8tMQPM7k/s1600/IMG0320A.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 160px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TG4HEoMyG8I/AAAAAAAAAvY/rxF8tMQPM7k/s200/IMG0320A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5507347170412600258" /&gt;&lt;/a&gt;Dari pengalamanku pribadi, jodoh itu makin dicari makin sulit ditemukan. Makin susah mendapatkannya. Walau berkali-kali pacaran, berusaha mencari jodoh kesana kemari, tapi tidak ketemu. Lebih baik menunggu, berdoa, dan yakin, Tuhan pasti akan memberikan jodoh buatku. Aku gak cemas dan takut dengan umur segini belum punya pasangan hidup, terus panik. Jodoh itu tidak pergi kemana. Jodoh itu masalah waktu, jadi harus sabar menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin, suatu saat Allah pasti akan memberikan pasangan hidup. Itu janji Allah, manusia diciptakan berpasang-pasangan. Artinya aku pasti akan ada jodohnya. Aku tidak mau menikah karena takut atau cemas dengan usia yang terus bertambah. Lebih baik terlambat, tapi bisa menemukan pasangan hidup yang cocok dan ideal. Prinsipku, kalau bisa menikah sekali seumur hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah......... &lt;br /&gt;Mampukah aku selalu bertaqwa hanya kepada-Mu dan selalu ada di jalan-Mu....&lt;br /&gt;Di depan-Mu ku selalu memohon adakah kekasih sejati yang akan selalu abadi menemani di setiap langkahku kemana pun aku pergi...&lt;br /&gt;Tanpa petunjuk-Mu, tanpa kasih-Mu takkan pernah ku dpt apa yang aku harapkan.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku pernah dapat kasih cinta yang begitu tulus, namun itu telah hilang di genggamanku...&lt;br /&gt;Ku tak pernah merasakan perih hati, maupun sedih, ku selalu bahagia.Karena ku yakin ada yg lebih baik dari yang lalu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Kau yang tau kemana ku harus menuju semua itu...&lt;br /&gt;Aku yakin rencana-Mu begitu indah akhirnya nanti......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menemukan jawaban atas semua kekecewaan. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Aku telah begitu mencintainya, sampai aku melebihi cintaku kepada Allah SWT. Aku juga lupa kepada kekasih sejati yang lebih pantas dicintai daripada semua makhluk, yaitu Baginda Nabi Muhammad SAW."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kini aku lebih pasrah kepada Allah SWT. Termasuk tentang jodoh. Ya, jodoh ada dalam genggaman-Nya. Dalam Al Qur'an, Dia telah menjanjikan, perempuan yang baik diperuntukkan bagi laki-laki yang baik.&lt;br /&gt;Jangan berharap akan mendapatkan yang terbaik, jika kita bukan yang terbaik."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TG4HU7mrTEI/AAAAAAAAAvg/8pHiHwdKyXA/s1600/Plants+006_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TG4HU7mrTEI/AAAAAAAAAvg/8pHiHwdKyXA/s200/Plants+006_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5507347450499386434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Semuanya... aku kembalikan kepada-Mu ya Allah, sebagai Sutradara Agung Kehidupan.&lt;br /&gt;Akan selalu ada kemudahan dibalik kesulitan, kalau kita menyikapi semuanya itu dengan ikhlas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-5418839068530983208?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/5418839068530983208/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/08/j-o-d-o-h.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/5418839068530983208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/5418839068530983208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/08/j-o-d-o-h.html' title='J O D O H  ???'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TG4HEoMyG8I/AAAAAAAAAvY/rxF8tMQPM7k/s72-c/IMG0320A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-8955986452377573837</id><published>2010-08-13T02:15:00.000-07:00</published><updated>2010-08-31T20:01:10.792-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curahan Hatiku'/><title type='text'>YA ALLAH....AKU RINDU !!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TGUUHVwV0FI/AAAAAAAAAu4/Hx57JCHRHKg/s1600/100_1095_resize.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TGUUHVwV0FI/AAAAAAAAAu4/Hx57JCHRHKg/s200/100_1095_resize.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5504828235861839954" /&gt;&lt;/a&gt;Hmm.....sudah beberapa hari ini aku malas menulis. Aku sempat malas meng-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;update&lt;/span&gt; blog ini. Gak tau kenapa…Sebenarnya bukan karena gak ada cerita yang bisa kutuliskan, secara sehari ada 24 jam yang penuh dinamika. Boleh jadi kemalasan menulis muncul karena aku agak sedikit disibukkan dengan kerjaanku atau mungkin karena keletihan ku bepergian ke luar kota beberapa waktu yang lalu. Mungkin saja iya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari terakhir ini kondisi emosional dan psikhisku juga ikut-ikutan gak stabil. Dari hari yang sangat riang gembira bisa sontak sedih sekali, sampai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘terdengar sangat lirih’&lt;/span&gt;. Aku juga sebenarnya terganggu dengan kondisi itu karena membuatku menjadi gak nyaman. Aku jadi serba salah, lawanku berkomunikasi lebih serba salah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merebahkan diri di tempat tidurku. Rasanya sedih, tetapi aku tidak bisa lagi menangis. Terlalu egois rasanya jika aku menangis, sebab selama ini aku hanya menangis untuk diriku sendiri. Aku kesal dengan perasaanku itu. Selera makanku juga turun drastis. Sebenarnya ini blessing karena berat badanku ikut menyusut, dan itu memang sangat kuharapkan, bukan karena takut gendut jadi kelihatan jelek, tapi lebih kepada rasa nyaman yang terganggu karena badan sulit dibawa bergerak dengan lincah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koq rasanya nyesak banget, tapi aku gak tau kenapa dan jadi bingung menjelaskannya.&lt;br /&gt;Benarkah karena aku sedang memikirkan seseorang? Rasanya, malu mengakui kalau aku sudah tidak bisa lagi menutup-nutupi apa yang sedang bergejolak di hatiku saat ini. Aku pernah katakan bahwa, cinta bisa merubah banyak hal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta bisa merubah sayang menjadi rindu, bahkan rindu bisa menjadi benci.Sebenarnya, aku bukanlah orang yang bias merangkai kata cinta dengan indah. Apalagi untuk mengartikan sebuah definisi tentang cinta. Tapi yang aku ketahui bahwa…. “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cinta mengandung segala makna kasih sayang , keharmonisan , penghargaan dan kerinduan , disamping mengandung persiapan untuk menempuh kehiduapan dikala suka dan duka , lapang dan sempit.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TGUUkiXh6EI/AAAAAAAAAvA/h_HpuEwTtAE/s1600/100_1096_resize.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TGUUkiXh6EI/AAAAAAAAAvA/h_HpuEwTtAE/s200/100_1096_resize.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5504828737463642178" /&gt;&lt;/a&gt;Yach...aku merindukannya. Sudah beberapa hari ini dia gak memberi kabar berita. Aku jadi bertanya-tanya. Rasanya wajar jika ini terjadi. Otakku dipaksa berpikir walau hati pun terpaksa menentramkan, bahwa tidak terjadi apapun. Seperti katamu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Jangan berpikiran yang tidak-tidak ya sayang, jika aku tidak mengabari artinya aku benar-benar sedang sibuk. Aku sudah lelah sendiri, niat aku benar-benar ingin berumah tangga dengan mu, dan saat ini aku harus menyelesaikan pekerjaanku. Suatu saat aku akan datang ke kotamu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku gak bisa berbuat apa-apa, selain memohon pada-Nya, karena cuma Dia-lah obat segala macam penyakit di dunia ini. Alhamdulillah, masih tersisa keyakinan di hati bahwa ini benar adalah sekedar ujian buat kita. Dan, jika ini adalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“penyakit” &lt;/span&gt;bagiku, Ya Allah...Kenapa tidak kau buat mudah semua ini? Sembuhkanlah “penyakit hati ku” ini.Aku ingin selalu "positive thinking" terhadapnya. Jika dia obatnya, sampaikan salam rinduku ini untuknya dan berikanlah dia kemudahan-kemudahan dan kembalikanlah dia untukku......!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak pernah kurasakan dahsyatnya rinduku kepadanya seperti saat ini. Cinta membuat aku tersiksa. Ya Tuhan.....ternyata benar, cinta banyak definisinya. Sayup-sayup di kejauhan kudengar sebuah lagu yang melantunkan lirik lagu yang sangat mewakili perasaanku dan kondisi kita saat ini. Jangan kau anggap aku ABG yang gampang mengurai kata cinta dan mengumbar perasaan begitu saja. Inilah kejujuran hatiku....... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TGUZpXBDmpI/AAAAAAAAAvQ/JPhQNwTneKk/s1600/FLOWER8.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TGUZpXBDmpI/AAAAAAAAAvQ/JPhQNwTneKk/s200/FLOWER8.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5504834317874076306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Menunggu sesuatu yang sangat menyebalkan bagiku&lt;br /&gt;Saat ku harus bersabar dan trus bersabar&lt;br /&gt;Menantikan kehadiran dirimu.......&lt;br /&gt;Entah sampai kapan aku harus menunggu&lt;br /&gt;Sesuatu yang sangat sulit tuk kujalani&lt;br /&gt;Hidup dalam kesendirian sepi tanpamu&lt;br /&gt;Kadang kuberpikir cari penggantimu&lt;br /&gt;Saat kau jauh disana........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau raga kita terpisah jauh&lt;br /&gt;Namun hati kita selalu dekat&lt;br /&gt;Bila kau rindu pejamkan matamu&lt;br /&gt;Dan rasakan a a a aku..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan cinta kita takkan pernah rapuh&lt;br /&gt;Terhapus ruang dan waktu&lt;br /&gt;Percayakan kesetiaan ini&lt;br /&gt;Akan tulus a a ai aishiteru........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelisah sesaat saja tiada kabarmu kucuriga&lt;br /&gt;Entah penantianku takkan sia-sia&lt;br /&gt;Dan berikan satu jawaban pasti&lt;br /&gt;Entah sampai kapan aku harus bertahan........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau jauh disana rasa cemburu&lt;br /&gt;Merasuk kedalam pikiranku melayang&lt;br /&gt;Tak tentu arah tentang dirimu&lt;br /&gt;Apakah sama yang kau rasakan.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hapus sendiri pikiran melayang terbang&lt;br /&gt;perasaan resah gelisah&lt;br /&gt;Jalani kenyataan hidup tanpa gairah.......&lt;br /&gt;Lupakan segala misi dan ambisimu&lt;br /&gt;Akhiri semuanya cukup sampai di sini&lt;br /&gt;Dan buktikan pengorbanan cintamu untukku&lt;br /&gt;Kumohon kau kembali......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TGUVSSPNucI/AAAAAAAAAvI/3yr5X0YJgFw/s1600/100_1099_resize.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TGUVSSPNucI/AAAAAAAAAvI/3yr5X0YJgFw/s200/100_1099_resize.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5504829523407780290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cinta pada dasarnya adalah bukanlah sesuatu yang kotor , karena kekotoran dan kesucian tergantung dari bingkainya. Ada bingkai yang suci dan halal dan ada bingkai yang kotor dan haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta bukanlah hanya sebuah ketertarikan secara fisik saja. Ketertarikan secara fisik hanyalah permulaan cinta bukan puncaknya.Dan sudah fitrah manusia untuk menyukai keindahan.Tapi disamping keindahan bentuk dan rupa harus disertai keindahan kepribadian dengan akhlak yang baik.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-8955986452377573837?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/8955986452377573837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/08/ya-allahaku-rindu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/8955986452377573837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/8955986452377573837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/08/ya-allahaku-rindu.html' title='YA ALLAH....AKU RINDU !!!'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TGUUHVwV0FI/AAAAAAAAAu4/Hx57JCHRHKg/s72-c/100_1095_resize.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-4881240634739884352</id><published>2010-08-08T22:25:00.000-07:00</published><updated>2010-08-09T00:01:08.863-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ada Apa Dengan Aku'/><title type='text'>HARUSKAH KUMILIKI?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TF-Vz3RgL1I/AAAAAAAAAug/MW_3j8jzPLE/s1600/ety%27s+cropped+3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 132px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TF-Vz3RgL1I/AAAAAAAAAug/MW_3j8jzPLE/s200/ety%27s+cropped+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503281987913264978" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini aku terusik membaca kata bijak dari &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Khalil Gibran: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Sejatinya cinta tidak harus memiliki demi menjaga kedaulatan pribadi masing-masing”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Aku resah dengan pernyataan ini, karena kupikir aku memang harus menyadari bahwa intensitas komunikasi di antara kami yang kian hari kian meningkat telah menyeretku pada sebuah keadaan (yang tanpa kusadari) membuatku &lt;span style="font-style:italic;"&gt;dependent&lt;/span&gt; (tergantung) kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus jujur kuakui, semakin hari aku makin yakin dengan cinta yang kumiliki terhadap dia. Begitupun cinta yang dia berikan terhadapku, selalu memberikan kenyamanan dalam bathinku. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Chemistry&lt;/span&gt; yang makin kuat menjadi salah satu indikasi bahwa di antara kami memang sudah semakin jelas pemahaman ke arah mana kami akan membawa biduk cinta kami.Walau aku tetap tidak mau memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi untuk relasi seumur jagung ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang itu bukan kemauannya, dia justru berharap aku merasa bebas terhadapnya dan bersamanya. Jadi bukan sifat dia yang mau mengatur hidupku apalagi sampai mengendalikan sesuai keinginannya. Bahkan terkadang ada sedikit "kejengkelan" di hatiku, ketika aku menceritakan sesuatu hal mengenai diriku, masalahku. Aku  sebenarnya sedang membutuhkan sedikit komentar darinya, tapi dia hanya akan berkata, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Aku bangga padamu, aku yakin kau bisa menyelesaikan semua itu dengan baik!”.&lt;/span&gt; Terkadang, yang kubutuhkan adalah perhatian, sedikit saja. Yah....lagi-lagi aku harus memaklumi, kalau untuk saat ini bukan cuma hanya aku yang menyita waktu dan pikirannya, tetapi juga pekerjaanya. Dia katakan, bahwa ini semua demi masa depan kita juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, sebagai perempuan, sejak kecil sangat mandiri karena aku tidak percaya kepada siapapun untuk diajak sharing, saat ini aku satu-satunya putri yang dimiliki Papa dan Mamaku, sehingga lucu rasanya bicara masalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘jeroan’&lt;/span&gt; perempuan dengan mamaku apalagi papaku karena aku tidak mau membebani pikiran mereka dengan masalah-masalahku ini, apalagi dengan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TF-WnDnF9PI/AAAAAAAAAuo/5cj-psJqRlk/s1600/ety%27s+cropped+1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 166px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TF-WnDnF9PI/AAAAAAAAAuo/5cj-psJqRlk/s200/ety%27s+cropped+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503282867398374642" /&gt;&lt;/a&gt;Namun, harus terbuka  kuakui... Cinta ternyata bisa merubah banyak hal. Dan konyolnya, aku yang sebenarnya sangat independent dalam membuat keputusan, bisa dengan pasrah menaklukkan diri supaya ada dalam kendalinya, bahkan tanpa dia ingini dan dia minta. Kutimbang-timbang dalam hatiku.... sepertinya, dengan bersikap demikian aku juga justru sedang berusaha untuk tahu banyak hal mengenai dirinya, intervensi dengan segala hal yang dia lakukan sebagai kebiasaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengatas namakan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;CINTA&lt;/span&gt; dan berlindung di balik perasaan sayang, menginginkan yang terbaik untuk seorang kekasih, aku mulai terdengar sering berteriak agar jatah merokoknya dikurang, agar pola hidupnya lebih sehat, agar makannya dijaga dan teratur jadwalnya.... agar....agar....dan sekian &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“agar”&lt;/span&gt; lainnya, termasuk kata-kata seperti ini....&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hati-hati ya? Doaku selalu bersamamu!"&lt;/span&gt; Alamak.....lazim sekali terdengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah..... aku mulai terseret pada perasaan memiliki yang lebih dalam, menganggap bahwa aku sepertinya lebih berpengetahuan dan lebih teratur hidupnya dari dia sehingga  aku harus ikut untuk meng-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"organize"&lt;/span&gt; dirinya yang diakuinya sangat tidak teratur dan sering tidak terkontrol. Padahal bukan berarti juga ketika dia bicara mengenai kejelekannya berarti dia sedang meminta aku turun tangan memegang kendali, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Khalil Gibran&lt;/span&gt; memang mengusikku:&lt;span style="font-style:italic;"&gt; “Cinta tidak harus memiliki demi menjaga kedaulatan masing-masing”.&lt;/span&gt; Sekarang aku resah, bagaimana mengatasi perasaan memiliki yang mulai tumbuh? Apakah mungkin &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tendensinya&lt;/span&gt; menjadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;destruktif&lt;/span&gt; terhadap rasa aman dan rasa nyaman yang sudah mulai bisa terbangun ini??? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-4881240634739884352?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/4881240634739884352/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/08/haruskah-kumiliki.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/4881240634739884352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/4881240634739884352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/08/haruskah-kumiliki.html' title='HARUSKAH KUMILIKI?'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TF-Vz3RgL1I/AAAAAAAAAug/MW_3j8jzPLE/s72-c/ety%27s+cropped+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-4210036459661633714</id><published>2010-07-30T22:21:00.000-07:00</published><updated>2010-07-30T22:35:41.902-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harianku'/><title type='text'>PELAJARAN HIDUP</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TFO2DrLDg_I/AAAAAAAAAuY/11TYryjmSVM/s1600/Sunset+02.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 137px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TFO2DrLDg_I/AAAAAAAAAuY/11TYryjmSVM/s200/Sunset+02.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499939744194462706" /&gt;&lt;/a&gt;Segala sesuatu di dalam hidup terjadi karena alasan tertentu, bukan karena kebetulan atau akibat nasib baik atau nasib buruk. Penyakit, cedera, cinta, kehilangan sesuatu yang berarti, dan kebodohan, semuanya terjadi untuk menguji kesabaran kita. Tanpa ujian-ujian kecil ini, hidup akan terasa datar, lurus dan tak ada tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang menyakiti kita, mengkhianati, atau membuat kita patah hati, maafkan mereka. Mereka membantu kita belajar tentang kepercayaan dan pentingnya sikap berhati-hati, kepada siapa kita membuka hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang mencintai kita, cintai balik secara tidak bersyarat, bukan hanya karena mereka mencintai kita, tapi karena mereka mengajari kita untuk mencintai dan membuka hati dan mata kita untuk hal-hal yang tak pernah akan kita lihat atau rasakan tanpa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Belajar berhubungan dengan keheningan di dalam diri sendiri, dan disadari, bahwa segala sesuatu di dalam hidup punya tujuan. Tak ada kesalahan, tak ada kebetulan. Semua kejadian adalah rahmat yang diberikan kepada kita untuk pembelajaran. &lt;br /&gt;(Elizabeth Kubler Riss)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-4210036459661633714?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/4210036459661633714/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/07/pelajaran-hidup.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/4210036459661633714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/4210036459661633714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/07/pelajaran-hidup.html' title='PELAJARAN HIDUP'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TFO2DrLDg_I/AAAAAAAAAuY/11TYryjmSVM/s72-c/Sunset+02.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-7637604860126230826</id><published>2010-07-24T22:51:00.000-07:00</published><updated>2010-07-25T00:12:47.057-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curahan Hatiku'/><title type='text'>BIARLAH.........</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TEvdukA49UI/AAAAAAAAAuI/RGzrtSu0n98/s1600/cropped+8_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 123px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TEvdukA49UI/AAAAAAAAAuI/RGzrtSu0n98/s200/cropped+8_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497731562146952514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Biarlah mungkin lebih baik begini.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya kata ini yang mampu aku ucapkan saat mengalami kejadian yang tak mengenakkan perasaanku. Entahlah.... mengapa malam itu aku ingin sekali mengobrol dengan seseorang walau melalui telepon. Rasanya gak ada yang aneh dengan perasaanku, semua normal-normal aja. Hanya sekitar 15 menit pembicaraan kita menjadi lebih serius dan entah mengapa...... ada kata-katanya yang sangat menghujam perasaanku, seakan-akan dia sudah mengecilkan diriku. Gak tau ach...aku sendiri heran mengapa aku bisa sangat tersinggung saat itu. Padahal di hari-hari biasanya, kita biasa bercanda dan mengeluarkan kata-kata yang mungkin menurut orang lain &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"seronok"&lt;/span&gt;, tapi karena kita sudah sangat dekat....itu sah-sah aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyadari, aku cuma manusia biasa. Ada saatnya hati gak bisa terima atau karena &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"siklus wanita"&lt;/span&gt; yang sudah menampakkan bulannya dan terkadang kata-kata ini pula yang selalu dijadikan pembenaran.Malam itu...aku sungguh-sungguh sudah gak peduli dia akan balik marah atau tidak akan sikapku. Akhirnya, aku putuskan saja pembicaraan malam itu. Aku sudah tidak nyaman dengan keadaan itu kalau dipaksakan, mungkin hatiku akan bertambah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"panas"&lt;/span&gt; mendengar kata-katanya yang aku tangkap menunjukkan kata-kata yang gak mengenakkan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata menyesal memang selalu datang di akhir suatu peristiwa. Jujur, aku sempat kecewa mengapa sesuatu yang gak pernah aku sangka akan berakhir dengan sangat tidak mengenakkan pula. Mungkin benar...semua kejadian ada proses dan hikmah yang bisa dipetik. Mungkin pula benar jika aku harus mengatakan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Mungkin lebih baik begini"&lt;/span&gt;. Entahlah....aku hanya menyesali mengapa sesuatu yang sudah terlanjur &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"hilang"&lt;/span&gt; tidak bisa dikembalikan dan diselesaikan dengan cara baik-baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu berprinsip seperti ini, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Biarlah kehilangan beribu-ribu musuh daripada harus kehilangan seorang teman baik".&lt;/span&gt; Dosa bagiku jika putus silaturahmi. Apalagi jika aku tidak tau apa sebabnya sehingga aku perlu suatu kejelasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah manusia. Kita bisa menerka dalamnya lautan, tapi kita tidak bisa menerka dalamnya hati manusia. Aku kira....semua akan baik-baik aja, tapi keterbatasan aku sebagai seorang manusia juga gak bisa memaksakan hati dan kehendak orang lain. Pasti ada hikmah di balik semua ini. Dan aku selalu katakan dalam hati&lt;span style="font-style:italic;"&gt;...."Aku bangga jadi orang baik, walau terkadang kebaikan ku itu tidak selalu disambut baik oleh orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ini yang terbaik menurut Allah, aku hanya memasrahkan semuanya kepada-Nya. Biarlah ini menjadi urusan Allah saja. Yang penting, aku sudah berusaha dan meminta maaf kepadanya dan aku katakan bahwa aku menyesal dan gak akan membencinya sampai kapan pun. Aku tahu gak ada yang salah. Yang salah adalah kondisi dan mungkin benar....mungkin lebih baik begini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu ingat akan kata-kata ini......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TEveihZSMyI/AAAAAAAAAuQ/FYWBc63xLhM/s1600/29_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TEveihZSMyI/AAAAAAAAAuQ/FYWBc63xLhM/s200/29_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497732454797161250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Serahkanlah hatimu kepada kebaikan, karena hanya dengannya hatimu menjadi bening."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika engkau beriman,engkau akan berani dan tetaplah menjadi pribadi yang baik hatinya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, aku harus mengakui, bahwa segala urusan kembali kepada Allah,  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Allah tidak akan menaruh kita dalam keadaan yang kesulitannya lebih besar daripada kemampuan kita untuk mengatasinya. Kita tidak akan mengenali kekuatan kita, sampai kita menemui kesulitan"&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-7637604860126230826?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/7637604860126230826/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/07/biarlah.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/7637604860126230826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/7637604860126230826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/07/biarlah.html' title='BIARLAH.........'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TEvdukA49UI/AAAAAAAAAuI/RGzrtSu0n98/s72-c/cropped+8_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-3889019282468405129</id><published>2010-07-09T00:12:00.000-07:00</published><updated>2010-07-18T05:19:38.467-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aku dan Mamaku'/><title type='text'>HANYA INGIN CERITA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TDbM99uXf4I/AAAAAAAAAuA/ggCAUALsqXI/s1600/Ety%27s+cropped+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 138px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TDbM99uXf4I/AAAAAAAAAuA/ggCAUALsqXI/s200/Ety%27s+cropped+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491802160538025858" /&gt;&lt;/a&gt;Aku bangun tidur kesiangan, hampir jam 8 pagi. Wajar rasanya.  Semalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“online”&lt;/span&gt; sampai jam 2  lewat tengah malam.  Sebenarnya sih badan masih belum ingin bangkit, masih ingin bermalas-malasan, toh hari ini kantor libur. Menghabiskan waktu di hari libur tanpa rencana yang terstruktur mungkin menyenangkan. Jadi aku bisa menghabiskan waktu suka-sukanya aku, mau ngapain kek, mau kemana kek, pokoknya aku senang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berbaring  di tempat tidur, aku merenung hal-hal yang sempat membuat hatiku “miris”. Ach, sepertinya malas untuk bercerita bagaimana detailnya. Seperti kemalasanku hari ini yang menurutku sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“pelampiasan”&lt;/span&gt; dari kekesalanku terhadap kondisi yang terjadi beberapa hari ini. Aku butuh ruang untuk berekspresi dan menjadi diriku sendiri. Menumpahkan semua uneg-uneg yang terasa menyesakkan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemalasan mungkin hal yang tidak menjadi masalah, apalagi jika sudah dipelihara dan dibiasakan. Ini pula yang menyebabkan aku sering “ribut” dengan Mama, karena Mama menganggap aku “seperti anak kecil”. Apalagi menurut standardnya, mama yang emang sangat luar biasa “idealis”-nya. Sering tuh cerita tentang ketidakcocokan ala mama yang menjadi sumber pertengkaran dari tingkat kecil-kecilan sampai yang gede-gedean… Wuiihhh!!!! Gimana ya cara mengatasi masalah ketidakcocokan prinsip berpikir mama dengan aku. Lebih parahnya lagi, perbedaan ini bukan terhadap aku tapi juga kepada saudara-saudaraku yang lain. Parahnya lagi kepada orang lain. Aku sadar, aku  tidak bisa “merubah” diri mama seperti mama orang lain. Mama tetaplah mamaku apa adanya. Benar orang bilang, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“kita gak harus cocok dengan orang lain, tapi harus bisa menyamakan ketidakcocokan itu.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mama dulu sering meributkan hal yang aku anggap kecil seperti ini. Mama bilang aku malas bangun pagi. Setelah shalat Shubuh aku tidur lagi. Gak ada yang  bisa aku lakukan setelah Shalat Subuh. Langit masih gelap gulita, tidak ada pekerjaan rumah yang mendesak harus dilakukan, tidak ada seseorang yang harus diurus keperluannya. Tidak ada juga pekerjaan berat  yang harus mama kerjakan, sehingga aku tega membiarkan mama melakukan pekerjaan itu.  Sedangkan mata ini terasa berat untuk terbuka karena masih terasa sisa-sisa kelelahan di raga akibat aktifitas kerja yang menyita waktu dan tenaga. Sedangkan beberapa waktu yang tersisa, terasa berguna sekali dimanfaatkan untuk tidur kembali, sambil menunggu beberapa jam yang tersisa untuk rutinitas kerja seperti biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang rasanya Tuhan berikan waktu 24 jam dalam satu hari. Sedangkan waktu yang diperlukan untuk tidur di malam hari terkadang hanya 5 jam saja. Bagi aku, mau bangun jam berapa pun bukan masalah, asal aku bisa menyesuaikan diri dimana aku berada. Artinya, jika kebiasaan ini aku lakukan di rumah orang lain, tentu saja tidak akan aku lakukan. Aku cukup tahu diri dan menjaga “reputasi” mama  di hadapan orang lain. Aku bukanlah&lt;span style="font-style:italic;"&gt; “pemalas”.&lt;/span&gt; Aku justru malas selalu dicereweti. Aku cuma meminta pengertian itu…. saja, bijaksanalah…..!!! tapi terkadang itu saja masih salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku suka gak setuju dengan sikap mama yang aku pikir berlebihan rajin untuk ukuran umur mama saat ini. Aku suka kasihan sama Mama, karena kerajinannya membuat Mama kebanyakan ngeluh, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“aku capek, gak ada waktu istirahat, dari pagi belum berhenti sebentar pun, aku sampe gak sempat makan.”&lt;/span&gt; Akibatnya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;malam gak bisa tidur, dada sesak dan “naik betis”.&lt;/span&gt; Buntut-buntutnya, aku juga yang “repot”, asyik-asyik tidur dibuai mimpi indah, dibangunkan oleh &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“rengekan”&lt;/span&gt; mama dengan keluhannya. Terkadang itu yang sering membuat kita berbenturan, gak sepaham. Nah, kalo cerewetnya Mama sampai mengganggu kenyamanan, itu yang sering menjadi masalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang jika sudah kesal aku suka nasehatin  Mama, dalam hati berkata &lt;span style="font-style:italic;"&gt; “salah sendiri! Siapa suruh juga kebangetan rajin? Wong yang atur hidup kita ya diri kita sendiri… Mbok ya istirahat, nyantai dikit….”&lt;/span&gt; Tapi begitulah Mama, santai itu adalah “dosa” baginya, sayang kalau ada hari-hari atau waktu yang terbuang percuma tanpa berbuat sesuatu. Hmmm.... Mau diapain lagi, itulah prinsip hidupnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dipikir-pikir sebenarnya Mama gak salah juga, justru karena kerajinan yang luar biasa dia bisa melahirkan, mengasuh, mendidik, bahkan mencari uang untuk support kebutuhan sekolah dan kesejahteraan kelima anaknya dengan baik tanpa bantuan pengasuh atau pembantu. Beda banget dengan mbak ku, punya 2 anak sudah keteteran kemana-mana. Punya 2 dua anak laki-laki gak bisa membantu urusan perempuan.  Atau kakakku yang punya anak perempuan tapi gak dikasih tanggung jawab urusan rumah tangga. Tapi itu juga gak bisa disalahkan, mereka punya prinsip sendiri. Tapi buat aku,  &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“bukan kerjaan yang mengatur diriku, tapi aku yang harus mengatur apa yang akan kukerjakan”&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; Gaya hidup orang lain boleh  rada nyantai. Tapi akibatnya ya suka keteteran sendiri, yang rugi ya diri sendiri juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama memang tidak pernah punya rancangan yang jahat bagi hidupku, bagi saudara-saudaraku, bahkan orang lain. Namun seringkali perspektif yang kita gunakan berbeda sehingga terjadi salah pengertian. Niat yang sama-sama baik akhirnya hasilnya berantakan. Tapi apapun… aku akan berusaha mengerti Mama, semampuku, sebagaimana aku selalu meyakini diriku sendiri, bahwa apapun kondisinya mamaku dulu dan saat ini, “Mama tidak akan lama lagi menikmati perannya, jika anak-anaknya selalu sayang padanya, apa salahnya membuat orang yang anak-anaknya kasihi merasa bahagia?”.  Aku kembali teringat sebuah “statemen’ yang mengatakan bahwa, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KEBAHAGIAAN adalah KATA KERJA.&lt;/span&gt; So kalau aku ingin kebahagiaan, aku ingin membahagiakan Mama, maka aku harus mau bekerja untuk itu, meskipun akan banyak ketidaknyamanan dalam perjuangan mencapainya. Mampukah aku yang sedikit keras hati ini menghadapi mama yang juga sangat-sangat keras hati itu melakukannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu berharap, aku bisa!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-3889019282468405129?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/3889019282468405129/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/07/hanya-ingin-cerita.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/3889019282468405129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/3889019282468405129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/07/hanya-ingin-cerita.html' title='HANYA INGIN CERITA'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TDbM99uXf4I/AAAAAAAAAuA/ggCAUALsqXI/s72-c/Ety%27s+cropped+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-8380912557904040363</id><published>2010-07-01T19:28:00.000-07:00</published><updated>2010-07-01T19:33:04.521-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Inspirasional'/><title type='text'>CINTA ITU SABAR DAN PENGERTIAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TC1Pq-nzvwI/AAAAAAAAAtw/j5NzeayBNSo/s1600/0028-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TC1Pq-nzvwI/AAAAAAAAAtw/j5NzeayBNSo/s200/0028-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489131120617570050" /&gt;&lt;/a&gt;Alkisah, seorang perempuan yang baru menikah membawa sebuah kotak sepatu ketika pindah ke rumah suaminya di tanah pertanian, di kaki gunung. Kotak sepatu itu diletakkannya di lemari pakaian dan berpesan pada suaminya, agar tidak menyentuh kotak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si suami patuh. Selama 50 tahun, ia tidak pernah menjamah dan membuka kotak sepatu tersebut. Sampai suatu ketika, istrinya yang sakit-sakitan dan tampaknya hati-harinya hampir tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat merapikan barang-barang di lemari, si suami menemukan kotak sepatu itu lagi dan mengira isinya penting. Ia lalu buka kotak itu dan menemukan dua taplak meja kecil hasil rajutan istrinya. Di bawahnya tersimpan sejumlah banyak uang tunai.&lt;br /&gt;Ia lalu membawa kotak itu kepada istrinya dan menanyakan renda dan uang tunai tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Ibu saya memberi saya kotak itu di hari pernikahan kita. Dia menyuruh saya merajut renda unutk membantu mengatasi rasa frustasi setiap kali saya marah kepadamu,”jelasnya.&lt;br /&gt;Si suami terharu. Selama 50 tahun, istrinya hanya marah dua kali karena hanya ada dua renda.&lt;br /&gt;“Lalu uang tunai itu darti siapa? Tanyanya.&lt;br /&gt;“Oh, itu uang hasil penjualan taplak renda yang selama ini saya buat,”jelasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, cara untuk menghindari konflik bukan dengan seni atau kerajinan tangan. Merajut renda memang bisa mengalihkan perhatian dari masalah, tapi tidak mengubah apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara mencegah konflik dalam cinta adalah dengan melalui lembah pengertian, seperti kata &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Marge Piercy,&lt;/span&gt; hadiah pertama adalah hidup. Hadiah kedua adalah cinta dan hadiah ketiga adalah pengertian. Cinta membuat kita hidup dan member kita pengertian, yang lalu mendatangkan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mungkin kita pernah mendengar bahwa, cinta itu sabar dan baik hati. Jika cinta itu sabar, mungkin itu disebabkan cinta benar-benar pengertian.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-8380912557904040363?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/8380912557904040363/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/07/cinta-itu-sabar-dan-pengertian.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/8380912557904040363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/8380912557904040363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/07/cinta-itu-sabar-dan-pengertian.html' title='CINTA ITU SABAR DAN PENGERTIAN'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TC1Pq-nzvwI/AAAAAAAAAtw/j5NzeayBNSo/s72-c/0028-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-4087942626923075672</id><published>2010-06-25T20:28:00.000-07:00</published><updated>2010-06-25T20:32:41.003-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harianku'/><title type='text'>PENGALAMAN MASA LALU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TCV0urbAFaI/AAAAAAAAAtg/TBxEL_PxxSs/s1600/YARD.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TCV0urbAFaI/AAAAAAAAAtg/TBxEL_PxxSs/s200/YARD.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486920066299598242" /&gt;&lt;/a&gt;Kita mudah bersikap negatif dengan kesalahan-kesalahan dan ketidakbahagiaan masa lalu. Tapi jauh lebih sehat memandang diri kita dan masa lalu sebagai pengalaman, penerimaan, dan pertumbuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menjalani pengalaman yang persis yang kita perlukan, untuk menjadi siapa kita hari ini. Maka Lepaskan pikiran negatif yang kita pendam tentang keadaan masa lalu atau hubungan masa lalu dan terima dengan rasa syukur,  segala sesuatu yang membuat kita menjadi seperti hari ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-4087942626923075672?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/4087942626923075672/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/06/pengalaman-masa-lalu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/4087942626923075672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/4087942626923075672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/06/pengalaman-masa-lalu.html' title='PENGALAMAN MASA LALU'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TCV0urbAFaI/AAAAAAAAAtg/TBxEL_PxxSs/s72-c/YARD.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-8293881314008530288</id><published>2010-06-23T00:55:00.000-07:00</published><updated>2010-06-23T02:02:24.961-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ada Apa Dengan Aku'/><title type='text'>AKU BAHAGIA, JIKA........</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TCHC_3AXqmI/AAAAAAAAAtA/jYV3yGDkuHY/s1600/ZM_139_resize.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TCHC_3AXqmI/AAAAAAAAAtA/jYV3yGDkuHY/s320/ZM_139_resize.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485880223467022946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ORANG TUAKU&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;sehat wal ‘afiat,  sehat lahir maupun bathinnya,   selalu berbahagia, mereka berdua rukun, damai dan jika bertutur kata, bijaksana............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;SAUDARA-SAUDARAKU&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, rumah tangganya selalu  rukun, banyak rejeki  tapi tidak lupa dengan keluarga dan kaum dhuafa, serta  disenangi oleh siapapun..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Belahan jiwaku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;........&lt;br /&gt;Tulus hatinya mencintaiku, selalu perhatian, selalu jujur dan terbuka, serta semakin hari semakin bertambah cinta dan sayangnya hanya kepada aku................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;SAHABATKU&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;........&lt;br /&gt;Selalu mendukung aku, tulus, tanpa pamrih dan menganggap aku juga bagian dari keluarganya , dan menegur jika aku salah.....&lt;span style="font-style:italic;"&gt;” Karena menurutku......”Sahabat sejati selalu hadir, kala yang lain pergi menjauh&lt;/span&gt;.......”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;TEMAN-TEMANKU&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;.......&lt;br /&gt;Bisa menghiburku,  mendukung aku,  dan tidak menjadi &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“musuh dalam selimut”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TCHD_sS91DI/AAAAAAAAAtI/6qWFy6GjUdQ/s1600/100_0522_resize.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TCHD_sS91DI/AAAAAAAAAtI/6qWFy6GjUdQ/s320/100_0522_resize.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485881320103859250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku bisa membahagiakan orang-orang tidak mampu, walaupun sekecil apapun bantuan yang aku berikan, aku merasa berarti dan dianggap sebagai manusia, serta merasakan kebahagiannya karena telah  berbagi dan membela &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“orang-orang  yang lemah”&lt;/span&gt;.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat orang-orang yang aku cintai bahagia baik lahir maupun batinnya..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bisa membahagaiakan orang-orang yang aku cintai dan aku sayangi, orang tuaku, saudara-saudaraku, sahabat dan teman-temanku, serta kekasihku..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dianggap dan berguna bagi orang lain di sekitar kehidupanku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TCHNIai8RLI/AAAAAAAAAtY/gXh-7XF5u68/s1600/resized_100_0064.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TCHNIai8RLI/AAAAAAAAAtY/gXh-7XF5u68/s320/resized_100_0064.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485891365562500274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kebahagiaan hidup bukan karena banyaknya materi yang dimilikinya, tapi karena sedikitnya saling berhitungan dengan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki uang banyak belum tentu suatu kegembiraan, hati tanpa dosa yang membuat kehidupan damai tentram.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-8293881314008530288?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/8293881314008530288/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/06/aku-bahagia-jika.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/8293881314008530288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/8293881314008530288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/06/aku-bahagia-jika.html' title='AKU BAHAGIA, JIKA........'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TCHC_3AXqmI/AAAAAAAAAtA/jYV3yGDkuHY/s72-c/ZM_139_resize.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-7465208287907327419</id><published>2010-06-17T00:39:00.000-07:00</published><updated>2010-08-28T01:41:59.510-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ada Apa Dengan Aku'/><title type='text'>SELINGKUH ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TBnafgDpuNI/AAAAAAAAAsE/x9wpA2DZXD0/s1600/120320103853_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 152px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TBnafgDpuNI/AAAAAAAAAsE/x9wpA2DZXD0/s200/120320103853_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483654256016341202" /&gt;&lt;/a&gt;Mendengar kata-kata &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“selingkuh”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;?  Tuiiing...kepala ku langsung berdenyut-denyut dan ‘mood’ ku secepat kilat berubah.....&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bete!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa dengan selingkuh? Kata &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“selingkuh”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; begitu dahsyat membuat otakku berputar. Aku akan mengatakan bahwa kata-kata ini begitu dahsyatnya menohok isi dadaku hingga bahkan seakan-akan mengeluarkan seluruh isi perut dengan usus yang berurai keluar. Yah...sadis sekali, menyedihkan dan menyakitkan memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, aku sedang mengerjakan banyak tugas kantor yang berjimbun banyaknya. Untuk menghilangkan, kejenuhan menghadapi tumpukan-tumpukan tugas yang tidak tahu kapan bisa terselesaikan, aku menghidupkan laptop dan membuka Akun  Facebook.  Berharap mendapatkan angin segar dan mengembalikan pikiran ku sejenak, karena melalui FB aku merasa bertemu langsung dengan teman-teman walau itu hanya di dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku segera masuk ke ruang &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Google&lt;/span&gt; dan menuliskan kata &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;FACEBOOK&lt;/span&gt;, lalu sign in, mengetik email dan password ku. Aku masuk halaman beranda dan melihat-lihat status teman-temanku. Seperti biasa, aku memang jarang mengomentari status teman atau mengacungkan jempol kanan status mereka  kecuali,  jika status itu membuat aku tertarik dan aku anggap memang patut untuk aku komentari. Maka hari itu aku berniat untuk mampir sejenak saja di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;FB&lt;/span&gt;. Lalu aku pun meng-klik &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;INBOX&lt;/span&gt;. Alamak, 32 pesan sudah mengantri untuk segera aku baca. Satu persatu aku buka,  ternyata kebanyakan dari&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Grup&lt;/span&gt;  yang mengirimkan beberapa artikel. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Ada  satu pesan di &lt;/span&gt;INBOX yang menyita perhatianku,&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; “tanpa judul, HILMAN SULTAN.&lt;/span&gt; Akupun mengingat, rasanya seseorang dengan nama Hilman baru beberapa hari ini saja bergabung  menjadi temanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Halo Ety apa kabar? Terima kasih ya, sudah add aku. Salam kenal ya?”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Begitu isi pesannya seperti  kebanyakan teman di FB yang merasa perlu berterima kasih karena permintaan pertemanannya sudah di konfirmasi. Akupun tanggapan dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Alhamdulillah baik, iya,sama-sama ya. Makasih juga udah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;add&lt;/span&gt; aku. Salam kenal juga.”&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga pada balasan-balasan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Ya  thank’s…maaf ya aku udah add Ety lewat FB-nya Meisy Ariyanty….apa pernah Ety diceritakan sama Meisy mungkin tentang aku...”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upss....aku menjadi heran, kenapa pertanyaannya seperti itu? Sesaat aku mengabaikan pertanyaan-pertanyaan yang sempat singgah di pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Gak pernah, Meisy memang temenku dr SMP di Kota P. Gak papa, lagi pula wajar kok, qt bisa add teman dari mana aja bahkan dari men-search, lantas jika  gak kenal, juga biasa aja.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Oh ya, Ety sekarang tinggal dimana, apa di Kota P? Dekat gak rumahnya dengan Meisy?”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Sejak tamat SMA di Kota P, ortu pindah tugas ke Kota J dan aq kuliah ke Kota B. Tamat kuliah balik lagi ke Kota J dapat kerja dan tinggal  di Kota J sampe sekarang. Btw, kamu tinggal di Kota M ya, dan sudah menikah khan?”&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Iya aku tinggal di Kota M. Kalau Ety mampir ke kotaku, biar aku jadi guide-nya. Oh ya Et, bagaimana sih karakter Meisy sesungguhnya?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho, Mengapa pertanyaannya semakin membuat aku bingung. Hilman berbicara dengan aku tapi mengapa Meisy yang selalu ditanyakannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Insya Allah kalau suatu saat aq  ke kotamu. Btw, kenapa ya tanya-tanya soal Meisy? Jujur aja, aq gak terlalu kenal dg Meisy, itupun waktu SMP. Setiap manusia bisa berubah pasti sudah byk perubahan. Jadi, maaf klo aq gak bs menjelaskan gimana  Meisy sebenarnya. Tapi, maaf, bukankah kamu sudah menikah dan Meisy juga demikian?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Ya aku sdh menikah dan udah bbrp bln belakangan aku menjalin hub dg Meisy.  Berawal dr pertemanan hingga kita berdua udah nyebut pp dan mm dan aku sgt bahagia dgnnya dan bahkan sangat mencintainya…tp dia marah dgnku pdhl mslh sepele...banget.....rencana ku sebenarnya 2 tahun ke depan pengen nikahin dia…tp dia nggak sabar menunggu....bgmn kira-kira  Et....”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun berucap dalam hati...Astaghfirullahal’adziim... Artinya, Hilman dan Meisy telah berselingkuh. Mereka berstatus menikah, tapi bukan suami istri. Setahuku Meisy sudah mempunyai suami dan 2 orang anak. Seandainya telah terjadi yang buruk dengan rumah tangga mereka masing-masing, aku pun tidak mengerti. Aku pun menganggap itu urusan mereka dan tanggung jawab mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TBnb2VLUVwI/AAAAAAAAAsM/bBHLXRO7hsU/s1600/120320103855_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 152px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TBnb2VLUVwI/AAAAAAAAAsM/bBHLXRO7hsU/s200/120320103855_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483655747744323330" /&gt;&lt;/a&gt;Darah panas mulai mengalir ke kepalaku dan aku tidak sanggup untuk berpura-pura setuju dengan kelakuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Sorry ya mas Hilman...jujur sebenarnya aq gak mau ikut campur masalahmu, lagipula qt baru kenal. Lantas kenapa kamu percaya dan berani cerita ke aq...?”  Sekali lagi aku blg, maaaf banget, aq gak tau persoalan kalian, apalagi klo sdh menyangkut masalah hati. Bukankah kalian sudah sama-sama menikah? Nah itu juga yang membuat aku tidak mengerti.” Aq gak mau blg klo aq menentang hubungan ini, krn itu hak kalian, dan gak ada urusannya dengan aku. Tapi maaf aq gak bs bantu krn aq gak mau terlibat dlm urusan ini walaupun kamu cuma bertanya ttg pribadi Meisy ke aq. Intinya, aq gak setuju polygamy dan perselingkuhan. Aq gak begitu mengenal Meisy, begitu juga kamu.....!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Hilman tidak kalah ngotot, terus mencecar aku dengan pernyataan-pernyataannya yang terbaca sangat penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Khan ety bareng foto waktu tour ke mana gitu, mungkin ke Bandung ya? Dan Meisy juga bilangin kok. Khan pertama aku mencari mana ya namanya Meisy di koleksi fotonya…aku juga liat foto ety gitu. Ya aku mengerti, tp ini perasaanku yg sgt dlm terhdp dia…apa nggak pernah saling kontak?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampun deh.... menyebalkan sekali orang ini, pikirku. Begitu besar perjuangannya untuk mendapatkan informasi tentang selingkuhannya. Aku sempat berpikir, kasihan sekali istrinya Hilman. Di luar sana sang suami telah berselingkuh dengan wanita lain yang juga ternyata milik orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Iya kita berteman, tapi  bukan berarti setiap teman bisa jadi soulmate. Ety kenal Meisy cuma sebatas teman krn qt satu sekolah aja. Di SMA aq malah gak pernah bertegur sapa dengan Meisy krn jarang bertemu, karena beda jurusan, beda kelas. Maaf ya, aq gak bs bantu urusan kalian berdua, apalagi ini masalah urusan rumah tangga. Ety rasa kamu bs menyelesaikannya sendiri karena kalian sudah dewasa dan bisa berpikir apa resikonya, jangan karena  cinta semata!”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Ya thank’s…kira-2 tau gak mngkn teman akrabnya Meisy sampai sekarang ini... atau teman sekampungnya aja dech. Sekarang kan dia jadi  Dosen di Universitas itu di Kota P, mungkin Ety tau teman-temannya dia.....”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bener-bener &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“dablek”&lt;/span&gt;  kata orang Jawa. Sudah jelas-jelas aku tidak berminat membantu dan menjelaskan panjang lebar, tapi dia tetap saja bertanya seputar Meisy yang semakin memperjelas bahwa mereka selama ini berselingkuh dan saat ini sedang ada masalah. Hilman berpikir, mungkin aku sahabat dekatnya Meisy. Jadi, dia patut bertanya dengan aku untuk menutupi rasa penasarannya terhadap Meisy yang sedemikian besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Mas Hilman...Ety sudah lamaaa sekali gak  ketemu Meisy, jd ety pun gak tau siapa-siapa aja tmn Meisy skr. Ety mengerti kalau kamu begitu penasaran, tp kalau aq boleh kasih saran. Jalanilah apa adanya. Aq tau saat ini mngkin kamu lagi cinta-2nya, tapi jangan landasi semuanya cuma atas dasar cinta sehingga sdh tdk bs lg berpikir dg logis. Sadarilah krn cinta dekat dg nafsu dan cinta bs luntur. Aq berani ngmg seperti ini ke kamu, karena pengalaman teman-temanku yang pernah curhat masalah seperti ini ke aq. Makanya aku belajar dari mereka dan aq sangat berhati-hati dg urusan cinta.  Apalagi kalau sampai salah mencintai orang yg sdh milik org lain. Jadi, selamat berjuang, semoga masalahnya bisa selesai dengan baik.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TBnf1opGaAI/AAAAAAAAAsU/sF8TwqUz8Xg/s1600/120320103856_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 152px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TBnf1opGaAI/AAAAAAAAAsU/sF8TwqUz8Xg/s200/120320103856_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483660133836154882" /&gt;&lt;/a&gt;Oh My God.... Kenapa tiba-tiba &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘mood’&lt;/span&gt; ku berubah. Ternyata kata perselingkuhan telah menghujam hatiku. Hari itu aku yang sangat berantusias ingin menyelesaikan tugas-tugasku, seketika kepalaku pusing dan aku tidak berniat lagi meneruskan balasan surat kepada Hilman. Dan Hilman pun tidak meneruskan suratnya. Mungkin saja dia sudah merasa terpojok dengan “nasehat-nasehat  dadakan” ku. Dalam hati aku berharap Hilman menyadari kata penolakanku sebelum dia bertambah berani mengeluarkan kata-kata untuk memohon kepadaku meminta informasi yang lebih lengkap tentang Meisy.  Seketika aku merasa, akulah yang telah dikhianati hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak aku merenung, kenapa aku begitu marahnya ketika mengetahui seseorang telah berselingkuh, bahkan saat orang tersebut sama-sama milik orang lain dan masih menyandang status sebagai suami atau istri orang lain.  Dunia benar-benar sudah gila. Tapi, saat ini mengapa jika aku yang merasa susah? Bukankah itu masalah mereka? Bisa saja kan aku menjawab seperti ini; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Mas Hilman, kalau Meisy-nya susah dihubungi saat ini, kenapa tidak datang aja ke kotanya? Atau, Mas Hilman jangan putus asa menghubunginya walau beberapa kali surat-suratmu di FB gak dibalas, karena no handphone yang biasa dihubungi, sudah tidak aktif lagi. Atau, sabar ya mas, nanti aku  usahakan mencari informasi tentang Meisy. Jika suatu saat aku sudah menemukan temannya atau nomor handphone Meisy yang baru, nanti aku kbari.  Teruslah berjuang, semoga Meisy bisa menerima mas kembali.” Atau aku diam saja, atau tidak membalas pernyataan-pernyataannya yang membuat aku bertambah kesal, barangkali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa saja seperti itu kan? Tapi  entahlah! Aku seketika saja tidak respek dengan persoalan-persoalan seperti itu. Aku tidak pernah setuju adanya perselingkuhan, apapun kondisinya. Apapun alasannya, suatu perbuatan buruk, jika ditutup-tutupi sebagaimana rapatnya kita menutupi keburukan itu, lambat laun akan ketahuan juga. Akibatnya akan  ada pihak-pihak yang tersakiti. Istri atau suami, bahkan anak-anak. Kenapa kebanyakan orang tidak mau memahami itu? Kenapa selalu yang dikejar adalah nafsu? Nafsu karena merasa sangat cinta. Nafsu karena merasa mendapatkan kenyamanan dari selingkuhan dibandingkan dengan istri/suami sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak mau men-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;judge &lt;/span&gt;mengapa seseorang bisa berselingkuh. Banyak faktor yang bisa melatarbelakanginya. Aku cuma  bisa bilang, kembali ke diri masing-masing saja. Masih banyak cara yang bisa dilakukan. Rasanya banyak cara yang lebih dewasa dan bijaksana untuk menyelesaikan suatu masalah, sehingga tidak ada yang tersakiti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih bisa bersyukur, bahwa aku tidak pernah (semoga jangan sampai) diselingkuhi oleh pacar-pacarku, dulu maupun sekarang. Tapi aku bisa merasakan bagaimana rasanya jika orang yang kita cintai berselingkuh dengan orang lain.  Sakit pasti rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TBngsaS5BeI/AAAAAAAAAsc/CVBvzH_ahqg/s1600/120320103854_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 152px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TBngsaS5BeI/AAAAAAAAAsc/CVBvzH_ahqg/s200/120320103854_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483661074877711842" /&gt;&lt;/a&gt;Pengalaman singkat ku hari itu, membuat aku terinspirasi untuk membuat bahasan ke dalam Blog ku ini Segala sesuatu yang kita lakukan karena berdasarkan hati, akan menghasilkan karya yang bagus dan memuaskan. Ini benar- benar  terbukti. Bahasan ini terbukti berhasil aku selesaikan hanya dalam waktu 15 menit saja. Puas sekali rasanya bisa menuangkan uneg-uneg dibandingkan jika kita harus mengumbar masalah kepada orang lain yang tidak bisa dipercaya dan tidak bisa dipegang omongannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah  tidak tahan ingin &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“sharing”&lt;/span&gt;. Tidak tahan rasanya menanggung beban pertanyaan-pertanyaan di pikiran  sendirian. Harus aku bagi, dengan harapan, aku bisa memetik hikmah dari kejadian ini. Semoga tidak terjadi pada diriku dan aku pun tidak akan pernah melakukannya.  Meisy adalah juga teman ku semasa SMP. Kalaupun iya, aku tidak menyangka jika Meisy berani berselingkuh.  Benarkah Meisy seperti itu? Aku gak mau  shudzon.  Biarlah itu menjadi resiko dan tanggung jawabnya, serta  urusannya dengan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, jika semua orang menyadari, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Apa lagi yang dicari......, Bukankah tujuan dari semua keberhasilan adalah pulang ke rumah dalam perasaan damai."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dan aku pun mendapatkan ide, untuk  segera memasang status FB ku hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TBx_LVsUrYI/AAAAAAAAAsw/QsleDgryXv0/s1600/LEAVES02.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 199px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TBx_LVsUrYI/AAAAAAAAAsw/QsleDgryXv0/s200/LEAVES02.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484398279008759170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“.....Aku sangat menentang perselingkuhan. Cinta itu beda-beda tipis dengan nafsu. Jadi, kalo ada yang curhat sama aku mslh  perselingkuhannya dengan seseorang. Waduuuhhh…..’mood’ ku langsung berubah &amp; maaf beribu-ribu maaf, aku gak akan bantu. Aku cuma berpikir bagaimana seandainya semua berbalik ke diri kita. Kembali ke diri kita masing-masing aja. Bukankah sakitnya akan sama.....?”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Hati-hati dalam memilih hati, karena hati yang tidak hati-hati, seringkali tersakiti oleh hati yang terkadang tidak memakai hati.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Engkau menjadi yang terkaya, jika engkau menjadikan wanitamu sebagai perhiasan terindahmu."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-7465208287907327419?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/7465208287907327419/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/06/selingkuh.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/7465208287907327419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/7465208287907327419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/06/selingkuh.html' title='SELINGKUH ?'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TBnafgDpuNI/AAAAAAAAAsE/x9wpA2DZXD0/s72-c/120320103853_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-405984952529233258</id><published>2010-06-13T22:52:00.000-07:00</published><updated>2010-06-13T23:14:45.271-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Inspirasional'/><title type='text'>MOTIVASI CINTA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TBXIb1XUW0I/AAAAAAAAAr8/LLVjyGWdq0c/s1600/MYLOVE.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TBXIb1XUW0I/AAAAAAAAAr8/LLVjyGWdq0c/s200/MYLOVE.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482508501900352322" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu hari, seorang anak perempuan berumur 12 tahun mengajak adiknya yang cacat mental mencari kado untuk hadiah. Saat memasuki sebuah toko serba ada, si adik secara tak sengaja menabrak tumpukan tinggi kotak berisi sepatu. Akibatnya, sepatu berhamburan kemana-mana. Seorang pegawai segera mendatangi kedua anak itu. Dengan bertolak belakang, si pegawai berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Pungut semua sepatu itu! Rapikan sekarang juga!”&lt;br /&gt;“Tidak! Saya tidak mau,” teriak anak laki-laki itu.&lt;br /&gt;“Ayo, cepat pungut!” bentak si pegawai.&lt;br /&gt;“Tak mau! Saya tidak mau!” bantah si anak laki-laki sambil teriak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak perempuan itu lalu memunguti sepatu-sepatu itu. Melihat kakaknya bekerja, si adik lalu membantu kakaknya. Dan si  pegawai itu ikut membantu. Sesudah itu, ketiganya  bekerja memasukkan sepatu-sepatu ke dalam kotaknya sampai rapi seperti semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berlalu, anak perempuan itu memberi pelajaran berharga kepada si pegawai toko,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Ibu harus mencintai adik saya dulu, kalau mau minta dia bekerja membantu itu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pesan moral yang dapat kita ambil dari cerita ini, bahwa kata-kata mungkin juga bermanfaat bagi kita semua, yang bekerja dan hidup bersama orang lain. Jika ingin orang-orang merespon, cobalah mengasihi mereka agar mau bekerja. Semua orang suka madu yang manis. Jika kita memberi  orang apa yang mereka inginkan, mereka berkemungkinan besar memberikan apa yang kita minta dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang termotivasi karena berbagai cara. Rasa takut misalnya, atau rasa bersalah. Tapi dalam hidup sehari-hari terbukti, jenis motivasi yang paling efektif agar orang-orang yang hidup dan bekerja dengan kita mau mengerjakan sesuatu adalah cinta yang diwujudkan dalam tindakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Steve Goodier – Situs Life Support System)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-405984952529233258?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/405984952529233258/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/06/motivasi-cinta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/405984952529233258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/405984952529233258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/06/motivasi-cinta.html' title='MOTIVASI CINTA'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TBXIb1XUW0I/AAAAAAAAAr8/LLVjyGWdq0c/s72-c/MYLOVE.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-2904364275933538896</id><published>2010-06-06T20:03:00.000-07:00</published><updated>2010-06-06T20:47:51.999-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curahan Hatiku'/><title type='text'>KETIKA ALLAH YANG MENJADI ALASAN PALING UTAMA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TAxnacNbVeI/AAAAAAAAArU/QM6pSSigX10/s1600/wp04_full_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TAxnacNbVeI/AAAAAAAAArU/QM6pSSigX10/s200/wp04_full_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479868550549820898" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika Allah yang menjadi alasan paling utama....... ketika itu pula aku berpikir, ada baiknya cerita ini di share, supaya orang juga bisa memetik pelajaran tentang kehidupan dan realitasnya, yang terkadang tidak konvensional. Kuakui, wajar sebenarnya orang lain pasti akan menilai seseorang hanya sebatas kulitnya saja........ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip tulisan “keren” seorang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Yuris Dewandaru&lt;/span&gt;, yang sesuai banget  dan mewakili  perasaan dan pemikiranku.................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Menulis apa yang ingin kutulis. Dengan ketulusan, tanpa tujuan. Kalau saja tersirat sebuah tujuan, biasanya memang ada yang ingin kuungkapkan tentang sesuatu yang memang harus tersampaikan. Jadi, ketika aku tak selalu berkomentar balik ketika tulisanku dikomentari, ketika aku tak balik menyambangi ranah seseorang meski jempol kanannya kerap diacungkan; itu karena aku tak ingin menganggap semua pujian hanya serupa utang dan piutang. Lantaran itu aku lebih percaya pada kepekaan, siapa yang memberi pujian dan perhatian dengan penuh ketulusan............&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Allah yang menjadi alasan paling utama untuk menikah........... maka aku berani memutuskan dengan siapa aku akan menikah. Aku tidak banyak bertanya tentang calon suamiku, aku menantinya menjemputku di tempat yang Allah sediakan, dan satu hal yang  pasti, aku tidak ikut mencampuri ataupun mengatur apa-apa yang menjadi urusan Allah. Sehingga aku nikahi seorang suami yang tegar, bertanggungjawab, mencintaiku, menerima apapun keadaanku dan berbakti kepada orangtua.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TAxnacNbVeI/AAAAAAAAArU/QM6pSSigX10/s1600/wp04_full_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TAxnacNbVeI/AAAAAAAAArU/QM6pSSigX10/s200/wp04_full_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479868550549820898" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika Allah yang menjadi alasan paling utama untuk menikah.......... maka aku berusaha sekuat tenaga untuk tidak melihat segala kekurangan calon suamiku. Dan sekuat tenaga pula, aku mencoba membahagiakan dia........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Allah yang menjadi alasan paling utama untuk menikah...... maka meneteslah air mataku saat melihat segala kebaikan dan kelebihan calon suamiku, yang rasanya akan sulit aku tandingi..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Allah yang menjadi alasan paling utama untuk menikah, maka akupun berdoa, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Ya Allah, Jika dia memang jodoh yang Engkau ridhoi untukku, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya  pada-Mu. Agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu. Amin!&lt;/span&gt;.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Allah yang menjadi alasan paling utama untuk menikah....... maka seharusnya tidak ada lagi istilah, mencari yang cocok, yang ideal, yang menggetarkan hati, yang menentramkan jiwa, yang..., yang..., yang..., dan 1000 “yang”......lainnya. Semua itu baru akan muncul justru setelah melewati jenjang pernikahan. Ketika kebersamaan dua insan teruji oleh waktu dan berjalan dalam kekuatan yang disebabkan karena &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Takut hanya kepada Allah”&lt;/span&gt;.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Allah yang menjadi alasan paling utama untuk menikah........ tidak akan ada ego yang menonjol, yang berkeinginan menguasai satu terhadap yang lain, yang ada hanya saling menolong, menganggap seorang lebih utama dari dirinya sendiri, saling mengasihi, saling melayani sebagaimana kepatuhan dan ketundukan kepada Allah........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TAxo1euCj0I/AAAAAAAAArk/GsHPAOp6A24/s1600/Bismillah+01.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 158px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TAxo1euCj0I/AAAAAAAAArk/GsHPAOp6A24/s200/Bismillah+01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479870114591575874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sahabat-sahabatku&lt;/span&gt;..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika usiaku 23 tahun, saat menyelesaikan studyku, aku sudah memiliki niat untuk menikah, meskipun hanya sekedar niat, tanpa keilmuan yang cukup.  Sedari awal, aku meminta jodoh kepada Allah dengan tanpa banyak kriteria dan dengan tanda-tanda yang aku tetapkan supaya Allah kabulkan, selain meminta kasih sayang dari seseorang. Meskipun saat itu aku memiliki kekasih, Allah belum mengabulkan niatku.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika usiaku 27 tahun, saat aku mulai memasuki dunia kerja dan karirku, aku juga berkeinginan menikah. Namun kekasih yang kupunya ketika itu tidak lolos memenuhi syarat dan kriteria yang aku pikir tidak akan memenuhi kriteria yang diinginkan oleh orangtua dan keluarga besarku. Walau keluargaku tidak pernah mematok kriteria apapun. Yang terpenting  seiman dan sayang dengan  keluargaku juga, namun dia tidak seperti harapanku. Dan aku selalu berpikiran positif, mungkin dia memang bukan jodoh yang Allah kirim untukku..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika usiaku menanjak di usia 30 tahun, semua orang-orang yang ada di sekelilingku, terutama orang tuaku, mulai bertanya pada diriku dan bertanya-tanya pada diri mereka sendiri. Maukah aku segera menikah atau mampukah aku menikah? Dalam doaku, aku kurangi permintaanku tentang syarat dan kriteriaku untuk jodoh kepada Tuhan. Syarat dan ketentuan itu, tidaklah muluk-muluk.....&lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Aku ingin dicintai dan mencintai”&lt;/span&gt;. Sedari dulu, aku bukanlah tipe wanita yang punya ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap siapapun dan apapun, seperti anggapan orang lain yang tidak mengenal aku secara keseluruhan. Namun jika aku mendapatkan lebih dari apa yang aku bayangkan, aku anggap itu adalah bonus dari Allah. Yach....., orang berhak menilai apa aja karena  ada istilah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Tak kenal, maka tak sayang.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika Allah yang menjadi alasan paling utama untuk menikah....... aku sadar tidak ada  manusia yang sempurna. Aku tidak merasa sangat sempurna, karena itu aku tidak berpikir harus juga mendapatkan yang sempurna. Aku tidak pernah  mempersoalkan harta  karena aku sadar bahwa aku juga bukan orang yang  kaya raya. Aku tidak menuntut dia harus selalu baik, karena aku sadar aku juga tidak cukup baik. Aku tidak meminta dia harus mengerti aku, karena belum tentu juga aku bisa sepenuhnya mengerti dirinya. Aku tidak minta dia harus pintar, karena akupun belum tentu “sepintar” apa yang dia inginkan. Aku hanya meminta sedikit..... &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Ya Allah, berikan kepadaku hati yang terbuka, yang mau menerima satu sama lain apa adanya tanpa pamrih apapun, jadilah kehendak-Mu!” (Tapi aku percaya Allah tetap mempertimbangkan kebutuhan tiap-tiap umat-Nya).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TAxqJfYB6mI/AAAAAAAAArs/QC2h_XJliQU/s1600/a-20_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TAxqJfYB6mI/AAAAAAAAArs/QC2h_XJliQU/s200/a-20_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479871557876705890" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika Allah yang menjadi alasan paling utama untuk menikah.....kukatakan kepada Allah apa yang kurasakan, kuinginkan, kuharapkan dan kurencanakan. Sejauh kenyataan, semua berjalan seperti apa yang kuharapkan. Aku memang tidak pernah terpaku pada kriteria jodoh yang sejak lama kuimpikan, aku tidak pernah mau memaksa agar semua keinginanku menjadi kenyataan, akupun terus belajar mensyukuri bahwa apapun yang sedang berlangsung berada dalam sepengetahuan-Nya..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Allah yang menjadi alasan paling utama untuk menikah....... jika  punya kekasih pun ternyata tidak menemukan damai sejahtera dalam perjalanan hidup. Aku pun tidak mau mencari-cari kesalahan dan alasan, dimana letak kesalahannya; Apakah aku kurang gigih mempertahankannya, ataukah Allah memang merancangkan jalan hidupku harus melewati semua ini, karena dia punya skenario lain dalam kelanjutan hidup manusia di masa depan?  Tapi aku tidak mau mempersalahkan Allah, tidak akan pernah! Keputusan-keputusan yang pernah kubuat adalah dengan kesadaran yang kuat, tanpa tekanan siapapun. Aku terima serta jalani babak kehidupanku selanjutnya dengan pasrah dan selalu berserah diri........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Allah yang menjadi alasan paling utama untuk menikah........ maka aku harus berserah pada rancangan Allah untukku. Kuingat bahwa Allah memang tidak pernah berjanji akan selalu ada matahari, atau akan melulu hujan… Tapi Allah akan memperhitungkan setiap tetes airmataku,  dan mengenal hatiku yang penuh kepasrahan......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Allah yang menjadi alasan paling utama  untuk menikah........ aku  tidak mau punya ekspektasi yang terlalu tinggi akan masa depan dari relasi yang masih seumur jagung ataupun dari berabad-abad lamanya hubungan itu sudah dijalani. Aku juga tidak mau berharap terlalu besar akan kebersamaan yang terkadang masih pasang surut. Aku hanya mau menikmatinya sebagaimana air mengalir. Biarkanlah waktu menguji. Dalam perjalanannya akan ada batu karang yang mungkin memecahnya menjadi buih, akan ada riak-riak berupa gelombang yang menghadang, dalam proses menyesuaikan diri sampai kepada satu pemahaman, meski tidak harus selalu seragam, namun ada toleransi dan saling pengertian. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Aku hanya mau menikmati setiap hari berlalu sebagai sebuah episode dimana Allah menjadi sutradaranya”...........&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah pengalaman dan proses hidup yang aku jalani penuh dengan liku dan jurang yang terjal, lalu aku menemukan jalan menuju kebahagiaan, kuuyakini itu dengan hati karena belum pernah pengalaman ini kualami sebelumnya. Salahkah jika aku kemudian berpikir, inikah jawaban atas kepasrahan dan ketaatanku bergumul dengan ketidakpastian?.............&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TAxqJfYB6mI/AAAAAAAAArs/QC2h_XJliQU/s1600/a-20_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TAxqJfYB6mI/AAAAAAAAArs/QC2h_XJliQU/s200/a-20_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479871557876705890" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika Allah yang menjadi alasan paling utama untuk menikah........ “Bolehkah aku berharap bahwa kehadiran seseorang yang sangat mempengaruhi seluruh irama hidupku selama beberapa bulan terakhir ini sebagai rencana Tuhan yang manis untuk hidupku?” Bukankah itu menjadi sesuatu yang indah jika setiap hari selalu ada komunikasi yang baik………semakin lama semakin dalam dan larut kepada saling memahami, tanpa hasrat untuk bersandiwara atau menyembunyikan kenyataan yang ada? Bisa saling memahami, bahkan memiliki chemistry yang sama kuatnya dengan apa yang kurasakan. Namun jika semua itu sebaliknya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;aku yakin, Allah tidak akan pernah  mengingkari janji-Nya........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika Allah yang menjadi alasan paling utama untuk menikah...... aku akan terus menjalani hari-hari ini dengan suka cita, menerobos berbagai rintangan di depan sana. Dengan pengalaman kegagalan sebelumnya, berharap aku bisa membuat keputusan yang lebih baik, yang sungguh-sungguh berdasar kepada dalil......&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; “Ketika Allah-lah yang menjadi alasan paling utama”&lt;/span&gt;. Sehingga aku tidak akan pernah menyesal ....... selamanya.......... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ketika Allah yang menjadi alasan paling utama untuk menikah....... isak tangis akan berubah menjadi damai yang membahagiakan. Dan aku akan terus bersabar menanti saatnya tiba!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-2904364275933538896?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/2904364275933538896/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/06/ketika-allah-yang-menjadi-alasan-paling.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/2904364275933538896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/2904364275933538896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/06/ketika-allah-yang-menjadi-alasan-paling.html' title='KETIKA ALLAH YANG MENJADI ALASAN PALING UTAMA'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TAxnacNbVeI/AAAAAAAAArU/QM6pSSigX10/s72-c/wp04_full_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-1974710356168807516</id><published>2010-06-01T00:44:00.000-07:00</published><updated>2010-06-01T01:05:51.076-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Semua Tentang Cantik'/><title type='text'>MENJADI ORANG PALING CANTIK DI DUNIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TAS85AHs8MI/AAAAAAAAAqs/qReGSc6o8pc/s1600/0020-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TAS85AHs8MI/AAAAAAAAAqs/qReGSc6o8pc/s200/0020-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477710734260236482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dulu Vina pernah menyesal karena Tuhan memberinya raut wajah yang tidak menarik. Vina merasa tersisih dan tak berguna karenanya. Namun sebuah peristiwa menyadarkannya bahwa kecantikan hati jauh lebih penting dibanding kemolekkan lahiriah semata. Dan Vina pun sadar bahwa cara berpikirnya selama ini, salah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika sadar Vina tidak secantik artis-artis dan model di televisi, dia mengalami krisis kepercayaan diri yang berlebihan. Sepertinya di dunia ini hanya dialah yang mempunyai masalah terberat di dunia. Ketika teman-temannya mulai naksir pada lawan jenis dan punya pacar, Vina justru merasa menjadi wanita jelek yang tidak pantas dicintai. Yang paling membuatnya rendah diri adalah pipinya dipenuhi oleh jerawat. Dalam kesendirian, kadang Vina menangisi nasibnya yang tidak memiliki paras secantik wanita lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Vina keluar rumah untuk belanja. Di tengah jalan dia bertemu dengan seorang kakek yang ingin menyeberang jalan raya, tampaknya kakek itu seorang pengemis. Penampilan kakek tersebut sangat memprihatikan dan tidak terurus.  Vina membantu kakek itu menyeberangi jalan yang ramai dan padat dengan kendaraan yang lalu-lalang. Namun bukan sampai disitu, Vina mengantarkan kakek tersebut sampai di tempat tujuannya, yaitu ke sebuah rumah kardus di daerah kumuh. Ternyata itu adalah rumah si kakek. Melihat kondisi tersebut, Vina tidak tega dan merasa kasihan. Dengan sedikit uang yang dimilikinya, tanpa pikir panjang, Vina memberikan uang itu dan menyisihkan sedikit saja dari uang yang dia miliki untuk ongkos pulang ke rumah. Dan melupakan niatnya untuk berbelanja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terima kasih banyak ya cu atas bantuannya dan uang yang cucu berikan, dengan uang ini bisa untuk makan kakek selama beberapa hari. Semoga Tuhan membalas segala kebaikan cucu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sama-sama kek, itu tidak seberapa. Saya senang bisa membantu kakek. Alhamdulillah….sesama makhluk Allah harus saling menyayangi ya…” ujar Vina&lt;br /&gt;Hari itu tiba-tiba di dada Vina terasa mengalir udara sejuk yang menghapuskan segala kegalauan hatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TAS-cxRt2QI/AAAAAAAAArE/YiIXd2OQT1s/s1600/0021-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TAS-cxRt2QI/AAAAAAAAArE/YiIXd2OQT1s/s200/0021-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477712448262625538" /&gt;&lt;/a&gt;Namun peristiwa itu belum bisa menghapus pikiran Vina tentang dirinya yang selalu menyesali dirinya yang memiliki fisik tidak menarik. Kegalauan itu muncul lagi, Vina kembali menyesali nasibnya menjadi si buruk rupa. Apalagi bila metatap cermin dan melihat pipinya yang penuh dengan  jerawat. Pipinya tampak rusak. Kenapa dia merasa  tidak diciptakan sebagai wanita yang berpipi mulus, berbadan langsing dan berkulit putih mulus? Ternyata Tuhan tidak adil, pikirnya saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu Hari Raya dan Vina harus bersilaturahmi dengan tetangga sekitar. Ketika mengunjungi rumah tetangganya yang masih terbuat dari bambu, Vina menjadi tertegun. Keadaan tetangganya itu sungguh payah, si empunya rumah sedang sakit parah dan wajahnya cekung karena sakit. Vina langsung menyerahkan sejumlah uang sambil menyalaminya. Tetangganya itu terharu sampai menitikkan air mata. Beliau mengucapkan terima kasih yang begitu menyejukkan hati Vina. Melihat kebahagiaannya, seharian itu Vina merasakan kembali udara segar memenuhi dadanya sehingga tak terpikirkan lagi kekurangan yang ada pada dirinya. Vina merasa cantik. Ternyata dengan menolong makhluk Tuhan, Vina merasa dirinya menjadi cantik dan berguna. Itu sangat membahagiakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Vina punya cara tersendiri untuk membuat hidupnya lebih ringan, meski Vina tidak secantik artis. Kini dia sadar Tuhan itu adil. Dia memberikan kebahagiaan pada setiap manusia dengan cara yang berbeda, tidak harus melalui bentuk fisik manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TAS9n4d1oOI/AAAAAAAAAq8/pXDCezEijXQ/s1600/0012_800.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TAS9n4d1oOI/AAAAAAAAAq8/pXDCezEijXQ/s200/0012_800.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477711539659448546" /&gt;&lt;/a&gt;Buktinya setiap kali menolong orang lain, Vina bahagia dan hal itu membuatnya menjadi orang yang paling cantik di dunia cantik. Kini, Vina berusaha untuk selalu menolong sesama, karena dengan melakukan hal itu dia merasa semakin cantik setiap hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Memberi pada sesama makhluk Tuhan dengan tulus, kita akan merasakan kebahagiaan yang tak dapat dibandingkan dengan harta apapun di dunia ini.” Dan bila kita berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, kita akan kembali dalam perasaan nyaman dengan diri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-1974710356168807516?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/1974710356168807516/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/06/menjadi-orang-paling-cantik-di-dunia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/1974710356168807516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/1974710356168807516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/06/menjadi-orang-paling-cantik-di-dunia.html' title='MENJADI ORANG PALING CANTIK DI DUNIA'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/TAS85AHs8MI/AAAAAAAAAqs/qReGSc6o8pc/s72-c/0020-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-3616570709048333163</id><published>2010-05-24T00:12:00.000-07:00</published><updated>2010-05-24T00:28:18.368-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Inspirasional'/><title type='text'>SAHABAT SEJATI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S_opylEJXhI/AAAAAAAAAqc/3o2HIRXFQzM/s1600/Dine+%26+Guns_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S_opylEJXhI/AAAAAAAAAqc/3o2HIRXFQzM/s200/Dine+%26+Guns_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474734245941960210" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu masa dalam Perang Dunia I, seorang serdadu yang berlindung dalam parit perlindungan melihat sahabatnya sejak masa kanak-kanak, roboh tertembak. Peluru terus berdesing dan tembakan berlangsung tak henti-hentinya. Dalam keadaan seperti itu, serdadu tersebut bertanya kepada komandannya, apakah dia boleh ke luar dari parit membawa temannya yang tertembak kembali ke tempat perlindungan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Ya, kamu boleh pergi. Tapi saya rasa tak ada gunanya. Sahabatmu kemungkinan sudah meninggal dan kamu mungkin membahayakan nyawamu sendiri,” kata komandannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serdadu itu tidak peduli dan nekad lari ke tempat sahabatnya di tengan desingan peluru. Dia berhasil menjangkau sahabatnya dan menyeretnya ke tempat perlindungan mereka. Komandannya segera memeriksa serdadu yang roboh dan sesaat kemudian, menatap serdadu yang membawa sahabatnya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Saya sudah bilang, ini sia-sia. Sahabatmu sudah meninggal dan kamu hampir saja menuju kematian,” katanya.&lt;br /&gt;“Ini tidak sia-sia, Pak,” sahutnya.&lt;br /&gt;“Apa yang kamu maksudkan tidak sia-sia? Sahabatmu sudah meninggal,” kata sang komandan.&lt;br /&gt;“Ya, Pak,” ujar serdadu itu lesu.&lt;br /&gt;“Tapi ini tidak sia-sia karena waktu saya sampai kesana, dia masih hidup dan saya senang dia berkata, “Jim, saya tahu, kamu akan datang.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dalam hidup ini, sesuatu itu sia-sia atau tidak, benar-benar tergantung pada cara kita memandangnya. Karena yang perlu kita lakukan adalah kumpulkan seluruh keberanian dan lakukan sesuatu berdasarkan suara hati agar kita tidak menyesal tidak melakukannya di suatu hari nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ingatlah bahwa.....Teman sejati datang ketika semua pergi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-3616570709048333163?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/3616570709048333163/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/05/sahabat-sejati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/3616570709048333163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/3616570709048333163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/05/sahabat-sejati.html' title='SAHABAT SEJATI'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S_opylEJXhI/AAAAAAAAAqc/3o2HIRXFQzM/s72-c/Dine+%26+Guns_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-6378501010694524917</id><published>2010-05-20T02:10:00.000-07:00</published><updated>2010-08-28T01:37:26.627-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harianku'/><title type='text'>TERSENYUMLAH !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S_T9_8YDh1I/AAAAAAAAAqU/dMRaok01R5Q/s1600/Have+A+Nice+Day_resize.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S_T9_8YDh1I/AAAAAAAAAqU/dMRaok01R5Q/s320/Have+A+Nice+Day_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473278722142603090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Senyum&lt;/span&gt; tak perlu keluar biaya, tapi memberi banyak. Dan senyum tak bisa dibeli, diminta, dipinjam, atau dicuri karena senyum tak ada nilainya untuk siapapun, sampai senyum diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Senyum &lt;/span&gt;memperkaya yang menerima tanpa membuat miskin si pemberi. Senyum hanya berlangsung sesaat tapi kenangannya kadang berlangsung sampai selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada orang yang begitu kaya atau begitu kuat, sampai bisa bergaul dengan orang lain tanpa senyum, dan tak ada yang begitu papah sampai tak bisa menjadi kaya karena senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang terlalu lelah untuk memberi kita senyuman. Berilah mereka senyuman, karena tak ada orang yang lebih membutuhkan senyuman selain orang yang tak bisa tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tersenyumlah&lt;/span&gt;, karena senyum menenangkan keresahan, membangkitkan semangat bagi yang berkecil hati, cahaya mentari bagi yang sedih, dan penangkal alamiah terbaik untuk masalah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-6378501010694524917?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/6378501010694524917/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/05/s-e-n-y-u-m.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/6378501010694524917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/6378501010694524917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/05/s-e-n-y-u-m.html' title='TERSENYUMLAH !'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S_T9_8YDh1I/AAAAAAAAAqU/dMRaok01R5Q/s72-c/Have+A+Nice+Day_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-96240199937637898</id><published>2010-05-16T21:02:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T21:26:55.487-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diaryku'/><title type='text'>IKHLAS AJA....!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S_DFX_B5PVI/AAAAAAAAAqE/RyrB5Vsxhvw/s1600/100_0868_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S_DFX_B5PVI/AAAAAAAAAqE/RyrB5Vsxhvw/s200/100_0868_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472090563102195026" /&gt;&lt;/a&gt;Diaryku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga jauh dari sempurna, jadi aku tidak pernah mau menuntut siapapun. Kecuali aku menginginkan ketulusan yang terlihat atau tampak dari perbuatannya. Kita akan menuntut banyak dari orang lain, karena kita merasa memilikinya seutuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak menyesali pengalamanku dengan siapa pun. Memang perlu waktu untuk melupakannya. Itu adalah bagian dari siapa aku saat ini dan membuatku menjadi orang orang yang lebih kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti riak gelombang dipermukaan air yang muncul, setiap melempar kerikil di atas permukaan air yang mengalir....akan meredup seiring waktu. Begitulah hidup manusia. Tetapi kenyataan adalah apa yang kita hadapi sekarang, bukan masa lalu..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diaryku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mempermudah dan menolong setiap urusanku, mengucapkan syukur atas nama Allah tak sekedar harus dilakukan ketika melihat kecantikan ciptaan-Nya. Tapi juga, kecantikan cara Allah dalam membantu setiap kesulitanku. Bahwa kesulitan aku terima dengan ikhlas sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang Allah kepadaku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-96240199937637898?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/96240199937637898/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/05/ikhlas-aja.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/96240199937637898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/96240199937637898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/05/ikhlas-aja.html' title='IKHLAS AJA....!'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S_DFX_B5PVI/AAAAAAAAAqE/RyrB5Vsxhvw/s72-c/100_0868_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-2701762900366619122</id><published>2010-05-13T23:52:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T00:29:42.803-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Inspirasional'/><title type='text'>KEBAHAGIAAN TERAKHIR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S-z6Jv5NTXI/AAAAAAAAAp0/vbzD_LlbPrE/s1600/0101_800.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S-z6Jv5NTXI/AAAAAAAAAp0/vbzD_LlbPrE/s200/0101_800.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471022692730490226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Perbuatan-perbuatan kecil yang kita lakukan, kadang tanpa kita sadari, punya makna besar dan berarti bagi seseorang. Orang-orang seringkali tak ingat apa persisnya yang kita lakukan, tapi akan selalu ingat perasaan yang kita bangkitkan dalam hati mereka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di masa muda, Budi yang tak ingin punya bos, bekerja sebagai supir taksi dan memilih &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shift&lt;/span&gt; malam. Tanpa disadarinya, ia juga menjadi tempat keluh kesah para penumpang yang dibawanya. Seringkali, begitu naik ke taksi, duduk di belakang, tanpa dikenali identitasnya, para penumpang bercerita tentang kehidupan mereka. Banyak kisah yang menyenangkan, yang membuatnya tertawa. Tapi banyak juga kisah sedih, yang membuatnya meneteskan airmata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam, Budi menerima panggilan untuk menjemput penumpang di sebuah rumah di kota yang tenang. Ia menduga akan menjemput undangan pesta yang akan pulang, atau seseorang yang bertengkar dengan pasangannya. Atau seorang pekerja &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shift &lt;/span&gt;dini hari di pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi tiba di sebuah rumah kecil di alamat yang disebutkan pada pukul 02.30 dini hari. Rumah dua tingkat tersebut gelap. Tampak hanya satu lampu yang menyala di lantai bawah. Dengan situasi seperti itu, kebanyakan supir taksi akan menekan klakson satu atau dua kali. Tunggu beberapa saat, lalu pergi. Tapi Budi lain. Sudah teramat sering ia melihat orang-orang mampu di negeri ini yang tergantung pada taksi sebagai sarana transportasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, Budi mempelajari situasi di sekelilingnya. Jika terasa aman, ia selalu datang ke pintu rumah. Penumpang ini mungkin seseorang yang perlu bantuannya, begitu pikirnya. Budi lalu berjalan ke pintu dan mengetuknya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Tunggu sebentar,”&lt;/span&gt; terdengar jawaban seorang nenek dengan suara lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S-z5HOsg6GI/AAAAAAAAApk/EQZJInOU1rs/s1600/0108_800.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S-z5HOsg6GI/AAAAAAAAApk/EQZJInOU1rs/s200/0108_800.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471021549947512930" /&gt;&lt;/a&gt;Budi mendengar sesuatu diseret. Sesudah agak lama, pintu dibuka. Seorang perempuan kecil berusia 80-an berdiri di depan Budi. Ia mengenakan rok kembang-kembang kecil, mengenakan topi dengan penutup di depannya, seperti perempuan tua dalam film 40-an. Disampingnya terletak sebuah koper kecil. Rumah kecil itu tampak seakan lama tidak berpenghuni. Semua perabot ditutupi kain. Tak ada jam di dinding, tak ada peralatan di lemari dan di rak. Di sudut ruang terdapat sebuah lemari kayu dengan pintu kaca berisi foto dan piring gelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Bisa tolong bawa koper saya ke taksi?” katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi membawa koper ke taksi dan kembali untuk membantu nenek tersebut. Ia menggandena lengan Budi dan berjalan perlahan di sampingnya menuju taksi sambil terus berterima kasih kepada Budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Terima kasih kembali,” kata Budi.&lt;br /&gt;“Saya cuma mencoba membantu penumpang saya seperti saya memperlakukan ibu saya,” tambahnya.&lt;br /&gt;“Oh, Anda anak baik,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sesudah duduk di dalam taksi, perempuan tua itu memberikan secarik kertas bertuliskan alamat, lalu bertanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Apakah kita bisa lewat kota?”&lt;br /&gt;“Itu buka jalan terpendek,” sahut Budi cepat.&lt;br /&gt;“Tak apa. Saya tidak peduli. Saya tidak buru-buru. Saya sedang menuju panti jompo, “ katanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Budi memandangnya dari kaca spion. Mata nenek itu tampak bersinar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Saya tak punya keluarga, tak punya siapapun lagi. Kata dokter waktu saya tak lama lagi.”&lt;br /&gt;Mendengar itu, perlahan Budi mematikan meteran argo.&lt;br /&gt;“Ibu ingin melewati jalan apa?” tanyanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 2 jam berikutnya, taksi meluncur keliling kota. Nenek itu menunjukkan bangunan tempat dia bekerja sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;operator lift&lt;/span&gt;. Lalu meluncur ke wilayah tempat dia dan suaminya tinggal ketika baru menikah. Ia lalu menyuruh Budi meluncurkan taksinya ke depan sebuah gudang perabot. Di zaman dulu, tempat itu adalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ballroom &lt;/span&gt;tempatnya belajar dansa ketika remaja. Kadang, nenek itu menyuruh Budi memperlambat laju kendaraan di depan bangunan tertentu atau di sudut jalan tertentu, sambil dia memandang ke dalam kegelapan tanpa mengucapkan sepatah kata pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat cahaya sang surya mulai tampak di ufuk langit, nenek itu tiba-tiba berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Saya lelah. Mari kita pergi sekarang.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S-z5uermK0I/AAAAAAAAAps/GTkHzA_ejEQ/s1600/0109_800.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S-z5uermK0I/AAAAAAAAAps/GTkHzA_ejEQ/s200/0109_800.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471022224253528898" /&gt;&lt;/a&gt;Budi meluncurkan taksi ke tempat alamat yang diberikan dalam keheningan dan lalu tiba di sebuah rumah petirahan. Taksi lalu meluncur ke pekarangan. Dua perawat segera keluar dan mendekati taksi. Keduanya tampak khawatir dan tegang, dan memperhatikan setiap gerak-gerinya. Budi menduga kedua perawat tersebut pasti sudah menunggunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi membuka bagasi dan membawa koper kecil itu ke depan pintu bangunan. Nenek itu sudah duduk di kursi roda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Saya harus bayar berapa?” tanyanya sambil mengambil dompetnya.&lt;br /&gt;“Tak usah bayar,” kata Budi.&lt;br /&gt;“Ini mata pencaharian anda,” katanya&lt;br /&gt;“Saya bisa dapat dari penumpang lain,” sahut Budi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi lalu membungkuk dan memeluknya. Nenek itu memeluknya kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Anda sudah memberi seorang nenek tua kebahagiaan singkat yang terakhir,” katanya. Terima kasih.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi menekan tangannya, lalu berjalan dalam cahaya pagi yang suram. Ia mendengar bunyi pintu ditutup. Bagi Budi, itu adalah bunyi penutupan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah itu Budi tidak menerima penumpang lainnya. Ia meluncurkan taksi tanpa tujuan, sambil terus membayangkan nenek tersebut. Sepanjang hari itu, Budi tidak banyak bicara. Bagaimana jika nenek itu dapat supir taksi yang pemarah? Atau supir yang ingin cepat-cepat pulang karena &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shift&lt;/span&gt;-nya berakhir? Atau supir taksi yang hanya klakson sekali, lalu pergi? Hari itu, dalam renungan singkatnya, Budi merasa belum pernah melakukan apapun yang sepenting itu selama hidupnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S-z7JPYq4_I/AAAAAAAAAp8/VV1loAxdt0o/s1600/0104_800.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S-z7JPYq4_I/AAAAAAAAAp8/VV1loAxdt0o/s200/0104_800.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471023783515710450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Seringkali kita merasa, hidup kita harus berputar di sekitar hal-hal hebat. Padahal seringkali kita tidak menyadari hal-hal hebat, yang terbungkus secara indah dalam kemasan yang dianggap remeh oleh orang-orang lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Mulai hari ini, perlakukan semua orang yang kita temui seakan mereka akan meninggal pada tengah malam. Berikan mereka semua perhatian, kebaikan, dan pengertian yang bisa kita kerahkan, dan lakukan tanpa memikirkan imbalan. Hidup kita tak pernah akan sama lagi.” (OG Madino)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-2701762900366619122?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/2701762900366619122/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/05/kebahagiaan-terakhir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/2701762900366619122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/2701762900366619122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/05/kebahagiaan-terakhir.html' title='KEBAHAGIAAN TERAKHIR'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S-z6Jv5NTXI/AAAAAAAAAp0/vbzD_LlbPrE/s72-c/0101_800.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-3120675462316834769</id><published>2010-05-09T20:46:00.000-07:00</published><updated>2010-08-28T01:38:18.422-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harianku'/><title type='text'>ARTI HIDUP</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S-eC5qybG8I/AAAAAAAAAoc/dllT1Rhr_i8/s1600/resized_Ice+Water.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 75px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S-eC5qybG8I/AAAAAAAAAoc/dllT1Rhr_i8/s200/resized_Ice+Water.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469484199714692034" /&gt;&lt;/a&gt;Buat aku, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;HIDUP adalah masalah&lt;/span&gt;. Masalah yang harus diselesaikan dan dicari solusinya. Kita tidak bisa menghindar atau lari dari masalah. Kalau tidak diselesaikan atau menghindarinya, satu saat pasti akan terakumulasi. Satu saat akan meledak dan menghancurkan diri kita sendiri. Jadi sebelum masalah itu membesar dan meledak, harus diselesaikan secepatnya. Kita tak bisa menghindar atau lari dari masalah, selesaikan secepatnya jangan ditunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;HIDUP adalah ujian dan cobaan&lt;/span&gt;. Hidup harus dijalani dengan hati yang ikhlas dan lapang dada. Nah, sekarang bagaimana kita melewati berbagai ujian itu tanpa rasa emosi, tanpa harus terbakar amarah dan dendam pada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;HIDUP juga sebagai pilihan&lt;/span&gt;. Kemanapun kita berjalan dan pergi selalu dihadapkan dengan pilihan. Pilihan antara yang baik dan buruk. Pilihan yang terkadang tidak mudah  diputuskan. Setiap pilihan pasti punya konsekwensi sendiri. Setiap pilihan harus diperjuangkan, harus pintar-pintar dan hati-hati memilihnya. Jangan sampai salah dan keliru menentukan pilihan. Dan yang paling penting harus bisa mengelola pilihan dengan baik. Intinya, ambil hal-hal positif atau baik dari pilihan yang buruk, yang jelek atau jahat kita buang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-3120675462316834769?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/3120675462316834769/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/05/arti-hidup.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/3120675462316834769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/3120675462316834769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/05/arti-hidup.html' title='ARTI HIDUP'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S-eC5qybG8I/AAAAAAAAAoc/dllT1Rhr_i8/s72-c/resized_Ice+Water.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-7943354545091772998</id><published>2010-05-07T00:40:00.000-07:00</published><updated>2010-05-07T00:52:17.275-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dibuang Sayang'/><title type='text'>MITOS ; BELIEVE IT OR NOT?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S-PGQ_IM0cI/AAAAAAAAAoU/Z4vX3UTakcM/s1600/SNSIWALP.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S-PGQ_IM0cI/AAAAAAAAAoU/Z4vX3UTakcM/s200/SNSIWALP.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468432367683948994" /&gt;&lt;/a&gt;Sering kan, mendengar mitos yang tampaknya nggak masuk akal, tapi orang tetap percaya. Mitos seakan jadi keyakinan plus tantangan yang tidak boleh dilanggar. Katanya, menentang mitos bisa kualat, loh! Nah, kita harus mematuhi mitos itu nggak sih? Hmm.....meski sulit dipercaya, sebagian mitos itu tujuannya baik, kok! Let’ see....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nyapu di malam hari = Buang rejeki&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dianggap sama aja membuang rejeki, dan rejeki akan sulit datang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Logikanya&lt;/span&gt; = Rejeki datang tergantung usaha dan doa kita. Tapi.....nggak ada salahnya kita turuti. Karena, nggak asyik banget dong, ya....masih sibuk nyapu di malam hari saat orang-orang di sekitar udah mulai istirahat. Debu yang berterbangan mengganggu pernafasan. Lagipula, nyapu malam hari kan jadi nggak keliatan jelas bersih atau nggak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buka payung di dalam rumah = Meninggal&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mitosnya, ada orang terdekat atau saudara yang akan meninggal atau terkena musibah kalu kita membuka payung di dalam rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Logikanya&lt;/span&gt; = Tentunya hidup atau mati seseorang ditentukan Tuhan, bukan payung. Tapi, sebaiknya memang nggak buka payung di dalam rumah, karena ngapain juga kita iseng nggak jelas gitu, khan? Kecuali kalau genteng rumah bocor..... :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Duduk atau makan di pintu = Jauh jodoh&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Biasanya orang tua atau kakek nenek yang sering mengingatkan. Katanya pamali, dan jadi lama ketemu jodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Logikanya &lt;/span&gt;= Tentunya jodoh juga lebih tergantung dari usaha dan doa. Tapi…pintu tuh tempat orang berlalu lalang, jadi ya mengganggu banget kalau kita duduk di situ. Makan juga jadi nggak higienis kalau di pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kejatuhan cicak = Musibah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Akan ada kesedihan menimpa keluarga kita. Kalau jatuhnya tepat di kepala, kita akan mengalami kesedihan yang sangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Logikanya &lt;/span&gt;= Musibah itu ditentukan Tuhan, jadi nggak ada kaitannya dengan cicak yang kehilangan keseimbangan. Yah…lagi sial aja. Mendingan sering-sering liat ke atas kalau lagi di ruangan yang banyak cicak. Khan nggak asyik aja kalau kejatuhan, berasa geli dan jijik kali ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nyapu nggak tuntas = Rejeki susah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau menyapu ruangan trus sampahnya cuma dikumpulin di pojok, rejeki buat kita akan nggak lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Logikanya&lt;/span&gt; = Rejeki memang nggak ditentukan dari menyapu, tapi kalau menyapu dan cuma ditaruh di pojok, berarti kita pemalas. Orang malas ya bakal jauh dari rejeki.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-7943354545091772998?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/7943354545091772998/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/05/mitos-believe-it-or-not.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/7943354545091772998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/7943354545091772998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/05/mitos-believe-it-or-not.html' title='MITOS ; BELIEVE IT OR NOT?'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S-PGQ_IM0cI/AAAAAAAAAoU/Z4vX3UTakcM/s72-c/SNSIWALP.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-3684900518911409420</id><published>2010-05-02T21:27:00.000-07:00</published><updated>2010-06-25T20:13:23.011-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aku dan Mamaku'/><title type='text'>MAMAKU ADALAH MATAHARIKU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S95TZBrLCGI/AAAAAAAAAnk/NiP2_jzHU4s/s1600/100_0727_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S95TZBrLCGI/AAAAAAAAAnk/NiP2_jzHU4s/s200/100_0727_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466898687085709410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Surga dibawah telapak kaki ibu! Benarlah jika pepatah ini dimaksudkan secara tidak langsung untuk mengingatkan  kita semua bahwa, jika kita ingin mencari surga, hormatilah ibu kita.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bisa mengukur kesuksesan dari banyak segi. Bagiku kesuksesan dari segi materi adalah ketika aku menginginkan sesuatu, aku tidak perlu bertanya berapa harganya. Mungkin orang menganggap standarku terlalu tinggi, tapi bukan itu maksudnya. Aku juga memiliki standar hidup dimana aku bisa mencukupi kebutuhan-kebutuhanku tanpa bergantung pada orang lain. Bahkan dengan pencapaianku itu aku bisa membahagiakan keluargaku juga orang lain untuk berbagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, arti kesuksesan secara umum bagiku adalah ketika aku sudah bisa membuat orang tuaku, terutama mamaku bahagia, tenang dan selalu tersenyum. Mama adalah matahari bagiku. Setelah Allah, dialah yang terpenting bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S95TxnFBNaI/AAAAAAAAAns/CxwNz1KYN24/s1600/100_0703_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S95TxnFBNaI/AAAAAAAAAns/CxwNz1KYN24/s200/100_0703_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466899109443089826" /&gt;&lt;/a&gt;Roda kehidupan memang berputar. Kadang berada di atas, suatu saat, roda itu akan berhenti di bawah. Begitu juga manusia, setelah tersentil baru terasa. Banyak hikmah yang bisa kita dapatkan dari sebuah pengalaman. Aku masih ingat sebuah pengalaman bersama mama yang mengajarkanku arti ketabahan dan kesabaran yang sesungguhnya. Masa itu merupakan titik balik kehidupanku. Aku belum bekerja, mama sedang mengalami kesulitan keuangan dan papa sedang berada di luar kota. Jadi di rumah hanya ada aku dan mama. Sedangkan saudara-saudara yang lainnya sudah berkeluarga dan tinggal di lain kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu tanggal tua, kata orang tanggal yang sangat rawan bagi pegawai negeri apalagi pensiunan PNS seperti orang tuaku. Rekening saldo tabungan tinggal Rp 20.000,-, hanya cukup untuk mempertahankan rekening bank agar tidak ditutup, kala itu. Kalaupun diambil melalui ATM juga tidak bisa. Di dompetku cuma ada uang Rp 5.000,- dan di dompet mama hanya Rp 10.000,-. Hari sudah siang, hari itu aku dan mama bingung mau makan apa siang ini karena uang yang kami miliki tidak cukup untuk makan sedangkan persiapan bahan-bahan makanan di kulkas dan di lemari sudah habis. Untungnya masih ada beras, telur, beberapa bumbu dapur dan mentega. Parahnya lagi, gas untuk memasak juga habis, apalagi minyak tanah tinggal sedikit. “Bagaimana ini?”, pikirku saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat bersamaan, datang ke rumah anak dari Yayasan Panti Asuhan untuk meminta sumbangan. Aku putuskan untuk menyerahkan uang Rp 5.000,- . Aku pasrah saja walaupun cuma itu yang aku miliki,  sedangkan hari sudah siang dan kami sudah lapar. Mama hanya bisa memandangi aku dan belum tahu harus berbuat apa. Tetapi, kemudian aku mendapatkan ide, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Kita masak bikin tungku aja ya, ma, kan masih ada sedikit minyak tanah untuk memancing kayu bisa menjadi api. Sayurnya kita petik dari kebun belakang rumah. Lumayan buat mengganjal perut, jadi uang yang ada bisa buat besok menjelang gaji mama masuk ke ATM.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S95V9xPLpYI/AAAAAAAAAn0/zOg6FaOtLSg/s1600/100_0715_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S95V9xPLpYI/AAAAAAAAAn0/zOg6FaOtLSg/s200/100_0715_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466901517351757186" /&gt;&lt;/a&gt;Aku mengambil beberapa kayu sisa-sisa renovasi bangunan rumahku. Aku segera membuat tungku api untuk pembakarannya, lalu berpanas-panasan bahkan sesekali mataku perih karena  tertimpa asap dari kayu bakar. Dalam keadaan seperti itu, sambil mengipasi bara api, batinku menjerit, sedih dan ingin menangis rasanya, tapi aku tahan agar mama tidak ikut sedih. Aku melirik mama, kuteliti wajahnya. Tidak ada tanda-tanda tertekan ataupun susah. Tapi aku juga tidak yakin, apakah mama juga menutupi perasaanya saat itu. Padahal sebelumnya mama adalah orang yang tidak bisa menerima keadaan. Latar belakang hidup mama dimasa mudanya yang tidak pernah susah dan terpenuhi segala kebutuhannya. Namun setelah pensiun, setiap kali ada masalah, mama selalu marah-marah.  Kalau sudah begitu, akulah yang selalu menjadi tempat pelampiasan mama disaat hati mama sedang  tidak enak. Tapi hari itu tidak. Sepertinya semua masalah yang ada sudah diterima dengan lapang, tabah dan tegar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Yang belum pernah kita alami, sekarang kita jalani, yang terpenting tidak ada yang tahu kita begini. Jangan beritahu saudara-saudara, mama tidak pernah mau meminta ke anak, dan mama juga tahu, mereka semua punya kebutuhan masing-masing. Kalau dipikir lucu juga, tinggal di rumah yang bagus, punya mobil dan kelihatan sama orang kita bukan orang susah tapi tidak punya uang. Sekarang kita nikmati saja, masih bisa bersyukur punya rumah sendiri, Alhamdulillah mama tidak merasa susah.” Begitu kata mama optimis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S95WZxYtn6I/AAAAAAAAAn8/EVsRAGBkc14/s1600/100_0773_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S95WZxYtn6I/AAAAAAAAAn8/EVsRAGBkc14/s200/100_0773_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466901998428069794" /&gt;&lt;/a&gt;Sikap mama yang tegar saat itu semakin mengajarkanku bagaimana menghadapi hidup. Aku yang terbiasa dengan kehidupan yang stabil harus mulai membiasakan diri hidup dalam menghadapi kondisi apapun. Itulah sebabnya, terkadang aku &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“sebal&lt;/span&gt;” melihat orang yang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“rapuh”&lt;/span&gt; karena masalah uang/ekonomi. Ketika terkena masalah sedikit, rasanya “down” setengah mati. Padahal banyak orang di sekeliling kita yang lebih sengsara. Bagiku, intinya aku harus selalu bersyukur masih diberi pikiran yang sehat, hati yang baik, dan yang terpenting, aku masih memiliki semangat dan  memiliki mama. Hikmah yang aku dapat adalah bahwa suatu saat kita hidup sendiri, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;karena itu harus mandiri dan kuat bertahan sebagai individu yang penuh tanggung jawab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama adalah segalanya bagiku, lengkap dengan segala kelebihan juga kekurangannya.  Mama juga manusia yang tak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Walau sesekali kami masih terlibat pertengkaran-pertengkaran kecil karena salah paham tapi aku sangat mencintai mama dan tidak ingin melihat mama terluka. Aku sempat berpikir, biarlah aku saja yang “menyakiti” mama dengan caraku, jangan orang lain. Maksudnya, selama ini jika ada kata-kata mama yang tidak berkenan di hati orang lain, sehingga orang lain salah pengertian atau tersinggung, lalu mereka &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“memojokkan”&lt;/span&gt; mama atau  bahkan jika ada orang lain &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“menyakiti”&lt;/span&gt; mama, aku tidak pernah bisa terima. Aku menjadi benteng dan penasehat mama yang selalu mengingatkan mama dengan cara dan gayaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S95W24DFg7I/AAAAAAAAAoE/L1-zL1SOkEQ/s1600/100_0745_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S95W24DFg7I/AAAAAAAAAoE/L1-zL1SOkEQ/s200/100_0745_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466902498432615346" /&gt;&lt;/a&gt;Berbahagialah kita yang masih mempunyai ibu, berarti kita masih diberi kesempatan untuk membahagiakannya. Dan betapa tidak beruntungnya kita, jika kita menyia-nyiakan mereka terutama di masa tuanya. Suatu saat kita akan menjadi orang tua, punya anak dan menjalani masa tua seperti ibu kita. Kita akan menjadi orang tua dari anak-anak kita. Begitu pula harapan kita terhadap anak-anak kita kelak. Harapan setiap orang tua adalah anak-anak mereka akan menjadi anak-anak yang sholeh dan sholeha, anak-anak yang berbakti terhadap orang tuanya, dan anak-anak yang dapat membahagiakan dan  selalu mendoakan orang tuanya, terutama ibu kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menunggu sesuatu yang buruk menimpa sebelum kita sempat membahagiakan ibu kita. Karena sebuah kata menyesal takkan merubah apapun dan tidak akan berarti apa-apa. Bukan pula sekedar niat di hati dan kata-kata di mulut bahwa &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Aku sangat sayang dan cinta sama Ibu” tapi perbuatan dan tingkah laku, masih sering membuat Ibu kita menangis.&lt;/span&gt; Berbuatlah sesuatu dari sekarang. Jika kita tidak bisa membahagiakannya dengan materi, bahagiakanlah selalu perasaannya dan doakanlah. Jika Ibu sudah tiada namun teruslah berdoa untuknya agar dia tenang, bahagia dan selalu tersenyum berada di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mama.......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan sekedar kata-kata namun kata-kata ini lahir dari batinku  yang terdalam yang mengatakan bahwa kebahagiaan mama adalah kebahagiaanku dan kesedihan mama adalah kesedihanku juga.&lt;br /&gt;Ijinkan anakmu ini membahagiakanmu….teruslah berbahagia….&lt;br /&gt;Semua sudah kita dapatkan …. Semua juga sudah kita serahkan kepada Allah saja.&lt;br /&gt;Aku hanya  ingin selalu bersyukur dan aku sudah melakukan apa yang bisa aku lakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mama.......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Walau tidak pernah tersurat, tapi tersirat kalau mama juga ingin aku bahagia……&lt;br /&gt;Suatu saat jika “anugerah” itu datang padaku, aku ingin mama bahagia dengan pilihanku. Seperti mama juga mengamininya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S95XTeZF9YI/AAAAAAAAAoM/Q9J8swbpXUQ/s1600/100_0750_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S95XTeZF9YI/AAAAAAAAAoM/Q9J8swbpXUQ/s200/100_0750_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466902989761803650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Nak, tidak perlu ganteng dan kaya, karena semua itu semu, tapi yang terpenting kaya hatinya, tulus berkomitmen, yang bisa membimbingmu ke jalan Agama,  sayang kepadamu dan keluarga karena Allah SWT.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan suatu masa, jika aku kelak menjadi ibu bagi anak-anakku.....aku akan mendidiknya seperti harapanmu seiring dengan doa-doamu yang tak pernah putus  untukku.&lt;br /&gt;Terima kasih mamaku, engkau adalah matahariku....&lt;br /&gt;Engkaulah yang sebenar-benarnya belahan jiwaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kasih ibu tanpa pamrih..... Seandainya kasih ibu bisa dibalas, sampai matipun jutaan anak di dunia ini tidak akan pernah selesai membalasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-3684900518911409420?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/3684900518911409420/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/05/mamaku-adalah-matahariku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/3684900518911409420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/3684900518911409420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/05/mamaku-adalah-matahariku.html' title='MAMAKU ADALAH MATAHARIKU'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S95TZBrLCGI/AAAAAAAAAnk/NiP2_jzHU4s/s72-c/100_0727_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-8907077271275927778</id><published>2010-04-27T21:30:00.000-07:00</published><updated>2010-04-27T21:37:15.218-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Inspirasional'/><title type='text'>MENILAI DIRI SENDIRI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S9e7YhOm4KI/AAAAAAAAAm0/gHcsBij0Nqs/s1600/0107_800.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S9e7YhOm4KI/AAAAAAAAAm0/gHcsBij0Nqs/s200/0107_800.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465042702748278946" /&gt;&lt;/a&gt;Seorang anak laki-laki kecil masuk ke sebuah toko kelontong dan mencoba menggunakan telepon umum yang terpasang di depan toko. Karena tinggi, ia lalu menarik sebuah peti kayu kosong agar bila memencet nomor telepon. Pemilik toko mengawasinya secara diam-dian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Ibu, apakah saya bisa bekerja sebagai pemotong rumput di halaman rumah ibu?” Tanya anak itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ibu di seberang sana rupanya menolak.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Oh, Ibu sudah punya pemotong rumput? Bagaimana kalau Ibu membayar separuh dari upah yang dibayarkan kepada pemotong rumput?” tanyanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian, anak kecil itu berkata lagi,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Kalau Ibu sangat puas dengan pekerjaan orang itu, saya juga bisa bekerja dengan cara yang sangat memuaskan. Saya juga bersedia menyapu seluruh pekarangan Ibu sehingga pekarangan itu jadi yang terindah di kota ini, “ bujuk si anak lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ibu di seberang sana ternyata menolak dan si anak menghentikan pembicaraan dengan ucapan terima kasih. Dengan senyum di wajah, ia meletakkan gagang teleponnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik toko yang mendengar pembicaraan itu lalu mendekati si anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Nak, saya suka sikapmu. Saya suka dengan semangat positif seperti itu dan ingin menawarkan pekerjaan kepadamu,” katanya.&lt;br /&gt;“Tidak, terima kasih,” kata si anak.&lt;br /&gt;“Bukankah kamu perlu pekerjaan? Tadi saya dengar kamu seperti memohon-mohon untuk mendapatkan pekerjaan itu.”&lt;br /&gt;Bukan begitu, Pak. Saya hanya ingin tahu bagaimana penilaian atas pekerjaan saya. Saya sudah bekerja dengan ibu itu sebagai pemotong rumput.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Inilah yang dimaksud dengan menilai diri sendiri. Sering terjadi, yang berani menilai dirinya sendiri adalah orang-orang yang bersikap baik dan bekerja baik.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-8907077271275927778?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/8907077271275927778/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/04/menilai-diri-sendiri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/8907077271275927778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/8907077271275927778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/04/menilai-diri-sendiri.html' title='MENILAI DIRI SENDIRI'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S9e7YhOm4KI/AAAAAAAAAm0/gHcsBij0Nqs/s72-c/0107_800.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-8187506844009216165</id><published>2010-04-22T02:01:00.000-07:00</published><updated>2010-05-09T23:02:21.743-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Semua Tentang Cantik'/><title type='text'>KECANTIKAN DARI HATI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S9ATEWfUt3I/AAAAAAAAAmE/SSgjTqeXvfo/s1600/130320103867_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 152px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S9ATEWfUt3I/AAAAAAAAAmE/SSgjTqeXvfo/s200/130320103867_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462887313477777266" /&gt;&lt;/a&gt;Setiap wanita mungkin pernah berkecil hati karena merasa kurang cantik. Apalagi bila menyaksikan artis-artis perempuan di televisi yang kebanyakan bertubuh langsing dan seksi, rambut yang terawat, pipi yang mulus, dan penampilan serba wah dan masa kini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan heran bila kebanyakan mereka berusaha untuk memperbaiki penampilan diri. Mungkin bisa dengan sedot lemak, minum ramuan pelangsing super, operasi wajah, dan memakai produk kecantikan yang serba mahal. Meskipun sudah berolahraga setiap hari dan mengurangi makan, tetapi semua sia-sia. Jika dengan jalan itu bisa terbukti dan membuat seseorang merasa cantik, kenapa tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang bertubuh gemuk, rasanya begitu nelangsa melihat mereka yang bertubuh langsing itu. Bisa jadi sebagian besar perempuan yang bertubuh besar pernah merasakan hal yang sama. Bagaimana tidak? Mereka tidak pernah merasakan betapa susahnya menyembunyikan tonjolan lemak di sekitar perut dan sedihnya tidak mudah mendapatkan ukuran baju yang sesuai di bak-bak bertuliskan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SALE.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S9ATcAEblPI/AAAAAAAAAmM/hvBQooUQcNM/s1600/130320103869_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 152px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S9ATcAEblPI/AAAAAAAAAmM/hvBQooUQcNM/s200/130320103869_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462887719776261362" /&gt;&lt;/a&gt;Meski kepalaku mengangguk saat orang-orang di sekitarku bilang bahwa, yang penting kan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;inner beauty&lt;/span&gt; seorang wanita., bukan sekedar cantik lahiriah saja,” ucap mereka menghibur. Namun hatiku tak sepenuhnya setuju kala itu, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mana ada pria tertarik pertama kali pada inner beauty seorang wanita? Kebanyakan  pasti tertarik pada kecantikan wajah atau tubuhnya yang langsing aduhai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandanganku terhadap konsep cantik berubah saat aku membandingkan dua orang wanita, tepatnya ibu muda yang mempunyai kepribadian yang sangat jauh berbeda alias sangat bertolak belakang. Mereka adalah tetangga dekat rumahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Rina, orangnya sangat cantik, walau sudah dikaruniai dua orang anak, tetapi tubuhnya masih terawat dengan baik dan  bertubuh langsing, Bisa dimaklumi karena Ibu Rina cukup bermodal untuk merawat dirinya dan dianggap orang dari kalangan menengah ke atas, namun suka berkata sinis dan seenaknya terhadap orang lain. Jangan tanya bagaimana sikap Ibu Rina terhadap anaknya, wuihh galak! Bahkan anak tetangga, tidak ada yang berani mendekati Ibu Rina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S9AUDIny9SI/AAAAAAAAAmU/i2u4hWzRdwA/s1600/130320103880_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 152px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S9AUDIny9SI/AAAAAAAAAmU/i2u4hWzRdwA/s200/130320103880_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462888392086975778" /&gt;&lt;/a&gt;Sangat berbeda dengan Ibu Eni, tetangga depan rumahku. Walaupun sudah lima tahun berumah tangga dan belum dikaruniai anak, ia justru terlihat sangat keibuan. Ibu Eni memang tidak secantik Ibu Rina,  tapi dalam bertutur kata  selalu mengucapkan kata-kata yang menyejukkan hati teman bicaranya, sabar dalam bersikap dan tidak pelit dengan sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama-lama aku bisa menilai mereka. Meski Ibu Eni lebih tua 12 tahun dari Ibu Rina yang baru 27 tahun, tapi dia justru terlihat lebih muda. Kebaikan hatinya terpancar dari aura wajanya. Tak heran bila suami Ibu Eni tidak berniat mencari istri lagi meski mereka belum dikaruniai anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Barang antik susah carinya,” begitu seloroh sang suami ketika ditanya mengapa dulu jatuh hati pada sang istri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat berbeda dengan kehidupan rumah tangga Ibu Rina. Dengar-dengar dari pembantunya, mereka sering bertengkar hebat. Bisa berhari-hari baru baikan lagi. Padahal tadinya kupikir, suaminya pasti betah di rumah karena memiliki istri yang cantik dan langsing, masih muda pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S9AUp-RYmQI/AAAAAAAAAmc/3vCcYWotDTc/s1600/130320103884_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 152px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S9AUp-RYmQI/AAAAAAAAAmc/3vCcYWotDTc/s200/130320103884_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462889059323517186" /&gt;&lt;/a&gt;Inner beauty bisa terlihat dari pancaran mata seseorang, yang terasa damai dan nyaman saat ditatap. Pancaran mata itu terlihat indah meski tidak dibingkai eye-liner dan sapuan eye-shadow merek terkenal. Wajah yang selalu dipenuhi senyum akan terlihat cantik meski tanpa make-up. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Orang yang memiliki &lt;span style="font-style:italic;"&gt;inner beaut&lt;/span&gt;y adalah orang yang penuh cinta kasih terhadap sesama dan berhati tulus. Meski secara fisik dia biasa saja, namun aura yang dipancarkannya terasa luar biasa. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak mengatakan bahwa cantik fisik itu tidak penting, tapi kecantikan hati jauh lebih bernilai. Paling tidak keduanya harus seimbang. Kita harus ingat bahwa kecantikan fisik lama-kelamaan akan memudar seiring pertambahan usia. Berbeda dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;inner beauty &lt;/span&gt;yang abadi meski kita sudah tua. Bahkan saat kita sudah tidak ada di dunia ini, akan tetap menjadi kenangan manis oleh orang yang merasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah benar pepatah ini yang mengatakan bahwa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, dan manusia mati meninggalkan budi?” Dan kecantikan yang berasal dari hati jauh lebih bermakna.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-8187506844009216165?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/8187506844009216165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/04/kecantikan-dari-hati.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/8187506844009216165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/8187506844009216165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/04/kecantikan-dari-hati.html' title='KECANTIKAN DARI HATI'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S9ATEWfUt3I/AAAAAAAAAmE/SSgjTqeXvfo/s72-c/130320103867_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-2602155150972075342</id><published>2010-04-18T21:50:00.000-07:00</published><updated>2010-04-18T23:35:19.571-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diaryku'/><title type='text'>KAMU YANG AKU CARI.....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S8vlZiTgjpI/AAAAAAAAAl8/rRxf3UsNPxw/s1600/red+rose_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S8vlZiTgjpI/AAAAAAAAAl8/rRxf3UsNPxw/s200/red+rose_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461711199984979602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Diaryku.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah tak pernah habis, tak akan usai dan tak bisa dihindari. Masalah datang dan pergi silih berganti tanpa permisi. Oleh sebab itu, apapun upaya menolak atau lari dari kenyataan adalah sesuatu yang sia-sia belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah menjadi mudah bila tidak dijadikan beban. Sebab kegelisahan, ketakutan, kemarahan dan sebagainya tidak akan merubah kenyataan. Tidak ada timbangan yang bisa menakar berat ringannya bobot masalah, sebab yang diperlukan hanyalah kemudahan melaluinya. Kekuatan batinlah yang akhirnya berperan besar menjadikan masalah terasa ringan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kekuatan dari dalam itu kita mohonkan pada Allah agar terus diberi energi yang prima. Dan pada akhirnya kita menyadari bahwa sesungguhnya masalah hadir di setiap sendi kehidupan kita adalah sebagai sarana menempa diri supaya lebih peka menghadapi berbagai liku-liku hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Diaryku....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau tempat aku mencurahkan segala isi hatiku, baik itu perasaan kala aku senang, bahagia, susah, sedih, gelisah, takut, gundah, dan sebagainya..... tapi aku tidak susah jika aku sudah bisa jujur pada hatiku sendiri, bahwa inilah aku.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Diaryku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau tau hatiku...jujur apa adanya....aku takkan  membiarkan orang lain memanfaatkan kebaikanku itu. Dan aku bangga jadi diriku.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau juga tau.... aku punya Tuhanku, aku hanya percaya kepada-Nya, karena aku hanya mengadu kepada-Nya. &lt;br /&gt;Lalu, jika kalian tanya apa mauku? Inilah yang aku mau dan aku butuhkan.......&lt;br /&gt;seperti yang aku tulis di status FB ku hari ini........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“......Jemput aku jika kamu.....seorang laki-laki  yang  tiada henti-hentinya menganggapku selalu cantik. Yang memberi tanpa pamrih. Yang takkan membiarkan air mataku jatuh krn keklhilafanmu. Yang mengusap airmataku dan mencium keningku kala aku lara. Yang tidak membuat aku cemburu saat kamu melangkahkan kaki keluar dari rumah. Yang selalu menggenggam hatiku dan membawa kemanapun kamu pergi.....memamerkan kepada dunia bahwa akulah satu-satunya milikmu.....bahwa kamu bangga dan beruntungnya kamu memiliki aku. &lt;br /&gt;Kamu takut hanya kepada Tuhan mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamulah yang aku tunggu!!!!! Aku akan membalasnya lebih dari yang kamu beri,  dengan ketulusan dan keikhlasanku serta doa-doaku........”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-2602155150972075342?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/2602155150972075342/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/04/kamu-yang-aku-cari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/2602155150972075342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/2602155150972075342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/04/kamu-yang-aku-cari.html' title='KAMU YANG AKU CARI.....'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S8vlZiTgjpI/AAAAAAAAAl8/rRxf3UsNPxw/s72-c/red+rose_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-1131138812173093300</id><published>2010-04-18T21:32:00.000-07:00</published><updated>2010-04-18T22:20:47.992-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ada Apa Dengan Aku'/><title type='text'>LELAH BERJALAN SENDIRI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S8vfKn4f9yI/AAAAAAAAAlk/3Y3Gnz9bBt4/s1600/ROSE.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 174px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S8vfKn4f9yI/AAAAAAAAAlk/3Y3Gnz9bBt4/s200/ROSE.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461704346714502946" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu hari, seorang sahabat curhat kepadaku. Dia percaya kepadaku dan tidak bisa curhat kepada teman yang lain bahkan keluarganya. Tampak dari luar kelihatan dia baik-baik saja, tidak ada masalah apapun. Apalagi dia adalah seorang wanita karir yang sukses. Walau usia perkawinan mereka baru berjalan satu tahun, namun dia merasa hambar dengan kehidupan perkawinannya. Dia merasa kurang dekat dengan suaminya. Pertemuan mereka lantaran diperkenalkan, tapi dia sangat mencintai suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pengakuan temanku itu, suaminya memang pendiam, tidak terbuka, cuek, tapi kadang agak temperamen dan sewot kalau berbicara dengan dia. Padahal dia tidak melakukan kesalahan apapun atau membantah omongan suaminya. Kadang dia berpikir, apa suaminya tidak terlalu mencintainya? Bahkan suaminya malah bisa lebih ramah dan hangat dengan orang lain. Dia selalu sabar dan lemah lembut menghadapi sikap suaminya. Bahkan suaminya sering memuji wanita cantik, sehingga dia merasa tidak dihargai. Dia sudah berusaha bicara dari hati ke hati dan dengan cara baik-baik, tapi suaminya tidak mau menjawab dan berlalu begitu saja. Terkadang jawabannya menyinggung perasaan, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Saya sudah pusing di kantor, gak usah nambah-nambah masalah deh!”&lt;/span&gt;. Akhirnya setiap masalah tidak pernah ada penyelesaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang sahabat yang baik apa yang harus aku lakukan? Memberikannya masukan, nasehat, pandangan, pendapat atau apa yang harus aku katakan? Hatiku benar-benar berkecamuk. Sahabatku seharusnya konsultasi ke Psikolog atau Lembaga yang berwenang mengurusi masalah dalam rumah tangga, bukan kepadaku! Aku tidak tahu bagaimana perilaku suaminya yang sebenarnya, tidak pula mengenal suaminya dan tentu saja karena aku belum menikah, jadi sebenarnya aku sendiri yang harus banyak belajar dari kehidupan orang yang sudah berkeluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, aku memberanikan diri untuk mengemukakan pendapatku dan memposisikan diri tidak memihak kepada siapapun. Walau aku belum punya pengalaman dalam berumah tangga, namun aku berprinsip seperti ini, bahwa manusia bisa belajar darimana pun dan dari siapapun. Kita juga tidak perlu mengalami suatu masalah terlebih dahulu baru bisa memahami orang lain dan jangan takut untuk mengeluarkan pendapat, selagi pendapat kita itu tidak menggurui bahkan berlebihan. Kita bisa mengetahui banyak hal dengan mengamati, membaca, mendengar atau merasakan apa yang terjadi di sekitar kita atau belajar dari pengalaman orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya, aku cuma bisa berteori saat ini. Aku tahu dan sadar sepenuhnya bahwa, kehidupan berumah tangga tidak segampang seperti membalikan telapak tangan. Perkawinan tak akan bertahan lama kalau hanya istri yang mencintai suami, atau suami saja yang melihat bahwa perkawinan itu patut dipertahankan. Apalagi jika tercetus kata-kata seperti ini, “Mau sama saya ya syukur, tak maupun tak apa-apa. ”Apapun kondisi istri ataupun suami saat ini dan kondisi mereka sebelumnya karena pengalaman hidup dan latar belakang kehidupan mereka sebelum menikah, sebelum memutuskan untuk menikah, mereka seharusnya bisa saling memahami bahwa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Pernikahan bukanlah berusaha mencari pasangan yang cocok bagi kita, melainkan kita berusaha menjadi pasangan yang cocok bagi sesiapa pun dia.”&lt;/span&gt; Ini jelas bahwa kenyataannya sebenarnya suami istri memang dua makhluk yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang sebelum memutuskan untuk menikah, tentu mempunyai alasannya. Langgeng atau tidaknya suatu perkawinan tidak terlepas dari niat masing-masing. Untuk kondisi jaman sekarang, bermodalkan cinta saja tidak cukup, tapi cinta perlu dan harus selalu dipupuk. Karena didalam cinta ada rasa sayang, pengertian dan komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, dengan sedih aku katakan bahwa, ada pula suami yang memang sengaja tidak mengagendakan kenyamanan istrinya sebagai prioritas hidupnya, sehingga ia lalu malah menganggap bahwa istri adalah sumber ketidaknyamanan. Suami tidak terbuka, tidak bicara dari hati ke hati, dan minim perhatian. Laki-laki seperti ini biasanya tidak membawa istrinya ke lingkungan sosialnya, mengenalkan pada sahabat-sahabatnya di masa bujang dan menolak melakukan aktifitas bersama-sama. Parahnya lagi, seorang lelaki menikah istrinya, utamanya karena desakan keluarga, sudah terlalu lama sendiri, hanya untuk memehuhi harapan ibunya padahal dia sendiri belum siap untuk menikah (lagi), atau bahkan karena ia melihat bahwa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;istri adalah sumber kemapanan bagi dirinya secara financial&lt;/span&gt;. Menyedihkan sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S8vfahSINSI/AAAAAAAAAls/kDxk3r4lnnM/s1600/puisi0008.jpe"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S8vfahSINSI/AAAAAAAAAls/kDxk3r4lnnM/s200/puisi0008.jpe" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461704619820856610" /&gt;&lt;/a&gt;Setiap wanita butuh perhatian dan kasih sayang karena secara kodrati, sekuat-kuatnya dan setegar-tegarnya wanita, membutuhkan sosok pria disampingnya untuk memberikannya rasa aman dan nyaman dalam mengarungi bahtera perkawinan yang harmonis secara bersama-sama. Oke lah setiap orang berbeda-beda cara mengekspresikan cinta dan rasa sayangnya, paling tidak, ia bisa mengekspresikan respek atau rasa hormat pada pasangan hidupnya, misalnya dengan mendengarkan saat istri berbicara dan memenuhi harapan istri tentang kejelasan sikap suami yang tidak sesuai dengan harapannya, begitu pula istri terhadap suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ach, mungkin terdengar terlalu berteori. Aku cuma bilang kepada sahabatku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sahabatku……&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertahankan rasa percaya diri, walau suami tidak pernah memuji dan suami tidak pernah mengatakan bahwa kamu cantik, kamu pasti punya hal-hal positif dalam diri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Bahwa tidak ada orang yang bisa membuat kamu rendah diri kecuali kamu memang mengijinkan orang untuk merendahkanmu.” Lindungi diri dari erosi rasa percaya diri karena perlakuan suami.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sahabatku……&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertahankanlah hal positif yang kamu peroleh dari interaksi dengan rekan kerja atau keluargamu. Bila kita berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, kita akan kembali dalam perasaan nyaman dengan diri sendiri. Pada akhirnya kamu harus memperhatikan diri sendiri, bukan? Karena kalau bukan kita sendiri yang sayang pada diri kita, siapa lagi yang akan melakukannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sahabatku……&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Life mus go on. &lt;/span&gt;Jangan biarkan ikatan dengan suami malah menenggelamkan kesedihan. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Usaha minta petunjuk Tuhan. Jangan takut untuk hidup sendiri, ketimbang kawin tetapi sebenarnya tetap sendirian, karena kamu merasa suami tak kunjung menjadikanmu sebagai bagian terpenting dari hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bersiap-siaplah untuk bisa bicara dengan ketegasan yang lebih mengemuka. Jangan takut padanya karena kamu berhak memperoleh penghargaan darinya sebagai suami. Pikirkan kemungkinan lain, walau aku tidak menyarankan untuk sebuah perpisahan, bahwa dia memang bukan sosok yang pantas kamu pertahankan sebagai seorang suami yang bisa mengayomi istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S8vfoInuvtI/AAAAAAAAAl0/MasZCmQYwhQ/s1600/puisi0030.jpe"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 198px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S8vfoInuvtI/AAAAAAAAAl0/MasZCmQYwhQ/s200/puisi0030.jpe" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461704853718744786" /&gt;&lt;/a&gt;Mengutip pendapat dari seorang teman, aku setuju banget dengan pendapatnya tentang sebuah pernikahan bahwa, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Kekurangan yang ada untuk memakluminya apa adanya.....ini sebagai bahan intropeksi karena selain bersyukur di beri kemudahan untuk mencari pasangan, kita tdk bisa menilai seseorang dari sudut pandang diri sendiri."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Mata manusia berada di bagian depan, hanya dapat melihat kekurangan orang lain, maka sama sekali tidak bisa melihat kekurangan diri sendiri."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-1131138812173093300?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/1131138812173093300/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/04/lelah-berjalan-sendiri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/1131138812173093300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/1131138812173093300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/04/lelah-berjalan-sendiri.html' title='LELAH BERJALAN SENDIRI'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S8vfKn4f9yI/AAAAAAAAAlk/3Y3Gnz9bBt4/s72-c/ROSE.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-4683258379206957652</id><published>2010-04-14T22:36:00.000-07:00</published><updated>2010-04-16T23:37:56.546-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curahan Hatiku'/><title type='text'>KALA GUNDAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S8atqSZOcvI/AAAAAAAAAjs/H5D4hrBhOmo/s1600/100320103839_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 152px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S8atqSZOcvI/AAAAAAAAAjs/H5D4hrBhOmo/s200/100320103839_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460242540237058802" /&gt;&lt;/a&gt;Aku turuti saja kemana hati ini membawa.  Semua serba salah, mau pulang ke rumah, rasanya malas, kalau sudah di rumah, sepertinya aku hanya bisa tidur, namun setelah bangun dari tidur, jika mood ini tak jua pergi, bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berhenti di sebuah taman kota yang asri, duduk di bangku taman ini, menarik nafas dalam-dalam dan merasakan betapa indahnya ciptaan Mu ya Rabb melalui semilirnya angin yang berhembus seakan menusuk ke dalam sanubariku. Menyejukkan jiwaku yang penat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemalasan merambah ke sudut hatiku untuk tidak curhat kepada siapapun, untuk sekedar ber-sms menanyakan kabarpun tidak kulakukan untuk mengusir kejengahan. Bahkan untuk membuka situs pertemanan di laptop milikku pun, aku enggan. Benda ini yang biasanya aku anggap sebagai penolong saat-saat gundah, bete kebanyakan orang bilang, saat menunggu atau sedang tidak melakukan pekerjaan apapun. Rasanya kali ini, aku menghindarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali aku membuka buku-buku bacaan dan novel yang selalu aku bawa, dengan tujuan untuk menghilangkan kegundahanku, tapi tidak bisa juga. Rasa lain menghinggapi, rasanya ingin menulis saja. Dengan cara ini, sebenarnya aku berdialog dengan diriku sendiri. Yach, sebenarnya aku memang tidak bisa mempercayakan kegundahanku pada siapapun. Kadangkala aku memerlukan ruang untuk sekedar menjadi diriku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya semua orang membutuhkannya, sebuah kamar pribadi di dalam jiwanya. Hanya saja ada orang yang lain yang memahami, ada juga yang belum mencapai wilayah paham dan mengerti. Sebab, mungkin mereka disibukkan oleh dirinya sendiri, lupa membuka telinga hatinya untuk mendengar orang lain, bahwa orang lain juga membutuhkan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S8lXDIBO1XI/AAAAAAAAAkM/D53R8WF7z9Q/s1600/100320103831_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 152px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S8lXDIBO1XI/AAAAAAAAAkM/D53R8WF7z9Q/s200/100320103831_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460991734367311218" /&gt;&lt;/a&gt;Namun sesekali aku memperhatikan sekelilingku. Tidak begitu banyak orang yang mendatangi taman kota siang ini. Namun di kejauhan,  ada  seorang pemuda yang sedang membaca buku, lalu beberapa remaja berpakaian putih abu-abu sedang  berkumpul dan bercanda tawa dengan teman-teman mereka, pasti mereka anak-anak SMA yang baru saja pulang sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sepasang kekasih yang larut dalam obrolan yang seru sekali, karena tampak sang pria bicara sedikit  keras lalu sang pria mengusap-usap  kepala kekasihnya, dan sang kekasih yang menangis di dada sang pria. Tampaknya mereka sedang bertengkar lalu membahasnya dengan serius. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat lain, ada pula  seorang perempuan muda sedang duduk, kelihatannya sedang menunggu seseorang atau temannya. Aku bisa melihat, dari raut wajahnya terlihat gelisah, sambil mengutak-atik telepon genggam miliknya lalu menelpon.&lt;br /&gt;Sesaat mataku tertuju kepada sepasang suami istri beserta  dua anak mereka yang sudah beranjak dewasa.  Kalau aku perkirakan, mungkin anak laki-laki mereka berusia 21 tahun dan anak perempuannya  berusia 17 tahun. Mereka masing-masing membawa buku, lalu membacanya. Setelah itu mereka terlibat dalam pembicaraan yang seru dan saling bercanda. Sesekali sang kakak menjewer pipi  dan mengusap-usap rambut adiknya hingga kusut, dan sang adik pura-pura ngambek, lalu cemberut dan membalas keusilan sang kakak. Lucu sekali kelakuan mereka berdua,  terlihat  sangat akrab dan akur.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara tidak jauh dari mereka , kedua orang tuanya duduk mesra di atas rumput taman yang masih terlihat hijau dan subur. Kedua orang tua tersebut memperhatikan kedua anak mereka lalu sesekali ikut tersenyum melihat gurauan kedua anaknya. Sang suami merangkul pundak sang istri,  kemudian sang istri merebahkan bahunya di dada sang suami. Entah apa yang mereka bicarakan, dari tatapan mata mereka, aku bisa melihat dan merasakan kehangatan dan kasih sayang yang mereka tunjukkan sebagai tanda cinta mereka sebagai sepasang suami istri. Harmonis sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku membatin, seandainya saja  aku bisa selalu semesra itu, entahlah, aku sendiri tidak mampu berangan-angan dan berandai-andai. Lalu memoriku terbayang kejadian semalam. Aku berselisih paham dengan kekasihku di telepon. Sebenarnya aku malas untuk mengingat  detail kejadiannya  dan apa saja yang telah kami perbincangkan sehingga terjadi kesalahpahaman yang susah untuk dimengerti satu sama lain. Pembicaraan semalam sangat tidak mengenakkan hingga saat ini masih terbayang-bayang sedihnya. Hatiku gundah gulana, serba salah, dan tidak tahu harus berbuat apa.  Mengapa segala sesuatu tidak dibuat ringan dan mudah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ach, seandainya hidup ini tidak pernah ada masalah, pasti indah rasanya dan tentu saja siapapun akan betah tinggal berlama-lama di dalamnya. Tapi di sudut hatiku yang lain mengatakan, bukankah itu suatu hal yang mustahil ada? Karena justru adanya masalah membuat manusia sadar akan arti hidup dan belajar dari kesalahannya. Ribet, bukan? Begitulah! Kadangkala aku juga pusing dengan diriku sendiri.  Andai saja aku sesimpel dan sesederhana kalian, tentu saja aku tak pernah seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S8auEdAA7zI/AAAAAAAAAj0/7SCiZbEgJ3E/s1600/100320103834_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 152px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S8auEdAA7zI/AAAAAAAAAj0/7SCiZbEgJ3E/s200/100320103834_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460242989760704306" /&gt;&lt;/a&gt;Tanpa aku sadari, ternyata aku tenggelam dalam keasyikanku sendiri memperhatikan tingkah laku orang-orang yang ada di sekelilingku di taman semenjak  siang tadi, hingga kurasakan angin sore mulai menampakkan dirinya. Sejenak aku bisa melupakan kepenatan hati yang aku alami karena kejadian tadi malam dan beberapa hari ini yang  sangat menguras energi positifku menjadi orang yang paranoid, pemurung dan uring-uringan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergegas aku beranjak dari bangku taman, dengan membawa sedikit harapan dan tekad di hati. Setibanya di rumah, aku harus menyelesaikan tulisanku. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Daripada aku ke diskotik, atau merusak diri, toh lebih baik seperti ini?!”, begitu kata hatiku. &lt;/span&gt; Lagi-lagi aku pun menyadari,  aku harus mengalahkan egoku sendiri bahwa tidak baik berprasangka untuk sesuatu yang belum kita tahu pasti dan menyimpan energi negatif  lama-lama di dalam hati.  Yach, aku cuma manusia biasa yang tidak terlepas dari rasa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘kemanusiaan’&lt;/span&gt; itu sendiri.  Itulah manusia, ada senang, ada sedih, ada marah, ada benci, ada bahagia, tentu ada nestapa. Semua datang dan pergi silih berganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aku pun harus menyadari bahwa hidup memang tak selalu memberi apa yang kita angan-angankan. Niat baik saja kadang tak cukup, berupaya maksimal juga tak selalu mendatangkan hasil seperti yang kita inginkan. Tetapi, sebagai orang beriman, tampaknya kita memang wajib meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita sesungguhnya indah pada waktunya, terbaik menurut Tuhan, dan karenanya harus kita syukuri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-4683258379206957652?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/4683258379206957652/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/04/kala-gundah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/4683258379206957652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/4683258379206957652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/04/kala-gundah.html' title='KALA GUNDAH'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S8atqSZOcvI/AAAAAAAAAjs/H5D4hrBhOmo/s72-c/100320103839_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-4712578331223380921</id><published>2010-04-06T09:44:00.000-07:00</published><updated>2010-04-06T10:12:49.824-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>DEL AIDELAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S7tnuhL-AMI/AAAAAAAAAiM/nLNPE79uPPc/s1600/img2_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S7tnuhL-AMI/AAAAAAAAAiM/nLNPE79uPPc/s200/img2_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457069422369702082" /&gt;&lt;/a&gt;Bu Mina berhasil mencuri hati banyak orang di kompleks kami. Tubuhnya yang tegap memantapkan statusnya sebagai tukang pijat ideal dan dirindukan. Ia tak gentar bersaing dengan para tukang pijat refeksi yang tumbuh menjamur di lingkungan kami. Kemujaraban jemarinya menjadikan wanita asal Madura ini tukang pijat segala usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena terkena sugestimya, aku sering memercayai diagnosis primitifnya. Khusus untuk gejala oenyakit yang berhubungan dengan angin, dialah ahlinya. Dengan keping gobang kuno yang selalu terselip di stagennya, ia mampu mentransfer angin jail keluar dari tubuh para kliennya, termasuk aku. Dengan rapi, ia pindahkan garis zebra merah ke seluruh permukaan punggungku. Ia senang mendengarkan suara angin itu keluar dari semua arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ritual itu rampung, ia racik &lt;span style="font-style:italic;"&gt;health drink&lt;/span&gt; untukku, secangkir wedang jahe panas campur kayu manis dengan aroma yang khas. Treatment itu ia akhiri dengan baluran minyak kayu putih ke sekujur tubuhku. Usai jemarinya menjelajahi daerah-daerah kritis, aku selalu merasa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;reborn.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari waktu ke waktu, pergaulan kami makin akrab. Kami mengenal kegemaran masing-masing. Aku selalu menyuguhinya segelas kopi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;three-in-one&lt;/span&gt; dari 2 &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sachet&lt;/span&gt;, plus gula 2 sendok teh. Sepotong kue lapis Surabaya, juga selalu kubelikan untuknya tiap kali jadwal pijatku tiba.&lt;br /&gt;Dia juga paham, aku senang menikmati kisah masa lalunya. Dengan logat Maduranya yang kental, ia meninabobokanku  dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bad time story&lt;/span&gt; yang tak pernah habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S7tnuhL-AMI/AAAAAAAAAiM/nLNPE79uPPc/s1600/img2_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S7tnuhL-AMI/AAAAAAAAAiM/nLNPE79uPPc/s200/img2_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457069422369702082" /&gt;&lt;/a&gt;Aku kagum pada ketegarannya. Pada usia sekitar 70 tahun, ia masih menjadi “ATM” bagi sebagian anak-anaknya, plus 18 orang cucunya. Ia sangat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;concern&lt;/span&gt; pada nasib keluarga besarnya. Dari ocehannya, aku tahu ia begitu menyayangi Madro’I, cucu dari anaknya nomor empat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meringankan bebannya, sesekali Madri’o ikut bantu-bantu merawat kebun atau taman rumahku. Seringkali kudengar suara merdunya melantunkan tembang-tembang masa kini yang sedang in, seperti lagu-lagu milik Anang, Zigas, Dewa, Pasto, Slank, dan banyak lagi. Apakah ia menyimpan cita-cita jadi penyanyi? Rasa penasaran itu tak terjawab, sampai ia pamit pulang ke Madura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai beberapa bulan lalu, saat Bu Mina datang. Seraya bersimpuh di kakiku, Bu Mina menyodorkan sebuah kotak beludru warna biru, yang isinya membuatku terkesima. Bintang jasa terbuat dari emas, yang konon dulu diserahkan langsung oleh Presiden Soekarno kepada suaminya semasa hidup, sebagai bagian dari anggota veteran di kawasan Blitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersedu-sedu ia menyampaikan isi hatinya. Dengan logat Maduranya yang kental, ia bilang bahwa dirinya sedang stres. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Seluruh Madura sekarang sedang kesengsem del aidelan. Jadi Madro’I juga pingin ikut del aidelan. Marpuah, ibunya, bingung tak punya ongkos untuk kirim Madro’I ikut del aidelan. Hasil panen jagungnya juga tak cukup buat ongkos anaknya itu kesini,” katanya, sambil menyusut airmata. “Saya mau pinjam uang sama sampeyan, Rp300.000 saja, buat ongkos Madro’I ikut del aidelan. Jaminannya, bintang emas ini,” sambungnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih belum menangkap, apa maksud istilah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;del aidelan &lt;/span&gt;yang terdengar menggelikan itu. Aku langsung menyodorkan uang yang ia perlukan, dan mengembalikan jaminan hutang itu ke tangannya. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Sudahlah, tak usah pakai jaminan. Pokoknya, Madro’I ikut del aidelan,” ucapku kemudian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S7tnuhL-AMI/AAAAAAAAAiM/nLNPE79uPPc/s1600/img2_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S7tnuhL-AMI/AAAAAAAAAiM/nLNPE79uPPc/s200/img2_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457069422369702082" /&gt;&lt;/a&gt;Baru minggu lalu aku tahu maksud dari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;del aidelan&lt;/span&gt; itu. Dengan bangga Bu Mina bercerita bahwa Madro’I tampil audisi dalam acara popular Indonesian Idol. Walaupun ia kecewa, cucu kesayangannya itu gagal masuk final, ia bangga karena Madro’I sudah ditonton semua kerabat di Madura lewat layar televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menikmati kemujaraban jari jemarinya, kusampaikan simpati kepadanya. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Mudah-mudahan ia berhasil pada kesempatan lain, bukan Cuma del aidelan,” kataku.&lt;/span&gt; Tapi, kalimat yang kemudian meluncur dari bibirnya, sungguh mengejutkanku. Ia mengajukan usul yang tak pernah mampu kutolak. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Bu, “katanya, “bagaimana kalau utang saya dituker dengan angsuran pijet sepuluh kali, ta’iyeeeh…!”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ahhh, mana mungkin aku beroposisi pada ‘sahabatku’ yang satu ini. (YAL)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-4712578331223380921?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/4712578331223380921/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/04/del-aidelan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/4712578331223380921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/4712578331223380921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/04/del-aidelan.html' title='DEL AIDELAN'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S7tnuhL-AMI/AAAAAAAAAiM/nLNPE79uPPc/s72-c/img2_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-1868282207485340065</id><published>2010-04-01T17:18:00.000-07:00</published><updated>2010-05-09T23:04:28.887-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Semua Tentang Cantik'/><title type='text'>CANTIK ITU LEBIH DARI SEBATAS KULIT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S7U7V62DMRI/AAAAAAAAAg4/tNAZKyKjHWk/s1600/100_0751_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S7U7V62DMRI/AAAAAAAAAg4/tNAZKyKjHWk/s200/100_0751_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455331771388473618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Uang dan kekuasaan adalah unsur yang dapat membuat bahagia, begitu kata orang. Tetapi unsur percaya diri juga memegang peranan penting, bahkan merupakan salah satu sumber kebahagiaan yang terus-menerus mengikutinya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan heran bila kebanyakan orang ingin tampil percaya diri di segala kesempatan, walau kadang terkesan memaksakan diri. Karena itu, kadang kala orang ingin menyulap diri menjadi orang lain. Tak tanggung-tanggung, ingin seperti bintang idola yang sering muncul di televisi atau di majalah. Entah itu artis sinetron, presenter, penyanyi, bintang iklan atau siapa saja yang patut untuk ditiru. Kadang ingin seperti artis A, bulan depan ingin meniru gaya artis B. Jelas terlihat tidak punya pendirian untuk urusan yang satu ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian wanita rela menghamburkan uang demi mengubah penampilan bak bintang idola, mulai cara berdandan, potongan rambut, model busana sampai gaya bicara. Jangankan mentatto alis, mentatto bibirpun pernah dilakukan. Harus dipercaya, bahkan ada yang mengenakan perona mata dan bibir berwarna keputih-putihan, persis mayat hidup. Ketika musim lipstick warna ungu kebiruan, mereka juga tidak ketinggalan mencobanya. Walau dilihat sepintas seperti bibir yang baru ditonjok, mereka enjoy saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S7U9WBOWqwI/AAAAAAAAAhQ/X_zL7XzrH5g/s1600/100_0754_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S7U9WBOWqwI/AAAAAAAAAhQ/X_zL7XzrH5g/s200/100_0754_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455333972124281602" /&gt;&lt;/a&gt;Semua itu mereka lakukan dengan alasan agar terlihat ngetrend dan tentu saja lebih pede.  Kadang bisik-bisik tetangga yang mampir di telingapun tak mereka hiraukan. Walau mereka dicap sebagai wanita yang norak bahkan ada yang menyebutnya overacting dalam bergaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tak bisa dipungkiri, wanita ingin terlihat cantik. Kupikir sah-sah aja. Umumnya sebagai seorang wanita normal kadangkala merasa ada yang kurang pada penampilan diri. Ada ganjalan di hati, ingin begini ingin begitu. Tapi buatku, berdasarkan ceritaku tadi, aku masih harus berpikir panjang jika aku harus menjadi “orang lain”. Padahal untuk mewujudkan semua itu diperlukan kocek yang lumayan, sehingga tidak tertutup kemungkinan orang akan sering dibuat pusing bila tidak punya cukup dana. Bukankah segala sesuatu yang berlebihan dan serba instan itu tidak baik akibatnya? Jadi mengapa harus ,mengeluarkan dana yang besar jika untuk perawatan tubuh ada cara yang lebih aman dan lebih murah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S7U73FcRF9I/AAAAAAAAAhA/bdc_uB28hko/s1600/100_0761_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S7U73FcRF9I/AAAAAAAAAhA/bdc_uB28hko/s200/100_0761_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455332341168805842" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu hari aku membaca artikel di sebuah majalah yang berjudul “Cantik itu Lebih dari Sebatas Kulit”. Aku sangat terkesan pada tulisan itu dan mulai berpikir bahwa apa yang selama ini orang-orang kira tentang definisi cantik dengan cara memaksakan diri sendiri berdandan ala orang lain, adalah keliru. Bukankah yang namanya percaya diri itu berasal dari dalam diri kita sendiri? Orang yang mempunyai rasa percaya diri tinggi sudah tentu memiliki kepribadian yang mantap sehingga tak mudah terpengaruh gaya orang lain, apalagi sampai mengubah dirinya menjadi seperti orang lain. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jadi mengapa aku harus menjadi orang lain? Bukankah akan lebih bahagia bila menjadi diri sendiri?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kenapa tidak belajar dari pengalaman? Yang harus kita lakukan pertama kali adalah berusaha untuk tidak mengeluhkan kekurangan yang ada pada diri. Misalnya,mencoba lupakan tubuh yang standar, kulit yang sawo matang, wajah yang kurang mulus dan hidung yang tidak mancung. Sedapat mungkin berusahalah nyaman dengan apa yang dmiliki. Mengubah hal-hal yang negatif menjadi positif dengan membayangkan hal-hal yang menyenangkan pada diri sendiri. Perhatikanlah satu persatu bagian diri kita yang menarik. Dari fisik sampai  kepribadian dan  kemampuan otak. Aku yakin bahwa setiap orang pasti punya kelebihan, hanya saja tak pernah disadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan pada diriku? Aku mencoba menonjolkan kelebihanku itu tanpa menyombongkan diri. Aku bangga menjadi orang yang biasa-biasa saja namun aku selalu berusaha untuk menjadi manusia yang luar biasa. Aku juga berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Memang sulit pada mulanya, karena menurut teori, sejak awal kehidupan manusia sudah diajarkan untuk bersaing dan cenderung mengembangkan sikap persaingan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S7U8m2Rok6I/AAAAAAAAAhI/ldgab6k1krI/s1600/100_0774_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S7U8m2Rok6I/AAAAAAAAAhI/ldgab6k1krI/s200/100_0774_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455333161731396514" /&gt;&lt;/a&gt;Manusiawi memang, tapi bila persaingan itu tidak sehat, untuk apa?Apa gunanya membandingkan hal itu? Apa yang kudapat dari itu semua? Mungkin aku akan merasa puas manakala kelebihanku itu mengungguli orang lain, tapi bagaimana bila sebaliknya? Tentu kepercayaan diriku akan turun. Aku pernah sangat cemburu pada wanita yang bertubuh tinggi semampai dan berbadan seksi. Bukankah itu hanya menambah daftar kesengsaraanku saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini,  aku dan juga kalian semua, berusaha menerima diri apa adanya, namun tidak berarti kita tidak boleh memperbaiki atau meningkatkan diri. Sudah saatnya kita tidak meremehkan diri sendiri dan mengakui bahwa kita juga memiliki kemampuan. “Aku adalah diriku, bukan orang lain.” Karena itu kita  akan tetap memelihara semua yang dimiliki, baik itu tubuh maupun pikiran kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-1868282207485340065?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/1868282207485340065/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/04/cantik-itu-lebih-dari-sebatas-kulit.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/1868282207485340065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/1868282207485340065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/04/cantik-itu-lebih-dari-sebatas-kulit.html' title='CANTIK ITU LEBIH DARI SEBATAS KULIT'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S7U7V62DMRI/AAAAAAAAAg4/tNAZKyKjHWk/s72-c/100_0751_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-7122166601661492235</id><published>2010-03-31T10:09:00.000-07:00</published><updated>2010-04-01T17:50:50.800-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Favorite Songs'/><title type='text'>PROUD OF YOU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S7U_KCXRzKI/AAAAAAAAAhY/Kt6ZHKTRMLI/s1600/ROSE.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 174px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S7U_KCXRzKI/AAAAAAAAAhY/Kt6ZHKTRMLI/s200/ROSE.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455335965294972066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Love in your eyes&lt;br /&gt;Sitting silent by my side&lt;br /&gt;Going on holding hand&lt;br /&gt;Walking through the nights&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hold me up Hold me tight&lt;br /&gt;Lift me up to touch the sky&lt;br /&gt;Teaching me to love with heart&lt;br /&gt;Helping me open my mind&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I can fly......&lt;br /&gt;I'm proud that I can fly&lt;br /&gt;To give the best of mine&lt;br /&gt;Till the end of the time&lt;br /&gt;Believe me I can fly......&lt;br /&gt;I'm proud that I can fly&lt;br /&gt;To give the best of mine&lt;br /&gt;The heaven in the sky&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stars in the sky&lt;br /&gt;Wishing once upon a time&lt;br /&gt;Give me love Make me smile&lt;br /&gt;Till the end of life&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hold me up Hold me tight&lt;br /&gt;Lift me up to touch the sky&lt;br /&gt;Teaching me to love with heart&lt;br /&gt;Helping me open my mind&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I can fly.....&lt;br /&gt;I'm proud that I can fly&lt;br /&gt;To give the best of mine&lt;br /&gt;Till the end of the time&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Believe me I can fly.....&lt;br /&gt;I'm proud that I can fly&lt;br /&gt;To give the best of mine&lt;br /&gt;The heaven in the sky&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Can't you believe that you light up my way&lt;br /&gt;No matter how that ease my path&lt;br /&gt;I'll never lose my faith&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;See me fly......&lt;br /&gt;I'm proud to fly up high&lt;br /&gt;Show you the best of mine&lt;br /&gt;Till the end of the time&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Believe me I can fly.....&lt;br /&gt;I'm singing in the sky&lt;br /&gt;Show you the best of mine&lt;br /&gt;The heaven in the sky&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nothing can stop me.....&lt;br /&gt;Spread..... my wings.... so wide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt; - Songs by Fiona Fung -&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-7122166601661492235?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/7122166601661492235/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/03/proud-of-you.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/7122166601661492235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/7122166601661492235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/03/proud-of-you.html' title='PROUD OF YOU'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S7U_KCXRzKI/AAAAAAAAAhY/Kt6ZHKTRMLI/s72-c/ROSE.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-6977565279283100046</id><published>2010-03-23T11:30:00.000-07:00</published><updated>2010-03-24T20:50:14.386-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bersyukur'/><title type='text'>BERSYUKURLAH !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S6rbH5BV80I/AAAAAAAAAgA/i_IhFqLHsaM/s1600/Haunted+House_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S6rbH5BV80I/AAAAAAAAAgA/i_IhFqLHsaM/s200/Haunted+House_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452411227497427778" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika masih mengontrak di sebuah kontrakan yang sempit, Arif, sering mengeluh, mengungkapkan betapa tidak nyamannya rumah yang ditempati. Berbagai perabotan berebut tempat dan berjejal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangankan untuk shalat malam, untuk shalat wajib saja, rasanya tempat itu tidak nyaman. Apalagi untuk mencapai khusyuk. Makanya, ia lebih memilih shalat berjamaah di masjid yang tidak jauh dari kontrakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arif sering membayangkan, betapa tenang dan bahagianya jika kelak punya rumah sendiri. Apalagi jika rumah itu cukup luas. Ia tentu bisa menyediakan sedikit ruang untuk mushalla keluarga sehingga ia bisa beribadah, terutama shalat malam di mushalla itu dengan khusyuk dan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata apa yang ia bayangkan bukan hanya mimpi. Allah memberinya rizki yang lumayan, sehingga ia bisa menyediakan uang untuk DP kredit rumah di pinggiran kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S6kJ7uOpOwI/AAAAAAAAAfg/WgqNVWtAN9o/s1600-h/1600FG100_2_021_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S6kJ7uOpOwI/AAAAAAAAAfg/WgqNVWtAN9o/s200/1600FG100_2_021_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451899745535081218" /&gt;&lt;/a&gt;Sebelum ditempati, rumah itu ia renovasi sedikit sesuai kemapuan financial yang ia miliki. Lewat renovasi itulah apa yang ia dan istrinya bayangkan tentang sebuah rumah idaman, ia wujudkan. Termasuk menyediakan sedikit tempat untuk mushalla keluarga. Pendek kata, akhirnya Arif pun pindah dari sebuah kontrakkan yang sempit ke rumah milik sendiri yang lebih luas, asri,dan direnovasi sesuai keinginannya. Siapa yang tidak bahagia menempati rumah sendiri yang luas dan asri meskipun harus mencicil tiap bulan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak memiliki rumah sendiri, Arif memang sedikit agak tenang. Ia tidak perlu berdesak-desakan dengan lemari dan televisi. Sirkulasi udaranya pun terbuka lebar, sehingga ia tidak perlu lagi merasa gerah ketika matahari tepat berada di atas ubun-ubun. Shalat di rumah pun tidak perlu lagi berjamaah dengan kasur dan bantal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, saking nyamannya rumah yang ia tempati, ia jadi malas keluar rumah, termasuk pergi ke mesjid atau mushalla. Jika waktu shalat tiba, ia lebih memilih shalat di mushalla rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan, ia datang kepada temannya, dan mengeluh lagi. Katanya, di rumah barunya itu ia sulit bangun malam. Jangankan untuk menegakkan shalat malam, untuk shalat shubuh saja tidak pernah berjamaah ke masjid. Bahkan bangun pagi pun seringkali lewat jam enam. Mushalla yang pernah diidam-idamkannya pun ternyata tidak membuatnya lebih khusyuk daripada sedikit ruang kosong di ujung kasurnya di rumah kontrakan dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S6rcwKcIduI/AAAAAAAAAgI/LKl6BSCKfSk/s1600/purpocean1600_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S6rcwKcIduI/AAAAAAAAAgI/LKl6BSCKfSk/s200/purpocean1600_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452413018879588066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Arif sebenarnya mungkin potret kebanyakan kita semua, aku, juga kalian. Kita seringkali terjebak pada suasana hati yang membuat kita alfa dari mensyukuri nikmat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lupa, betapa Allah memberi terlalu banyak nikmat kepada kita, tetapi kita merasa belum cukup, sehingga untuk beribadah saja, kita merasa perlu menunggu sampai Allah memberikan nikmat lainnya kepada kita. Tetapi, begitu nikmat lainnya berhasil kita dapatkan, kita masih punya seribu alasan lain untuk menunda syukur dan menolak ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"When we have not things what we like, we must like what have we owned"&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-6977565279283100046?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/6977565279283100046/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/03/bersyukurlah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/6977565279283100046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/6977565279283100046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/03/bersyukurlah.html' title='BERSYUKURLAH !'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S6rbH5BV80I/AAAAAAAAAgA/i_IhFqLHsaM/s72-c/Haunted+House_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-3184914615362202027</id><published>2010-03-01T22:10:00.000-08:00</published><updated>2010-08-28T01:35:34.675-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Goresanku'/><title type='text'>HANYA UNTUK-MU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S4ysLx-jMaI/AAAAAAAAAfQ/4l2_INCT-mM/s1600-h/isfahangraphic136_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S4ysLx-jMaI/AAAAAAAAAfQ/4l2_INCT-mM/s200/isfahangraphic136_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443915367978316194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;- Sepertiga Malam di Awal Bulan  Maret -&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu tak pernah berhenti berputar, walau sedetik sekali pun.  Usiapun ikut bertambah, seiring masa yang terlewati. Disaat-saat semakin berkurang jatahku di dunia……&lt;br /&gt;Apa yang sudah aku perbuat? Cuma satu kata….. Aku belum berbuat apa-apa untuk akhiratku……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Astghafirullah al’adziim……&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di pipiku, aliran air terasa mengalir deras. Aku kembali tersedu dalam diam. Aku beranjak menuju jendela kamar. Kilauan gemintang yang bercahaya, bulan yang hampir purnama, warna langit lembayung kekelabuan, ach…tak puas-puasnya aku memandang...... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Subhanallah…..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tak Kau jadikan pergantian malam dan siang kecuali sebagai tanda bagi orang beriman......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuraih catatan harianku. Aku menuliskan puisi ini. Jujur ini bukanlah hobby dan kebiasanku. Namun jika aku menuliskannya sekarang,  “tidak ada maksudnya, nikmati saja kata-katanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Maafkanlah kekhilafanku dan dengarkanlah permintaanku......&lt;br /&gt;Wahai kekasih hati.......&lt;br /&gt;Hanya Engkau-lah harapanku dalam kehidupan&lt;br /&gt;Tiada seorang tabib pun yang mampu menyembuhkan kegundahanku&lt;br /&gt;Hanya Engkau yang mempunyai obat atas jiwaku ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai yang penuh welas asih........&lt;br /&gt;Obatku adalah melihat raut wajahmu&lt;br /&gt;Kesembuhanku berada dalam kerelaan-Mu&lt;br /&gt;Wahai harapanku......&lt;br /&gt;Karena Engkau adalah matahari diantara purnama-purnama hadiah dari-Mu&lt;br /&gt;Karena Engkau adalah diantara bebatuan dan cadas......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Allah..........&lt;br /&gt;Tidak terbit matahari dan tidak pula terbenam&lt;br /&gt;Kecuali Engkau adalah yang selalu mengisi dan mengusik hatiku.........&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S4ysZX7MV6I/AAAAAAAAAfY/OZXe6ArSPGg/s1600-h/a-20_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S4ysZX7MV6I/AAAAAAAAAfY/OZXe6ArSPGg/s200/a-20_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443915601503082402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Allah......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampunilah aku....&lt;br /&gt;Biarkan aku bersabar atas keputusan-Mu......&lt;br /&gt;Betapa takdir-Mu adalah misteri bagi hamba-Mu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Allah.....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu....&lt;br /&gt;dan aku berusaha untuk tahu bahwa Engkau selalu memberikan yang terbaik. Aku cuma berusaha untuk lebih shalehah di hari-hari mendatang, dan mensyukuri segala nikmat yang telah Engkau berikan padaku......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur atas nikmat mata yang mampu melihat luas, nafas yang lega, pendengaran yang tajam, mulut yang lancar mengalirkan kata-kata, makan yang lahap, tidur yang nyenyak.......&lt;br /&gt;Berapa sanggup aku menilainya................?&lt;br /&gt;Dan kapan terakhir aku mensyukuri nikmat sempurnanya tubuh dan sehatnya badan ini................?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Allah..........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini adalah tahun milikku.....hadiah terindah yang Engkau berikan untukku....karena Engkau menjawab doa-doaku dan permintaanku yang merupakan kebutuhanku....&lt;br /&gt;Janji-Mu tak pernah ingkar, walau mulanya aku selalu meragu......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Allah.... ampunilah aku.....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk sesaat, aku menghela nafas panjang......&lt;br /&gt;Kehadirannya telah membuat segalanya berubah.....&lt;br /&gt;Ada dia di hari-hariku dan  selalu ada Engkau yang senantiasa hidup di hatiku. Ada rasa cinta kepadanya yang aku tidak tahu kapan tumbuhnya.... semua karena Engkau.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S4ysLx-jMaI/AAAAAAAAAfQ/4l2_INCT-mM/s1600-h/isfahangraphic136_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S4ysLx-jMaI/AAAAAAAAAfQ/4l2_INCT-mM/s200/isfahangraphic136_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443915367978316194" /&gt;&lt;/a&gt;Apakah bisa, seseorang yang jika dia  anggap terpaksa, melakukan perbuatan dengan segenap kesetiaan? Dengan lemah lembut, dengan lapang dada, dengan perasaan khawatir, dan harap-harap cemas, dengan rasa bahagia atau justru dengan rasa cemburu?  Nah, perasaaan itulah yang sekarang aku punyai terhadap dirinya. Aku sakit bila dia sakit, aku bahagia bila dia  merasakan kesenangan, aku cemburu bila dia  tidak memperhatikanku......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang punya masa lalu, yang terkadang amat buruk dan menyakitkan. Tapi ia masih bisa merenda masa depannya dengan langkah yang lain, yang lebih gemilang.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku semakin mengerti, mengapa aku menjadi begini.... sebab aku menciptakannya di dalam taman hatiku. Aku pun mau dia menciptakannya terus-menerus untukku.....hanya untukku......&lt;br /&gt;Waktu boleh merubah segalanya, selayaknya emosi dan ego manusia yang selalu berubah-ubah,  tapi hatinya…..jangan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, akupun mencoba tersenyum, cinta memang membutuhkan bukti. Perhatian, serta empati adalah bukti yang lebih berbobot dalam takaran emosi, lebih berbobot dari sekedar ekspresi kata-kata........&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S4ysZX7MV6I/AAAAAAAAAfY/OZXe6ArSPGg/s1600-h/a-20_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S4ysZX7MV6I/AAAAAAAAAfY/OZXe6ArSPGg/s200/a-20_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443915601503082402" /&gt;&lt;/a&gt;Ya Allah…..&lt;br /&gt;Aku lega....... aku lega bisa mencurahkan segalanya hanya kepada-Mu.....&lt;br /&gt;Aku selalu yakin dan percaya bahwa.....&lt;br /&gt;Janjimu tak pernah ingkar.....&lt;br /&gt;Bahwa cinta dan kasih sayang-Mu tak pernah berhenti mengucur......&lt;br /&gt;Dan aku.... tak perlu menunggu sampai Engkau memberikan nikmat lainnya baru sadar harus bersyukur.....&lt;br /&gt;Karena hidupku, hanya untuk-Mu.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Alhamdulillahhirrobal 'alamiin.......&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Subuh menjelang, suara kokok ayam terengar samar-samar seperti menyuarakan gema takbir ke seluruh alam. Kesunyian pagi terusik oleh kesyahduan adzan dari kejauhan. Alam menggeliat bangun, menandai waktu yang melangkah dari malam menuju fajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bismillahirrohhmaanirrohiim.........&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;In My Birthday&lt;br /&gt;- 02 Maret 2010 -&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-3184914615362202027?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/3184914615362202027/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/03/hanya-untuk-mu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/3184914615362202027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/3184914615362202027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/03/hanya-untuk-mu.html' title='HANYA UNTUK-MU'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S4ysLx-jMaI/AAAAAAAAAfQ/4l2_INCT-mM/s72-c/isfahangraphic136_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-4907366988675683463</id><published>2010-02-24T20:14:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T20:35:54.870-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bersyukur'/><title type='text'>LETAKKAN SAJA HARTAMU DI TANGAN, JANGAN DI HATI !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S4X9RoyrKxI/AAAAAAAAAd4/TRfQWKipCJ0/s1600-h/isfahangraphic160_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S4X9RoyrKxI/AAAAAAAAAd4/TRfQWKipCJ0/s200/isfahangraphic160_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442034204196678418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Seringkali kita  merasa takut tidak memiliki rejeki, gelisah tidak punya uang. Tapi pernahkah kita merasa takut tidak memiliki rasa syukur saat tidak punya uang?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Uangku hilang, tidak tahu jatuh dimana, laptopku rusak, dan uang bonus dari perusahaan yang dijanjikan belum juga keluar. Suntuk dan kesal sekali rasanya.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keluh temanku dari telepon kantornya. Pantas sudah beberapa hari ini dia tidak pernah lagi menghubungiku. Sesuatu di luar dugaan. Dari ujung telepon aku bisa membayangkan wajah kusutnya. Bayangkan, disaat laptop sebagai alat presentasi untuk memprospek nasabah asuransinya yang juga merupakan alat andalannya dalam bekerja, malah tidak bisa digunakan, uang untuk biaya perbaikan hilang, dan uang lain yang diharapkan bahkan tidak menampakkan tanda-tanda kehadirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, kenapa hari itu aku tidak sesabar biasanya. Curhatan temanku, aku rasakan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“agak menyebalkan”&lt;/span&gt;. Ada nada ketidakikhlasan dan selalu merutuki nasibnya hari itu, laptop yang rusak, uang yang hilang dan mengkhawatirkan rejeki lain yang belum tentu ada di genggaman. Kalimat yang keluar dari mulutnya, mengisyaratkan kesialannya dan menyesali nasib, betapa tidak beruntungnya dia. Betapa sibuknya dia ketika kehilangan, menyesali kecerobohan sehingga uangnya hilang. Semakin menjadi-jadi, sehingga hanya bisa menggugat atas segala kemalangan, kehilangan, kenestapaan, ataupun kesialannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S4X80-1yaKI/AAAAAAAAAdw/JuUy2dcFOlc/s1600-h/100_0734_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S4X80-1yaKI/AAAAAAAAAdw/JuUy2dcFOlc/s200/100_0734_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442033711899109538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Sudahlah, ikhlaskan saja, sabar, Insya Allah besok-besok Allah akan menggantikannya dengan yang lebih besar dari yang telah hilang" begitu komentarku yang berusaha menghiburnya. Namun di batinku mengatakan, "mungkin itu juga peringatan bagi kita, karena kita kurang bersyukur dan jarang bersedekah.”&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehilangan memang menyesakkan. Toh kata &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“andai”&lt;/span&gt; tidak akan mujarab mengembalikan yang telah hilang. Satu-satunya cara terbaik adalah dengan mengikhlaskan, dan semoga bermanfaat bagi yang menemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai disela kegiatan mencari itu kita mau sejenak berdiam diri, untuk merenung. Memikirkan nikmat yang masih dirasa. Bersyukur masih memiliki mata untuk melihat segala keindahan, tangan untuk bekerja, dan kaki untuk melangkah, kembali menjemput rejeki yang hilang agar dapat diraih kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka akan ada keikhlasan untuk melepaskan yang telah terlepas dari genggaman tersebut. Sekaligus menyadari bahwa betapa saat masih berada dalam genggaman, kita seringkali lengah. Tidak menyadari betapa berharganya apa yang telah dimiliki. Alih-alih untuk mensyukuri, malah cenderung menyepelekan. Namun, ketika ia terlepas dari genggaman, barulah disadari betapa berharganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi demikian, aku teringat ucapan seorang Ustadz di pengajian, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Letakkan saja hartamu di tangan, jangan di hati.”&lt;/span&gt; Maksudnya, segala kekayaan, harta benda yang kita miliki, sebaiknya diletakkan dalam genggaman saja. Tidak usah terlalu dipikirkan dan disimpan di hati sehingga bila sewaktu-waktu hilang, maka tidak akan stress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab apa yang berada dalam genggaman itu mudah terlepas. Namun bila sudah di hati bawaannya adalah cinta berlebihan, rasa sayang, dan perasaan berat melepaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita merasa takut tidak memiliki rejeki, gelisah tidak punya uang. Tapi pernahkah kita merasa takut karena tidak memiliki rasa syukur saat punya uang? Tidak bersyukur saat rejeki berlimpah, tidak bersyukur ketika harta mengalir? Banyak orang yang memiliki harta, entah berupa uang, perhiasan, rumah mewah dan jabatan yang tidak diiringi rasa syukur. Bahkan tubuh yang sehatpun tidak disyukuri sebagai sebuah nikmat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S4X9RoyrKxI/AAAAAAAAAd4/TRfQWKipCJ0/s1600-h/isfahangraphic160_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S4X9RoyrKxI/AAAAAAAAAd4/TRfQWKipCJ0/s200/isfahangraphic160_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442034204196678418" /&gt;&lt;/a&gt;Maka, benarlah bila dikatakan, iman itu terdiri atas dua bagian. Satu bagian dengan syukur, satu bagian dengan sabar. Jikalau seseorang sudah memiliki sikap syukur ketika bertabur nikmat, sabar saat diuji dengan musibah, maka sempurnalah imannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun harta ataupun kenikmatan yang terlepas, justru dapat menjadi media pengingat untuk menyempurnakan keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Bila kita menangisi hari kita dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan, kita tidak memiliki hari ini untuk kita syukuri."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-4907366988675683463?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/4907366988675683463/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/02/letakkan-saja-hartamu-di-tangan-jangan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/4907366988675683463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/4907366988675683463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/02/letakkan-saja-hartamu-di-tangan-jangan.html' title='LETAKKAN SAJA HARTAMU DI TANGAN, JANGAN DI HATI !'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S4X9RoyrKxI/AAAAAAAAAd4/TRfQWKipCJ0/s72-c/isfahangraphic160_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-3942010891415313884</id><published>2010-02-15T23:47:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T00:28:52.533-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curahan Hatiku'/><title type='text'>BILANG I LOVE YOU, SULIT ATAU PELIT?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S3pVCFylwYI/AAAAAAAAAdQ/9LuHSuwLW50/s1600-h/MYLOVE.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S3pVCFylwYI/AAAAAAAAAdQ/9LuHSuwLW50/s200/MYLOVE.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438752994405761410" /&gt;&lt;/a&gt;Mungkin benar kata orang, contohlah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;orang bule&lt;/span&gt;, kebanyakan mereka sangat romantis. Kata I Love You….menjadi makanan pokok setiap hari. Kebiasaan pasangan, akrab dengan ungkapan ini ketika berpacaran. Begitu serumah, lambat laun memudar dan tak istimewa lagi. Keretakan bahkan kehancuran rumah tangga, konon terjadi karena sulit atau pelit mengutarakan kata sakti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Aku sebal, Mas Bas orangnya nggak romantis lagi. Serba to the point, bahkan bicaranya tidak semesra dan selembut dulu!”&lt;/span&gt; Keluh kesah Corry, seorang istri kepada Bas, suaminya. Pasangan Bastian dan Corry sudah menikah sepuluh tahun, dikaruniai tiga anak, dua putra dan satu putri. Protes ini terlontar, sebab dulu ketika pacaran, suaminya sangat romantis dan mesra. Selalu mengucapkan kata &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aku Cinta Padamu&lt;/span&gt; atau kata-kata sayang melalui telepon atau setiap apel malam minggu. Lalu, kebiasaan ini mulai luntur, ketika Corry sudah menjadi istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dulu karena sedang dalam taraf berburu cinta, sehingga seorang pria berani berkoraban sampai tetes darah terakhir. Masa uji coba memang membuat seseorang menjadi acktor bagaimana berakting untuk mendapatkan sang piala. Dengan taburan aurora dewi cinta, maka semuanya terbuntal indah tanpa cacat cela, tidak terkecuali baik sang wanita maupun sang pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S3pV4XvxuQI/AAAAAAAAAdg/TqatVTWDrNA/s1600-h/Bunga002.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 190px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S3pV4XvxuQI/AAAAAAAAAdg/TqatVTWDrNA/s200/Bunga002.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438753926938736898" /&gt;&lt;/a&gt;Contohnya, sewaktu hujan turun, payung tertinggal di mobil. Bagai pasukan koalisi dihujani rudal, sang pria berlari mengambilnya. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Sayang, ini payungnya supaya kamu jangan sampai sakit.”&lt;/span&gt; Meski basah kuyup, kepahlawanannya tentu menjadi kebanggaan. Tapi kini, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Gimana sih, sudah tahu mau hujan, bukannya payung dibawa?!.”&lt;/span&gt; Kata-kata ini  begitu licin meluncur dari mulut sang pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, contoh lain yang sering dibincangkan orang. Saat sang kekasih terbentur sesuatu hingga terjatuh, sang pria berkata, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Sayang, sakit ya?  Lain kali hati-hati ya? Kakinya tidak apa-apa kan?”.&lt;/span&gt;Tapi setelah menjadi istri, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Makanya hati-hati, matanya dipakai!”.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yach, begitulah! Kita mungkin semua sepakat, bahwa makhluk bernama cinta memang memiliki kekuatan luar biasa. Sosoknya tak pernah tertangkap oleh pandangan mata, akan tetapi akibat yang ditimbulkan teramat dahsyat. Sebab cinta, orang dapat berbuat apa saja. Perjalanan jauh dan sukar tak akan terasa apa-apa jika dibarengi cinta. Peperangan seberat apapun jika dipersenjatai dengan cinta, bahkan siksaaan sekejam apapun rasanya bagai cubitan halus saja bila di hati ada cinta. Termasuk kata &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aku Cinta Padamu&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, itu adalah ungkapan dari rasa cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apa yang harus silakukan jika saat mengarungi bahtera perkawinan, justru kehabisan cinta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutku, perkawinan bukan hanya sekedar bertemunya seorang pria dan wanita kemudian hamil dan megurus anak. Tetapi, ada suatu ikatan emosional yang amat kental. Masing-masing pasangan memiliki latar belakang pikiran, cita-cita, harapan-harapan, dan kepribadian yang khas dan beda. Dua orang yang telah mengikatkan diri dalam perkawinan seyogyanya mencoba memahami dan mengerti kebutuhan dan perasaan pasangannya. Bukankah perkawinan bisa terjadi karena atas dasar cinta? Bila kita hanya mengandalkan kelebihan fisik dan materi yang ada dalam diri kita, maka cinta akan mudah terkikis. Takkan bertahan lama, apalagi bila faktor-faktor penyebab cinta sudah menipis. Kebeliaan berganti tua, kecantikan akan memudar. Cinta benar-benar akan sirna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan cinta dari istri atau suami bukan hanya kata-kata. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Mas, aku sangat menyayangimu” atau Dik, I Love You.”&lt;/span&gt; Akan tetapi semua kata-kata, raut muka, gerak-gerik, intonasi kalimat, termasuk penampikan mengandung kasih sayang dan kelembutan., dan semuanya adalah bagian dari komunikasi cinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S3pW-IFPuPI/AAAAAAAAAdo/f66S_vZg7sA/s1600-h/FLOWER8.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S3pW-IFPuPI/AAAAAAAAAdo/f66S_vZg7sA/s200/FLOWER8.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438755125324658930" /&gt;&lt;/a&gt;Aku tidak perlu menunggu mengalami kejadian tertentu untuk bisa menyimpulkan suatu masalah yang terjadi. Dari pengalaman rumah tangga orang tuaku, saudara-saudaraku, teman-temanku, sahabatku, dan orang-orang disekitarku, aku banyak mendapat pelajaran yang sangat berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan aku sering mendengar keluhan para istri yang menggambarkan kurang ikhlasnya menerima keadaan karakter atau sifat suami. Salah satunya tentang suami mereka yang jarang dan bahkan tidak pernah mengucapkan kata-kata cinta yang romantis penuh kelembutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kuncinya adalah bila kita merindukan kata-kata cinta dan romantis dari suami, mestinya para istrilah yang mengajarkan bagaimana cara mengucapkannya dengan penuh cinta, romantis dan penuh kelembutan tanpa ada kesan menggurui. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apabila segala jerih payah mengajarkan kata-kata cinta, romantis dan kelemahlembutan belum berhasil, sadarilah sepenuhnya, hal urgen yang terpenting untuk menjaga kehangatan dalam mengekspresikan cinta adalah dengan komunikasi yang sehat dan lancar. Teruslah berusaha, tanamlan kesadaran dan menerima apa adanya, agar apapun yang suami dan istri lakukan dapat bernilai ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, cinta adalah memberi dan bukan menuntut, menerima dengan tulus apa yang diberikan oleh pasangan kita apa adanya. Maka, janganlah menghitung-hitung kebaikan diri kita sendiri sambil disaat bersamaan menuntut imbalan sejenis dari pasangan. Bila cinta diartikan memberi, maka kita akan selalu dapat mencintai. Kita tidak pernah menuntut atau mengharapkan dia melakukan sesuatu untuk kita, melainkan selalu berpikir apa yang bisa kita berikan untuknya. Termasuk dalam mengungkapkan kata &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;I Love You&lt;/span&gt;, jadi biarkan kata &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Aku cinta Padamu”&lt;/span&gt; muncul tanpa paksaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cintaku……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S3pVb-aSCEI/AAAAAAAAAdY/WPNkI86eDec/s1600-h/SNSIWALP.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S3pVb-aSCEI/AAAAAAAAAdY/WPNkI86eDec/s200/SNSIWALP.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438753439101356098" /&gt;&lt;/a&gt;Cinta merupakan sesuatu yang dahsyat, ia adalah anugrah Allah SWT. Akan tetapi, cinta datang bukan pemberian Ilahi yang bisa diterima utuh dan siap pakai...... &lt;br /&gt;Cinta perlu disemai, dipupuk dan dirawat agar tumbuh dan kokoh saat beragam kehidupan yang datang menderu kencang......... &lt;br /&gt;Karenanya, janganlah berubah......&lt;br /&gt;cintailah aku sepenuh hati, menerima apa adanya dengan penuh kasih sayang, memandang kekurangan dan kelebihanlu dengan rasa syukur, maka cinta itu takkan ada habis-habisnya......  &lt;br /&gt;Cinta akan selalu tumbuh kembang, bersemi, dan terawat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintaku……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga aku bisa menjadi yang terbaik yang kau mau, yang dapat menjadi pelabuhan curhat bagimu, yang selalu berusaha menyenangkan hatimu, dan berusaha memberi yang terbaik untukmu. Jangan engkau pelit dengan kekaguman dan pujian, bahwa ungkapan yang kau praktekkan, akan menjadi bagian dari bahasa keseharian dan kebutuhan kita secara perlahan, dan ditujukan hanya kepadaku…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintaku………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Love You…….&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-3942010891415313884?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/3942010891415313884/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/02/bilang-i-love-you-sulit-atau-pelit.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/3942010891415313884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/3942010891415313884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/02/bilang-i-love-you-sulit-atau-pelit.html' title='BILANG I LOVE YOU, SULIT ATAU PELIT?'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S3pVCFylwYI/AAAAAAAAAdQ/9LuHSuwLW50/s72-c/MYLOVE.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-265613588304105309</id><published>2010-02-01T20:28:00.000-08:00</published><updated>2010-02-01T20:55:09.523-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akupun Ingin Tau'/><title type='text'>CURHAT ITU PENTING</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S2etS1EACvI/AAAAAAAAAcI/HYanzmOATFo/s1600-h/IMG00200-20091224-1955.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S2etS1EACvI/AAAAAAAAAcI/HYanzmOATFo/s200/IMG00200-20091224-1955.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433502014438902514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Life is full surprises&lt;/span&gt;. Saat kita di atas, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;no worries and happy go lucky.&lt;/span&gt; Tapi kadang kita juga bisa merosot ke bawah, dimana kita harus menghadapi masalah yang cukup rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hit your problem biar gak terlalu merasa terpuruk pas cobaan berat datang menghampiri, dan kita bisa langsung siap kembali ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curhat? Penting banget nih buat dilakukan. Kalau punya masalah jangan dipendam sendiri. Curhat aja sama sahabatmu atau orang terdekat yang bisa dipercaya. Dengan ngeluarin semua uneg-uneg yang ada di hati, beban seberat apapun pasti bisa deh kita atasi. Ingat-ingat aja istilah-istilah seperti ini, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;badai pasti berlalu, setiap ada tanjakan, kita pasti akan menemukan jalan menurun dan mendatar, atau Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan umatnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S2evyxRX1LI/AAAAAAAAAcQ/XxwtRRTqAqk/s1600-h/IMG00199-20091224-1954.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S2evyxRX1LI/AAAAAAAAAcQ/XxwtRRTqAqk/s200/IMG00199-20091224-1954.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433504762200315058" /&gt;&lt;/a&gt;Now, you must remember that &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Communication is the key to keeping your cool, so learn to talk about your problems. If people understand why you are angry, the'll be more willing to help you."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dengan curhat, kita telah berbagi maslah kita dengan seseorang yang siap membantu kita memikul dan menyelesaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Trust us, it works! Ayo semangat!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-265613588304105309?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/265613588304105309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/02/curhat-itu-penting.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/265613588304105309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/265613588304105309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/02/curhat-itu-penting.html' title='CURHAT ITU PENTING'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S2etS1EACvI/AAAAAAAAAcI/HYanzmOATFo/s72-c/IMG00200-20091224-1955.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-1446783974602683512</id><published>2010-01-24T23:34:00.000-08:00</published><updated>2010-02-01T21:14:21.445-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>UPSS......MALUNYA!!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S11N08XA7pI/AAAAAAAAAbw/OBsu8dmDgb4/s1600-h/100_0784_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 126px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S11N08XA7pI/AAAAAAAAAbw/OBsu8dmDgb4/s200/100_0784_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430582297629879954" /&gt;&lt;/a&gt;Setiap orang pastinya pernah mengalami kejadian paling memalukan, misalnya, tidak bawa dompet saat naik angkot, setelah ngobrol ngalar-ngidul ternyata salah orang. Jika mengingat kejadian itu rasanya tidak ingin terulang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian-kejadian seperti itu bisa  membuat muka kita merah seketika, tentunya, malunya bukan main. Saat kejadian memalukan itu berlangsung, kita seakan terlihat konyol dan ingin secepatnya lari agar terhindar dari rasa malu. Kendati demikian, kejadian itu tak perlu kita lupakan sebab akan menjadi cerita lucu yang layak kita kenang. Anehnya, banyak orang malu untuk menceritakan kejadian paling memalukan dalam hidupnya, entah karena aib atau takut ditertawai orang lain. Padahal kalau ditilik-tilik, pengalaman memalukan bisa jadi inspirasi bagi yang berbakat menulis novel atau skenario film (sinetron). Kenapa tidak?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya aku pun pernah mengalami. Sebenarnya kejadiannya biasa-biasa saja, pastinya setiap orang bisa memaklumi, tapi bagiku, tetap kejadian itu membuat merah pipiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu, aku bersama mama dalam perjalanan keluar kota.  Aku biasa menggunakan travel dari biro perjalanan langgananku. Jambi – Palembang,  waktu yang ditempuh kurang lebih 6 jam.  Aku dan mama duduk di bangku paling belakang karena bangku nomor 5 atau bangku  di belakang supir, dimana biasanya aku duduk disitu jika bepergian dengan travel,  dan menurutku merupakan bangku  yang paling nyaman dalam perjalanan,  sudah dipesan penumpang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil melaju dengan kencang,  perjalanan saat itu cukup menyenangkan. Namun sayang, suasana di dalam mobil sunyi senyap, semua penumpang tidak ada yang saling berbicara dan hanyut dalam pikirannya masing-masing, bahkan ada yang tertidur, begitu juga mamaku.  Sedari awal perjalanan dimulai, supir tidak menghidupkan lagu dari tape mobil seperti biasanya, hingga setengah jam perjalanan. Aku pikir, mungkin tapenya rusak.  Lalu, daripada aku pusing mendengarkan bunyi mesin mobil yang sesekali terdengar bising,  aku pun berinisiatif menghidupkan musik dari handphoneku dan kudengar melalui headset saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga jam sudah berlalu, aku masih asyik membaca sebuah novel sambil mendengarkan musik. Sekali-sekali, jika mataku sudah mulai lelah, aku berhenti membaca, melihat-lihat suasana diluar dari kaca mobil sambil bernyanyi-nyanyi kecil mengikuti lagu yang aku dengar dari headset. Lagu-lagu favoritku, , &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cinta Pertama dan Terakhir-nya Serina, Karena Kucinta Kau dan Kecewa-nya BCL, dan semua lagu-lagu milik Rossa, hingga I’m Your’s milik Jazon Marz dan If Your not The One-Daniel Beddingfield&lt;/span&gt;, aku pilih untuk  aku ikut menyanyikannya. Mungkin terbawa suasana, akupun menyanyikannya dengan sepenuh jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba saatnya  lagu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sahabat Jadi Cinta&lt;/span&gt; miliknya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Zigas&lt;/span&gt; yang sedikit nge-beat, aku ikut nyanyikan juga, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“……Tak bisa hatiku menafikkan cinta….&lt;br /&gt;Karna cinta tersirat bukan tersurat….&lt;br /&gt;Walau bibirku terus berkata….. “tidaakkk”…..&lt;br /&gt;Mataku trus pancarkan sinarnya…..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Upss…kenapa semua penumpang memandang ke arahku? Sambil senyum-senyum lagi.  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Ada apa nich?”&lt;/span&gt;  Begitu pikirku saat itu. Bersegera  aku lepaskan headset yang dari tadi menempel di kedua telingaku. Ternyata mobil sudah sampai di sebuah rumah makan yang merupakan tempat istirahat bagi supir maupun penumpang untuk segera mengisi perut setelah sekian lama di dalam perjalanan, sehingga keadaan menjadi sunyi senyap, tidak lagi terdengar suara mesin mobil. Itulah baru aku menyadari, ternyata pada saat kata-kata &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“tidak”&lt;/span&gt; pada lirik lagu tersebut, aku selalu menyanyikannya dengan sedikit teriak, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“tidaaakkk” bersamaan dengan berhentinya suara mesin mobil. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S2ez3icSIrI/AAAAAAAAAcg/uA9l5ICJ0us/s1600-h/100_0783_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 159px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S2ez3icSIrI/AAAAAAAAAcg/uA9l5ICJ0us/s200/100_0783_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433509242165404338" /&gt;&lt;/a&gt;Ya ampyuuun…selama di  perjalanan, aku begitu menikmati lagu-lagu yang aku nyanyikan hingga aku tidak sadar hingga volume suara yang aku keluarkan semakin membesar.   Aku cuma tersenyum simpul, apalagi ada seorang bapak yang membuat aku seperti melayang-layang di udara, gak tahan denger  pujiannya;  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Bagus kok suaranya, asyik banget cara menyanyikannya, dari tadi saya sudah mendengarkan suaranya, begitu menghayati. Lagu-lagunya juga bagus-bagus.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu ada permakluman atas sebuah kejadian. Seperti sudah menjadi budaya di negeri kita, kalau kata-kata &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“untung”&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“selamat”&lt;/span&gt; selalu dijadikan kambing hitam. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Untung…suaraku bagus, jadi gak malu-maluin banget.” &lt;/span&gt; Mungkin saja, tanpa disadari ternyata mereka sedari tadi sudah terhibur dengan suaraku. Siapa tahu, diantara penumpang itu ada seorang produser musik sehingga bisa mengorbitkan aku menjadi seorang penyanyi benaran? Siapa tahu.... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduh, malu-maluin deh!  Walau kata mamaku, tidak apa-apa, tetap saja aku merasa malu, bukan karena suaraku, tapi aku takut saja kalau aku dibilang mengganggu, narsis, norak, tidak tahu diri, dan lain-lain. Apalagi ada cowok manis dan keren, sepanjang perjalanan dia sesekali melirik-lirik ke arahku, semoga saja dia semakin kagum denganku sejak kejadian itu :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ingat kejadian itu, kadang aku ingin tertawa sekaligus malu dan ge-er juga, tapi bagaimanapun aku tidak ingin melupakan peristiwa itu. Apapun peristiwa yang kita alami, jangan pernah merasa minder apalagi mengubur dalam-dalam peristiwa apapun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah waktu tak akan berjalan mundur, sebuah kejadian yang berlalu akan menjadi sebuah kenangan terindah dalam hidup ini, sekalipun itu sebuah kejadian yang konyol.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-1446783974602683512?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/1446783974602683512/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/01/upssmalunya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/1446783974602683512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/1446783974602683512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/01/upssmalunya.html' title='UPSS......MALUNYA!!!!'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S11N08XA7pI/AAAAAAAAAbw/OBsu8dmDgb4/s72-c/100_0784_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-598422008355094291</id><published>2010-01-18T09:04:00.000-08:00</published><updated>2010-04-27T21:44:55.596-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Inspirasional'/><title type='text'>FILOSOFI SUPIR TAKSI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S1SZIEQmQUI/AAAAAAAAAbg/B_wei0HYdaM/s1600-h/Peace.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S1SZIEQmQUI/AAAAAAAAAbg/B_wei0HYdaM/s200/Peace.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428131814749651266" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu hari, seorang supir taksi mengantar penumpang ke airport. Taksi meluncur dengan kecepatan normal di jalur yang tepat. Tiba-tiba sebuah mobil sedan keluar dari persimpangan dan hampir menabrak taksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supir taksi dengan sigap menginjak rem. Sedan terhenti hanya beberapa inci dari mobil sedan. Pengemudi sedan menjulurkan kepala dari jendela mobil dan membentak supir taksi dengan suara keras. Supir taksi hanya tersenyum dan melambaikan tangan ke supir sedan dengan sikap ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Sedan itu hampir saja menabrak mobil kita. Mungkin bisa membuat kita berada di rumah sakit. Mengapa anda masih ramah kepadanya?” Tanya penumpang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar dugaan, supir taksi menjawab,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Banyak orang yang seperti truk sampah. Mereka ke mana-mana dengan penuh sampah, penuh frustasi, penuh kemarahan, dan penuh kekecewaan. Ketika sampah makin menumpuk, mereka perlu tempat untuk menumpahkannya. Kadang, mereka menumpahkannya kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi jangan masukkan ke hati. Senyum saja, lambaikan tangan, doakan yang terbaik, dan jalan. Jangan terima sampahnya dan menyebarkannya kepada orang lain, di tempat kerja, di rumah, atau di jalan-jalan.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tanpa aku sadari, ternyata aku termasuk orang yang sangat peduli dengan hal-hal yang terjadi di lingkungan sekitar, lantas aku mengamati dan mengambil pesan moral  dari apa yang terjadi, dari apa yang aku lihat, aku baca, dan aku alami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk dari cerita ini yang aku kutip dari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tabloid AURA edisi Juli 2009&lt;/span&gt;. Cerita ini bukan sekedar cerita, namun sering kita jumpai, mungkin pernah kita alami atau kita lihat, atau bahkan suatu saat, bisa terjadi pada diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S1SZIEQmQUI/AAAAAAAAAbg/B_wei0HYdaM/s1600-h/Peace.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S1SZIEQmQUI/AAAAAAAAAbg/B_wei0HYdaM/s200/Peace.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428131814749651266" /&gt;&lt;/a&gt;Pesan moral yang bisa kita ambil adalah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa orang sukses tidak membiarkan truk sampah mencemari dan merusak harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan. &lt;br /&gt;Jadi, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;cintai orang lain yang memberlakukan kita secara baik dan doakan mereka yang memberikan perlakuan buruk kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup ini bisa terjadi apa saja. &lt;br /&gt;Yang paling menentukan adalah, bagaimana cara kita menghadapinya dan menyikapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Benar itu benar, kendatipun semua orang menentangnya. Dan salah itu tetap salah, kendatipun semua orang membelanya.”  (William Penn)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-598422008355094291?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/598422008355094291/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/01/filosofi-supir-taksi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/598422008355094291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/598422008355094291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/01/filosofi-supir-taksi.html' title='FILOSOFI SUPIR TAKSI'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S1SZIEQmQUI/AAAAAAAAAbg/B_wei0HYdaM/s72-c/Peace.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-5914004070425886509</id><published>2010-01-12T09:50:00.000-08:00</published><updated>2010-08-28T01:36:14.650-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Goresanku'/><title type='text'>MALAM.... KALA  MATA TAK MAMPU TERPEJAM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S0y9diPMGJI/AAAAAAAAAbA/scFSsuPwG7o/s1600-h/lighthouse4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S0y9diPMGJI/AAAAAAAAAbA/scFSsuPwG7o/s200/lighthouse4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425919966178973842" /&gt;&lt;/a&gt;Ruang ini memang indah.............. &lt;br /&gt;Di ruang ini aku sanggup melepaskan diri dari mimpi masa silam. Sama sekali bukan mimpi. Ini hanya perkara sikap dan cara pandang atas diriku dan hidupku..............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyendiri adalah salah satu gaya hidup yang paling kusuka. Total hidup dalam sepi, tapi sepi yang kubikin sendiri dari batas-batas yang ditarik tegas, antara mereka, lingkungan, dan diri sendiri....................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang merasa tidak canggung, tapi di hati ada kubangan curam, tempat kumemainkan dan mengubur satu peran yang tidak diketahui oleh siapa pun. Memang tidak gampang, karena ketakutan selalu menyertai............  &lt;br /&gt;Rasa malu berbagipun kuhindari................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain, aku adalah sepi dunia ini.......... &lt;br /&gt;Disini aku hanya berteman imajinasi dan jika ada sisa waktu aku meneguk. Suatu hari aku pasti tidak sanggup dan aku mungkin menemukan dunia itu. Ia tidak hilang. Ini pilihan dan persetujuan yang kusadari adanya.............. &lt;br /&gt;Aku memaknainya dan memuliakannya..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak mungkin menampiknya, dengan cara dan alasan apapun. Aku mulai bisa merasakan. Biarlah mereka tidak mengerti dan tidak pernah tahu. Aku hanya punya waktu yang kucolong, sangat sedikit, dan tidak bebas. Penuh resiko. Paling aku hanya mengecap ulang memori itu bersama imajinasi hampa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedih  kumembayangkan masa  lalu. Tidak ada yang salah. Semuanya dalam keadaan baik dan biasa saja. Inilah caraku menerima realitas..................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S0y-HI26-eI/AAAAAAAAAbI/fkjOoe-U6B4/s1600-h/lighthouse5.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S0y-HI26-eI/AAAAAAAAAbI/fkjOoe-U6B4/s200/lighthouse5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425920680920807906" /&gt;&lt;/a&gt;Mau kuapakan sisa memori itu? Kulumatkan jadi debu, lantas kuhanyutkan di sungai? Rasanya tidak mungkin. Memori ini mengisi jiwaku. Memberiku getaran. Menyisakan ikatan dengan cakrawala terbaik yang pernah aku temui.................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta tak bisa dijelaskan. Cinta yang panjang dan sangat rumit.......... &lt;br /&gt;Kenapa cinta semacam ini membelenggu diriku? Bukan satu pertanyaan yang harus kusampaikan........... Bukan. Tetapi satu pernyataan, cinta semacam ini membelenggu diriku. Aku takluk dan takut kehilangan. Apakah aku tengah menjalin ikatan di ruang yang gelap? Lalu di dalamnya aku tidak hanya terkurung namun busuk sekaligus? Aku tidak sudi kalau cinta ini menjadi racun yang menjadikan batas itu pekat, pahit, kabut.......................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kupu-kupu merasakan sepi? Atau mereka hanya menyerahkan seluruh hidupnya kepada waktu dan musim? Karena kupu-kupu pasti akan tiba waktunya, saat mereka menarikan musim penuh bunga, menjemur sayap indah di bawah matahari pagi. Jika kupu-kupu luput dari sepi dan tidak ada batas antara rasa sesak dan lapang, siang dan malam, hari tiada bernama, maka aku mungkin sebaliknya, seekor kupu-kupu yang terbelenggu. Aku ingin lepas namun aku ringkih.................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpisahan sama sekali bukan pilihan untuk mengakhirinya..................&lt;br /&gt;Kemanakah aku harus melanjutkan hidup? Membawa masa lalu kembali? Atau melanjutkan pelarian menuju ruang baru? Aku tahu, segalanya terhenti oleh batas waktu yang dimiliki hidup. Aku hanya ingin menyelamatkan diri dan membebaskan jiwa dari rasa bersalah......................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S0zCVFwEBdI/AAAAAAAAAbQ/NZwCcvPPikw/s1600-h/lighthouse3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S0zCVFwEBdI/AAAAAAAAAbQ/NZwCcvPPikw/s200/lighthouse3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425925318651413970" /&gt;&lt;/a&gt;Kenapa bimbang? Jika mencari dunia itu, kita mesti menemukannya sendiri. Tapi ketika kita sampai, lantas mengapa harus dihancurkan?......................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu waktu, pasti tiba, harus memilih…. Disinilah keputusan itu mesti dihadapi, dibawa, dilakukan, dan diterima dengan kesiapan penuh karena pasti akan ada konsekuensi...........................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak hanya membohongi diri sendiri, tetapi orang-orang tercinta pun kukorbankan. Apa ini hanya butuh satu vonis untuk diriku, pengecut atau pendurhaka? Mungkin tidak karena aku hanya ingin menemukan yang ingin kuraih di tengah hidupku, dengan sadar dan sepenuh jiwa..................!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-5914004070425886509?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/5914004070425886509/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/01/malam-kala-aku-tidak-bisa-tidur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/5914004070425886509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/5914004070425886509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/01/malam-kala-aku-tidak-bisa-tidur.html' title='MALAM.... KALA  MATA TAK MAMPU TERPEJAM'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S0y9diPMGJI/AAAAAAAAAbA/scFSsuPwG7o/s72-c/lighthouse4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-2127488275115626010</id><published>2010-01-11T00:12:00.000-08:00</published><updated>2010-05-09T23:12:50.567-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>MAAF, GESER SEDIKIT BU !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S0riwEhEcfI/AAAAAAAAAaY/YrgWFfKJQ2Y/s1600-h/IMG0043A.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 160px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S0riwEhEcfI/AAAAAAAAAaY/YrgWFfKJQ2Y/s200/IMG0043A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425398016595227122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Usia masih bisa disembunyikan, wajah dan kerut merut kulit? Ditunjang tubuh yang berkembang sesuai dengan pertambahan usia, sudah pasti menunjang seseorang terutama seorang perempuan untuk dipanggi “ibu” tanpa  harus melihat status.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jadi teringat tiga bulan yang lalu, saat jam istirahat, seorang teman datang ke kantor dengan wajah yang cemberut dan muka ditekuk seperti menyimpan segumpal kekesalan yang dalam. Why?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Aku kesel banget di Mal kemaren, waktu naik lift, karena penuh, eh, ada cowok dengan enteng bilang, “Maaf bu, bisa geser dikit?” “ Aku pikir bukan sama aku, ternyata mata cowok itu menatapku dengan santun. Saat itu belum terlalu kesel sih, tapi pas angkot yang penuh pun, kenek di sampingku bilang sambil agak menyentuh bahuku memintaku untuk bergeser, “Maaf bu, geser sedikit.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mendengar penjelasannya, kita  semua  tertawa. “Oh itu yang membuat sahabatku mukanya muram bak mendung gak jadi hujan.” Kalau ditilik sejarahnya, siapa yang gak kesel dan marah, “Lha wong dia masih gadis, muda, dan kulitnya pun masih kencang.  Tapi kenapa dipanggil ibu?”. Tetap saja dia ngotot tidak terima dengan panggilan itu, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Aku khan belum jadi ibu, panggil ‘mbak’ apa salahnya, toh aku masih kelihatan muda, walau badanku melar.”&lt;/span&gt; Gerrr…..kita semakin tertawa mendengar celotehannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain pula cerita temanku yang lain, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Aku boleh saja dibilang orang masih muda, sekarang baru 29 tahun, sudah menikah dan punya buntut dua, dan masih kuat jalan kemanapun. Tapi kalau malam tiba dan menjelang tidur, rasa lelah dan letih mulai terasa. Sudah mulai sering sakit kepala. Kata orang, semakin bertambah usia semakin banyak keluhan. Tapi aku masih ingin bergaya dengan busana jins walau tidak ketat, serta ikut teman-teman kantor yang masih muda-muda, jalan-jalan ke Mal walau kakiku seringkali terasa sakit, telapak kaki sudah terasa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“nyut-nyut an”&lt;/span&gt; jika kelelahan akibat banyak jalan.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status antara kita yang masih lajang dengan yang sudah menikah, tidak menjadi penghalang untuk berbagi masalah apa saja. Ada seorang rekan di kantor  yang sudah berumur,  bahkan paling berumur diantara rekan perempuan, kami tidak menyangka, kalau dia sudah berumur, tapi belum terlihat seperti ibu-ibu yang biasanya bertubuh subur padahal anaknya  sudah  empat orang, dan yang tertua sudah beranjak dewasa. Bahkan kita tidak percaya kalau usianya sudah mencapai angka 47 tahun, namun pembawaannya selalu ceria, ramah, energik,  dan menyenangkan bagi siapa pun yang melihatnya.  Lantas wajar pula, jika rekan-rekan di kantor memanggilnya dengan sebutan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“mbak”&lt;/span&gt; bahkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“bunda”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S0rkUV7DErI/AAAAAAAAAao/Xpe5EzKIP10/s1600-h/IMG0029A.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 160px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S0rkUV7DErI/AAAAAAAAAao/Xpe5EzKIP10/s200/IMG0029A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425399739254510258" /&gt;&lt;/a&gt;Sesaat aku termenung lalu tersenyum simpul penuh makna. Teringat beberapa tahun yang lalu, karena kendaraan pribadi yang biasa aku bawa ke kantor sedang diperbaiki di bengkel langgananku, aku memutuskan berangkat ke kantor menggunakan kendaraan umum yaitu, angkutan kota (angkot). Berbusana kantor yang rapi, lengkap dengan tas di tangan dan sepatu pantofelku yang  berwarna hitam mengkilap, aku menghentikan angkot yang melintas di pinggir jalan tak jauh dari rumahku. Di dalam angkot, aku mengambil bangku sebelah kanan dekat pintu, saat ada penumpang lain yang masuk, aku sempat termangu saat sopir angkot itu dengan hormat menyapa, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Maaf Bu, bisa agak kedalam?”&lt;/span&gt;.  Anehnya, panggilan itu terasa menghujam batinku. Padahal panggilan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“ibu”&lt;/span&gt; sering aku terima saat di kantor atau saat jam-jam kerja. Sebutan itu tidak menjadi masalah bagiku. Tapi mengapa hari itu terasa aneh. Entahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata panggilan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“ibu”&lt;/span&gt; dari orang lain yang diterima bagi seorang  yang menganggap dirinya masih muda, baik yang masih lajang maupun yang tidak, membuat aku dan sahabat-sahabatku termotivasi untuk berjuang menurunkan berat badan dan beresolusi untuk sehat lahir maupun batin. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Mulai saat ini kita harus cantik!”, Ayo semangat, walau kita sudah berkepala tiga, gak salah harus tetap cantik, harus “laku” tahun ini!” Begitulah kita bersepakat. “Jangan mau kalah sama Rina yang hitam, judes, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;cupu&lt;/span&gt;...korban mode, tapi bisa dapat suami kaya dan  ganteng, walau sebenernya kita sudah tahu sih gimana kelakuan suaminya, Ridho, saat  mereka memutuskan untuk cepat-cepat menikah.”&lt;/span&gt; Begitulah rumpii-an temanku  saat dia menumpahkan kekesalannya terhadap salah seorang temannya. Diantara kita, memang dia yang paling bawel, apa adanya tapi menyenangkan dan setia kawan banget.  Kita pun terus digayuti kebahagiaan, saling berbagi, diselingi dengan candaan dan tertawa tiada henti. Suasana saat itu benar-benar heboh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas saranku juga, aku yang sangat getol dan rajin berolahraga,  mengajak teman-temanku untuk masuk kelas kebugaran, aerobic dan fitness serta jogging dan senam pagi di lapangan setiap minggu pagi, sambil melakukan diet sehat.  Sayur bening, tahu tempe, ayam tanpa kulit dan ikan tanpa digoreng, serta buah, akhirnya menjadi menu kita setiap hari ke kantor untuk makan siang. Tidak makan makanan yang mengandung karbohidrat saat sarapan pagi dan di malam hari, serta banyak minum air putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir dua bulan menu tanpa bumbu kental itu menjadi santapan favorit kita. Alhamdulillah, kemauan keras  itu menutup mata kita untuk tidak tergoda oleh makanan enak yang kita santap setiap siang, atau gorengan dan martabak keju yang yummy.  Kita berkomitmen dengan program diet ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang saat itu tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi teman-teman yang hampir semuanya mengeluhkan soal bentuk tubuh, aku hanya berprinsip yang terpenting adalah bagaimana &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“menjalani hidup sehat” &lt;/span&gt;yaitu sehat lahir maupun batin.  Terutama sehat secara  batin, maka lahiriah kitapun akan terlihat sehat pula, terutama jika selalu beribadah. Jika pikiran kita sehat, kita  ikhlas menerima kondisi apapun, tidak cepat tersinggung, tidak gampang marah, tidak sombong dan menjadi orang yang menyenangkan bagi orang lain. Otomatis jika kita sehat lahir batin, setiap hari kita bersemangat, percaya diri dan ikhlas memberikan keramahan tanpa pamrih dan selalu tersenyum dengan tulus kepada siapa pun. Menurutku itulah yang terpenting karena itu juga merupakan bentuk ibadah yang tidak bisa dibayar dengan materi dan sangat manis hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku menyadari, panggilan atau sebutan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“ibu”&lt;/span&gt; diucapkan orang lain sebagai suatu sapaan sebagai tanda hormat. Juga merupakan sapaan bagi seseorang karena ruang lingkupnya, bisa karena pekerjaan atau menghargai orang yang lebih tua. Kini kita memang tidak bisa lagi menghindar dari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“panggilan takdir”&lt;/span&gt;, ditunjang usia memang akan terus  melaju dan perkembangan tubuh yang semakin melebuarr.....karena semakin berkurangnya metabolisme tubuh kita. Gak perlu resah, karena itu bisa terjadi pada siapa pun laki-laki maupun perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S0rj263CCsI/AAAAAAAAAag/gFe0Dhvmr9E/s1600-h/100_0684_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S0rj263CCsI/AAAAAAAAAag/gFe0Dhvmr9E/s200/100_0684_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425399233773701826" /&gt;&lt;/a&gt;Pengalaman sahabat-sahabatku dan orang –orang di sekillingku, “Ahh…..benar-benar oase di padang gersang.” Aku harus tetap memegang erat janji pada diriku sendiri bahwa aku harus &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Konsisten terhadap komitmen, segala sesuatu yang berlebihan dan serba instan itu, tidak baik akibatnya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Jangan berpikir untuk cantik, tapi menjadi ramah dan menyenangkan”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-2127488275115626010?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/2127488275115626010/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/01/maaf-geser-sedikit-bu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/2127488275115626010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/2127488275115626010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/01/maaf-geser-sedikit-bu.html' title='MAAF, GESER SEDIKIT BU !'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S0riwEhEcfI/AAAAAAAAAaY/YrgWFfKJQ2Y/s72-c/IMG0043A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-3444739574157343132</id><published>2010-01-05T07:56:00.000-08:00</published><updated>2010-02-01T21:35:55.105-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>SENYUM  KARENA  MUSUH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S0Pu9_xLOKI/AAAAAAAAAaQ/uZbB8TMcvgM/s1600-h/100_0706_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S0Pu9_xLOKI/AAAAAAAAAaQ/uZbB8TMcvgM/s200/100_0706_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423441125141330082" /&gt;&lt;/a&gt;Orang bilang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"tertawa itu sehat"&lt;/span&gt;. Asal mula tawa bisa beragam, bisa dari pengalaman yang lucu lalu menimbulkan tawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ceritaku ini ada hubungannya dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"musuh"&lt;/span&gt;. Berbicara tentang musuh, musuh bukan saja manusia. Tapi tahukah kita bahwa musuh yang paling berbahaya adalah musuh yang mengikuti kemana saja kita pergi dan berkelana. Dialah musuh yang pandai sekali membawa diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa hubungannya senyum dengan musuh? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini pengalamanku di tengah malam dari sebuah perjalanan dari luar kota. Bukan urusan yang mudah jika sudah menyangkut rasa kantuk yang teramat sangat saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S2e3z8L5AiI/AAAAAAAAAc4/Zcpu5oUyvNA/s1600-h/IMG0112A.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 160px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S2e3z8L5AiI/AAAAAAAAAc4/Zcpu5oUyvNA/s200/IMG0112A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433513578403004962" /&gt;&lt;/a&gt;Kepayahan duduk terlalu lama selama 6 jam di dalam travel yang membawaku pulang ke rumah di malam itu, aku terhenyak tidur di kasur empuk di kamarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh damai rasanya bisa kembali ke rumah, aku rindu kamarku, aku rindu untuk bisa lagi memeluk guling kesukaanku dan tidur kembali di ruang favorite serta tempat paling privacy bagian dari rumahku yang selalu memberikan kebebasan untuk melakukan apa saja." Betapa lelahnya tubuh ini. Maka setelah merapikan diri, aku segera merebahkan diri. Aku pun terhanyut dibuai mimpi yang begitu nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S2e3OeXSENI/AAAAAAAAAcw/0HCtM2IQfGI/s1600-h/Copy+of+MASJID2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 110px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S2e3OeXSENI/AAAAAAAAAcw/0HCtM2IQfGI/s200/Copy+of+MASJID2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433512934742560978" /&gt;&lt;/a&gt;Karena sudah terbiasa, aku selalu memasang alarm dari handphone ku sebagai pertanda harus segera bangun di kala suara adzan terdengar. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Hayya alash shalaah"....(Marilah shalat)&lt;/span&gt;. Dari sebuah speaker Masjid di lingkungan rumahku terdengar di telingaku. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Ah, subuh sudah datang, pikirku."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Namun aku membuka mata terasa sangat berat. Dengan mata yang masih kabur, aku lihat jam di handphone ku, angka digital menunjukkan 4.30. Tiba-tiba, tidak ditanya dan tidak diharapkan, musuh berselimut yang sudah ada disisiku membisikan dengan lincahnya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"baru jam 3!"&lt;/span&gt;. Bisikannya benar-benar menggedor-gedor nuraniku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataku berkejap-kejap, kepalaku sedikit pusing dan terdengar lagi bisikan perlahan-lahan yang menggedor-gedor lagi nuraniku "kamu masih bisa tidur dua jam lagi, hilangkan kelelahanmu dan puaskan tidurmu! tidurlah dengan tenang! Nanti saja ibadahnya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S2e5Qd5lZoI/AAAAAAAAAdI/hQKZPcMDbcc/s1600-h/isfahangraphic74.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S2e5Qd5lZoI/AAAAAAAAAdI/hQKZPcMDbcc/s200/isfahangraphic74.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433515168000992898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku terkejut dan curiga, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"apa-apaan maksud bisikan ini?"&lt;/span&gt;. Mengapa bisikan ini begitu gencar menyerang benteng jiwa ku. Dan astaga! &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Musuh, ya musuh!&lt;/span&gt; Aku langsung tersadar. Darah perlawanan pun mengguncang-guncang tubuhku. Aku bangun melompat untuk melepaskan rantai kemalasan dan berta'awudz, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"A'uzu billahi minasysyaitaanirrajiim..."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mana musuh yang berbulu penasehat tadi? Dia lari terbirit-birit menjauh, dan aku melangkah ke pintu, membersihkan diri dan terus berwudhu. Air yang dikira dingin sebaliknya menyegarkan. Aku lihat jam di dinding tepat jam lima subuh. Maka akupun senyum riang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh tadi hilang lenyap. Dia memang ada, beranak pinak tambah banyak dan tidak mati-mati sampai kiamat. Benar-benar musuh beuyutan. Itulah setan dan iblis yang selalu berbisik-bisik di hati manusia, menggoda tiada hentinya supaya manusia berbuat dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum ku bertambah lebar di subuh itu, karena menang dan merasa gembira. Aku pun teringat prinsip yang berbunyi seperti ini........ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S2e2k7C8JAI/AAAAAAAAAco/Bd0wV6urNsg/s1600-h/38510686ErpIas_fs_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 142px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S2e2k7C8JAI/AAAAAAAAAco/Bd0wV6urNsg/s200/38510686ErpIas_fs_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433512220887360514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Sesungguhnya setan itu musuh bagimu, maka jadikanlah dia (tetap) sebagai musuh....." (QS. Fathir:60)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Alhamdulillahirrabbil'alamiin.......&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-3444739574157343132?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/3444739574157343132/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/01/senyum-karena-musuh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/3444739574157343132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/3444739574157343132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2010/01/senyum-karena-musuh.html' title='SENYUM  KARENA  MUSUH'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/S0Pu9_xLOKI/AAAAAAAAAaQ/uZbB8TMcvgM/s72-c/100_0706_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-106330350497021539</id><published>2009-12-30T00:18:00.000-08:00</published><updated>2009-12-30T01:11:04.195-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akupun Ingin Tau'/><title type='text'>RESOLUSI TAHUN BARU</title><content type='html'>Pada malam tahun baru, banyak orang membuat komitmen diri. Melirik lagi ke belakang resolusi apa yang telah berhasil digapai selama 12 bulan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SzsUqHYrM6I/AAAAAAAAAZo/V9craJWYRpg/s1600-h/girasolip.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 138px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SzsUqHYrM6I/AAAAAAAAAZo/V9craJWYRpg/s200/girasolip.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420949290240127906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Apa resolusimu di tahun baru ini?" tanya seorang teman via SMS.&lt;br /&gt;"Aku berharap agar kehidupanku akan lebih baik lagi di tahun mendatang, dibandingkan tahun kemaren." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, resolusi atau ketetapan hati seakan menjadi mantra ajaib yang diucapkan, bahkan kerap kali ditanyakan ketika tahun berganti. Setiap orang berharap bahwa bergantinya tahun akan memberikan pencerahan, baik dalam dirinya sebagai pribadi maupun dirinya dalam lingkup pergaulan sosial; mencakup soal keuangan, karier, keluarga, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks kehidupan pribadi, saat pergantian tahun kita berharap akan diisi dengan hari-hari yang lebih membahagiakan. Bagi yang masih melajang, mungkin berharap akan mendapatkan jodoh sesuai dengan idaman hatinya. Bagi yang telah berumahtangga, berharap kehidupan rumah tangganya akan terus harmonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SzsVXDQXgrI/AAAAAAAAAZw/af5lm0jweQI/s1600-h/fiorc.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 138px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SzsVXDQXgrI/AAAAAAAAAZw/af5lm0jweQI/s200/fiorc.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420950062225654450" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam konteks karier, kita juga berharap akan adanya perubahan yang membahagiakan. Misalnya, bagi yang belum mendapat pekerjaan, berevolusi untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Sedangkan bagi yang sudah bekerja, berharap mendapatkan promosi jabatan, kenaikan gaji, atau bahkan berharap mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik. Begitu juga dalam konteks keimanan, kita harus selalau punya resolusi, misalnya tahun ini kita berharap akan lebih baik dalam beribadah, ingin menjadi orang yang lebih sabar, lebih khusyuk, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resolusi kadang tak perlu terungkap lewat kata, terpatri dalam hati saja sudah cukup. Namun demikian, ada juga sebagian orang  merasa perlu mencatat setiap resolusinya di buku agenda ataupun buku hariannya, sehingga kita semakin terpacu untuk mencapai asanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang tentu punya cara tersendiri dalam membuat maupun menggapai resolusi di tahun yang baru. Tapi semua tentu sepakat bahwa setiap pergantian tahun kita berharap segalanya akan menjadi lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Kita harus meninggalkan segala kebiasaan buruk di tahun yang lalu guna meraih kehidupan yang lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja untuk menjadi lebih baik bukanlah semudah membalikkan telapak tangan melainkan harus diupayakan dengan kesungguhan hati, diawali dengan janji pada diri sendiri, dan kemudian dilaksanakan tahap demi tahap sesuai resolusi yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SzsT7YZqE1I/AAAAAAAAAZg/W6KYOiVr9Fk/s1600-h/IMG0079A.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 160px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SzsT7YZqE1I/AAAAAAAAAZg/W6KYOiVr9Fk/s200/IMG0079A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420948487353799506" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk semua BLOGGER ...... &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;SELAMAT TAHUN BARU 2010.......&lt;br /&gt;SEMOGA TAHUN-TAHUN MENDATANG MEMBERIKAN KITA SEMUA PENCERAHAN DAN KEMAJUAN DALAM SETIAP LINI KEHIDUPAN....&lt;br /&gt;JANGAN MUDAH MENYERAH, TETAPLAH OPTIMIS DAN SEMANGAT.....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-106330350497021539?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/106330350497021539/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2009/12/resolusi-tahun-baru.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/106330350497021539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/106330350497021539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2009/12/resolusi-tahun-baru.html' title='RESOLUSI TAHUN BARU'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SzsUqHYrM6I/AAAAAAAAAZo/V9craJWYRpg/s72-c/girasolip.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-3453826998502948979</id><published>2009-12-16T23:10:00.000-08:00</published><updated>2009-12-17T02:07:24.561-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>FACEBOOK...OH....FACEBOOK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/Syn05y5OfrI/AAAAAAAAAYg/TYT0v3GN3B0/s1600-h/Bunga003.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/Syn05y5OfrI/AAAAAAAAAYg/TYT0v3GN3B0/s200/Bunga003.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416129300641250994" /&gt;&lt;/a&gt;Ia perempuan baik-baik. Wajahnya manis, senyumnya lembut. Ia dikelilingi orang-orang yang mencintai dan dicintainya. Pesta ulang tahun, pertemuan dengan teman, pernikahan, wisuda, liburan, semua itu menyibukkannya dari pekan ke pekan. Itu sebabnya perempuan ini tidak pernah merasa kesepian meski ia single dan sebentar lagi akan berusia 35 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu wabah Facebook melanda seluruh kota tempat perempuan itu tinggal. Hampir seluruh warga kota membicarakan tekhnologi mutakhir ini. Perempuan ini tidak terlalu suka dengan kecepatan tekhnologi yang membuatnya merasa terus terbelakang. Seperti telepon genggam, ia takkan terpengaruh untuk mengganti yang lebih baru sebelum yang lama tak lagi terpakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi teman-teman kantornya benar-benar kecanduan Facebook. Mereka mengaku bertemu dengan teman-teman lama yang sudah berabad tak jumpa. Teman masa kecil, teman SD, teman SMP, SMA, teman les piano, teman waktu kuliah, dan teman-teman yang lain yang bahkan tidak sengaja berjumpa saat di luar kota atau saat-saat tertentu di suatu event tertentu. Bahkan musuh masa kecil yang sekarang tampaknya menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian muncul seorang pegawai baru di kantor. Namanya Vina. Ia bekerja tiga bulan untuk menggantikan Santi, operator kantor yang sedang cuti melahirkan. Vina masih muda dan ceria bagai mentari pagi yang segar. Suasana kantor yang membosankan, tiba-tiba bergairah. Vina pun ikut Facebook. Bahkan sejak ada Facebook, ia rajin putus sambung. Berganti pacar, berganti cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalah kamu!" kata beberapa teman kepada perempuan itu. "Vina, sudah enam kali ganti pacar sejak ikut Facebook. kamu? Diajak ikutan aja belum masuk-masuk."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/Syn0QAdDnlI/AAAAAAAAAYY/4gLrBS38MPQ/s1600-h/Kupu03.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 136px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/Syn0QAdDnlI/AAAAAAAAAYY/4gLrBS38MPQ/s200/Kupu03.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416128582726688338" /&gt;&lt;/a&gt;Perempuan itu kini menjalin waktunya di Facebook. Ia bertemu dengan banyak teman lama dengan hanya men-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;search&lt;/span&gt; nama mereka. Ia kini punya kegiatan baru. Meng-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;upgrade&lt;/span&gt; status, mencari teman, menjawab konfirmasi pertemanan, memasang foto-foto, chatting, menulis catatan, mengomentari status teman, catatan teman atau foto teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada suatu hari satu nama India, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Raoul Devan&lt;/span&gt;, memintanya konfirmasi sebagai teman. Perempuan itu mengingat-ingat. Ia punya beberapa teman India, tapi tidak nama ini. Vina pernah wanti-wanti, kalau ada nama-nama aneh yang tidak dikenal, jangan di-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;add &lt;/span&gt;dulu. Kalau tidak yakin, abaikan saja. Tapi ia menginformasi Raoul Devan sebagai teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pun berkenalan. Mulai dari berhai-hai dan hari-hari berikutnya; jadi ke dokter gigi hari ini? Atau, bagaimana mood bosmu hari ini? Sudah makan? Pertanyaan-pertanyaan pendek yang menggambarkan keintiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raoul. Asli Tamil India yang lahir dan besar di Inggris dan sekarang warga negara Malaysia. Ia seorang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;aircrafft engineer&lt;/span&gt; di satu perusahaan penerbangan terkenal di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kerteh&lt;/span&gt;. Tanpa ijin Raoul, heli-heli ini tidak diperbolehkan terbang menjelajah medan-medan yang sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raoul seorang Hindu yang taat. Ia berdoa pagi dan sore hari di meja sembahyangnya dengan foto ibunya terpajang disana. Dan memakai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;dung&lt;/span&gt; di ujung atas hidung, diantara antara kedua alisnya. Hidupnya teratur dan bisa dideteksi perdetik, karena ia membuat daftar itu semua di kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia hidup sendiri. Ia sudah terlalu terbiasa tidak bicara dengan siapapun dalam satu hari. Raoul memasak untuk dirinya sendiri setiap hari, hampir tidak memercayai masakan lain kecuali masakan India Utara yang kaya santan dan yogurt. Ia memerhatikan kesehatan. Ia seorang pembersih, tidak merokok, tidak minum-minuman keras, tidak mencari kesenangan seks di jalanan. Ia seorang yang cepat. Masak cepat, tidur cepat. Kecuali bercinta, katanya tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Inggris Raoul sangat indah. Catatannya di Facebook seperti catatan seorang penulis hebat. Perempuan itu sangat menikmati membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tulisan-tulisanmu sangat membumi," puji perempuan itu.&lt;br /&gt;"Terima kasih. Saya merasa tersanjung. Tapi saya sungguh tidak sedang berusaha membuat kamu atau siapapun kagum. Sekarang saya sedang mencari seorang istri. Saya ingin menikah sekali saja selamanya. Itu yang orang tua saya lakukan sepanjang hidup mereka. Saya ingin perempuan yang pintar, tidak tergila-gila dengan uang dan kemewahan. Dulu saya pernah tinggal bersama perempuan Inggris selama dua tahun. Tapi kami berpisah karena dia menginginkan pernikahan dan mempunyai anak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu tidak mau menikah dan punya anak?" tanya perempuan itu.&lt;br /&gt;"Dulu. Sekarang saya ingin punya anak. Mungkin beberapa anak. Ibu saya sudah tua. Ia ingin melihat saya punya istri dan anak. Kita sudah berkenalan dan berbicara-bicara, ehm...dua bulan? Maukah mencoba berpacaran?" tanya Raoul serius dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;to the point&lt;/span&gt;."&lt;br /&gt;"Kita berjauhan," jawab perempuan itu asal saja.&lt;br /&gt;"Sekarang jarak bukan lagi isu penting, sayang. Coba lihat Facebook ini. Menghubungkan dunia hanya dalam satu pad komputer. Mau atau tidak, itu saja masalahnya. Bagaimana?"&lt;br /&gt;"Hmm....saya akan mempertimbangkan, Raoul!."&lt;br /&gt;"Bagus. Saya bisa terbang ke Jakarta kapan saja kamu siap."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/Syn2WP8YRxI/AAAAAAAAAYw/qAza4Abiln0/s1600-h/MYLOVE.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/Syn2WP8YRxI/AAAAAAAAAYw/qAza4Abiln0/s200/MYLOVE.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416130888987068178" /&gt;&lt;/a&gt;Bulan keempat, Raoul dan perempuan itu berjanji bertemu. Pesawatnya tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 10.35. Waktu yang tepat untuk melakukan apa saja, termasuk bertemu kekasih. Perempuan itu melihat Raoul menenteng ransel di pundaknya. Hari terasa sejuk dan indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raoul menggenggam tangan perempuan itu lembut. Matanya yang hitam berbinar.&lt;br /&gt;"Akhirnya kita bertemu," ucapnya senang.&lt;br /&gt;"Capek?" tanya perempuan itu.&lt;br /&gt;"Tidak setelah melihat kamu. Kamu lebih cantik dari yang saya bayangkan."&lt;br /&gt;"Kamu mau duduk dulu minum kopi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raoul setuju. Mereka minum kopi tubruk khas Toraja. Ternyata Raoul tidak seserius seperti yang perempuan itu pikir. Cara bicaranya lembut dan teratur, percaya diri. Pertemuan mereka tampaknya akan membuahkan hasil yang manis. Keduanya saling memuji tak berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu suka pertemuan kita?" tanya Raoul.&lt;br /&gt;"Ya."&lt;br /&gt;Lalu Raoul menyadari perempuan itu tidak membawa tas lain kecuali tas kecilnya.&lt;br /&gt;"Kamu tidak membawa pakaian untuk menginap?" tanya Raoul. Keningnya berkerut.&lt;br /&gt;"Tidak. Saya sudah memesan hotel untuk kamu," jawab perempuan itu.&lt;br /&gt;"Hotel? Baiklah. Kamu akan menginap di hotel itu dengan saya kan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu memandang Raoul. Ia tidak pernah berpikir soal menginap bersama. Tidak pernah terlintas dipikirannya. Bagaimana bisa tinggal di satu kamar hotel dengan seseorang yang baru bertemu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;face to face&lt;/span&gt; meski sudah kenal empat bulan di Facebook?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak menginap di hotel dengan kamu, Raoul. Tapi kita akan selalu bersama. Saya sudah siapkan waktu dua hari ini untuk kita bersama."&lt;br /&gt;"Apa maksudmu tidak menginap denganku di hotel, sayang?"&lt;br /&gt;"Saya tidak menginap dengan laki-laki di hotel."&lt;br /&gt;"Tentu saja kamu tidak menginap dengan laki-laki di hotel. Kamu menginap dengan saya, calon suamimu. Kamu ingat? Kita akan bersama-sama selama akhir pekan ini, bukan?"&lt;br /&gt;"Ya Raoul."&lt;br /&gt;"Dan kita akan mencoba tidur bersama, bukan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu terperangah. Ia tidak bisa menjawab. Dan Raoul sepertinya bertanya dengan cepat, tidak memberinya jeda untuk berpikir.&lt;br /&gt;"Kenapa diam? Bukankah sepasang kekasih saling mencoba sebelum memutuskan untuk menikah?"&lt;br /&gt;"Ya benar, Raoul. Hanya tidak berpikir kita akan tinggal dalam satu kamar hotel.&lt;br /&gt;"Kenapa tidak, sayang?" suara Raoul lembut.&lt;br /&gt;"Saya belum pernah....seperti itu."&lt;br /&gt;"Jangan takut, sayang. Saya tidak akan memaksa. Tidak pernah memaksa seorang perempuan. Saya hanya ingin kita bersama setiap saat. Bagaimana aku bisa melewatkan malam disini tanpa kamu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SyoCGd4SWQI/AAAAAAAAAZQ/mR9SgjdCuSM/s1600-h/052008B.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SyoCGd4SWQI/AAAAAAAAAZQ/mR9SgjdCuSM/s200/052008B.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416143811989625090" /&gt;&lt;/a&gt; Perempuan itu memandang Raoul. Betul-betul di luar kemampuannya. Tangan Raoul menyentuh bawah dagunya.&lt;br /&gt;"Itu tidak masalah. Selalu ada yang pertama untuk segala sesuatu, sayang. Bukankah kita sudah membicarakannya? Kita sudah mendiskusikannya banyak jam di telepon atau chatting tentang masalah ini. Kita sudah dewasa, sayang. Kita melakukan segalanya dengan tanggung jawab dan bukan dengan ketakutan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu gelisah dan ia merasa ada kesalahpahaman di sini. Hatinya membeku dan &lt;br /&gt;kehangatan pagi menguap pergi.&lt;br /&gt;"Raoul, maafkan saya. Saya ingin kita saling mengenal dan melewatkan banyak hal yang menyenangkan disini."&lt;br /&gt;"Tentu, sayang. Itu sebabnya kita akan menghabiskan waktu dua hari ini bersama." Setiap pasangan di dunia melakukan hal-hal yang intim sebelum mereka menikah, bukan?"&lt;br /&gt;"Tidak dengan budaya dan kebiasaan disini, Raoul!."&lt;br /&gt;"Oh, bagus. Budaya dan kebiasaan? Sebentar lagi kamu akan bilang soal agama dan Tuhan. Kamu akan bilang kita tidak bisa tidur bersama sebelum menikah karena persoalan moral? Tidak sadarkah bahwa kamu sedang memanipulasi moral? Tidakkah itu tindakan menipu dan tidak bertanggungjawab? Kamu membuat saya salah berpikir tentang hubungan ini," ujar Raoul cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata hitamnya berubah menjadi mata elang yang marah dan hendak menukik turun menghabisi lawannya.&lt;br /&gt;"Raoul, jangan marah. Saya hanya...,"kata perempuan itu putus asa.&lt;br /&gt;"Saya tidak marah, sayang. Saya hanya benci kepada diri saya sendiri yang bodoh. Biaya tiket dan hotel tidak murah. Juga perjalanan saya ini. Kamu tahu saya bukan orang yang suka menghambur-hamburkan uang untuk maksud tidak jelas. Lagipula dengan uang yang saya keluarkan sekarang ini, saya bisa mendapatkan wanita dewasa yang normal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu terkejut. Raoul membandingkannya dengan perempuan yang bisa dibeli jasanya di jalan?&lt;br /&gt;"Kamu membandingkan saya dengan perempuan yang bisa kamu bayar, Raoul?"&lt;br /&gt;"Saya bukan pemburu perempuan semacam itu tapi saya benar-benar kecewa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu tidak mempunyai kata-kata lagi. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Coffe Shop&lt;/span&gt; tempat mereka duduk tiba-tiba menjadi suram diliputi kecemasan.&lt;br /&gt;Akhirnya perempuan itu tak tahan, berkata, "Saya perlu waktu, Raoul."&lt;br /&gt;"Kamu seharusnya mengatakan itu sejak awal kalau itu yang kamu mau. Cinta itu mau melakukan segala sesuatu untuk pasangannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/Syn5L8-_PZI/AAAAAAAAAZI/DbDeZDp9IWE/s1600-h/Kupu04.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/Syn5L8-_PZI/AAAAAAAAAZI/DbDeZDp9IWE/s200/Kupu04.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416134010633928082" /&gt;&lt;/a&gt;Perempuan itu sudah tertinggal jauh.&lt;br /&gt;"Kenapa diam? Kamu masih menginginkan saya disini? Jujurlah sebelum saya mengeluarkan terlalu banyak uang." &lt;br /&gt;"Raoul, bukankah kita bisa melakukan hal-hal lain yang menyenangkan?"&lt;br /&gt;"Tidak sayang. Saya kesini untuk bersama denganmu, bukan berlibur. Itu yang saya tahu. Kalau kamu mempunyai rencana lain, itu bukan dengan saya. Begini saja. Saya tidak akan percaya dengan perempuan yang ditemui di dunia maya. Saya tahu perempuan suka berubah-ubah tapi baru kali ini saya menemukan perempuan yang tidak bertanggung jawab dengan kata-katanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu seperti sudah berubah menjadi patung garam.&lt;br /&gt;"Sudahlah, saya tidak mau membuang-buang waktu lagi. Ini uang untuk kopi. Terima kasih untuk pertemuan ini. Lain kali, tolong bicara dengan jelas. Saya akan mencari tiket untuk kembali ke KL. Saya tidak terima dengan apa yang terjadi hari ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raoul bangkit dari tempat duduknya dengan emosi terjaga, menarik ransel dengan wajah lurus, meninggalkan perempuan itu seorang diri di kursinya. Perempuan itu termangu. Sebelum ia menarik napas yang kedua, Raoul sudah menghilang di balik dinding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu tak percaya apa yang sudah terjadi. Raoul yang ia kenal empat bulan di dunia maya hanya bertahan duduk dengannya kurang dari tiga puluh menit? Ia ingat Vina. Ingat Facebook. Ia akan segera mengganti statusnya sekarang. Dan akan segera menghapus Raoul sebagai temannya di Facebook.(IS)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-3453826998502948979?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/3453826998502948979/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2009/12/facebookohfacebook.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/3453826998502948979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/3453826998502948979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2009/12/facebookohfacebook.html' title='FACEBOOK...OH....FACEBOOK'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/Syn05y5OfrI/AAAAAAAAAYg/TYT0v3GN3B0/s72-c/Bunga003.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-6369601607417897166</id><published>2009-12-10T01:20:00.000-08:00</published><updated>2010-08-28T01:36:49.282-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Goresanku'/><title type='text'>CINTA JARAK JAUH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SyDQCeDt55I/AAAAAAAAAXo/pg8VrGKwJpM/s1600-h/resized_Eyes.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 75px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SyDQCeDt55I/AAAAAAAAAXo/pg8VrGKwJpM/s200/resized_Eyes.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413555492946306962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MENJELANG TENGAH MALAM DI AWAL BULAN DESEMBER&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jarum pendek jam dinding menunjukkan angka sebelas. Penghuni rumah, sepertinya sudah dipeluk mimpi. Kesibukkan pekerjaan di siang hari terkadang malah membuatku sulit untuk memejamkan mata walau untuk sekedar meraih mimpi dikala bisa terlelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah sadar aku berusaha mengingat, rasanya ada aktifitas lain yang aku lakukan di malam-malam seperti ini, tapi beberapa minggu ke belakang tidak lagi. Hatiku bergetar mengingatnya. Separuh hatiku seolah menuntunku untuk menuliskan ini........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SyDQlTcB3_I/AAAAAAAAAXw/utBPLuCYHgQ/s1600-h/resized_Eyes.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 75px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SyDQlTcB3_I/AAAAAAAAAXw/utBPLuCYHgQ/s200/resized_Eyes.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413556091390910450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MENJELANG MAGHRIB DI BULAN OKTOBER&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kamu : "Aku mau sign out dulu, sudah dekat waktu maghrib? Nanti malam online lagi ya?"&lt;br /&gt;Aku  : "Aku juga mau pulang, iya, nanti malam jam 9 ya?"&lt;br /&gt;Kamu : "Oke. Assalamu'alaikum"&lt;br /&gt;Aku  : "Wa'alaikum salaam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sign out&lt;/span&gt; dari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;messenger&lt;/span&gt; dan menutup semua aplikasi lain di laptop milik kantor. Aku bergegas pulang sebelum hari semakin malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak pernah menduga akhirnya aku harus menempuh jalan ini. Dulu, sama sekali tidak pernah terbayang di benakku susahnya menjalin hubungan jarak jauh. Apalagi jika harus menyandang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"status palsu"&lt;/span&gt; seperti ini. Dibilang pacar, bukan. Dibilang bukan pacar tapi mesra. Merasa punya pacar tapi tidak ada di sisi. Apalagi tidak ada kata resmi yang menyatakan bahwa kita menjadi sepasang kekasih. Walau tentu saja kita merasakan hubungan yang lebih dari sekedar teman biasa. Dan pola komunikasi kita sejauh ini, semuanya nyambung, nyaman dan mengalir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SyDQlTcB3_I/AAAAAAAAAXw/utBPLuCYHgQ/s1600-h/resized_Eyes.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 75px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SyDQlTcB3_I/AAAAAAAAAXw/utBPLuCYHgQ/s200/resized_Eyes.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413556091390910450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;JANGAN BELI KUCING DALAM KARUNG&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berkenalan lewat internet, chatting, dan mengirim pesan singkat, dan suatu saat memutuskan untuk menikah, begitukah yang diharapkan ke depannya?&lt;br /&gt;Dua anak manusia berhubungan hanya lewat internet, terpisah ribuan kilometer jauhnya, tanpa pernah bertemu sekalipun? Mana mungkin! Bagaimana mungkin aku bisa menerima begitu saja seseorang yang tidak aku ketahui latar belakang dan kepribadiannya? Aku saja masih ragu. Bagiku, dia begitu jauh untuk diraih. Terlebih belum pernah sekalipun bertemu di dunia nyata. Begitu banyak kebohongan di dunia ini. Dan mungkin saja dia juga sedang membohongiku? Entahlah! Tidak sedikit kisah anak manusia yang berakhir bahagia menemukan belahan jiwanya di internet. Tapi banyak juga yang tertipu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjalani sebuah hubungan jarak jauh tentu bukan perkara mudah. Butuh pemahaman lebih. Saat menjalin hubungan jarak dekat saja, terkadang tanpa sadar aku banyak menuntut "Apa sih susahnya memberi perhatian sedikit berlebih?". Apalagi jika harus berjauhan. Tak ada jalan berdua, tak ada pegangan, apalagi kissing".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Oh Tuhan, aku ingin dia disampingku sekarang!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja aku tersiksa menangung rindu, tersiksa diamuk perpisahan tiada akhir dan merasa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;hopeless &lt;/span&gt;karena tak kunjung bisa bertemu. Kerinduan! Duh, bagaimana kalau rindu? Sepertinya akupun mulai merasakan sebersit rasa itu. Saat berjauhan dengan seseorang untuk mendulang impian di negeri yang jauhnya beribu-ribu kilometer.&lt;br /&gt;Bukan! Tidak hanya kerinduan, kekhawatiran pun kerap menghantui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memang merasa lebih &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sreg&lt;/span&gt; mendengar langsung suaranya ketimbang chatting atau pesan singkat. Aku jadi lebih bisa menyampaikan maksud dengan jelas. Mendeteksi perubahan emosi dari perbedaan tekanan suara dan juga mendapat tanggapan lebih cepat. Jika hanya chatting atau pesan pendek, manusiawi jika kemungkinan salah paham karena penulisan pesan dan pesan yang dibuat terasa pendek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, hal ini terkadang bisa memancing friksi, kadang ingin curhat, tapi dia sedang lelah dan tanggapannya yang kurang memuaskan, aku artikan sebagai bentuk ketidakpedulian. Maka, selain tangis rindu, kadang ada pula tangis sedih karena merasa dicuekin atau menyesali kata-kata kurang bersahabat yang sempat tercetus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dikatakan, jarak yang jauh bisa membuat kita menjadi lebih sentimentil dan sensitif. Pilihan koneksi internet yang masih relatif lambat dan sinyal provider di handphone yang hilang timbul bisa menjadi kendala. Lalu jika salah satu dari kita seharian tidak online, yang lain menjadi "blingsatan" dan menjadi paranoid sendiri, khawatir telah terjadi sesuatu yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SyDQlTcB3_I/AAAAAAAAAXw/utBPLuCYHgQ/s1600-h/resized_Eyes.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 75px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SyDQlTcB3_I/AAAAAAAAAXw/utBPLuCYHgQ/s200/resized_Eyes.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413556091390910450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MENJELANG TENGAH MALAM DI BULAN OKTOBER&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aku  : Aku off dulu ya, besok sudah harus kerja lagi. Besok kita lanjutkan lagi.&lt;br /&gt;Kamu : Oke. Aku juga besok harus berangkat kerja pagi-pagi sekali.&lt;br /&gt;Aku  : Makasih ya, assalammu'alaikum&lt;br /&gt;Kamu : Wa'alaikum salaam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku&lt;span style="font-style:italic;"&gt; sign out&lt;/span&gt; dari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;messenger&lt;/span&gt; yang kunyalakan di telepon genggamku. Aku segera  menutup mataku. Aku sudah sangat lelah, begitu jua mataku karena sudah terlalu lama menatap layar handphone dan jemari tanganku terasa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kebas &lt;/span&gt;sepanjang malam itu tiada henti memencet keypad handphone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SyDQlTcB3_I/AAAAAAAAAXw/utBPLuCYHgQ/s1600-h/resized_Eyes.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 75px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SyDQlTcB3_I/AAAAAAAAAXw/utBPLuCYHgQ/s200/resized_Eyes.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413556091390910450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ONLINE UNTUK CHATTING TIAP MALAM&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah jawaban yang serta merta muncul di kepalaku saat ada pertanyaan tentang hal apa yangh aku nanti-nantikan setiap harinya. Bagaimana tidak? Inikah cinta? Ketika cinta harus terpisah oleh pulau dan samudera. Ketika juga harus berjarak oleh perbedaan waktu, berharap kondisi ini bisa mengajarkan sekaligus menguji kesetiaan, kesucian, kepercayaan, juga kepasrahan diri yang digabung menjadi sebuah kekuatan membentuk cinta yang solid. Berharap, bukan nafsu yang dikejar! Cinta dan kasih sayang pasangan dan kekasih akan menjadi agung ketika ia bertaut dengan cinta kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SyDQlTcB3_I/AAAAAAAAAXw/utBPLuCYHgQ/s1600-h/resized_Eyes.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 75px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SyDQlTcB3_I/AAAAAAAAAXw/utBPLuCYHgQ/s200/resized_Eyes.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413556091390910450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SAMPAI KAPAN ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba aku tersadar, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;wa iyyaka nasta'iin...."hanya kepada Allah, kami minta pertolongan"&lt;/span&gt;. Mengapa selama ini aku musti panik dan khawatir? Mengapa aku mesti mengkhawatirkan dengan apa-apa yang belum bisa dipastikan seutuhnya akan menjadi milikku? Semestinya aku tidak perlu bersusah hati. Mestinya aku meminta pada-Nya untuk menolongku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pikiran baru merubah otakku, menguatkan hatiku. Yang perlu kulakukan adalah berserah diri sepenuhnya, sisanya....serahkan semua urusan kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ach, memang cukuplah Allah sebagai penolong, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;hasbunalllah wanikmal wakil....Ia tidak sekalipun pernah lalai dan tidur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, aku memahami bahwa, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"kebersamaan bersama orang yang kita kasihi adalah salah satu harta yang sangat berharga lebih dari segalanya yang ada di dunia ini. Orang bijak bilang, bahwa kunci penting dalam berhubungan jarak jauh adalah komunikasi, selain kejujuran dan saling percaya tentunya".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jarum jam telah menunjukkan ke angka dua. Tubuhku seperti terlepas dari kontrol otakku, menuntut untuk diistirahatkan. &lt;br /&gt;Sudah saatnya aku harus tidur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Semua pengorbanan ini bukan untuk sebuah kesia-siaan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-6369601607417897166?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/6369601607417897166/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2009/12/cinta-jarak-jauh.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/6369601607417897166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/6369601607417897166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2009/12/cinta-jarak-jauh.html' title='CINTA JARAK JAUH'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SyDQCeDt55I/AAAAAAAAAXo/pg8VrGKwJpM/s72-c/resized_Eyes.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-2980220213058560583</id><published>2009-12-05T01:41:00.000-08:00</published><updated>2009-12-05T01:56:59.700-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>PENGALAMAN BERHARGA</title><content type='html'>Belakangan ini banyak terbongkar kasus korupsi yang dilakukan orang-orang terhormat di Indonesia. Padahal menilik status sosial dan ekonomi mereka, tanpa korupsi pun pasti hidupnya sudah berkecukupan. Karena itu hatiku begitu tersentuh ketika bertemu seorang penyemir sepatu yang berprinsip hanya menerima uang bila sudah bekerja. Aku merasa seperti menemukan oase di padang gersang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SxotWHxNIpI/AAAAAAAAAXg/SZ-eAvfsyYY/s1600-h/100_0346.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SxotWHxNIpI/AAAAAAAAAXg/SZ-eAvfsyYY/s320/100_0346.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411687760304874130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari sepulang bekerja, aku mampir ke sebuah pusat perbelanjaan. Setelah berputar kesana-kemari dan sudah mendapatkan semua keperluan, aku bergegas pulang karena harus ke tempat lain. Di dekat parkir mobil, aku dihadang seorang anak kecil yang menawarkan jasa menyemir sepatu. Karena sedang terburu-buru dan merasa sepatuku tidak perlu disemir, akupun tidak menghiraukannya. Tapi anak itu terus membuntutiku sampai ke tempat parkir. Sebenarnya aku sebal melihat anak kecil yang ngotot itu. Tapi karena melihat tubuhnya yang kurus dan penampilannya yang memprihatinkan, aku merasa kasihan. Segera kuulurkan uang dua puluh ribu rupiah, aku berharap, setelah menerima uang itu dia tidak lagi memaksaku menyemir sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar, meski terlihat ragu-ragu, tapi akhirnya dia menerima uang pemberianku dan kemudian berlalu. Akupun lega. Segera kumasukkan barang-barang belanjaan dari trolley ke dalam bagasi mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sedang sibuk mengemasi barang belanjaan, aku dikejutkan kehadiran seorang laki-laki separuh baya di sampingku.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Mbak yang tadi memberi uang pada anak saya ya?” tanyanya.&lt;br /&gt;Kulihat di sebelah bapak itu ada anak penyemir sepatu yang tadi menawarkan jasanya padaku.&lt;br /&gt;“Iya betul. Ada apa Pak?” tanyaku keheranan.&lt;br /&gt;“Maaf, saya mau mengembalikan uang Mbak. Anak saya hanya boleh menerima bayaran kalau sudah bekerja. Dia tidak boleh menerima uang tanpa bekerja. Itu namanya mengemis.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sungguh terkejut mendengar perkataan bapak itu. Kuperhatikan dirinya. Penampilannya sama menyedihkan dengan anaknya. Tampak lusuh dan mungkin menahan lapar. Dia juga membawa kotak berisi peralatan menyemir. Aku begitu takjub melihat orang tak berpunya seperti dirinya bisa begitu tegas menolak uang yang sebenarnya ia butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Tidak Pak. Biar saja, saya ikhlas kok,” aku menolak karena iba melihat keadaan mereka berdua.&lt;br /&gt;“Tidak, anak saya tidak boleh berbuat seperti ini. Nanti jadi kebiasaan yang tidak baik,” katanya tegas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tertegun mendengar kata-katanya itu. Namun aku juga mengakui kebenaran ucapannya.&lt;br /&gt;Ia kemudian memaksaku menerima selembar uang dua puluh ribuan yang tadi kuberikan kepada anak itu.&lt;br /&gt;Karena tidak ingin membuat keributan, terpaksa aku menerimanya sambil memikirkan bagaimana caranya agar uang itu tetap bisa kuberikan kepada anak itu tanpa membuat ayahnya marah. Tanpa membuang waktu segera kulepaskan sepatuku dan menyodorkannya pada anak penyemir tadi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Tolong disemir ya Dik, tapi jangan lama-lama soalnya saya harus segera ke tempat lain,” kataku.&lt;/span&gt; Aku lalu membuka pintu mobil dan duduk menunggu di dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak itu segera menyemir sepatuku, dengan disaksikan ayahnya. Lebih kurang sepuluh menit kemudian, sepatuku selesai disemir. Anak itu mengulurkan sepatu pantofelku yang kini sudah mengkilat. Aku segera mengenakannya dan kemudian memberikan uang dua puluh ribu rupiah yang tadi dikembalikan di bapak, pada anak itu. Dia menerimanya dengan gembira sambil berkata, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Terima kasih, Bu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum. “Terima kasih juga, Dik,” jawabku sambil menyalakan mesin mobil dan berlalu meninggalkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa terima kasih yang kuucapkan itu bukan hanya karena sepatuku telah disemirkan, namun juga karena mendapatkan pelajaran berharga tentang keteguhan hati. Meskipun miskin, bapak anak itu pantang mengemis dan menerima uang tanpa bekerja. Dia juga mendidik anaknya melakukan hal serupa. Semoga orang-orang terhormat yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang, menyadarinya dan mengambil suri teladan dari keteguhan hati seorang penyemir sepatu. Dan akupun mendapatkan pelajaran berharga yang tidak akan kulupa sepanjang hidupku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-2980220213058560583?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/2980220213058560583/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2009/12/pengalaman-berharga.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/2980220213058560583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/2980220213058560583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2009/12/pengalaman-berharga.html' title='PENGALAMAN BERHARGA'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SxotWHxNIpI/AAAAAAAAAXg/SZ-eAvfsyYY/s72-c/100_0346.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-1440802620204225894</id><published>2009-11-24T01:59:00.000-08:00</published><updated>2009-11-25T09:52:24.797-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ada Apa Dengan Aku'/><title type='text'>AKU NARSIS  ATAU SHOW OFF</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/Swu__UTakYI/AAAAAAAAAXY/reoSyCFnV9I/s1600/100_0359.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/Swu__UTakYI/AAAAAAAAAXY/reoSyCFnV9I/s200/100_0359.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407626872091218306" /&gt;&lt;/a&gt;"Aku sadar betul, setiap orang punya privacy masing-masing, makanya kadang aku jadi berpikir kalau aku ngmongin orang tentang sesuatu, bagaimana seandainya omongan itu berbalik dan menimpa pada diriku, pasti rasanya gak enak banget deh! Aku anti banget ngomongin urusan pribadi orang jika tidak ada hubungannya dengan aku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kenapa aku lebih suka membahas hal-hal pribadi yang ada pada diriku ketimbang membicarakan masalah orang lain. Bahkan untuk sesuatu yang tidak menyenangkan menimpa diriku pun, aku lebih memilih membahas 'kedalam' diriku...apa yang salah dan harus aku perbaiki dari hari ke hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku getol sekali membaca, salah satu bacan favoritku adalah bacaan tentang pengembangan diri dan kisah-kisah sukses seseorang. Ada pendapat seorang cendikiawan yang dikenal sebagai psikolog sekaligus Da'i, Ia mengatakan, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"....bagi mereka yang kalah, ia harus introspeksi dengan kegagalan, dan menunggu peluang ke depan, sembari mencari nilai lain yang bisa dilakukan. Selagi orang itu menyadari kegagalannya, maka sesungguhnya dia itu juga pemenang. Orang yang gagal tapi menyadari kegagalannya itu nilainya lebih baik daripada orang yang sukses tapi sombong dengan kesuksesannya."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;NARSIS ATAU SHOW OFF......&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara yang baik tentang diri sendiri selama tujuannya untuk menegaskan tentang siapa jati diri kita dan keyakinan-keyakinan kita akan kebenaran, sah-sah aja. Apalagi bukan untuk menghidupkan kesombongan. Adakah hubungannya dengan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;NARSIS&lt;/span&gt;? Narsis hanyalah sebuah istilah.Begitu juga dengan Show Off yang artinya lebih ekstrim yaitu "pamer'. Kata orang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;narsis artinya sama dengan sombong atau membangga-banggakan diri sendiri&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Tapi kebanyakan orang tidak lagi menganggap negatif istilah ini dan memakainya sebagai bahan gurauan semata. Kembali ke diri masing-masing aja, apakah tanpa kita sadari ternyata kita sendiri sudah narsis atau show off? Gak ada salahnya kita narsis selama kita tidak congkak dan merugikan orang lain serta dapat menjadi inspirasi bagi orang lain, kenapa tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;I AM PROUD TO BE A GOOD PERSON......&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku senang jika aku bisa berbagi kebahagiaan kepada orang lain dan bercerita tentang diriku. Secara tidak langsung aku mengatakan bahwa, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"pada dasarnya manusia itu sama, jika kita mau jujur pada hati nurani, bahwa kita sebenarnya ingin mendapatkan "pengakuan" dari orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang pasti sependapat dengan aku, siapa yang paling kita cintai saat ini? Jawabannya adalah keluarga! Yah, bagiku keluarga nomor satu, keluarga adalah penyelamat hidup dan keluarga adalah segala-galanya. Keluarga tidak menjadi kendala untuk menjadi apapun dan memilih apapun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Motivasi terbesar manusia adalah bila kita mampu mencapai sesuatu hal yang dapat memberikan kebahagiaan dan kebanggaan bagi orang yang kita cintai."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sedari kecil aku membiarkan kehidupanku mengalir seperti air. Aku tidak pernah memiliki cita-cita yang spesifik. Kalau dulu yang namanya profesi itu kalau tidak dokter ya jadi insinyur. Aku pernah bercita-cita ingin menjadi dokter, karena aku takut darah, jadi cita-cita itu tidak spesifik lagi. Aku tidak mau menargetkan akan jadi apa dan harus seperti apa kelak. Hidupku normal-normal aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERGAULANKU......&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau orang tidak begitu mengenal aku, orang bilang aku sombong, jaim dan cuek. Boleh-boleh aja orang berpendapat, padahal gak sama sekali seperti itu. Aku memang terlihat bebas lepas, apalagi dengan kondisi dunia yang semakin buta saat ini. Pergaulan bebas dan dianggap tidak gaul kalau tidak mengikuti gaya mereka. Tapi kesadaran hidupku tumbuh seiring tumbuh bersama pergaulan, selain tekad dari dalam diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Kalau orang bergaul dengan orang baik, maka citranya akan baik, tapi kalau bergaulnya dengan orang jahat, meski tidak berbuat jahat, citranya akan jahat juga..." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi wajarlah kalau aku memilih teman bergaul yang bisa membawa suasana kondusif dan produktif. Aku membiasakan bergaul dengan orang-orang yang sangat individualis, tidak pernah mengurusi urusan orang lain. Jika ada yang tidak sesuai dengan keinginanku, aku tidak mungkin juga melawan arus yang begitu banyak. Pada akhirnya, akupun mencoba untuk beradaptasi dengan hal itu tanpa menghilangkan kebiasaanku untuk tepat waktu dalam berjanji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KEHORMATANKU.....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kebodohan seorang perempuan manakala dia tidak bisa menjaga kehormatannya. Aku dibesarkan dalam keluarga yang demokratis, walau dididik dengan dasar agama yang tidak terlalu ketat, tapi aku punya tanggung jawab untuk menjaga kehormatanku dan kepercayaan orang tuaku. Aku bersyukur, walau aku punya teman-teman dari kalangan atas, gaya hidup teman-teman yang glamour, konsumtif dan senang hura-hura, tapi aku dididik untuk rendah hati, tidak memperdulikan semua itu. Aku tetap menjalankan ibadahku dan tidak sombong kepada siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;LAJANG DI USIA RAWAN.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku percaya, rejeki, jodoh, maut, di tangan Tuhan. Of course aku mau menikah. Siapa sih yang tidak mau menikah? Tapi aku gak mau menikah karena semua orang mendesakku menikah.Aku ingin menikah untuk alasan yang tepat. Pendamping yang tepat atau belum saatnya aku menikah? Memang ada kekhawatiran di pihak keluarga, terutama mama. Walau tidak pernah tersurat, tapi tersirat kalau mama sudah tidak sabar ngemong cucu dariku dan ingin melihat aku bahagia karena aku sudah begitu lama hidup hanya dengan papa dan mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga ingin mama bahagia, seperti kriteriaku yang juga diamini mama. Aku gak muluk-muluk dalam memilih jodoh, cukup yang bisa mandiri, mapan jiwanya, artinya gak pemarah, gak 'moody' dan low profile, namun poin yang terpenting adalah seiman dan sayang sama aku dan keluargaku. Buatku fisik gak terlalu penting, asalkan hatinya tulus dan berkomitmen. Simpel khan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ORANG BILANG AKU KESEPIAN.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak juga! untungnya aku punya keluarga, pekerjaan, teman-teman dan sahabat. Kadang terbersit juga pikiran, "Lucu kali yah punya keluarga sendiri, punya suami, punya anak". Tapi aku pikir lagi, teman-teman yang sudah punya anak, pastinya prioritas mereka sudah bukan diri mereka lagi, melainkan keluarga. Sementara aku, masih memprioritaskan diriku. Entahlah! Karena belum ketemu yang tepat atau memang belum waktunya kata Tuhan? Aku juga sudah lelah main-main, cari duit terus, dan senang-senang sendiri. Aku tau diriku dengan baik, kalau sedang senang melakukan sesuatu suka lupa diri, makanya butuh juga seseorang yang bisa mengingatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;APA YANG DICARI.....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gak ada! Semua sudah aku dapatkan. Semua sudah aku serahkan kepada Allah saja. &lt;br /&gt;Aku hanya ingin selalu bersyukur. Dari pengalaman demi pengalaman yang aku dapatkan membuatku bertekad untuk menjadi manusia yang lebih baik. Terkadang, jika kita merasa sukses mendapatkan sesuatu, lantas terbit keangkuhan di hati. Atau ketika terkena masalah sedikit, rasanya sudah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;down&lt;/span&gt; setengah mati. Padahal banyak orang yang lebih sengsara daripada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;HIKMAHNYA......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah melakukan maksimal apa yang bisa aku lakukan. Aku mendapatkan hikmah dari ujian yang diberikan-Nya. Begitulah hidup, ada susah, ada pula senang. Aku juga punya impian dan keinginan. Aku ingin menjadi orang pintar yang berbudi, karena dunia ini membutuhkan banyak orang pintar tapi juga berbudi. Semoga aku tetap teguh dalam mencapai keinginanku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Understand and know about everything make the man become for Giver and Helpfull"      &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-1440802620204225894?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/1440802620204225894/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2009/11/aku-narsis-atau-show-off.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/1440802620204225894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/1440802620204225894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2009/11/aku-narsis-atau-show-off.html' title='AKU NARSIS  ATAU SHOW OFF'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/Swu__UTakYI/AAAAAAAAAXY/reoSyCFnV9I/s72-c/100_0359.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-1593656895447962415</id><published>2009-11-12T00:38:00.000-08:00</published><updated>2010-06-13T23:24:08.025-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harianku'/><title type='text'>I WANT TO ACHIEVE MY HAPPINESS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SvvSx3bADOI/AAAAAAAAAXI/I7RA4ouvbh8/s1600-h/100_0334.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SvvSx3bADOI/AAAAAAAAAXI/I7RA4ouvbh8/s200/100_0334.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403143932093664482" /&gt;&lt;/a&gt;This is just my "goresan",&lt;br /&gt;I was made just to pour the contents of the liver,&lt;br /&gt;I really hesitated to write this.....&lt;br /&gt;I am afraid if people say that I am fragile.....&lt;br /&gt;but.....&lt;br /&gt;If I am wrong to say that I want you to know that.....&lt;br /&gt;I am all alright !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is what actually.....&lt;br /&gt;Sometimes it's true that I often feel bored,&lt;br /&gt;Sometimes wanted to run but I was not able to......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The wall so hard that I had to tear down.....&lt;br /&gt;So step ravine that must be passed,&lt;br /&gt;While my legs can not run.....&lt;br /&gt;Fragile wings to fly,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What I am looking for?&lt;br /&gt;Maybe true if people say that I am voting.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I also have dreams......&lt;br /&gt;Because so far I have not met what I wanted!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I have tried to be happy with other people happy....&lt;br /&gt;I do not want to brag about myself,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not thank him if I said I was not happy.....&lt;br /&gt;I was never much demand in this life.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I really find happines reply?&lt;br /&gt;I just want to be loved and to love sincerely.....&lt;br /&gt;Only that!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My God, help me.....&lt;br /&gt;So I was always being a good person....&lt;br /&gt;So I can get happy person who I love...&lt;br /&gt;Now.....&lt;br /&gt;I want to reach my dreams.....&lt;br /&gt;and, I want to achieve my happiness.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-1593656895447962415?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/1593656895447962415/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2009/11/i-want-to-achieve-my-happiness.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/1593656895447962415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/1593656895447962415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2009/11/i-want-to-achieve-my-happiness.html' title='I WANT TO ACHIEVE MY HAPPINESS'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SvvSx3bADOI/AAAAAAAAAXI/I7RA4ouvbh8/s72-c/100_0334.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-8708039742974624901</id><published>2009-11-06T20:25:00.000-08:00</published><updated>2009-11-06T21:11:21.300-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata-kata Indah'/><title type='text'>INDAH PADA WAKTUNYA</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SvT_S8ulr7I/AAAAAAAAAT4/Rx_n31Ik5aU/s1600-h/isfahangraphic74.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SvT_S8ulr7I/AAAAAAAAAT4/Rx_n31Ik5aU/s320/isfahangraphic74.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401222554128330674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Aku meminta kepada Allah setangkai bunga mawar......&lt;br /&gt;Allah beri aku kaktus berduri,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku meminta kepada Allah binatang mungil cantik.....&lt;br /&gt;Allah beri aku ulat berbulu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sedih, kecewa, protes....&lt;br /&gt;betapa tidak adilnya Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kemudian.....&lt;br /&gt;kaktus itu berbunga indah bahkan sangat indah.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan ulat berbulu itupun tumbuh.....&lt;br /&gt;dan menjadi kupu-kupu yang amat cantik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah jalan Allah....&lt;br /&gt;indah pada waktunya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Allah tidak memberi apa yang kita harapkan, tapi.....&lt;br /&gt;Allah memberi apa yang kita perlukan"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kita sedih, kecewa, dan terluka.....&lt;br /&gt;tapi....&lt;br /&gt;jauh di atas segala-galanya.....&lt;br /&gt;Allah sedang merajut yang terbaik untuk kehidupan kita.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(Sumber: Unknown)&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-8708039742974624901?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/8708039742974624901/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2009/11/indah-pada-waktunya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/8708039742974624901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/8708039742974624901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2009/11/indah-pada-waktunya.html' title='INDAH PADA WAKTUNYA'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SvT_S8ulr7I/AAAAAAAAAT4/Rx_n31Ik5aU/s72-c/isfahangraphic74.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-4492384451344044217</id><published>2009-10-28T22:08:00.000-07:00</published><updated>2009-10-28T22:29:10.614-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curahan Hatiku'/><title type='text'>MASSAGE KEHIDUPAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/Suknv_CPwVI/AAAAAAAAATw/eb1xRnr4Bnc/s1600-h/isfahangraphic113.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/Suknv_CPwVI/AAAAAAAAATw/eb1xRnr4Bnc/s200/isfahangraphic113.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397889333708439890" /&gt;&lt;/a&gt;Hari itu aku bersama sahabat-sahabatku memutuskan untuk &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"hang out"&lt;/span&gt; di sebuah cafe, seharian hanya untuk mengobrol dan membiarkan hari hilang percuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat celetukkan seorang teman, “Dulu aku tidak pernah mengerti arah hidupku ini, hari-hari lewat tanpa ada tujuan atau target. Tapi setelah bapakku meninggal mendadak, aku seakan tersadar.”  Dan memang, temanku itu yang aku kenal dulu urakan dan semaunya, kini terlihat lebih tenang dan religius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadi banyak jeda dalam obrolan kami. Larut dalam perenungan dan pikiran masing-masing. Dari kaca jendela raksasa café, diluar tampak orang-orang sudah mulai menampakkan diri berjalan hilir mudik di sepanjang trotoar jalan. Mobil-mobil bersiap memasuki area parkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbungkus hangat dalam sofa empuk, aku biarkan dua slize PIZZA dengan taburan tuna dan paprika itu tergolek sia-sia di atas meja. Entah kenapa hari itu kami mendadak menjadi lebih kalem. Biasanya setiap kali bertemu, canda tawa mendominasi, seakan dunia hanya milik kami, “yang lain numpang!!". Jadi harap tahu diri untuk tidak ikut membuat gaduh!” Hang out yang belum tentu sebulan sekali itu dimaksudkan utnuk tetap menjalin persahabatan meski kami dipisahkan pekerjaaan yang berbeda-beda. Berbagi cerita, berbagi kegembiraan dan kesedihan. Sebelumnya aku yang paling getol punya inisiatif untuk mengabadikan kebersamaan kami dengan berfoto bersama, saat itu tidak aku lakukan. Aku merasa malas, aku lebih tertarik dengan topik pembicaraan kami saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah darimana pembicaraan ini bermula, topik yang kami bicarakan adalah tentang “kehidupan”. Yang aku ingat, berawal saat aku katakan, suatu malam ketika aku tidak bisa tidur, aku lebih memilih melewatkan waktu dengan membaca sebuah novel percintaan. Dengan harapan, setelah mataku lelah melototi tulisan-tulisan yang ada di novel tersebut,  mataku dapat terpejam secara alami. Kupromosikan bahwa cerita dalam novel tersebut, sangat bagus. Ada dialog di buku itu yang membekas di pikiranku. Intinya adalah alangkah indahnya bila setiap hari, saat kita bangun di pagi hari selalu diiringi kesadaran penuh untuk apa kita menarik nafas dan mengeluarkan nafas. Menarik nafas berarti kita hidup. Untuk apa hidup? Untuk apa tarik nafas dan membuang nafas yang selalu dilakukan berulang-ulang? Dalam novel itu, si ‘aktor’ menyatakan kepada kekasihnya, yaitu orang yang ia cintai, “Untuk selalu bersamamu…..karena setiap hari aku mengejar cintamu.” Artinya, dalam setiap tarikan nafas mesti punya tujuan. Buzzz !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya adalah, apakah kita menyadari pentingnya kesadaran akan tujuan hidup tersebut? Kita sudah terbiasa dengan aktifitas robot. Melaksanakan sesuatu secara spontan dan menganggap sudah sewajarnya, sehingga tanpa perlu berpikir dan tanpa sadar sepenuhnya. Padahal kesadaran adalah kunci menikmati hidup. Sementara kita seringkali baru sadar setelah sebuah masalah timbul. Baru tersentil setelah menerima paket sebuah cobaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seru sekali obrolan kami saat itu. Akupun digayuti kebahagiaan mempunyai sahabat yang bisa dibawa kedalam kondisi bukan cuma suka tapi juga duka, bisa sharing dan berempati. Topik  pembicaraan kami pun tak terlepas dari problema kami yang sama yaitu bagaimana sulitnya “ being a single”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celetukkan temenku satunya tidak kalah seru, “Di pesta saudaraku kemaren, aku banyak bertemu keluargaku yang datang dari luar kota. Aku sebel sekali dengan pertanyaan-pertanyaan mereka, like this; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“why aren’t you getting married yet?&lt;/span&gt;, bla….bla…bla…&lt;br /&gt;Kami semua memahami perasaan temanku itu disaat dia bercerita bahwa sulitnya berada di posisi orang seperti kita-kita ini. Sedangkan, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"aku...baik-baik saja."&lt;/span&gt; (seperti lagunya Ratu yang dinyayikan Pinkan Mambo :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hey…, We could better not to say anything than answering some question like that! They must know, we lived in civillized world where some cases where “Taboo” to spoken. Aku tidak sendiri, kami tidak sendiri. Jadi, kami bukanlah sesuatu yang antik, aneh, salah, atau apapun yang sebenarnya terasa melecehkan ketika diucapkan oleh beberapa pihak yang tak mengerti duduk perkara mengapa kami mesti menjalani ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waktu aku gagal dilamar si Roy dulu karena orang tuaku tidak setuju, aku down banget. Tapi kalo aku jadi menikah sama dia, barangkali, saat ini aku sudah jadi janda karena aku dengar si Roy menikah siri sama sekretarisnya. Dan aku mungkin tidak bisa sesukses ini kalau aku cepat menikah, aku bisa bantu ekonomi keluargaku dan merawat ibuku”. Begitulah kata temanku tentang pengalaman hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu ada massage dalam setiap peristiwa. Biasanya baru sampai ke jagat kesadaran setelah beberapa waktu berlalu. Yeach, kita bisa merasakan pudding caramel ini manis, setelah mengenal rasa pahit. Kurang lebih maksudnya adalah bahwa orang akan mengatakan hidup itu indah setelah pernah merasakan apa itu penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami massage dalam setiap kejadian itu, memang tidak mudah dicerna. Butuh waktu dan kesadaran yang diiringi dengan keikhlasan. Saat kita ikhlas, hati menjadi lapang, dan kelapangan hati adalah jendela yang membuat kita melihat lebih jernih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarum jam selalu menjadi penanda perpisahan. Saatnya pun kami harus meninggalkan café dengan berjuta hikmah yang kami dapat hari itu. Semoga kami bisa merealisasikan hikmah itu, bukan sekedar bualan dan kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thousands of words played in my hand. “My Lord, next time, I could make a very big step in my life.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Memang jalan hidup yang harus dilalui dalam menapaki hidup tidak selalu mulus. Kadang kita harus melalui beberapa bukit dan tikungan terlebih dahulu sebelum menemukan tempat datar yang indah. Menemukan kerikil-kerikil kecil yang sepintas tidak berguna, namun ialah sesungguhnya yang membantu pengerasan jalan.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-4492384451344044217?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/4492384451344044217/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2009/10/massage-kehidupan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/4492384451344044217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/4492384451344044217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2009/10/massage-kehidupan.html' title='MASSAGE KEHIDUPAN'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/Suknv_CPwVI/AAAAAAAAATw/eb1xRnr4Bnc/s72-c/isfahangraphic113.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-4986784384780207436</id><published>2009-10-26T00:23:00.000-07:00</published><updated>2009-11-11T22:26:22.739-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebiasaanku'/><title type='text'>COKLAT....OH....COKLAT</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Kata orang, kalau hati lagi susah makan yang manis-manis"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SvunSKbWW2I/AAAAAAAAAWw/jewY24XIsOM/s1600-h/resized_Have+A+Nice+Day.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 75px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SvunSKbWW2I/AAAAAAAAAWw/jewY24XIsOM/s200/resized_Have+A+Nice+Day.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403096108439591778" /&gt;&lt;/a&gt;Manusiawi kok kalau gak selamanya manusia itu bahagia terus. Wajar dong ya ada bete-betenya juga. Ada kalanya gembira, dan sebaliknya, tiba-tiba ditimpa masalah dan akhirnya merasa susah dan sedih. Beragam masalah dan beragam pula cara orang menyelesaikan masalahnya, setidak-tidaknya untuk meminimalisir suasana hati sehingga bisa melupakan masalah-masalah yang terjadi di depan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin cara ini hanyalah sebagian kecil dari penyelesaian masalahnya, yaitu mengkonsumsi COKLAT. Percaya gak percaya sih! Menurut apa yang pernah aku baca, bahwa coklat mengandung ZAT TANIN yang juga berguna untuk mengatasi rasa sedih. Terlepas dari teori-teori yang ada, bagi aku coklat adalah salah satu makanan favoritku karena sekalin coklat memang enak, coklat sangat membantu dalam keadaan darurat. Disaat keburu lapar misalnya, tapi gak ada yang bisa dimakan sedangkan sikon tidak memungkinkan. Coklat gampang dibawa kemanapun dan bisa dimakan kapanpun.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kebiasaanku, aku tidak pernah melewatkan "tradisiku" untuk selalu membawa coklat di dalam tas dan tentu saja akan selalu terbawa kemanapun aku pergi. Mungkin ini merupakan kebiasaan yang tanpa sadar menjadi kondisi yang wajib dilakukan. Namun disisi lain aku menyadari, terkadang bisa menjadi hal yang mubasir, misalnya saat aku lupa atau tidak sempat untuk memakannya, sehingga sering pula si coklat menjadi lembek/mencair karena kepanasan dan aku pun merasa kadaluarsa dan gak enak lagi kalau dimakan. Lucunya lagi, pernah ada perasan sayang untuk memakannya, bisa jadi disaat aku merasa tidak terlalu lapar. Dikesempatan lain, disaat melihat anak kecil, akupun dengan iklhas hati akan memberikan coklat yang telah sekian lama bercokol di dalam tasku. Yach, tanpa disadari ternyata gak menjadi mubazir lagi khan dan aku pun sudah menyenangkan hati anak kecil dengan memanfaatkan keberadaan si coklat yang sering terlupakan untuk segera dimakan. Coklatku....oh coklatku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau ada pendapat yang mengatakan bahwa coklat bisa menjadi obat pelipur lara, sah-sah saja. Pengalamanku mengatakan, "makan coklat mengasyikkan!". Boleh dibilang mungkin sama dengan kebiasaan orang-orang terutama pria-pria yang mengkonsumsi rokok. Bedanya, makan coklat gak setiap saat dan yang pasti coklat lebih menyehatkan dibandingkan rokok. Iya khan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat yang merokok nich, kalo udah tahu begitu, kenapa gak beralih ke coklat aja sih daripada merokok yang jelas-jelas gak baik buat kesehatan? Coklat telah terbukti menyehatkan dan memberi efek menenangkan. Kitapun menyadari, coklat bukan hanya mengenakkan tapi juga mengandung banyak kalori, sehingga kalau terlalu banyak dan sering mengkonsumsinya bisa menyebabkan kegemukkan. Sebenarnya gak menjadi masalah seandainya kita bisa bijak menyikapinya. Makanlah coklat secukupnya saja, misalnya disaat sedang ingin sekali makan coklat, sedang susah hati, atau saat sedang bingung daripada bengong, kenapa tidak?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-4986784384780207436?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/4986784384780207436/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2009/10/coklatohcoklat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/4986784384780207436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/4986784384780207436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2009/10/coklatohcoklat.html' title='COKLAT....OH....COKLAT'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SvunSKbWW2I/AAAAAAAAAWw/jewY24XIsOM/s72-c/resized_Have+A+Nice+Day.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-6682883527368817943</id><published>2009-10-05T21:07:00.000-07:00</published><updated>2009-12-11T22:21:34.968-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akupun Ingin Tau'/><title type='text'>PRIBADI PEMAAF</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/StgkBzkRQ-I/AAAAAAAAASo/PIvMGaWSSoY/s1600-h/3d_landscape_9.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/StgkBzkRQ-I/AAAAAAAAASo/PIvMGaWSSoY/s200/3d_landscape_9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393100167216972770" /&gt;&lt;/a&gt;Masih banyak diantara kita yang belum paham hakekat memaafkan. Maaf sekedar diplomasi kata-kata saja, sementara kesumat/dendam masih berkarat di alam bawah sadar. Begitu berhubungan dengan orang lain, lekas teringat kesalahannya di masa lalu yang belum kita maafkan. Istilahnya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"forgived but not forgeted"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, padahal kata maaf sudah berkali-kali diucapkan oleh lisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasanya seperti mengkhianati bagian hatiku yang terluka jika aku harus memaafkan seseorang yang menyakitiku dan seolah aku melepaskan sebagian harga diriku bila harus memohon maaf."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa berat untuk memaafkan itu tidak muncul begitu saja. Mengutip kata-kata dari seorang Psikolog, bahwa ada alasan yang mendasarinya. &lt;br /&gt;Pertama, ketakutan untuk disakiti dangan cara yang sama. Beberapa orang percaya saat memaafkan orang lain, artinya ia membuka diri kepada orang yang telah melukai dirinya. Padahal, memaafkan bukan berarti menerima begitu saja segala tindakan orang yang melukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kekhawatiran dirinya terlihat lemah. Karena tidak ingin terlihat rendah dan tetap ingin meninggikan harga diri, ia menutup pintu maafnya. Padahal justru sebaliknya, saat memaafkan, kita sedang melakukan tindakan "memberi". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meraih posisi pribadi pemaaf bukanlah pekerjaan gampang, tetapi bukan pula hal yang mustahil. Bukankah kita memiliki dasar agama yang mengajarkan keluhuran maaf, tetapi mengapa sesama muslim kita masih saja berkobar dendam? Akankah kita menjadikan maaf sebagai konsumsi lahiriah tanpa ketulusan jiwa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, memaafkan harus tulus dengan tidak tersisa secuilpun kesumat. Maka jika ingin hidup sehat lahir batin, berusahalah menjadi "pribadi pemaaf". Meski memang itu berat karena kita berhadapan dengan ego sendiri. Makanya harus dilatih dan yakinlah, hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa memberi maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Ketika engkau mengalahkan musuh, jadikan maaf sebagai syukur atas kemenangan itu" (Rasulullah)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8756952816100324852-6682883527368817943?l=diarynya-ety.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/feeds/6682883527368817943/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2009/10/pribadi-pemaaf.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/6682883527368817943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8756952816100324852/posts/default/6682883527368817943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diarynya-ety.blogspot.com/2009/10/pribadi-pemaaf.html' title='PRIBADI PEMAAF'/><author><name>Ety Riyanty</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09533525464055596142</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-X78dEnfBJ54/Tqlg3tuuBzI/AAAAAAAAA4g/zpaujzThINs/s220/DSC02947.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/StgkBzkRQ-I/AAAAAAAAASo/PIvMGaWSSoY/s72-c/3d_landscape_9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8756952816100324852.post-2364015809515934242</id><published>2009-10-01T20:29:00.000-07:00</published><updated>2009-10-01T21:03:14.451-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akupun Ingin Tau'/><title type='text'>KEEP THE SOUL AND BEAUTIFUL MIND</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SsV6w7Hp5dI/AAAAAAAAASQ/_UpJQ838py4/s1600-h/100_0522.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v4V0zQIsveo/SsV6w7Hp5dI/AAAAAAAAASQ/_UpJQ838py4/s400/100_0522.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387847510140773842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"SELAMAT DATANG BULAN YANG FITRI"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, puji syukur selalu kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua, sehingga kita masih berkesempatan menikmati masa-masa berharga di bulan penuh berkah dan bisa menikmati hari yang fitri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat satu minggu sudah kita lalui bulan Ramadhan, Masih terjagakah shalat Tarawih atau shalat malam kita? Sudah berapa juz tadarus Alquran yang sudah kita lantunkan selama Ramadhan? Sejauh mana persiapan kita untuk dapat merubah hidup kita menjadi lebih baik dan berkualitas, sehingga perilaku kita semakin arif dan lurus. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan itu sungguh layak untuk selalu kita ulangi sepanjang waktu.Sebagai manusia kita seringkali lupa, khilaf dan lalai. Karena itu, jangan pernah jemu un
