“Pungut semua sepatu itu! Rapikan sekarang juga!”
“Tidak! Saya tidak mau,” teriak anak laki-laki itu.
“Ayo, cepat pungut!” bentak si pegawai.
“Tak mau! Saya tidak mau!” bantah si anak laki-laki sambil teriak.
Anak perempuan itu lalu memunguti sepatu-sepatu itu. Melihat kakaknya bekerja, si adik lalu membantu kakaknya. Dan si pegawai itu ikut membantu. Sesudah itu, ketiganya bekerja memasukkan sepatu-sepatu ke dalam kotaknya sampai rapi seperti semula.
Sebelum berlalu, anak perempuan itu memberi pelajaran berharga kepada si pegawai toko,
“Ibu harus mencintai adik saya dulu, kalau mau minta dia bekerja membantu itu.”
Pesan moral yang dapat kita ambil dari cerita ini, bahwa kata-kata mungkin juga bermanfaat bagi kita semua, yang bekerja dan hidup bersama orang lain. Jika ingin orang-orang merespon, cobalah mengasihi mereka agar mau bekerja. Semua orang suka madu yang manis. Jika kita memberi orang apa yang mereka inginkan, mereka berkemungkinan besar memberikan apa yang kita minta dari mereka.
Orang-orang termotivasi karena berbagai cara. Rasa takut misalnya, atau rasa bersalah. Tapi dalam hidup sehari-hari terbukti, jenis motivasi yang paling efektif agar orang-orang yang hidup dan bekerja dengan kita mau mengerjakan sesuatu adalah cinta yang diwujudkan dalam tindakan.
Steve Goodier – Situs Life Support System)
No comments:
Post a Comment