
Eh...bukan kesegaran yang aku dapatkan, tenggorokanku jadi gatal, aku batuk! Mungkin juga karena gulanya pakai pemanis dan kondisi tubuhku lagi tidak fit, akhirnya aku demam dan meriang malam harinya.
Akhirnya, aku putuskan untuk berobat tapi bukan ke dokter tapi ke tempat terapi "Ceragem" yaitu pengobatan terapi panas melalui batu giok. Karena aku pikir, penyakitku gak parah2 amat "sakit kampung" aja istilah orang. Selain itu karena pada dasarnya aku termasuk orang yang sangat anti tubuhku dimasuki oleh obat2-an yang gampang dibeli di warung sekalipun. Aku hanya percaya obat dokter itupun kalo ternyata penyakitku tidak bisa lagi dibiarkan sembuh dengan sendirinya, seperti yang selalu aku lakukan selama ini jika aku sakit seperti pusing, batuk, flu atau sakit perut, cukup dengan makan yang banyak dan tidur.

Selama terapi aku bertemu seorang bapak2 berumur 66 tahun ternyata beliau teman lama mamaku sudah lebih kurang 40 tahun tidak pernah bertemu.Beliau menderita "STROKE". Sudah menduda, sudah 2 tahun ditinggal mati istrinya. Karena sudah kenal lama dan beliau juga suka bercanda, kami selalu bercanda dan mamaku selalu menyemangatinya untuk rajin terapi agar cepat mendapatkan kesembuhan. Dan aku tau dari raut wajahnya beliau sangat berantusias untuk sembuh dan bisa berjalan sebagaimana mestinya.
Karena sering bertemu dan sudah begitu akrab, di luar dugaan kami, si bapak mengatakan "hari Jumat tanggl 17 bulan ini akan menikah (lagi)". Seakan tidak percaya, tanpa dikomandoi, kami semua tertawa..."bapak bercanda nich! Kan belum sehat benar, gimana mau ML pak?", begitulah kata ibu2 yang ada di tempat terapi tersebut. Ternyata si bapak serius. Akhirnya kami mengucapkan, "Alhamdulillah....akhirnya bapak menemukan jodoh lagi, ada pengganti ibu yang bisa menemani bapak hingga akhir hayat nanti".
Harus dipercayai, masalah jodoh urusan Allah, gak mengenal usia, kasta, siapapun, kapanpun dan dimanapun...."dia pasti datang". Gak mau kalah, sambil bercanda aku mengatakan pada si bapak, "Bapak gak sopan nich, ety sekali aja belum, eh bapak dah mau yang kedua, tapi ety seneng kok pak, mungkin ini jadi pemacu bapak agar cepat sembuh ya, jadi kalo dah sembuh bisa ajak ety jalan2 naik mobil bapak sama ibu baru. Makanya pak...."se-becak aja berat apalagi SROKE"....!!!
Geeerrr....semua pada tertawa mendengar candaanku.
Yach, begitulah hidup, ada-ada aja.
No comments:
Post a Comment