Blog ini terinspirasi dari ketulusan untuk terbiasa mencurahkan isi hati tanpa menutup-nutupi kelemahan atau masalah. Itulah sesungguhnya kekuatan besar yang akan menjadikan kita tegar. Pandai saja tak pernah cukup untuk membuat kita tegak menghadapi masalah.

Tuesday, December 28, 2010

ADA KEMAUAN ADA JALAN

Al kisah, tersebutlah seorang pria tua yang hidup sendiri di sebuah desa. Suatu hari, ia ingin menanam kentang di kebun dibelakang rtumah tapi tak sanggup menggali tanah sendiri.

Anak satu-satunya yang bisa membantunya sedang di penjarakan. Pria tua itu lalu menulis surat ke anaknya, menceritakan situasinya. Menyatakan kesedihannya tak bisa menanam kentang tahun ini.

“Saya sedih karena ibu mu selalu senang menanam. Saya sudah terlalu tua untuk menggali tanah yang keras. Kalau saja kamu ada di rumah, saya pasti bisa menanamnya. Saya tahu, kamu akan menggali dan membuat petak untuk tanam kentang. Sayangnya, saat ini kamu ada di penjara,” tulisnya.

Beberapa hari kemudian, pria tua itu menerima surat dari anaknya.

“Ayah, jangan gali kebun itu. Saya mengubur senapan di kebun itu,” begitu bunyinya.

Keesokannya, serombongan polisi dan detektif datang ke rumah pria tua itu, lalu menggali seluruh kebun, tapi tidak menemukan senapan.
Pria itu bingung dan kembali menulis surat kepada anaknya, menceritakan apa yang terjadi dan menanyakan apa yang harus dilakukannya selanjutnya.

“Silahkan Ayah tanam kentang di tanah yang telah digali oleh mereka. Ayah, inilah yang terbaik, yang bisa saya lakukan untuk Ayah dari sini,” jawab anaknya.

Dimanapun kita berada di dunia ini, jika kita memutuskan mengerjakan sesuatu dari hati yang terdalam, kita pasti bisa melakukannya. Yang penting adalah kemauan dan mau memikirkan, bukan dimana kita atau dimana seseorang berada.

Friday, December 10, 2010

HIKMAH BUAH WALNUT

Di suatu hari yang panas, Nasruddin mencari angin di bawah pohon walnut. Sambil berbaring, Nsruddin mengamati pohon walnut yang tinggi dengan buahnya yang kecil. Nasruddin heran, mengapa walnut yang sekecil itu tumbuh diatas pohon raksasa, sementara labu yang besar tumbuh pada batang merambat yang rapuh.

“Allah Maha Besar, Allah Maha Tahu,” katanya, “tapi apa bijaksana pohon sebesar ini diciptakan hanya untuk menghasilkan walnut kecil sebagai buah? Pohonnya punya batang yang kokoh dan dahan yang kuat sehinga bisa dengan mudah menanggung labu yang besar, yang tumbuh pada batang kurus dan lemah, yang tidak bisa menanggung berat dari buahnya sendiri. Apakah tidak lebih baik walnut tumbuh pada batang yang lemah dan labu tumbuh pada batang pohon yang kokoh?” tanyanya.

Sesudah berkata begitu di dalam hati, Nasruddin tertidur. Ia terbangun ketika sebuah walnut jatuh dan menimpa dahinya. Melihat apa yang terjadi pada dirinya, Nasruddin langsung memuliakan Allah.

“Allah Maha Tinggi Allah Maha Besar!” Kalau saja dunia ini diciptakan menurut pikiran saya yang sangat picik, kemungkinan labu yang akan jatuh dari pohon dan menimpa kepala saya. Kemungkinan nyawa saya melayang karenanya. Allah Maha Baik! Allah Maha Bijaksana!” katanya.

Sejak itu Nasruddin tidak pernah lagi mempertanyakan kebijaksanaan

Thursday, November 25, 2010

MEMILIH SAHABAT

Pesanan al-Qamah (seorang sahabat Rasulullah saw) kepada anaknya:


Pertama, pilihlah sahabat yang suka melindungi sahabatnya, dia adalah hiasan diri kita dan jika kita dalam kekurangan nafkah, dia suka mencukupi keperluan.


Kedua, pilihlah seorang sahabat yang apabila engkau menghulurkan tangan untuk memberikan jasa baik atau bantuanmu, dia suka menerima dengan rasa terharu, jikalau ia melihat kebaikan yang ada pada dirimu, dia suka menghitung-hitungkan (menyebutnya).


Ketiga, pilihlah seorang sahabat yang apabila engkau menghulurkan tangan untuk memberikan jasa baik atau bantuanmu, ia suka menerima dengan rasa terharu dan dianggap sangat berguna, dan jika ia mengetahui mengenai keburukan dirimu ia suka menutupinya.


Keempat, pilihlah sahabat yang jikalau engkau meminta sesuatu daripadanya, pasti ia memberi, jikalau engkau diam, dia mula menyapamu dulu dan jika ada sesuatu kesukaran dan kesedihan yang menimpa dirimu, dia suka membantu dan meringankanmu serta menghiburkanmu.


Kelima, sahabat yang jikalau engkau berkata, ia suka membenarkan ucapan dan bukan selalu mempercayainya saja. Jikalau engkau mengemukakan sesuatu persoalan yang berat dia suka mengusahakannya dan jika engkau berselisih dengannya, dia suka mengalah untuk kepentinganmu.


(Sumber : Herizal Alwi)

Wednesday, November 10, 2010

FITUR SEORANG SAHABAT YANG BAIK

Seorang bijak berpesan kepada anaknya: "Wahai anakku, jika engkau merasa perlu untuk bersahabat dengan seseorang, maka hendaklah engkau memilih orang yang sifatnya seperti berikut:

1. Jika engkau berbakti kepadanya, dia akan melindungi kamu;

2. Jika engkau rapatkan persahabatan dengannya, dia akan membalas balik persahabatan kamu;

3. Jika engkau memerlu pertolongan daripadanya, dia akan membantu kamu;

4. Jika engkau mengulurkan sesuatu kebaikan kepadanya, dia akan menerimanya dengan baik;

5. Jika dia mendapat sesuatu kebajikan (bantuan) dari kamu, dia akan menghargai atau menyebut kebaikan kamu;

6. Jika dia melihat sesuatu yang tidak baik dari kamu, dia akan menutupnya;

7. Jika engkau meminta bantuan daripadanya, dia akan mengusahakannya;

8. Jika engkau berdiam diri (karena malu hendak meminta), dia akan menanyakan kesusahan kamu;

9. Jika datang sesuatu bencana menimpa dirimu, dia akan meringankan kesusahan kamu;

10. Jika engkau berkata kepadanya, niscaya dia akan mengizinkan kamu;

11. Jika engkau merencanakan sesuatu, niscaya dia akan membantu kamu;

12. Jika kamu berdua berselisih faham, niscaya dia lebih senang mengalah untuk menjaga kepentingan persahabatan;

13. Dia membantumu menunaikan tanggungjawab serta melarang melakukan hal buruk dan maksiat;

14. Dia mendorongmu mencapai kejayaan di dunia dan akhirat.

Sebagai remaja (rasanya bukan cuma remaja) yang terlepas dari pandangan ayah ibu berhati-hatilah jika memilih kawan. Karena teman, kita bahagia tetapi kawan juga bisa merusak kita.

(Sumber : Herizal Alwi)

Sunday, November 7, 2010

KAMAR TIDUR, TEMPAT TIDUR DAN TIDUR !

Aku sibak tirai jendela kamar. Aku pandangi suasana di luar, tampak hujan begitu deras membasahi apapun yang ada di bumi. Titik-titik air yang turun dari langit seolah-olah berkejaran dan siap menggenangi permukaan tanah yang beberapa hari tampak tandus karena hujan tidak jua datang menghampiri. Tanah pun mengeluarkan bau yang khas karena ketandusannya.
Langit spontan berwarna abu-abu. Akh, mungkinkah sama warnanya dengan hatiku, abu-abu?

Perlahan…tanpa bisa aku tahan. Bulir-bulir air mengalir di pipiku. Tak bisa lagi kubendung. Raut wajah bisa aku tutupi, tapi perasaan ini tidak bisa lagi diajak kompromi. Namun perasaan ini terasa sedikit terobati, justru kala aku mampu mengeluarkan seluruh isi hatiku melalui tetes demi tetes air mata yang jatuh. Ada kenikmatan dan sensasi tersendiri. Entahlah, mungkin ini cara yang terbaik, atau memang sudah saatnya sensasi seperti ini aku lakukan, hingga harus berulang-ulang dan berulang kali dilakukan.

Mungkinkah saat ini hatiku gundah gulana? Ah.....terpaksa mengakui. Walau jujur di dalam sanubari tidak pernah mampu mengelak dari “kebiasaan takdir” harus selalu dengan cara-cara seperti ini. Menangis! Di kamar tidurku yang penuh kedamaian, dia atas sebuah tempat tidur aku tumpahkan segala kesedihanku. Hingga akhirnya nanti, aku menjadi lelah sendiri dan tertidur......


KAMAR TIDUR......

Menyebut kata “kamar tidur”, tidak aneh memang. Yah....kamar tidur adalah salah satu ruangan di dalam rumah dimana di dalam ruangan ini segala aktifitas yang sifatnya pribadi bisa kita lakukan. Namanya juga kamar tidur, aktifitas sehari-hari yang biasa dan lazim kita lakukan di kamar tidur, salah satu bentuk kegiatan itu tak lain adalah tidur. Kamar tidur jugalah yang merupakan tempat yang paling aku favoritkan diantara ruang-ruang lainnya di dalam rumahku. Aku lebih memilih berada di ruangan ini jika aku ingin mendapatkan kedamaian, dan melepaskan ketegangan dari rutinitas pekerjaan yang melelahkan. Nyaman aku rasakan. Segala keperluan aku lengkapi untuk menunjang “rasa betah” yang aku ciptakan untuk diriku pribadi.

Aku merapikan beberapa buku yang tidak lagi tersusun rapi di rak, mungkin karena tadi pagi aku buru-buru mengambilnya sehingga aku tidak sempat untuk mengembalikan kerapiannya seperti semula. Dan beberapa benda yang aku rasa tidak enak dipandang mata berada di tempat yang tidak seharusnya. Aku memang pembersih dan sangat memperhatikan kebersihan , terutama kerapian kamarku.

Aku menuju ke sudut kamar, aku raih remote TV, lalu menghidupkan tombol ON dan memilih program musik. Aku merasa perlu mendapatkan hiburan untuk menentramkan hatiku yang masih galau. Walau aku tidak tau, aku bisa menikmatinya atau tidak. Aku menuju ke sudut lainnya, dimana aku meletakkan beberapa perangkat alat elektronik seperti TV, Tape dan DVD. Namun aku sempat ragu,”apakah mungkin aku sebaiknya menghidupkan DVD atau tape saja untuk menghibur ku hari ini?" Akhirnya aku memutuskan, aku memilih memutar DVD yang menjadi temanku hari ini. Seakan terbawa emosi dan perasaanku. Aku mengikuti alunan lagu ini.....

“JIka ada yang bilang ku berubah....Jangan Kau dengar.......
Jika ada yang bilang kutak baik.....Jangan Kau dengar.......
Banyak cinta yang datang mendekat..... kumenolak.......
Semua itu karna......kucinta kau......”


Syahdu terdengar dan rasa nyaman mulai merayap ke sekujur tubuhku. Itulah sebabnya, mengapa aku lebih banyak menghabiskan waktu-waktu ku di kamar tidur. Di kamar tidurku pula merupakan saksi bisu terhadap semua hal yang telah, sedang, dan apa yang akan aku lakukan. Melakukan rutinitas harian, melepaskan keletihan dan menumpahkan segala kesedihan serta meng-istirahatkan badan......hingga aku terlelap. Semua itu aku lakukan di atas tempat tidur.

TEMPAT TIDUR.........

Apa yang terpikir jika menyebut kata-kata ini? Tempat di saat-saat kita melepaskan segala kepenatan. Setelah seharian beraktifitas, walau hanya butuh beberapa waktu saja untuk menikmati nyamannya untuk merebahkan anggota tubuh dan merasakan kehangatannya. Wajar rasanya bila tempat ini disebut-sebut sebagai tempat tidur, yach.....tempat biasa kita merebahkan tubuh, melapaskan penat dan terlelap bersama mimpi-mimpi, apapun mimpi itu adalah mimpi indah atau malah mimpi buruk sekalipun.

Aku merebahkan tubuhku, ach....lega rasanya. Sejenak pikiran ku melayang akan kejadian-kejadian yang telah aku lewati hari ini. Sebenarnya aku malas untuk memikirkan kejadian yang sempat membuat aku tidak enak hati tapi, itu terpaksa harus terpikirkan.

Aku pun tersentak, tidak ada gunanya menyesali sesuatu yang sudah terjadi. Aku ikhlaskan saja dan akan aku jadikan pengalaman berharga dari semua kejadian itu. Lalu ku raih sebuah novel romantis untuk ku baca. Aku rasa lebih baik begini. Terasa syahdu, ditunjang dengan nyanyian lirih yang ku putar sedari tadi. Suasana ini berubah drastis menjadi kenyamanan yang tidak bisa aku beli di luar sana.

Sayup-sayup kudengar dengan perasaan, Tertatih-nya Kerispatih, sungguh-sungguh membangkitkan kenangan itu......

Aku berjalan di dalam asing dunia
Aku mencoba .... ingatmu... dan.....
Aku tlah hancur lebih dari berkeping-keping
Karna cintaku karna rasaku yang tulus padamu.....

Begitu dalamnya aku terjatuh dalam kesalahan rasa ini.....

Jujur aku tak sanggup, aku tak bisa
Aku tak mampu dan aku tertatih
Semua yang pernah kita lewati
Tak mungkin dapat ku dustai meskipun harus tertatih......

Begitu dalamnya.... aku terjatuh dalam kesalahan rasa ini......

Aku tak sanggup, aku tak bisa
Aku tak mampu dan aku tertatih
Semua yang pernah kita lewati
Tak mungkin dapat ku dustai meskipun harus tertatih


TIDUR.......

Aku tidak tahu sudah berapa lama aku melewati hari-hariku di kamarku yang nyaman, di tempat tidurku yang empuk. Secara samar-samar aku tidak menyadari pikiranku melayang pada suatu kejadian beberapa bulan ke belakang. Rasanya sebentar saja kukecap kebahagiaan bersamanya.

Ach....lagi-lagi aku terpaksa harus menuliskan juga kisah ini terutama kisah singkat yang sebenarnya ingin cepat-cepat aku hapuskan dari sejarah hidupku. Tapi aku tidak mampu dan tidak bisa mengingkari bahwa kisah itu pernah ada.

Tapi jujur, aku memang sedih sekali. Karena cerita kita tidak berakhir seperti yang kita harapkan. Selama ini dikau juga tahu bahwa aku selalu krisis percaya diri menyangkut hubungan kita. Aku tidak yakin bahwa diriku cukup layak menerima semua perhatian, kasih sayang, pengertian dan cinta dari. Aku mungkin tidak percaya bahwa tersedia banyak stok dalam hatimu untuk memahami diriku. Aku ragu dengan diriku sendiri. Aku ditakuti oleh fikiranku sendiri, begitu dikau menilai aku.

Perasaan yang muncul saat ini begitu nyesak, lalu aku pengen nangis, tapi air mataku malah tidak mau tumpah, aku ingin menuntaskan apa yang mengganjal di hatiku, tapi hatiku tidak mau meledak. Aku senewen, mungkin hanya dengan menuliskan messege inilah perasaanku bisa sedikit kudamaikan. Tapi terlepas dari semuanya. Dengan tulus dan jujur aku kembalikan padamu, sudah lama ingin aku katakan ini tapi aku masih menyayangimu dan aku tidak pernah sanggup hidup sendiri tanpa seseorang.

Walau akhirnya, hatiku mengatakan.... seleksilah, tinjau ulang..... mungkin aku benar-benar bukan orang yang tepat menjadi partnermu meneruskan semua idealismemu, karena aku mungkin tidak pernah benar-benar punya kemampuan untuk memahamimu seperti yang engkau lakukan terhadapku. Kita tidak balance, aku tidak ingin dikau berkorban terlalu banyak untukku.....Aku tidak butuh dikasihani.....!

Maaafkan aku......Aku banyak dapat pelajaran berharga yang menuntun aku pada kemampuan untuk merubah mindset.

Jika bukan karena perasaan tersakiti dan takut dikatakan berputus asa, dan rasanya tidak sebanding dengan rahmat yang telah Tuhan berikan kepadaku selama hidupku, seandainya boleh mengatakan......Aku ingin terlelap selamanya. Maafkan aku Tuhan, aku berharap perasaan terluka seperti ini sebentar saja menghampiri hari-hariku. Itulah sebabnya pula, jika aku hanya bisa dan merasa tenang jika hanya melewati hari-hari hanya dengan berlama-lama di kamar, agar aku bisa melakukan apa saja di tempat tidur,termasuk menuliskan kisah ini.....

Saatnya, aku merasa.....mata ku pun sudah menunjukkan tanda-tanda meredup. Aku selalu berharap, semua masalahku ikut tertidur berganti dengan mimpi-mimpi indahku yang masih ingin kureguk untuk masa depanku bersama seseorang yang kucintai dan mencintaiku......apa adanya, tanpa syarat yang nyata-nyata mengabaikan rasa cinta dan sayang yang sesungguhnya..... selamanya. Amin!

Sunday, October 17, 2010

RAHASIA HATI

Malam sudah larut, hari telah menjadi sunyi. Hanya suara detak jam dinding dan sesekali terdengar deru kendaraan yang melintas. Aku termangu di sudut tidurku. Lalu aku bangkit untuk duduk di dalam gelap.

Aku menghela napas dalam-dalam. Ada perasaan sedih. Perasaan sebagai orang yang kalah. Rasanya sungguh tidak enak menjadi orang yang kalah. Benarkah aku telah pergi darimu? Kusadari ketololanku. Dimana kutinggalkan kau dengan sederetan tanya yang panjang. Dan membiarkanmu dalam keterlukaan, tenggelam dalam harapan-harapan. Ataukah sebaliknya?

Namun kini, kau menghantuiku. Aku sering merasa kangen sekali. Seberapa aku baik-baik saja, aku merasa ada yang hampa sejak saat itu. Aku sangat kuat dulu. Bertahan dalam kesendirianku dan berbagi dengan orang lain tanpa harus membebaninya dengan sejumlah janji. Tapi tidak lagi setelah kutemukan engkau, dan kemudian diri kita saling berjanji. Namun, aku juga yang mengingkari sejumlah janji itu, lukaimu, sakitimu. Dalam sekian kealpaan ini, maukah kau bukakan kembali pintu jalan pulang ke hatimu?

Aku bertahan dari detik ke detik, aku menyentuh urat nadiku selama berpuluh-puluh menit, bertanya-tanya, kenapa ia bisa bertahan dari detak ke detak? Aku bersumpah, aku akan menemukan cara dan tak ada orang lain yang bisa menghentikan cintaku padamu.
Aku lelah bercakap sendiri, aku menginginkanmu, aku sekarat tak habis-habis. Bukakan aku jalan pulang kepadamu untuk saling berbagi lagi dan menjadikanku perempuan yang tidak bicara pada dirinya sendiri.

Cemas ini bangkit lagi, menggelembung memenuhi ruangku, penuh, padat, dan siap meledak. Aku merasa saat inilah kita menyelesaikan kisah yang mengambang. Kehadiranmu di pikiranku memberi ruang pada hatku untuk merasakan sakit dan kerinduan sekaligus. Sementara jasadku Cuma bisa terdiam merenungi hari-hari kemarin hidupku.

Aku begitu mengingatnya, ketika kau akan menyampaikan kejutan termanis. Masih kurasakan suasana hatiku saat itu, berbahagia atau sesungguhnya kecemasan yang seharusnya ada? Kedua hal itu silih berganti menghantui terus-menerus akhir-akhir ini.

Ketika itu kau akan menghamparkan permadani terindah lalu memintaku menapakinya bersama, menuju istanamu. Kumohon dalam hati agar jangan memintaku kala itu, karena aku masih seorang pengecut. Mengaku menjadi perempuan yang membutuhkan pasangan, sekaligus bersembunyi ketika jemarimu datang bersambut.

Aku terbentur-bentur oleh gemuruh itu. Tahulah kini aku bertempur dengan apa. Ketegangan lain mulai merambah perlahan ke seluruh sel-sel tubuhku. Aku bagaikan patung bernyawa. Ketika itu aku Cuma termangu. Aku takut kehilanganmu. Aku menyadari benar-benar membutuhkanmu justru ketika kau jauh dariku.

Kau menatapku lekat, seakan kau tahu aku meragukan sesuatu. Tapi masih saja aku menyelinap ke dalam pupil matamu, berharap menemukan ketidaksungguhan di sana. Karena aku yakin sebesar kesungguhan itu sendiri, bahwa kau tidak sedang melontarkan gurauan segar di sore hari. Melihat geletar matamu, kau menyampaikan pesan untuk membuatku berani bicara. Untuk berani kehilanganmu juga?

Aku merasakan lunglai lengan ini dijatuhkan perlahan. Jemariku masih dalam genggamanmu, tapi ia terkulai disana. Seakan tidak bernyawa, tak ada sel dan otot yang hidup di situ. Ia mati sebelum segalanya terjawab, sebelum pencabut jiwa itu beranjak sambil mencengkeram hati yang telah menjadi kepingan dalam telapak tangan. Seperti dugaanku, karena ketololanku, tepat sama dengan skenario yang ada dalam benakku, tokoh lelakinya tidak menerima ketololan perempuannya.

Tapi tidak seperih ini. Aku mungkin tak layak kau perlakukan seharum bunga, maka maki saja aku. Kenapa kau tidak bertanya kepadaku, bagaimana hal itu terjadi, atau apa saja, toh sudah kubuka pembalutnya, kuperlihatkan lubangnya yang menganga.
Aku yakin takkan lagi kudengar suaramu, yang selalu membasahi kering hatiku. Sebesar keyakinanku bahwa kau pun akan pergi menjauh, menghilang seakan kau punya tempat yang jauh di bawah bumi, tak terjangkau.

Aku berharap kau tidak benar-benar pergi. Ingin kau tunjukkan lukamu padaku bahwa kau tersakiti lebih dalam dibanding aku? Maka aku akan membiarkanmu terluka pula, tak ada yang harus aku balut. Ataukah harus dengan berlari mengejarmu dan memohon kau tetap tinggal di sisiku, memohon cintamu, menyodor-nyodorkan seribu satu kebaikanku sebagai seorang perempuan, kelebihanku sebagai istrimu kelak, lebih dari kebodohan-kebodohanku.
Aku akan mengikuti caramu memperlakukan luka itu. Kadang rasa marah membuat seseorang menjadi kuat. Aku tidak pernah merasa sekuat ini sebelumnya. Kehilangan demi kehilangan adalah sebuah garis panjang yang melilit hidupku dan aku tidak ingin menambah panjang daftar ini lagi jika kau pun pergi seperti mereka.

Setajam apapun luka yang diberikan pada masa laluku, aku berusaha keras mendandani hatiku. Agar kelak ada hal lebih baik yang bisa kutawarkan pada diriku sendiri. Aku melihat waktu terbentang teramat panjang di depanku. Apakah keikhlasan yang akan menang atau kebencian, aku Cuma ingin salah satu dari dua kemungkinan itu saja. Namun aku tidak ingin melupakannnya, semua yang telah kita tempuhi bersama, sakit dan bahagia itu. Aku pun juga ingin utuh dan bulat, aku tidak ingin mati tanpa makna, toh sudah terlambat untuk surut.

Bertahun aku mengobati lukaku dengan mencoba untuk tidak menyisakan dendam, tetapi menerima dengan penuh kebaikan atas luka-luka yang lain. Aku tidak membalut lukaku dengan erat, memberinya obat yang menimbulkan perih yang kemudian akan mengering. Tapi kubiarkan kuusap dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, seakan kupelihara luka itu dengan sangat baik untuk terus hidup dan tumbuh bersamaku.

Sesungguhnya kau melakukan banyak hal dalam diammu. Kau menampar mukaku untuk membuatku terbangun dari cengkeram ini. Kau membuatku punya rasa marah dan tidak terima atas penghinaan dari mana pun. Kau tahu bagaimana rasanya menjadi berarti. Aku tak lagi punya ketakutan, tak lagi merasa terbelah, aku merasakan keutuhanku dan bahagia di dekatmu.

Jauh di atas pencapaian kebahagiaan itu adalah kesadaranku bahwa kau yang menemukanku. Maka aku ingin mengucapkan terima kasih padamu karena berbuat hal ini padaku.

Kau bisa membayangkan apa jadinya bila kau tidak membuatku marah ketika itu. Maka aku akan menjadi perempuan yang paling nelangsa, menghabiskan waktuku dengan berurai air mata selama mungkin, bahkan mungkin memotong nadiku dan berubah menjadi hantu atau mungkin kunikmati saja sekalian ketidakutuhanku. Tapi bagaimana pun aku juga ingin selalu baik, walau aku punya alasan untuk menjadi sebaliknya.

Kau melakukan hal yang benar, meninggalkan aku saja sekalian daripada menghiburku dengan kata-kata manis yang sebenarnya untuk dirimu sendiri. Setidaknya, sampai saat ini kita telah melakukan banyak kebaikan untuk hidup kita kelak, bahwa kita tak pernah membohongi sedikitpun yang ada pada hati kita. Inilah makna yang ketemui dari sebuah kejujuran yang paling hakiki, jujur pada diri sendiri.

Bunyi alarm yang terdengar nyaring menyadarkan lamunanku. Tak berdaya aku bangkit dari dudukku. Setelah ini aku tahu apa yang sebaiknya aku perbuat.
Aku menarik napas lega. Aku yakin bahwa aku tidak sendiri. Kubasuh sebagian tubuhku, lalu mengadu kepada Zat yang Maha Tahu. Benarkah perasaan ini atau hanya Dia yang tahu?

Saturday, October 9, 2010

K E T I K A

Ketika aku memohon kekuatan, Allah memberi ku kesulitan agar aku menjadi kuat......

Ketika aku memohon kebijaksanaan, Allah memberi ku masalah untuk kupecahkan........

Ketika aku memohon kesejahteran, Allah memberi ku akal untuk berpikir..............

Ketika aku memohon keberanian, Allah memberi ku kondisi bahaya untuk ku atasi......

Ketika aku memohon bantuan, Allah memberi ku hambatan.........

Aku tidak pernah menerima apa yang kuminta, tapi aku menerima apa yang kubutuhkan...!!!

Tuesday, October 5, 2010

CINTA SEJATI

Alkisah, suatu hari, sepasang muda-mudi yang sedang menjalin kasih, mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Sesudah melaju beberapa saat, si perempuan berkata,

“Kurangi kecepatan. Saya takut!”
Ternyata motor tetap saja melaju cepat. Perempuan itu kembali mengatakan hal yang sama. Kali ini, kekasih prianya menjawab,
“Tenang saja. Ini yang namanya seru.”
“Tolong, kurangi kecepatan. Ini tidak seru tapi menakutkan,” kata si perempuan.
“Kalau begitu, bilang dulu, “I love you” dan saya akan kurangi kecepatan,” kata si pemuda.
“Baiklah. I love you. Ayo, kurangi kecepatan!” ujar si perempuan.
“Sekarang, peluk saya erat-erat,” pinta si pemuda.
Perempuan itu menurut. Sesaat kemudian, si pemuda itu berkata,
“Sekarang, tolong lepaskan helm saya. Coba pakai helmku.”

Keesokkan harinya muncul berita, sebuah sepeda motor menabrak sebuah gedung karena rem rusak. Pengemudi sepeda motor tewas, tapi yang dibonceng selamat.
Ternyata si pemuda sadar, rem rusak ketika sepeda motor melaju cepat. Tapi tak mau mengatakan yang sebenarnya kepada kekasihnya. Karena tahu bahaya yang mengancam, ia lalu minta kekasihnya mengucapkan “I love you”, merasakan pelukan terakhirnya, menyuruhnya memakai helmnya agar selamat dan bisa hidup terus.

Hidup itu misteri. Kita tak pernah tahu, esok apa yang akan terjadi. Mungkin kita tak bisa hidup untuk melihat hari esok. Kadang, kita harus mengatakan sesuatu kepada seseorang, tapi tak punya waktu untuk melakukannya. Jadi, luangkanlah waktu 5 menit untuk mengatakan kepada seseorang yang anda kasihi. Anda mencintainya karena kita tak pernah tahu, kapan hari terakhir hidup kita. Katakan sekarang dan jangan ditunda.

Sunday, October 3, 2010

GAK ENAK BANGET !

Rasanya tidak ada orang yang ingin menjadi seseorang yang dianggap mendatangkan masalah bagi orang lain dalam situasi apapun dan dimanapun. Banyak situasi dalam hidup sehari-hari yang membuat stress dan khawatir. Tekanan di tempat kerja, bertengkar dengan kekasih, berselisih paham dengan saudara atau teman dan daftar to do yang tidak ada habisnya. Kehidupan yang penuh liku terkadang membuat orang dipenuhi prasangka dan perasaan-perasaan buruk. Dan sikap buruk itu dapat memperngaruhi jiwa dan pikiran.

Semua orang pernah merasa resah, panik, takut, atau tidak tenang pada satu saat dalam hidupnya. Tak heran ada anjuran : always be positive thinking! Klise, tapi terbukti kebenarannya. Nah, inilah yang terjadi dan dampak dari bersikap dan berpikir negatif. Kemarahan yang dipendam berujung pada penyakit. Ketika orang yang marah memendam perasaan, bukan cuma tekanan darah yang meningkat tapi juga timbul perasaan-perasaan negatif.

Di tempat kerja, dengan menjadi penggosip, si tukang lelet, atau si manis mulut dan menjadi orang yang dihindari. Kesombongan, ketakutan, kekhawatiran dan kecemasan yang berlebihan, begitu juga kebencian dan iri hati. Yang paling buruk diantara semuanya adalah orang negatif. Ciri-cirinya adalah membenci segalanya. Semua tugas dianggap terlalu rendah. Semua rapat dinilai lama. Semua rekan dianggap terlalu bodoh. Kata-kata yang meluncur dari mulutnya tak lepas dari sindiran tajam.



Negativitas yang jadi kebiasaan menimbulkan masalah karena bisa dengan cepat menjadi ciri khas dan menutupi prestasi kita yang lainnya. Jadi, Jika terasa diluar kesabaran dan tidak bisa dielakan lagi, untuk mengeluarkan uneg-uneg, lakukanlah sesekali saja dan jangan jadi kebiasaan.

Wajar rasanya sebagai manusia, suatu ketika merasa putus asa, walau putus asa adalah sesuatu yang sangat dibenci Tuhan, tapi suatu masa pula kita tidak bisa menghindarinya. Begitu juga di saat terjadi suatu kejadian yang tidak mengenakkan, Dari masalah pekerjaan, sampai masalah pribadi, sungguh menyesakan dada dan membuat pusing kepala. Benar-benar menyita pikiran.

“Ya Tuhan.....seandainya aku punya seribu hati, mungkin aku bisa memilih hati yang mana akan kukeluarkan hari ini, besok atau lusa, jam segini, menit ini, bahkkan detik ini.”

Itulah sekelumit kata-kata yang diucapkan seandainya saja kita sebagai manusia mampu melupakan dalam sekejap masalah-masalah yang sedang dihadapi, mungkin kita tidak mungkin memikirkan masalah itu terlalu lama hinggap di pikiran kita.

Aku yakin, tidak ada manusia yang sempurna dan setiap orang bisa berubah. Setiap orang punya kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri. Bijaksana rasanya jika mau belajar dan mengambil hikmah dari pengalaman masa lalu. Dan bodoh namanya, jika tidak mau merubah diri dan jatuh ke dalam kubangan yang sama.

Kita mudah bersikap negatif dengan kesalahan-kesalahan dan ketidakbahagiaan masa lalu. Tapi jauh lebih sehat memandang diri kita dan masa lalu sebagai pengalaman, penerimaan, dan pertumbuhan. Kita menjalani pengalaman yang persis yang kita perlukan, untuk menjadi siapa kita hari ini. Maka, lepaskan pikiran negative yang kita pendam tentang keadaan masa lalu atau hubungan masa lalu dan terima dengan rasa syukur, segala sesuatu yang membuat kita menjadi seperti hari ini.

Namun, kita juga tidak perlu menyesali setiap detik kejadian. Kita diberi akal dan rasa oleh Tuhan untuk bisa mengelola perasaan itu dengan bijak. Yach....sebuah kata bijak mengatakan “Tidak ada yang sia-sia, karena setiap kejadian dalam hidup membuahkan hikmah yang bisa dipetik untuk dijadikan pelajaran berharga.”

“Aku adalah pribadi yang bernilai dalam semangat-semangat besar ku, dan aku pribadi yg sama bernilai-nya bahkan dalam perasaan-perasaan lemah ku. Kerendahan hati dan ucapan syukur kepada Pencipta akan melindungi dari perasaan yang paling mematikan.”

Friday, October 1, 2010

M A L A S !!!

Hmm........sudah beberapa hari ini aku malas menulis, malas meng-update blog ini. Perasaan yang muncul saat ini begitu nyesak, aku pengen nangis, tapi air mataku sudah gak mau tumpah. Aku ingin menuntaskan apa yang mengganjal di hatiku, tapi gak mau meledak. Koq rasanya nyesak banget… tapi aku gak tau kenapa dan akibatnya juga jadi bingung menjelaskannya.

Sudah beberapa hari ini kayaknya lagi males nulis di blog ini. Aku merasa bersalah karena udah jadi orang yang gak komit pada diri sendiri. Gimana aku bisa komit ke hal lain ya? Tapi aku gak pernah mau matahin semangatku. Segimananya juga orang lain mo kritik aku selalu pake cara yang paling halus. Sampe aku sedih sendiri, jangan-jangan orang lain kebanyakan ngalah hanya untuk nyenang-nyenangin hatiku, begitu gak kuat lagi meledak deh akumulasi kegelisahan yang dipendam-pendam.

Tapi kadang aku berpikir, sesekali malas itu biasa, gak harus maksain diri nulis. Ato kalo takut merasa bersalah, tuliskan aja “announce” di blogmu dengan satu dua kalimat: “lagi blank, ga ada ide!”, “Lagi sibuk”, atau apa aja. Jadi tetap punya “self confidence” . Klo udah berusaha koq rasanya memenuhi kewajiban.

Tapi begitupun ada benarnya, mungkin tulisan hari ini gak jelas “juntrungan-“nya, aku hanya mau bilang, aku emang lagi malas nulis, dan yang kutulis ini juga terpaksa kulakukan, karena aku gak bisa berdamai dengan “feeling guilty” karena sudah absent beberapa hari. Ah..... aku akan berusaha gak malas lagi besok-besok ya?

Thursday, September 23, 2010

AKU INGIN SEGERA MENEMUKANMU

Diary......

Aku sering merasa kangen sekali.....
Seberapa aku baik-baik saja, aku merasa ada yang kurang.
Orang lain gak akan bisa memasung isi kepala seseorang, sang belahan jiwa sekali pun. Aku tetaplah sebuah pribadi yang juga mempunyai mimpi....

Diary.....

Ada kerinduan terpendam akan sosok laki-laki dewasa yang memberi perlindungan dan cinta. Ada kecerdasan yang tampak di matanya. Ada jiwa kepemimpinan yang tersirat kuat, meskipun secara fisik penampilannya gak luar biasa.
Bukan karena naik mobil mewah nan mengkilap dan di tubuhnya tercantel barang-barang bermerek. Yach... sosok yang bisa mempercayakan masa depan gemilang.

Diary....

Aku ingin segera menemukanmu....
Sebagai nakhoda kapal pesiarku....
Berangkat kita ke benua sakinah... lalu mampir ke rumah mawaddah....
Sekalian, melihat kota warahmah....

Bawa aku ke duniamu.....
Mudah-mudahan kamu menjadi yang terakhir walaupun dalam waktu yang benar-benar singkat aku mengenalmu.....
Sayangi aku...cintai aku...dan miliki aku sepenuhnya.....
Begitu pum aku memperlakukanmu sebagai seorang raja yang bijaksana yang patut aku hormati dan aku hargai......

Diary......

"Aku mencintaimu karena sujudmu pada Tuhan-mu....
Rukukmu pada Tuhan-mu...
Dan baktimu pada orang tua mu....
teruslah begitu dan jangan pernah berubah....agar cinta ini dapat terjaga karena juga tawadduh mu...."

RAHASIA MILIUNER

Alkisah, suatu hari, seorang pria yang menganggur melamar jadi office boy di kantor Microsoft. Sesudah diwawancarai manajer HRD, pria itu di...