Blog ini terinspirasi dari ketulusan untuk terbiasa mencurahkan isi hati tanpa menutup-nutupi kelemahan atau masalah. Itulah sesungguhnya kekuatan besar yang akan menjadikan kita tegar. Pandai saja tak pernah cukup untuk membuat kita tegak menghadapi masalah.

Sunday, October 3, 2010

GAK ENAK BANGET !

Rasanya tidak ada orang yang ingin menjadi seseorang yang dianggap mendatangkan masalah bagi orang lain dalam situasi apapun dan dimanapun. Banyak situasi dalam hidup sehari-hari yang membuat stress dan khawatir. Tekanan di tempat kerja, bertengkar dengan kekasih, berselisih paham dengan saudara atau teman dan daftar to do yang tidak ada habisnya. Kehidupan yang penuh liku terkadang membuat orang dipenuhi prasangka dan perasaan-perasaan buruk. Dan sikap buruk itu dapat memperngaruhi jiwa dan pikiran.

Semua orang pernah merasa resah, panik, takut, atau tidak tenang pada satu saat dalam hidupnya. Tak heran ada anjuran : always be positive thinking! Klise, tapi terbukti kebenarannya. Nah, inilah yang terjadi dan dampak dari bersikap dan berpikir negatif. Kemarahan yang dipendam berujung pada penyakit. Ketika orang yang marah memendam perasaan, bukan cuma tekanan darah yang meningkat tapi juga timbul perasaan-perasaan negatif.

Di tempat kerja, dengan menjadi penggosip, si tukang lelet, atau si manis mulut dan menjadi orang yang dihindari. Kesombongan, ketakutan, kekhawatiran dan kecemasan yang berlebihan, begitu juga kebencian dan iri hati. Yang paling buruk diantara semuanya adalah orang negatif. Ciri-cirinya adalah membenci segalanya. Semua tugas dianggap terlalu rendah. Semua rapat dinilai lama. Semua rekan dianggap terlalu bodoh. Kata-kata yang meluncur dari mulutnya tak lepas dari sindiran tajam.



Negativitas yang jadi kebiasaan menimbulkan masalah karena bisa dengan cepat menjadi ciri khas dan menutupi prestasi kita yang lainnya. Jadi, Jika terasa diluar kesabaran dan tidak bisa dielakan lagi, untuk mengeluarkan uneg-uneg, lakukanlah sesekali saja dan jangan jadi kebiasaan.

Wajar rasanya sebagai manusia, suatu ketika merasa putus asa, walau putus asa adalah sesuatu yang sangat dibenci Tuhan, tapi suatu masa pula kita tidak bisa menghindarinya. Begitu juga di saat terjadi suatu kejadian yang tidak mengenakkan, Dari masalah pekerjaan, sampai masalah pribadi, sungguh menyesakan dada dan membuat pusing kepala. Benar-benar menyita pikiran.

“Ya Tuhan.....seandainya aku punya seribu hati, mungkin aku bisa memilih hati yang mana akan kukeluarkan hari ini, besok atau lusa, jam segini, menit ini, bahkkan detik ini.”

Itulah sekelumit kata-kata yang diucapkan seandainya saja kita sebagai manusia mampu melupakan dalam sekejap masalah-masalah yang sedang dihadapi, mungkin kita tidak mungkin memikirkan masalah itu terlalu lama hinggap di pikiran kita.

Aku yakin, tidak ada manusia yang sempurna dan setiap orang bisa berubah. Setiap orang punya kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri. Bijaksana rasanya jika mau belajar dan mengambil hikmah dari pengalaman masa lalu. Dan bodoh namanya, jika tidak mau merubah diri dan jatuh ke dalam kubangan yang sama.

Kita mudah bersikap negatif dengan kesalahan-kesalahan dan ketidakbahagiaan masa lalu. Tapi jauh lebih sehat memandang diri kita dan masa lalu sebagai pengalaman, penerimaan, dan pertumbuhan. Kita menjalani pengalaman yang persis yang kita perlukan, untuk menjadi siapa kita hari ini. Maka, lepaskan pikiran negative yang kita pendam tentang keadaan masa lalu atau hubungan masa lalu dan terima dengan rasa syukur, segala sesuatu yang membuat kita menjadi seperti hari ini.

Namun, kita juga tidak perlu menyesali setiap detik kejadian. Kita diberi akal dan rasa oleh Tuhan untuk bisa mengelola perasaan itu dengan bijak. Yach....sebuah kata bijak mengatakan “Tidak ada yang sia-sia, karena setiap kejadian dalam hidup membuahkan hikmah yang bisa dipetik untuk dijadikan pelajaran berharga.”

“Aku adalah pribadi yang bernilai dalam semangat-semangat besar ku, dan aku pribadi yg sama bernilai-nya bahkan dalam perasaan-perasaan lemah ku. Kerendahan hati dan ucapan syukur kepada Pencipta akan melindungi dari perasaan yang paling mematikan.”

Friday, October 1, 2010

M A L A S !!!

Hmm........sudah beberapa hari ini aku malas menulis, malas meng-update blog ini. Perasaan yang muncul saat ini begitu nyesak, aku pengen nangis, tapi air mataku sudah gak mau tumpah. Aku ingin menuntaskan apa yang mengganjal di hatiku, tapi gak mau meledak. Koq rasanya nyesak banget… tapi aku gak tau kenapa dan akibatnya juga jadi bingung menjelaskannya.

Sudah beberapa hari ini kayaknya lagi males nulis di blog ini. Aku merasa bersalah karena udah jadi orang yang gak komit pada diri sendiri. Gimana aku bisa komit ke hal lain ya? Tapi aku gak pernah mau matahin semangatku. Segimananya juga orang lain mo kritik aku selalu pake cara yang paling halus. Sampe aku sedih sendiri, jangan-jangan orang lain kebanyakan ngalah hanya untuk nyenang-nyenangin hatiku, begitu gak kuat lagi meledak deh akumulasi kegelisahan yang dipendam-pendam.

Tapi kadang aku berpikir, sesekali malas itu biasa, gak harus maksain diri nulis. Ato kalo takut merasa bersalah, tuliskan aja “announce” di blogmu dengan satu dua kalimat: “lagi blank, ga ada ide!”, “Lagi sibuk”, atau apa aja. Jadi tetap punya “self confidence” . Klo udah berusaha koq rasanya memenuhi kewajiban.

Tapi begitupun ada benarnya, mungkin tulisan hari ini gak jelas “juntrungan-“nya, aku hanya mau bilang, aku emang lagi malas nulis, dan yang kutulis ini juga terpaksa kulakukan, karena aku gak bisa berdamai dengan “feeling guilty” karena sudah absent beberapa hari. Ah..... aku akan berusaha gak malas lagi besok-besok ya?

Thursday, September 23, 2010

AKU INGIN SEGERA MENEMUKANMU

Diary......

Aku sering merasa kangen sekali.....
Seberapa aku baik-baik saja, aku merasa ada yang kurang.
Orang lain gak akan bisa memasung isi kepala seseorang, sang belahan jiwa sekali pun. Aku tetaplah sebuah pribadi yang juga mempunyai mimpi....

Diary.....

Ada kerinduan terpendam akan sosok laki-laki dewasa yang memberi perlindungan dan cinta. Ada kecerdasan yang tampak di matanya. Ada jiwa kepemimpinan yang tersirat kuat, meskipun secara fisik penampilannya gak luar biasa.
Bukan karena naik mobil mewah nan mengkilap dan di tubuhnya tercantel barang-barang bermerek. Yach... sosok yang bisa mempercayakan masa depan gemilang.

Diary....

Aku ingin segera menemukanmu....
Sebagai nakhoda kapal pesiarku....
Berangkat kita ke benua sakinah... lalu mampir ke rumah mawaddah....
Sekalian, melihat kota warahmah....

Bawa aku ke duniamu.....
Mudah-mudahan kamu menjadi yang terakhir walaupun dalam waktu yang benar-benar singkat aku mengenalmu.....
Sayangi aku...cintai aku...dan miliki aku sepenuhnya.....
Begitu pum aku memperlakukanmu sebagai seorang raja yang bijaksana yang patut aku hormati dan aku hargai......

Diary......

"Aku mencintaimu karena sujudmu pada Tuhan-mu....
Rukukmu pada Tuhan-mu...
Dan baktimu pada orang tua mu....
teruslah begitu dan jangan pernah berubah....agar cinta ini dapat terjaga karena juga tawadduh mu...."

Thursday, September 9, 2010

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H


Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini
Kemenangan akan kita gapai

Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi
Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa
Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu

Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT

Menghaturkan.......

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H
Taqobalallahu minna wa minkum
Mohon maaf lahir dan bathin

Tuesday, August 24, 2010

KISAH BEBEK YANG MALANG

Di saat libur sekolah Jonny dan Sally ke rumah kakek neneknya. Jonny yang baru pertama kali mendapat ketapel dengan bersemangat menembak apa saja. Tapi tembakannya meleset semua. Saat bermain di kebun belakang rumah, Jonny melihat bebek peliharaan neneknya. Ia sengaja membuat bebek itu terbang, lalu menembak dengan ketapelnya. Di luar dugaan, batu yang ditembakkan dari ketapelnya kali ini tepat sasarannya. Bebek itu jatuh dan mati.

Jonny panik. Bebek itu satu-satunya dan juga kesayanagn neneknya. Jonny bingung dan putus asa. Lalu menyembunyikan bebek itu dalam tumpukan kayu bakar. Ternyata Sally memergoki perbuatan Jonny. Tapi Sally tidak mengadukan Jonny kepada neneknya.
Siang itu, sesudah selesai makan, neneknya berkata,

“Sally, ayo, kita cuci piring.”
“Jonny bilang sama saya, hari ini dia ingin bantu di dapur. Benar kan, Jonny?” kata Sally. Lalu menambahkan dengan berbisik, “Ingat bebek itu.”
Jonny tak berdaya. Lalu membantu neneknya cuci piring di dapur.
Keesokkannya, kakeknya bertanya, apakah Jonny dan Sally mau ikut mincing.
“Saya perlu Sally untuk bantu memasak,” kata nenek.
Sally tersenyum dan berkata,
“Tenang, Nek. Jonny bilang ingin bantu nenek.” Sesudah itu, Sally kembali berbisik kepada Jonny, “Ingat bebek itu.”


Jonny tinggal di rumah membantu neneknya sementara Sally memancing dengan kakeknya.
Selama beberapa hari, Jonny mengerjakan tugasnya sendiri dan tugas Sally. Akhirnya Jonny tak tahan dan mengaku kepada neneknya, ia membunuh bebek kesayangan neneknya secara tak sengaja.

“Nenek tahu, Jonny,” kata neneknya sambil memeluknya.
“Nenek berdiri di jendela dan melihat semua kejadian itu. Nenek memaafkan kamu karena nenek sayang kepadamu. Dalam hati nenek bertanya-tanya, berapa lama kamu akan membiarkan Sally memperbudak kamu.”

Ternyata nenek memaafkan Jonny, bahkan sebelum Jonny minta maaf.

Pada dasarnya kita punya rasa bersalah. Sebelum mengakui kesalahan kita, rasa bersalah itu akan terus mengikuti dan memperbudak kita.

Mengakui kesalahan lalu memperbaikinya, membuat kita lepas dari beban, menjalani hidup ini dengan lebih nyaman, dan meraih kegembiaraan lainnya

Sebagian orang tak bisa bebas dari rasa bersalah dan merasa kebahagiaan hanya milik orang-orang yang lebih pantas dari mereka. Mereka tidak memahami makna kedamaian yang lebih dalam
.
Tuhan Maha Tahu dan Maha Pengasih, Tuhan tahu semua perbuatan kita. Tak ada yang tersembunyi bagi-Nya. Dan Tuhan mengampuni dosa-dosa kita jika kita bertobat dan menyesalinya.

Sunday, August 8, 2010

HARUSKAH KUMILIKI?

Hari ini aku terusik membaca kata bijak dari Khalil Gibran: “Sejatinya cinta tidak harus memiliki demi menjaga kedaulatan pribadi masing-masing”. Aku resah dengan pernyataan ini, karena kupikir aku memang harus menyadari bahwa intensitas komunikasi di antara kami yang kian hari kian meningkat telah menyeretku pada sebuah keadaan (yang tanpa kusadari) membuatku dependent (tergantung) kepadanya.

Harus jujur kuakui, semakin hari aku makin yakin dengan cinta yang kumiliki terhadap dia. Begitupun cinta yang dia berikan terhadapku, selalu memberikan kenyamanan dalam bathinku. Chemistry yang makin kuat menjadi salah satu indikasi bahwa di antara kami memang sudah semakin jelas pemahaman ke arah mana kami akan membawa biduk cinta kami.Walau aku tetap tidak mau memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi untuk relasi seumur jagung ini.

Memang itu bukan kemauannya, dia justru berharap aku merasa bebas terhadapnya dan bersamanya. Jadi bukan sifat dia yang mau mengatur hidupku apalagi sampai mengendalikan sesuai keinginannya. Bahkan terkadang ada sedikit "kejengkelan" di hatiku, ketika aku menceritakan sesuatu hal mengenai diriku, masalahku. Aku sebenarnya sedang membutuhkan sedikit komentar darinya, tapi dia hanya akan berkata, “Aku bangga padamu, aku yakin kau bisa menyelesaikan semua itu dengan baik!”. Terkadang, yang kubutuhkan adalah perhatian, sedikit saja. Yah....lagi-lagi aku harus memaklumi, kalau untuk saat ini bukan cuma hanya aku yang menyita waktu dan pikirannya, tetapi juga pekerjaanya. Dia katakan, bahwa ini semua demi masa depan kita juga.

Memang, sebagai perempuan, sejak kecil sangat mandiri karena aku tidak percaya kepada siapapun untuk diajak sharing, saat ini aku satu-satunya putri yang dimiliki Papa dan Mamaku, sehingga lucu rasanya bicara masalah ‘jeroan’ perempuan dengan mamaku apalagi papaku karena aku tidak mau membebani pikiran mereka dengan masalah-masalahku ini, apalagi dengan orang lain.

Namun, harus terbuka kuakui... Cinta ternyata bisa merubah banyak hal. Dan konyolnya, aku yang sebenarnya sangat independent dalam membuat keputusan, bisa dengan pasrah menaklukkan diri supaya ada dalam kendalinya, bahkan tanpa dia ingini dan dia minta. Kutimbang-timbang dalam hatiku.... sepertinya, dengan bersikap demikian aku juga justru sedang berusaha untuk tahu banyak hal mengenai dirinya, intervensi dengan segala hal yang dia lakukan sebagai kebiasaan.

Dengan mengatas namakan CINTA dan berlindung di balik perasaan sayang, menginginkan yang terbaik untuk seorang kekasih, aku mulai terdengar sering berteriak agar jatah merokoknya dikurang, agar pola hidupnya lebih sehat, agar makannya dijaga dan teratur jadwalnya.... agar....agar....dan sekian “agar” lainnya, termasuk kata-kata seperti ini....Hati-hati ya? Doaku selalu bersamamu!" Alamak.....lazim sekali terdengarnya.

Ah..... aku mulai terseret pada perasaan memiliki yang lebih dalam, menganggap bahwa aku sepertinya lebih berpengetahuan dan lebih teratur hidupnya dari dia sehingga aku harus ikut untuk meng-"organize" dirinya yang diakuinya sangat tidak teratur dan sering tidak terkontrol. Padahal bukan berarti juga ketika dia bicara mengenai kejelekannya berarti dia sedang meminta aku turun tangan memegang kendali, kan?

Khalil Gibran memang mengusikku: “Cinta tidak harus memiliki demi menjaga kedaulatan masing-masing”. Sekarang aku resah, bagaimana mengatasi perasaan memiliki yang mulai tumbuh? Apakah mungkin tendensinya menjadi destruktif terhadap rasa aman dan rasa nyaman yang sudah mulai bisa terbangun ini???

Entahlah!

Friday, July 30, 2010

PELAJARAN HIDUP

Segala sesuatu di dalam hidup terjadi karena alasan tertentu, bukan karena kebetulan atau akibat nasib baik atau nasib buruk. Penyakit, cedera, cinta, kehilangan sesuatu yang berarti, dan kebodohan, semuanya terjadi untuk menguji kesabaran kita. Tanpa ujian-ujian kecil ini, hidup akan terasa datar, lurus dan tak ada tujuan.

Jika seseorang menyakiti kita, mengkhianati, atau membuat kita patah hati, maafkan mereka. Mereka membantu kita belajar tentang kepercayaan dan pentingnya sikap berhati-hati, kepada siapa kita membuka hati.

Jika seseorang mencintai kita, cintai balik secara tidak bersyarat, bukan hanya karena mereka mencintai kita, tapi karena mereka mengajari kita untuk mencintai dan membuka hati dan mata kita untuk hal-hal yang tak pernah akan kita lihat atau rasakan tanpa mereka.

Belajar berhubungan dengan keheningan di dalam diri sendiri, dan disadari, bahwa segala sesuatu di dalam hidup punya tujuan. Tak ada kesalahan, tak ada kebetulan. Semua kejadian adalah rahmat yang diberikan kepada kita untuk pembelajaran.
(Elizabeth Kubler Riss)

Thursday, July 1, 2010

CINTA ITU SABAR DAN PENGERTIAN

Alkisah, seorang perempuan yang baru menikah membawa sebuah kotak sepatu ketika pindah ke rumah suaminya di tanah pertanian, di kaki gunung. Kotak sepatu itu diletakkannya di lemari pakaian dan berpesan pada suaminya, agar tidak menyentuh kotak tersebut.

Si suami patuh. Selama 50 tahun, ia tidak pernah menjamah dan membuka kotak sepatu tersebut. Sampai suatu ketika, istrinya yang sakit-sakitan dan tampaknya hati-harinya hampir tiba.

Saat merapikan barang-barang di lemari, si suami menemukan kotak sepatu itu lagi dan mengira isinya penting. Ia lalu buka kotak itu dan menemukan dua taplak meja kecil hasil rajutan istrinya. Di bawahnya tersimpan sejumlah banyak uang tunai.
Ia lalu membawa kotak itu kepada istrinya dan menanyakan renda dan uang tunai tersebut.

“Ibu saya memberi saya kotak itu di hari pernikahan kita. Dia menyuruh saya merajut renda unutk membantu mengatasi rasa frustasi setiap kali saya marah kepadamu,”jelasnya.
Si suami terharu. Selama 50 tahun, istrinya hanya marah dua kali karena hanya ada dua renda.
“Lalu uang tunai itu darti siapa? Tanyanya.
“Oh, itu uang hasil penjualan taplak renda yang selama ini saya buat,”jelasnya.


Pada dasarnya, cara untuk menghindari konflik bukan dengan seni atau kerajinan tangan. Merajut renda memang bisa mengalihkan perhatian dari masalah, tapi tidak mengubah apapun.

Cara mencegah konflik dalam cinta adalah dengan melalui lembah pengertian, seperti kata Marge Piercy, hadiah pertama adalah hidup. Hadiah kedua adalah cinta dan hadiah ketiga adalah pengertian. Cinta membuat kita hidup dan member kita pengertian, yang lalu mendatangkan cinta.

Mungkin kita pernah mendengar bahwa, cinta itu sabar dan baik hati. Jika cinta itu sabar, mungkin itu disebabkan cinta benar-benar pengertian.

Friday, June 25, 2010

PENGALAMAN MASA LALU

Kita mudah bersikap negatif dengan kesalahan-kesalahan dan ketidakbahagiaan masa lalu. Tapi jauh lebih sehat memandang diri kita dan masa lalu sebagai pengalaman, penerimaan, dan pertumbuhan.

Kita menjalani pengalaman yang persis yang kita perlukan, untuk menjadi siapa kita hari ini. Maka Lepaskan pikiran negatif yang kita pendam tentang keadaan masa lalu atau hubungan masa lalu dan terima dengan rasa syukur, segala sesuatu yang membuat kita menjadi seperti hari ini.

Sunday, June 13, 2010

MOTIVASI CINTA

Suatu hari, seorang anak perempuan berumur 12 tahun mengajak adiknya yang cacat mental mencari kado untuk hadiah. Saat memasuki sebuah toko serba ada, si adik secara tak sengaja menabrak tumpukan tinggi kotak berisi sepatu. Akibatnya, sepatu berhamburan kemana-mana. Seorang pegawai segera mendatangi kedua anak itu. Dengan bertolak belakang, si pegawai berkata,

“Pungut semua sepatu itu! Rapikan sekarang juga!”
“Tidak! Saya tidak mau,” teriak anak laki-laki itu.
“Ayo, cepat pungut!” bentak si pegawai.
“Tak mau! Saya tidak mau!” bantah si anak laki-laki sambil teriak.


Anak perempuan itu lalu memunguti sepatu-sepatu itu. Melihat kakaknya bekerja, si adik lalu membantu kakaknya. Dan si pegawai itu ikut membantu. Sesudah itu, ketiganya bekerja memasukkan sepatu-sepatu ke dalam kotaknya sampai rapi seperti semula.

Sebelum berlalu, anak perempuan itu memberi pelajaran berharga kepada si pegawai toko,

“Ibu harus mencintai adik saya dulu, kalau mau minta dia bekerja membantu itu.”

Pesan moral yang dapat kita ambil dari cerita ini, bahwa kata-kata mungkin juga bermanfaat bagi kita semua, yang bekerja dan hidup bersama orang lain. Jika ingin orang-orang merespon, cobalah mengasihi mereka agar mau bekerja. Semua orang suka madu yang manis. Jika kita memberi orang apa yang mereka inginkan, mereka berkemungkinan besar memberikan apa yang kita minta dari mereka.

Orang-orang termotivasi karena berbagai cara. Rasa takut misalnya, atau rasa bersalah. Tapi dalam hidup sehari-hari terbukti, jenis motivasi yang paling efektif agar orang-orang yang hidup dan bekerja dengan kita mau mengerjakan sesuatu adalah cinta yang diwujudkan dalam tindakan.


Steve Goodier – Situs Life Support System)

Tuesday, June 1, 2010

MENJADI ORANG PALING CANTIK DI DUNIA

Dulu Vina pernah menyesal karena Tuhan memberinya raut wajah yang tidak menarik. Vina merasa tersisih dan tak berguna karenanya. Namun sebuah peristiwa menyadarkannya bahwa kecantikan hati jauh lebih penting dibanding kemolekkan lahiriah semata. Dan Vina pun sadar bahwa cara berpikirnya selama ini, salah.

Ketika sadar Vina tidak secantik artis-artis dan model di televisi, dia mengalami krisis kepercayaan diri yang berlebihan. Sepertinya di dunia ini hanya dialah yang mempunyai masalah terberat di dunia. Ketika teman-temannya mulai naksir pada lawan jenis dan punya pacar, Vina justru merasa menjadi wanita jelek yang tidak pantas dicintai. Yang paling membuatnya rendah diri adalah pipinya dipenuhi oleh jerawat. Dalam kesendirian, kadang Vina menangisi nasibnya yang tidak memiliki paras secantik wanita lain.

Suatu hari Vina keluar rumah untuk belanja. Di tengah jalan dia bertemu dengan seorang kakek yang ingin menyeberang jalan raya, tampaknya kakek itu seorang pengemis. Penampilan kakek tersebut sangat memprihatikan dan tidak terurus. Vina membantu kakek itu menyeberangi jalan yang ramai dan padat dengan kendaraan yang lalu-lalang. Namun bukan sampai disitu, Vina mengantarkan kakek tersebut sampai di tempat tujuannya, yaitu ke sebuah rumah kardus di daerah kumuh. Ternyata itu adalah rumah si kakek. Melihat kondisi tersebut, Vina tidak tega dan merasa kasihan. Dengan sedikit uang yang dimilikinya, tanpa pikir panjang, Vina memberikan uang itu dan menyisihkan sedikit saja dari uang yang dia miliki untuk ongkos pulang ke rumah. Dan melupakan niatnya untuk berbelanja.

“Terima kasih banyak ya cu atas bantuannya dan uang yang cucu berikan, dengan uang ini bisa untuk makan kakek selama beberapa hari. Semoga Tuhan membalas segala kebaikan cucu.”

“Sama-sama kek, itu tidak seberapa. Saya senang bisa membantu kakek. Alhamdulillah….sesama makhluk Allah harus saling menyayangi ya…” ujar Vina
Hari itu tiba-tiba di dada Vina terasa mengalir udara sejuk yang menghapuskan segala kegalauan hatinya.

Namun peristiwa itu belum bisa menghapus pikiran Vina tentang dirinya yang selalu menyesali dirinya yang memiliki fisik tidak menarik. Kegalauan itu muncul lagi, Vina kembali menyesali nasibnya menjadi si buruk rupa. Apalagi bila metatap cermin dan melihat pipinya yang penuh dengan jerawat. Pipinya tampak rusak. Kenapa dia merasa tidak diciptakan sebagai wanita yang berpipi mulus, berbadan langsing dan berkulit putih mulus? Ternyata Tuhan tidak adil, pikirnya saat itu.

Saat itu Hari Raya dan Vina harus bersilaturahmi dengan tetangga sekitar. Ketika mengunjungi rumah tetangganya yang masih terbuat dari bambu, Vina menjadi tertegun. Keadaan tetangganya itu sungguh payah, si empunya rumah sedang sakit parah dan wajahnya cekung karena sakit. Vina langsung menyerahkan sejumlah uang sambil menyalaminya. Tetangganya itu terharu sampai menitikkan air mata. Beliau mengucapkan terima kasih yang begitu menyejukkan hati Vina. Melihat kebahagiaannya, seharian itu Vina merasakan kembali udara segar memenuhi dadanya sehingga tak terpikirkan lagi kekurangan yang ada pada dirinya. Vina merasa cantik. Ternyata dengan menolong makhluk Tuhan, Vina merasa dirinya menjadi cantik dan berguna. Itu sangat membahagiakannya.

Akhirnya Vina punya cara tersendiri untuk membuat hidupnya lebih ringan, meski Vina tidak secantik artis. Kini dia sadar Tuhan itu adil. Dia memberikan kebahagiaan pada setiap manusia dengan cara yang berbeda, tidak harus melalui bentuk fisik manusia.

Buktinya setiap kali menolong orang lain, Vina bahagia dan hal itu membuatnya menjadi orang yang paling cantik di dunia cantik. Kini, Vina berusaha untuk selalu menolong sesama, karena dengan melakukan hal itu dia merasa semakin cantik setiap hari.

“Memberi pada sesama makhluk Tuhan dengan tulus, kita akan merasakan kebahagiaan yang tak dapat dibandingkan dengan harta apapun di dunia ini.” Dan bila kita berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, kita akan kembali dalam perasaan nyaman dengan diri sendiri.

RAHASIA MILIUNER

Alkisah, suatu hari, seorang pria yang menganggur melamar jadi office boy di kantor Microsoft. Sesudah diwawancarai manajer HRD, pria itu di...