Blog ini terinspirasi dari ketulusan untuk terbiasa mencurahkan isi hati tanpa menutup-nutupi kelemahan atau masalah. Itulah sesungguhnya kekuatan besar yang akan menjadikan kita tegar. Pandai saja tak pernah cukup untuk membuat kita tegak menghadapi masalah.

Showing posts with label Akupun Ingin Tau. Show all posts
Showing posts with label Akupun Ingin Tau. Show all posts

Sunday, October 3, 2010

GAK ENAK BANGET !

Rasanya tidak ada orang yang ingin menjadi seseorang yang dianggap mendatangkan masalah bagi orang lain dalam situasi apapun dan dimanapun. Banyak situasi dalam hidup sehari-hari yang membuat stress dan khawatir. Tekanan di tempat kerja, bertengkar dengan kekasih, berselisih paham dengan saudara atau teman dan daftar to do yang tidak ada habisnya. Kehidupan yang penuh liku terkadang membuat orang dipenuhi prasangka dan perasaan-perasaan buruk. Dan sikap buruk itu dapat memperngaruhi jiwa dan pikiran.

Semua orang pernah merasa resah, panik, takut, atau tidak tenang pada satu saat dalam hidupnya. Tak heran ada anjuran : always be positive thinking! Klise, tapi terbukti kebenarannya. Nah, inilah yang terjadi dan dampak dari bersikap dan berpikir negatif. Kemarahan yang dipendam berujung pada penyakit. Ketika orang yang marah memendam perasaan, bukan cuma tekanan darah yang meningkat tapi juga timbul perasaan-perasaan negatif.

Di tempat kerja, dengan menjadi penggosip, si tukang lelet, atau si manis mulut dan menjadi orang yang dihindari. Kesombongan, ketakutan, kekhawatiran dan kecemasan yang berlebihan, begitu juga kebencian dan iri hati. Yang paling buruk diantara semuanya adalah orang negatif. Ciri-cirinya adalah membenci segalanya. Semua tugas dianggap terlalu rendah. Semua rapat dinilai lama. Semua rekan dianggap terlalu bodoh. Kata-kata yang meluncur dari mulutnya tak lepas dari sindiran tajam.



Negativitas yang jadi kebiasaan menimbulkan masalah karena bisa dengan cepat menjadi ciri khas dan menutupi prestasi kita yang lainnya. Jadi, Jika terasa diluar kesabaran dan tidak bisa dielakan lagi, untuk mengeluarkan uneg-uneg, lakukanlah sesekali saja dan jangan jadi kebiasaan.

Wajar rasanya sebagai manusia, suatu ketika merasa putus asa, walau putus asa adalah sesuatu yang sangat dibenci Tuhan, tapi suatu masa pula kita tidak bisa menghindarinya. Begitu juga di saat terjadi suatu kejadian yang tidak mengenakkan, Dari masalah pekerjaan, sampai masalah pribadi, sungguh menyesakan dada dan membuat pusing kepala. Benar-benar menyita pikiran.

“Ya Tuhan.....seandainya aku punya seribu hati, mungkin aku bisa memilih hati yang mana akan kukeluarkan hari ini, besok atau lusa, jam segini, menit ini, bahkkan detik ini.”

Itulah sekelumit kata-kata yang diucapkan seandainya saja kita sebagai manusia mampu melupakan dalam sekejap masalah-masalah yang sedang dihadapi, mungkin kita tidak mungkin memikirkan masalah itu terlalu lama hinggap di pikiran kita.

Aku yakin, tidak ada manusia yang sempurna dan setiap orang bisa berubah. Setiap orang punya kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri. Bijaksana rasanya jika mau belajar dan mengambil hikmah dari pengalaman masa lalu. Dan bodoh namanya, jika tidak mau merubah diri dan jatuh ke dalam kubangan yang sama.

Kita mudah bersikap negatif dengan kesalahan-kesalahan dan ketidakbahagiaan masa lalu. Tapi jauh lebih sehat memandang diri kita dan masa lalu sebagai pengalaman, penerimaan, dan pertumbuhan. Kita menjalani pengalaman yang persis yang kita perlukan, untuk menjadi siapa kita hari ini. Maka, lepaskan pikiran negative yang kita pendam tentang keadaan masa lalu atau hubungan masa lalu dan terima dengan rasa syukur, segala sesuatu yang membuat kita menjadi seperti hari ini.

Namun, kita juga tidak perlu menyesali setiap detik kejadian. Kita diberi akal dan rasa oleh Tuhan untuk bisa mengelola perasaan itu dengan bijak. Yach....sebuah kata bijak mengatakan “Tidak ada yang sia-sia, karena setiap kejadian dalam hidup membuahkan hikmah yang bisa dipetik untuk dijadikan pelajaran berharga.”

“Aku adalah pribadi yang bernilai dalam semangat-semangat besar ku, dan aku pribadi yg sama bernilai-nya bahkan dalam perasaan-perasaan lemah ku. Kerendahan hati dan ucapan syukur kepada Pencipta akan melindungi dari perasaan yang paling mematikan.”

Monday, February 1, 2010

CURHAT ITU PENTING

Life is full surprises. Saat kita di atas, no worries and happy go lucky. Tapi kadang kita juga bisa merosot ke bawah, dimana kita harus menghadapi masalah yang cukup rumit.

Hit your problem biar gak terlalu merasa terpuruk pas cobaan berat datang menghampiri, dan kita bisa langsung siap kembali ke atas.

Curhat? Penting banget nih buat dilakukan. Kalau punya masalah jangan dipendam sendiri. Curhat aja sama sahabatmu atau orang terdekat yang bisa dipercaya. Dengan ngeluarin semua uneg-uneg yang ada di hati, beban seberat apapun pasti bisa deh kita atasi. Ingat-ingat aja istilah-istilah seperti ini, badai pasti berlalu, setiap ada tanjakan, kita pasti akan menemukan jalan menurun dan mendatar, atau Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan umatnya.

Now, you must remember that "Communication is the key to keeping your cool, so learn to talk about your problems. If people understand why you are angry, the'll be more willing to help you."

Jadi, dengan curhat, kita telah berbagi maslah kita dengan seseorang yang siap membantu kita memikul dan menyelesaikannya.

Trust us, it works! Ayo semangat!

Wednesday, December 30, 2009

RESOLUSI TAHUN BARU

Pada malam tahun baru, banyak orang membuat komitmen diri. Melirik lagi ke belakang resolusi apa yang telah berhasil digapai selama 12 bulan sebelumnya.

"Apa resolusimu di tahun baru ini?" tanya seorang teman via SMS.
"Aku berharap agar kehidupanku akan lebih baik lagi di tahun mendatang, dibandingkan tahun kemaren."


Ya, resolusi atau ketetapan hati seakan menjadi mantra ajaib yang diucapkan, bahkan kerap kali ditanyakan ketika tahun berganti. Setiap orang berharap bahwa bergantinya tahun akan memberikan pencerahan, baik dalam dirinya sebagai pribadi maupun dirinya dalam lingkup pergaulan sosial; mencakup soal keuangan, karier, keluarga, dan sebagainya.


Dalam konteks kehidupan pribadi, saat pergantian tahun kita berharap akan diisi dengan hari-hari yang lebih membahagiakan. Bagi yang masih melajang, mungkin berharap akan mendapatkan jodoh sesuai dengan idaman hatinya. Bagi yang telah berumahtangga, berharap kehidupan rumah tangganya akan terus harmonis.

Dalam konteks karier, kita juga berharap akan adanya perubahan yang membahagiakan. Misalnya, bagi yang belum mendapat pekerjaan, berevolusi untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Sedangkan bagi yang sudah bekerja, berharap mendapatkan promosi jabatan, kenaikan gaji, atau bahkan berharap mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik. Begitu juga dalam konteks keimanan, kita harus selalau punya resolusi, misalnya tahun ini kita berharap akan lebih baik dalam beribadah, ingin menjadi orang yang lebih sabar, lebih khusyuk, dan sebagainya.

Resolusi kadang tak perlu terungkap lewat kata, terpatri dalam hati saja sudah cukup. Namun demikian, ada juga sebagian orang merasa perlu mencatat setiap resolusinya di buku agenda ataupun buku hariannya, sehingga kita semakin terpacu untuk mencapai asanya.

Setiap orang tentu punya cara tersendiri dalam membuat maupun menggapai resolusi di tahun yang baru. Tapi semua tentu sepakat bahwa setiap pergantian tahun kita berharap segalanya akan menjadi lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Kita harus meninggalkan segala kebiasaan buruk di tahun yang lalu guna meraih kehidupan yang lebih baik lagi.

Tentu saja untuk menjadi lebih baik bukanlah semudah membalikkan telapak tangan melainkan harus diupayakan dengan kesungguhan hati, diawali dengan janji pada diri sendiri, dan kemudian dilaksanakan tahap demi tahap sesuai resolusi yang telah ditetapkan.


Untuk semua BLOGGER ......

SELAMAT TAHUN BARU 2010.......
SEMOGA TAHUN-TAHUN MENDATANG MEMBERIKAN KITA SEMUA PENCERAHAN DAN KEMAJUAN DALAM SETIAP LINI KEHIDUPAN....
JANGAN MUDAH MENYERAH, TETAPLAH OPTIMIS DAN SEMANGAT.....

Monday, October 5, 2009

PRIBADI PEMAAF

Masih banyak diantara kita yang belum paham hakekat memaafkan. Maaf sekedar diplomasi kata-kata saja, sementara kesumat/dendam masih berkarat di alam bawah sadar. Begitu berhubungan dengan orang lain, lekas teringat kesalahannya di masa lalu yang belum kita maafkan. Istilahnya "forgived but not forgeted", padahal kata maaf sudah berkali-kali diucapkan oleh lisan.

"Rasanya seperti mengkhianati bagian hatiku yang terluka jika aku harus memaafkan seseorang yang menyakitiku dan seolah aku melepaskan sebagian harga diriku bila harus memohon maaf."

Rasa berat untuk memaafkan itu tidak muncul begitu saja. Mengutip kata-kata dari seorang Psikolog, bahwa ada alasan yang mendasarinya.
Pertama, ketakutan untuk disakiti dangan cara yang sama. Beberapa orang percaya saat memaafkan orang lain, artinya ia membuka diri kepada orang yang telah melukai dirinya. Padahal, memaafkan bukan berarti menerima begitu saja segala tindakan orang yang melukai.

Kedua, kekhawatiran dirinya terlihat lemah. Karena tidak ingin terlihat rendah dan tetap ingin meninggikan harga diri, ia menutup pintu maafnya. Padahal justru sebaliknya, saat memaafkan, kita sedang melakukan tindakan "memberi".

Meraih posisi pribadi pemaaf bukanlah pekerjaan gampang, tetapi bukan pula hal yang mustahil. Bukankah kita memiliki dasar agama yang mengajarkan keluhuran maaf, tetapi mengapa sesama muslim kita masih saja berkobar dendam? Akankah kita menjadikan maaf sebagai konsumsi lahiriah tanpa ketulusan jiwa?

Dan, memaafkan harus tulus dengan tidak tersisa secuilpun kesumat. Maka jika ingin hidup sehat lahir batin, berusahalah menjadi "pribadi pemaaf". Meski memang itu berat karena kita berhadapan dengan ego sendiri. Makanya harus dilatih dan yakinlah, hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa memberi maaf.

"Ketika engkau mengalahkan musuh, jadikan maaf sebagai syukur atas kemenangan itu" (Rasulullah)

Thursday, October 1, 2009

KEEP THE SOUL AND BEAUTIFUL MIND


"SELAMAT DATANG BULAN YANG FITRI"

Alhamdulillah, puji syukur selalu kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua, sehingga kita masih berkesempatan menikmati masa-masa berharga di bulan penuh berkah dan bisa menikmati hari yang fitri.

Lewat satu minggu sudah kita lalui bulan Ramadhan, Masih terjagakah shalat Tarawih atau shalat malam kita? Sudah berapa juz tadarus Alquran yang sudah kita lantunkan selama Ramadhan? Sejauh mana persiapan kita untuk dapat merubah hidup kita menjadi lebih baik dan berkualitas, sehingga perilaku kita semakin arif dan lurus. Amin.

Pertanyaan-pertanyaan itu sungguh layak untuk selalu kita ulangi sepanjang waktu.Sebagai manusia kita seringkali lupa, khilaf dan lalai. Karena itu, jangan pernah jemu untuk terus bertanya. Sudah sejauh mana ibadah yang kita lakukan selama Ramadhan ini? Kita tentu tidak mau keberkahan dan kemuliaan Ramadhan berlalu begitu saja, tanpa pernah merubah hidup kita menjadi lebih baik. Betapa banyak waktu yang terbuang percuma, betapa sedikit yang bernilai ibadah.

Ramadhan boleh berakhir, tapi kesucian jiwa berkah puasa, tetap menjadi inti dari jiwa kehidupan. Kemanapun melangkah, pastikan itu adalah hasil kompromi dengan nurani yang fitri.
Dalam kebersihan hati, musnahlah segala prasangka dan amarah. Terutama kata maaf yang mengiringi silaturahmi. Saatnya berbagi kasih dan mengeratkan jalinan kasih dengan sesama.

Maka tak ada cara lain setelah melewati bulan yang suci dan menjalani hari yang fitri dengan mengisinya dengan amal terbaik yang mampu kita lakukan dan menatap masa depan dengan penuh kefitrahan. Amin!

Tuesday, August 4, 2009

SANTAI DULU ACH !

Kesibukan dan tekanan pekerjaan terkadang membuat stress, tegang dan akhirnya mood dalam bekerja pun menurun. Kalau sudah begini, jangankan mengeluarkan ide, menghidupkan komputer di kantor aja malesss…banget.

Dalam keadaan tertekan, jangan dech memaksakan diri mencoba mencari solusi, ketimbang malah makin stress. Setelah mengenali sumber masalah, biarin dech semua mengalir. Kalau perlu, lupain sejenak dan jauhi sumber masalah.

Jalan-jalan, ”window shopping”, nonton atau sekedar ngobrol bareng teman-teman dekat bisa menjadi ”terapi relaksasi pikiran”.

Memang sich sulit dipercaya. Tapi kadang solusi muncul bahkan ketika kita sedang berusaha melupakan masalah....! Nah lho..?!
Setuju khan?

Thursday, July 9, 2009

BE POSITIVE !

Kalau kita harus berkata yang baik tentang segala hal, kenapa tidak tentang diri sendiri? Bicara positif tentang diri sendiri berarti menegaskan tentang siapa jati diri kita, keyakinan-keyakinan kita akan kebenaran, bukannya untuk menghidupkan kesombongan.

Berbicara yang baik tentang diri sendiri merupakan cara untuk ”me-maintenance” pikiran dan perilaku kita supaya tetap positif. Itulah kenapa dalam pelatihan-pelatihan motivasi biasanya kita diminta membuat penghargaan terhadap diri sendiri, memberi motivasi untuk berfokus mengembangkan kelebihan dibandingkan menyesali kelemahan diri.

"Selalu bersikap positif dalam kondisi yang paling buruk sekalipun akan menjaga arah masa depan tetap berada pada jalur yang tepat."

Menurut para ahli psikomotorik, jika kita sering mengucapkan hal-hal positif tentang diri sendiri, baik ketika akan tidur maupun saat bangun, alam bawah sadar akan bekerja, sehingga segenap pikiran kita dipenuhi hal-hal positif setiap saat. Cara berpikir yang penuh optimisme akan membuka jalan pada sikap-sikap positif lainnya, termasuk rasa bersyukur dan menyadari dengan iklhas pemberian kondisi apapun bagi diri kita terhadap apa yang telah terjadi, tanpa menyalahkan orang lain.

Itulah kenapa orang-orang sukses melakukan ini. So, be positive...!!!

"Sukses adalah proses mmelakukan hal-hal yang tidak biasa dilakukan orang biasa untuk memperoleh hasil luar biasa."

Wednesday, June 10, 2009

GAK PENTING KALAU HARUS.....

Kata orang, patah hati ada baiknya. Karena dari patah hati kita belajar dari kegagalan. Apa yang menyebabkan seseorang patah hati beragam. Bisa karena trauma dan shock setelah disakiti kekasih, atau karena banyaknya pengalaman pahit selama berhubungan dengan orang lain, dan lain-lain. Sah-sah aja jika akhirnya kita sedih. Penampilan kita saja seperti ”Charlie Angels”, tapi kalau disakiti seseorang tetap aja sedih banget. Ternyata bertampang sangarpun, gak mengurangi patah hati. Kalau kondisinya sudah seperti ini, kalau cuma ditunggu dan dibiarkan, patah hati gak bakal sembuh.
Mendingan kita beresin dech!

Ngeles? No way!

Rasanya gak perlu sedih berlarut-larut, yang penting mengakui bahwa kita sedang punya masalah. Caranya, biarpun rasanya kita bisa sendiri saja, paling benar adalah berbagi cerita dengan sahabat yang bisa dipercaya. Tapi kalau gak yakin sama teman, selama di dalam kamar, bernyanyilah dengan keras dan goyang suka-suka untuk melampiaskan kekesalan hati. Legaaa...kan?

Pasang mental positif. Enjoy aja!

Akan buang-buang energi dan waktu kalo kepikiran terus karena patah hati yang dibiarkan berlarut-larut, metabolisme tubuh juga bisa terganggu. Hayo....berolahraga dan pijat tradisional, bisa menolong untuk mengurangi stres. Atau ikutan kelas yoga, karena yoga mengajari kita membentuk pikiran menjadi "happy and healthy".

Sibuk...sibuk....sibuk....!

Yach...dengan cara menyibukkan diri, Setiap bangun pagi sempatkan membuat rencana kegiatan hari itu. Penuhi jadwal dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Main bowling atau nge-gym juga gak ada salahnya.

Cari kesenangan baru

Kursus Bahasa Inggris pasti seru atau untuk yang senang menyanyi, ikutan kelas vokal, kenapa tidak? Mau yang simpel aja? Browshing internet atau chatting, khan lagi nge-trend tuch!

Nah, yang ini, perlu banget. Dengan cara mengubah penampilan yang lebih fresh, bisa banget dicoba. Ke salon dengan merubah model potongan rambut. Jangan takut mencoba model baru, asal kita bisa memilih model yang keren dan cocok, pasti penampilan kita juga lebih oke!

Jadi, masih stress karena patah hati......capeee dech!!!

Monday, May 11, 2009

Katakanlah Dengan Bunga

Bunga ternyata tak cuma indah dipandang mata atau dijadikan penghias rumah, tapi juga bermanfaat sebagai "obat". pemberian sedikit bunga ternyata bisa membangkitkan perasaan bahagia dan puas pada si penerima, yang sekaligus juga akan meningkatkan kualitas hidup.

Menurut peneliti dari Rutgers University di New Brunswick, NJ, "mereka yang menerima bunga akan lebih 'sedikit' terserang depresi, khawatir, dan perasaan terancam beberapa hari setelah menerima bunga dari seseorang. Mereka juga akan memiliki hubungan yang lebih dekat dengan teman dan anggota keluarga mereka."

Pemberian hadiah memang akan membuat bahagia yang menerimanya. Tapi bunga, selain memberikan perasaan bahagia, juga akan meninggalkan efek mendalam terhadap suasana hati dan kesehatan yang menerima.

Sekuntum bunga di ruang tamu atau di ruang kerja akan membantu meningkatkan semangat dan kebugaran. Jadi, jika kita tidak bisa atau tidak sempat membeli seikat bunga setiap minggu, cukup letakkan sekuntum bunga hidup di ruang tamu atau di meja kerja, dan semangat pun akan meningkat.

Nah, jika bunga dapat meningkatkan kebugaran dan kesehatan, maka tak ada salahnya untuk segera dilakukan dan ungkapkanlah sesuatu kepada orang yang kita sayangi dengan bunga.
Percaya atau tidak percaya....."katakanlah dengan bunga".

Tuesday, May 5, 2009

Percaya Diri Sumber kebahagiaan

Uang, kekuasaan, dan ketenaran, apakah ketiga hal itu yang akan membuat kita benar-benar bahagia? Jawabannya, belum tentu! Hal-hal yang benar-benar membuat kita mearasa bahagia sebetulnya adalah kepercayaan diri alias "Pede", dekat dengan orang-orang di sekitar kita, memiliki otonomi dan kompetensi.

Mengapa rasa pede jauh lebih berharga daripada memiliki mobil, misalnya? Psikolog Kennon M. Sheldon menjelaskan bahwa kedekatan hubungan dengan orang lain dan image diri yang positif merupakan sumber kegembiraan yang selalu menghampiri anda. Sementara "kegembiraan" membeli mobil baru akan menghapus kegembiraan lain saat kita melihat orang lain membeli mobil baru yang lebih bagus dan mahal dari mobil yang sudah kita miliki atau barang-barang yang ingin kita miliki lagi.

Jadi yang perlu kita khawatirkan bukanlah apa yang anda miliki, tapi jika anda bukan siapa-siapa.
Ingatlah...."Kebahagiaan ada dalam hati kita sendiri, kekayaan bukanlah segala-galanya.

1. Terimalah diri kita apa adanya.
Tak ada manusia yang sempurna di dunia ini.
2, Hargailah diri kita sendiri.
Kenali dan catat apa saja prestasi dan kelebihan yang kita miliki yang bisa kita
banggakan.
3. Percayalah diri kita sendiri.
Belajarlah mendengarkan kata hati. Biarkan intuisi membimbing kita. Tak ada
seorangpun yang lebih memahami anda dibandingkan diri kita sendiri.
4. Belajar mencintai diri sendiri.
Luangkan waktu khusus untuk bersenang-senang sendirian.
Jaga kesehatan,kebersihan, dan kerapian diri.

Friday, May 1, 2009

Bahagia Dalam Kesederhanaan Hidup


APA ITU ‘KEBAHAGIAAN’ ?

Kebahagian, sejatinya bukanlah dari orang lain, tetapi dari dalam diri seseorang. Maka ada benarnya sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa “if you want to be happy, just be”…."bila ingin berbahagia, berbahagialah!" Dengan hidup sederhanapun, enjoy! Nikmatilah!

APA ITU ‘HIDUP SEDERHANA’ ?

Sederhana berarti sedang, tidak berlebih-lebihan atau bersahaja. Kesederhanaan merupakan sikap yang mulia, ikhlas, sikap sabar, realistis dan sebagainya.
Sedangkan pengertian dari hidup sederhana adalah menerima apa yang telah dianugerahkan Tuhan kepadanya. Ia tidak akan tergiur dan sakit hati bila orang menerima nikmat yang melebihi apa yang ada padanya. Jadi, hidup sederhana adalah ikhlas dan berprasangka baik kepada Tuhan. Karena kejengkelan atau prasangka buruk apapun tidak akan mengubah keadaan atau menyelesaikan masalah, bahkan menambah serentetan kekecewaan.

Hidup sederhana sebetulnya merupakan bagian dari esensi kehidupan anak manusia yang ingin mencapai kebahagiaan. Ia sudah merasa cukup dengan apa yang ada, bukan karena “pasrah”, melainkan telah berusaha menyempurnakan usaha. Yaitu orang-orang yang cukup kaya hati, karena pada hakekatnya kekayaan itu bukanlah tergantung kepada banyaknya harta (fasilitas) melainkan sifat menerima. “Bukankah kekayaan itu lantaran banyak harta, tetapi kekayaan adalah kekayaan jiwa.”

Jadi jika kita ingin bahagia, jadilah pribadi yang sederhana dan hidup dalam kesederhaaan. Hidup dalam kesederhaan memang tidak sesederhana dan semudah yang dibayangkan orang. Kendatipun demikian, setidaknya sebagai upaya mengantarkan seseorang dalam mewujudkan kehidupan yang bahagia di dunia dan akhirat.
“Kegembiraan hidup seseorang bukan karena berapa banyak materi yang dimilikinya, tapi karena sedikitnya saling berhitungan dengan orang lain.”

Tuesday, April 14, 2009

No Trauma, No Tears...!!!


Setiap orang tentu pernah merasakan kekecewaan. Itu manusiawi. Tapi bagaimana jika kekecewaan yang dirasakan begitu mendalam sehingga menyebabkan “takut untuk melangkah lagi?” Bisa jadi itu yang dinamakan dengan TRAUMA. Misalnya kecewa karena gagal mendapatkan pekerjaaan yang diinginkan, gagal untuk menikah, atau sedih karena ditinggalkan orang yang disayangi, memang wajar! Tapi jika kesedihan dan rasa perih itu tak jua hilang sekian lama? Apa yang harus dilakukan? Sebagai seorang manusia yang telah dikaruniai Tuhan akal sehat, jangan sampai trauma mengontrol dan menghancurkan hidup kita.

BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI
Hidup selalu berputar. Begitu juga suka dan duka datang silih berganti sebagai siklus yang harus dihadapi dengan besar hati. Karena itu tidak perlu menyangkal kekecewaan, kesedihan dan kemarahan yang dirasakan. Semakin mengingkarinya, hidup akan semakin tidak tenang. Dengan jujur pada diri sendiri, tanpa disadari berarti kita telah memiliki niat untuk memperbaiki keadaan. Jika ingin menangis…menangislah!!!

INTROSPEKSI DIRI
Melakukan kesalahan atau kebodohan tidak bisa dihindari. Namun lebih penting lagi adalah bagaimana tidak mengulangi kesalahan itu di kemudian hari. Jangan pernah lupa mencari akar permasalahan dari masalah yang dihadapi, supaya tidak menimbulkan trauma atau tidak terperosok ke lubang yang sama. Bersikap rasional dan objektif dalam menilai segala sesuatu dan tidak berlebihan menghujat orang lain tapi juga jangan terlalu menyalahkan diri sendiri.

BERHENTI MENGINGAT-INGAT
Masa lalu sebaiknya hanya dijadikan pengalaman berharga dan tidak perlu diingat terus. Ketika kenangan “indah” itu terbersit sesekali saat berada di tempat-tempat yang pernah dikunjungi bersama, wajar saja. Tapi jika dengan sengaja “memutar film” itu berulang-ulang, jelas tidak ada gunanya. Bukankah kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda? Petik hikmahnya, buang cerita buruknya.

WORK HARD, PARTY HARDER
Daripada kepala diisi dengan memori yang menyakitkan, lebih baik dialihkan pada pekerjaan. Being workaholic untuk sementara tidak apa-apa kan? Sayang jika emosi berlebihan yang dirasakan hanya dilampiaskan dengan hal-hal yang merugikan.
Curahkan pikiran, waktu, dan tenaga untuk menyelesaikan berbagai tugas. Namun demikian, jangan pelit menyenangkan diri sendiri. Isi waktu luang dan liburan untuk memanjakan diri.
Enjoy the trip and be happy.

TAKE IT OR LEAVE IT
Ini saatnya memilih!. Yaitu pilihan untuk mau terus dihantui kenangan buruk atau meneruskan hidup dengan optimisme baru. Kebahagiaan ada dalam diri kita masing-masing. Mau bahagia atau tidak? Kita sendiri yang menentukan. Inilah saatnya memaafkan (forgive) dan melupakan (forget) apa yang terjadi. Jangan biarkan terjebak dalam dilemma, enggan melepas tapi juga tak berani mendapatkannya kembali.
Life must go on.

Tuesday, April 7, 2009

Menghargai Diri Sendiri Bukan Egois!!!


Menghargai diri sendiri adalah titik tolak kesuksesan kita di masa depan. Alasannya adalah, seperti apa kita memandang diri sendiri, seperti itulah kita akan terlihat dan terbentuk. Kalau kita menganggap diri kita pantas untuk sukses, kita akan bersikap layaknya orang sukses. Disiplin terhadap waktu, matang ketika membuat keputusan, jujur, produktif, dan adil.

Sebaliknya, kalau kita tidak menghargai diri sendiri, menganggap diri tidak mampu, bodoh, jelek, dan tidak layak sukses, maka seperti itu pulalah kita akan terlihat dan terbentuk.

Biar saja orang-orang mengkritik dan mencemooh bentuk tubuh kita, kemiskinan kita dan segala kekurangan kita, namun, selama kita tahu cara menghargai diri sendiri, kita tahu cara bagaimana memanfaatkan segenap potensi kita, maka keberhasilan takkan lari kemana.

Kita merasa senang dan bangga bila berhasil, namun tidak lantas merasa perlu mengumumkan keberhasilan kita pada orang lain demi mendapat perhatian dan pujian. Kita menerima segala kekurangan diri sambil terus berusaha keras memperbaiki diri agar senantiasa mendapat nilai plus dihadapan Allah SWT.

Tuesday, March 17, 2009

Kemudahan Menghadapi Masalah

Cara pandang hidup yang bersemayam di hati sangat menentukan sikap sesesorang mengelola suatu persoalan. Orang yang terlatih berjiwa lapang, terarah berfikir jernih, plus terbiasa ditempa pengalaman, maka persoalan hidup baginya bukanlah kesulitan yang mengakhiri segala harapan. Bisa menjadikan masalah sebagai wadah atau “kawan” penempaan jiwa. Itulah jiwa-jiwa yang bijaksana.



Masalah tak pernah habis, tak akan usai dan tak bisa dihindari. Masalah datang dan pergi silih berganti tanpa permisi. Oleh sebab itu, apapun upaya menolak atau lari dari kenyataan adalah sesuatu yang sia-sia belaka.
Orang bijak bilang,”Manusia tidak diganggu oleh peristiwa-peristiwa, melainkan oleh pandangannya sendiri tentang peristiwa-peristiwa itu”. Persepsi atau cara pandang itulah yang terus kita asah guna memaknai bermacam persoalan.

Masalah menjadi mudah bila tidak dijadikan beban. Sebab kegelisahan, ketakutan, kemarahan dan sebagainya tidak akan merubah kenyataan.Tidak ada timbangan yang bisa menakar berat ringannya bobot masalah, sebab yang diperlukan hanyalah kemudahan melaluinya. Kekuatan batinlah yang akhirnya berperan besar menjadikan masalah terasa ringan. Dan kekuatan dari dalam itu kita mohonkan pada Allah agar terus diberi energi yang prima.

Dan pada akhirnya kita menyadari bahwa sesungguhnya masalah hadir di setiap sendi kehidupan kita adalah sebagai sarana menempa diri supaya lebih peka menghadapi berbagai liku-liku hidup.

RAHASIA MILIUNER

Alkisah, suatu hari, seorang pria yang menganggur melamar jadi office boy di kantor Microsoft. Sesudah diwawancarai manajer HRD, pria itu di...