Blog ini terinspirasi dari ketulusan untuk terbiasa mencurahkan isi hati tanpa menutup-nutupi kelemahan atau masalah. Itulah sesungguhnya kekuatan besar yang akan menjadikan kita tegar. Pandai saja tak pernah cukup untuk membuat kita tegak menghadapi masalah.

Showing posts with label Diaryku. Show all posts
Showing posts with label Diaryku. Show all posts

Thursday, September 23, 2010

AKU INGIN SEGERA MENEMUKANMU

Diary......

Aku sering merasa kangen sekali.....
Seberapa aku baik-baik saja, aku merasa ada yang kurang.
Orang lain gak akan bisa memasung isi kepala seseorang, sang belahan jiwa sekali pun. Aku tetaplah sebuah pribadi yang juga mempunyai mimpi....

Diary.....

Ada kerinduan terpendam akan sosok laki-laki dewasa yang memberi perlindungan dan cinta. Ada kecerdasan yang tampak di matanya. Ada jiwa kepemimpinan yang tersirat kuat, meskipun secara fisik penampilannya gak luar biasa.
Bukan karena naik mobil mewah nan mengkilap dan di tubuhnya tercantel barang-barang bermerek. Yach... sosok yang bisa mempercayakan masa depan gemilang.

Diary....

Aku ingin segera menemukanmu....
Sebagai nakhoda kapal pesiarku....
Berangkat kita ke benua sakinah... lalu mampir ke rumah mawaddah....
Sekalian, melihat kota warahmah....

Bawa aku ke duniamu.....
Mudah-mudahan kamu menjadi yang terakhir walaupun dalam waktu yang benar-benar singkat aku mengenalmu.....
Sayangi aku...cintai aku...dan miliki aku sepenuhnya.....
Begitu pum aku memperlakukanmu sebagai seorang raja yang bijaksana yang patut aku hormati dan aku hargai......

Diary......

"Aku mencintaimu karena sujudmu pada Tuhan-mu....
Rukukmu pada Tuhan-mu...
Dan baktimu pada orang tua mu....
teruslah begitu dan jangan pernah berubah....agar cinta ini dapat terjaga karena juga tawadduh mu...."

Sunday, April 18, 2010

KAMU YANG AKU CARI.....

Diaryku.....

Masalah tak pernah habis, tak akan usai dan tak bisa dihindari. Masalah datang dan pergi silih berganti tanpa permisi. Oleh sebab itu, apapun upaya menolak atau lari dari kenyataan adalah sesuatu yang sia-sia belaka.


Masalah menjadi mudah bila tidak dijadikan beban. Sebab kegelisahan, ketakutan, kemarahan dan sebagainya tidak akan merubah kenyataan. Tidak ada timbangan yang bisa menakar berat ringannya bobot masalah, sebab yang diperlukan hanyalah kemudahan melaluinya. Kekuatan batinlah yang akhirnya berperan besar menjadikan masalah terasa ringan.

Dan kekuatan dari dalam itu kita mohonkan pada Allah agar terus diberi energi yang prima. Dan pada akhirnya kita menyadari bahwa sesungguhnya masalah hadir di setiap sendi kehidupan kita adalah sebagai sarana menempa diri supaya lebih peka menghadapi berbagai liku-liku hidup.

Diaryku....

Engkau tempat aku mencurahkan segala isi hatiku, baik itu perasaan kala aku senang, bahagia, susah, sedih, gelisah, takut, gundah, dan sebagainya..... tapi aku tidak susah jika aku sudah bisa jujur pada hatiku sendiri, bahwa inilah aku.

Diaryku....

Engkau tau hatiku...jujur apa adanya....aku takkan membiarkan orang lain memanfaatkan kebaikanku itu. Dan aku bangga jadi diriku.....

Engkau juga tau.... aku punya Tuhanku, aku hanya percaya kepada-Nya, karena aku hanya mengadu kepada-Nya.
Lalu, jika kalian tanya apa mauku? Inilah yang aku mau dan aku butuhkan.......
seperti yang aku tulis di status FB ku hari ini........

“......Jemput aku jika kamu.....seorang laki-laki yang tiada henti-hentinya menganggapku selalu cantik. Yang memberi tanpa pamrih. Yang takkan membiarkan air mataku jatuh krn keklhilafanmu. Yang mengusap airmataku dan mencium keningku kala aku lara. Yang tidak membuat aku cemburu saat kamu melangkahkan kaki keluar dari rumah. Yang selalu menggenggam hatiku dan membawa kemanapun kamu pergi.....memamerkan kepada dunia bahwa akulah satu-satunya milikmu.....bahwa kamu bangga dan beruntungnya kamu memiliki aku.
Kamu takut hanya kepada Tuhan mu.

Kamulah yang aku tunggu!!!!! Aku akan membalasnya lebih dari yang kamu beri, dengan ketulusan dan keikhlasanku serta doa-doaku........”

Sunday, May 24, 2009

Catatan Harian 3

Minggu, 2 Maret, 19.15

Pesta ulang tahunku!
Kali ini aku memutuskan untuk membuat sebuah pesta kecil di rumah. Tahun-tahun sebelumnya, aku selalu merayakan ulang tahun berdua dengan pasangan. Kini, selain alasan belum ada pasangan resmi yang dapat kuajak berkencan, aku ingin merayakan pula kebebasanku dari rasa cemburu melihat pasangan mantanku dengan pasangannya. Kebersamaan mereka di depan mataku tidak lagi membuat perut melilit.
Satu lagi yang menurutku patut dirayakan pula adalah kehadiran seseorang, kenalan baruku, di sebuah acara amal bulan lalu. Sebenarnya, sudah lama ia mengajakku kencan, tetapi belum pernah kutanggapi dengan serius belum merasa siap. Namun, besok malam kami sepakat akan mencicipi pizza favoritku di sebuah restoran pizza terkenal di kotaku. Mungkin, lain kali kami bisa kencan ganda dengan mantanku dan pasangannya? Ya, siapa tahu?

Diaryku,
Ini sekedar berbagi, untuk menenangkan hati ketika mimpi buruk itu terpaksa dilalui.
Perasaan iri dan marah wajar timbul bila melihat mantan kekasih dengan pasangan barunya. Emosi tersebut muncul karena ada “peperangan” dalam hati, antara menghadapi kenyataan dengan keinginan yang tidak tercapai. Namun perlu disadar, bahwa, inti pemecahannya adalah bersikap dewasa, menerima kenyataan bahwa pria tersebut bukan milik kita. Walaupun demikian, pertemuan dengan mantan dengan kekasih barunya tetap saja bukan pengalaman yang menyenangkan.

Dalam keadaan iri, wanita cenderung sensitive dan berkomentar bahwa karena kualitas wanita tersebut “lebih”, padahal, belum tentu ia lebih menarik. Meskipun, mungkin benar kekasih baru itu lebih cantik, belum tentu dia terpikat karena kecantikannya, ada hal yang lain kalee..."I love being single!"

Kalau demikian, kenapa harus iri? Percaya diri aja, cobalah berbesar hati dan menerima kehadirannya sebagai seorang teman. Daripada bersusah payah mencoba membenci wanita itu, lebih baik pelajari saja tingkah lakunya. Siapa tahu, dapat mecuri sedikit ilmunya demi perkembangan diri sendiri. Walau tetap berpegangan pada kata-kata ini, tidak semua orang sama, karena setiap manusia punya kepribadian dan style-nya masing-masing.

Thursday, May 21, 2009

Caatatan Harian 2

Minggu, 11 Pebruari, 06.10

Berawal dari perkenalan di sebuah acara, status hubunganku dengan dia berkembang menjadi sepasang kekasih dalam waktu sebulan saja. Walaupun kami tidak memiliki hubungan yang tergolong serius, tetapi tetap saja aku merasa kecewa sewaktu keputusan untuk berpisah itu terlontar karena kesepakatan berdua. Tidak cocok lagi, duh! Aku berusaha melupakan dia dengan giat nge-gym, jogging dan menyibukkan diri dengan membaca sebuah novel horror (aku sengaja menghindari novel-novel romantis yang ceritanya penuh derai air mata).
Skenario yang ada dalam bayanganku hingga saat ini adalah mencari pasangan baru yang lebih baik dalam segala hal dibandingkan dia. Lebih ganteng, lebih pintar, lebih keren, dan lain-lain. Aku ingin menggandengnya kemana-mana sehingga dia akan tahu bahwa aku telah pulih dan mampu mendapatkan pengganti yang lebih baik darinya. Namun, kondisinya terbalik. Skenario sempurna itu ternyata telah direbut terlebih dahulu oleh dia dan akulah orang yang mesti gigit jari lantaran belum juga memiliki pasangan.

Selasa, 13 Pebruari, 16.00

Akhir-akhir ini kotaku sering diguyur hujan deras, seperti juga sore ini. Aku dan seorang teman sedang duduk-duduk di sebuah cafe di muka Mal, ketika tatapanku membentur sosok mantanku yang sedang merangkul bahu seorang wanita. Tubuh wanita itu ramping dengan rambut sebahu dan senyum memikat. Dia mengenakan busana pink berenda yang membuatnya tampil amat feminism. Kuakui, ia cantik!
Malamnya, aku membuat sebuah “konferensi pers” di rumahku, dengan mengundang tiga orang sahabat karibku. Kami mengobrol hingga larut malam dan membahas setiap sentimeter tubuh wanita yang tadi sore aku lihat bersama mantanku.. Lucunya, teman-temanku itu mencela habis, walau mereka belum pernah melihatnya sama sekali.
Anehnya, aku merasa sedikit terhibur mendengar cercaan mereka, walaupun masih ada satu hal yang mengganjal. Jika memang aku istimewa, mengapa dia memilih cewek itu dan bukannya aku? Jika aku tidak dapat membuat dia bahagia, berarti aku pun tidak akan bisa membuat pria manapun bahagia. Duh, sedihnya.

Kamis, 26 Pebruari, 18.30

Tampil dengan jins berpotongan boot cut berwarna biru pudar dan atasan putih feminism yang memperlihatkan sebagian kulit bahu, aku muncul dengan penuh percaya diri pada pesta ulang tahun temanku. Rambutku sudah ditata rapi di salon. Ruang restoran tempat diadakannya pesta, berselimut cahaya kuning temaram yang menambah sejuk perasaanku. Namun, ternyata perasaan itu hanya bertahan selama 15 menit, sampai kutangkap baying-bayang mantanku dan kekasihnya yang baru sedang duduk santai di sebuah sofa, bersama beberapa orang tamu.
Gawat! Aku benar-benar lupa bahwa temanku yang sdang berulang tahun adalah sepupu mantanku. Mandadak, rontoklah mood baikku yang sudah kubangun sejak siang tadi. Di pesta, terlihat semua orang memperlakukan mereka dengan wajar, seperti sudah terbiasa melihat mereka tampil berdua. “Oh Tuhan….aku benar-benar berada di tempat yang salah, pada waktu yang salah pula!

Tak lama kemudian. Dia menghampiriku untuk berbincang-bincang. Mungkin sekedar basa-basi, mengingat kami pernah berhubungan dekat. Ternyata, tak jauh beda dengan dulu, pembicaraan kami tidak nyambung! Aku jadi ingat, dulu sulit sekali kami mencari topic pembicaraan yang menarik bagi kedua belah pihak. Pernah, ketika aku asyik membahas beberapa nama selebriti yang masuk daftar caleg, dia malah membelokkan pembicaraan, membahas tempat-tempat melancong teranyar di Indonesia.

Catatan Harian 1


Diary...
Engkau teman sejati selalu menemaniku
Dalam suka & duka kutulis dalam lembaranmu
Kisah-kisah pengalamanku,
dan perasaanku hanya padamu.....
Kau selalu setia mendengar ceritaku,
Menjadi teman curhatku,
Dan menyimpan rahasiaku.........

Kisah kasihku sudah lama berakhir. Namun, kebersamaan mantan kekasih dengan pasangan barunya, terasa mengiris-iris. Apa yang salah?

Di sebuah kafe terapung di sudut kota, aku dan dia makan malam bersama, setelah kami menikmati sebuah film di bioskop untuk yang terakhir kalinya sebagai seorang kekasih. Makan malam yang romantis, sekaligus ironis, diakhiri dengan kesepakatan kami untuk berpisah.
Kini setelah setahun berlalu, aku nyaris tidak lagi mengilas balik kenangan-kenangan yang sempat kami nikmati bersama. Rasanya, aku telah benar-benar melupakan dia dan sanggup memulai hubungan baru. Namun, kejadian baru-baru ini menyadarkanku, bahwa ternyata bayang-bayang dia belum sepenuhnya tersingkir dari dalam benakku!

Sabtu, 10 Pebruari, 19:30

Di sebuah toko bakery kesukaanku, pada siang hari yang panas, aku tengah asyik memilih kue-kue yang juga tersedia di toko bakery tersebut. Ketika kugeserkan tubuh beberapa langkah ke belakang untuk melihat dan memilih kue di sudut rak yang lain, tak sengaja kudengar percakapan antara seorang pria dan wanita.
“Saya dengar, kamu sekarang sedang jatuh cinta ya?” Berarti, tak percuma kan, aku bersusah payah menjodohkan kalian?” ujar si wanita, bernada menggoda. “Ha…ha…ha….ya, deh, Rin. Aku akui, kamu memang mak comblang jempolan!” balas si pria. Ups! Tunggu dulu. Suara itu….sepertinya sudah amat kukenal. Kupalingkan kepala sedikit ke arah kiri, dan….benar saja itu suara dia, mantanku!

RAHASIA MILIUNER

Alkisah, suatu hari, seorang pria yang menganggur melamar jadi office boy di kantor Microsoft. Sesudah diwawancarai manajer HRD, pria itu di...